<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172</id><updated>2012-01-31T03:52:12.562-08:00</updated><title type='text'>Jerit Manusia Terluka</title><subtitle type='html'>Assalamu Alaikum, War can be notoriously slow news. Not the fireworks off-course. Since that bloodfest, the fate of children of war-torn countries, has been the slowest news. And they are considered as Unpeople. And, Unpeople are the heroes of this blogNEWS</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>55</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-112540126853261424</id><published>2005-09-03T04:20:00.000-07:00</published><updated>2005-08-30T04:27:48.536-07:00</updated><title type='text'>Gara-gara Nila 4 Titik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Pemboman menyebabkan serangan terhadap kaum muslim di Inggris naik enam kali lipat. Warga kini trauma terhadap tas. Dimana peran media?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;img hspace="3" src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/bom2.gif" align="left" /&gt;&lt;span style="PADDING-RIGHT: 5px; FLOAT: left; LINE-HEIGHT: 80px; PADDING-TOP: 1pxfont-family:times;font-size:100;color:#184201;"   &gt;N&lt;/span&gt;ick Sophocleous sedang merapikan kamar, ketika pacarnya menelpon. Si pacar beberapa waktu lalu keluar membeli bahan sarapan, dan kini tak bisa kembali ke kamar karena polisi menutup areal flat. Nick, mantan polisi yang kini kameramen dan fotografer amatir segera mengintip lewat jendela. Polisi bersenjata lengkap ada dimana-mana. Meski tak tau apa yang terjadi, nalurinya mendorong sebuah reaksi. Meraih handycam, yang ternyata baterenya habis. Frustrasi pun segera menyergapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil men-cas batere kamera, ia mengintip dan terus berdoa semoga sesuatu yang bakal terjadi, menunggu ia selesai mengisi batere. Dua puluh menit berlalu, ia yakin kamera sudah berfungsi. Tepat kamera menyala, diseberang, ia melihat dua pria keluar kamar dengan tangan terangkat, dengan polisi bersenjata terkokang disekelingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terus merekam, sambil berjaga agar polisi tidak melihatnya. Drama pagi itu berakhir. Tapi Nick tetap harus terkurung, karena polisi masih menjaga areal penggerebekan tetap bersih. Ia mengemail &lt;em&gt;BBC, ITV, &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; Sky News,&lt;/em&gt; tiga stasiun televisi berbasis London. Ia meyakinkan mereka, bahwa gambar ini adalah peristiwa besar. Sky News, stasiun televisi kabel sistem berbayar, memberi tawaran tertinggi. Tapi karena Nick tidak suka kepada dominasi raja media Rupert Murdoch, ia memilih ITV yang memberi harga 60 ribu Pound (kl 1 Milyar rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, video itu pun tiba di studio ITV. Gambar Mukhtar Said Ibrahim dan Ramzi Muhammad, sedang bertelanjang dada mengangkat tangan tinggi tanda menyerah. Mukhtar dan Ramzi, adalah dua tersangka pengeboman tube yang gagal, tanggal 21 Juli. Tersangka lainnya, Yasin Hassan Omar dan Hussain Usman, sudah tertangkap lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, koran-koran pun menyajikan gambar itu. Sejumlah media mulai tidak bisa menahan diri. &lt;em&gt;The SUN&lt;/em&gt;, yang sejak awal mulai menyerempet, kini terang-terangan. Cover depannya bertulis “&lt;strong&gt;Got the Bastard&lt;/strong&gt;” diatas foto penangkapan tadi. &lt;em&gt;Daily Express&lt;/em&gt; tampil dengan “&lt;strong&gt;Thank God&lt;/strong&gt;”, dan “&lt;strong&gt;Got Them”&lt;/strong&gt; di &lt;em&gt;Daily Mirror.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sorotan media terhadap kasus terorisme ini, berdampak luas pada kehidupan kaum muslim di seantero Inggris. Kasus kejahatan berbasis agama meningkat tajam hanya dalam sebulan. Polisi menerima pengaduan sebanyak 269 kasus, mulai dari serangan verbal sampai pengrusakan tempat ibadah. Jumlah ini naik 600 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 40 kasus. Bahkan dalam 3 hari setelah serangan 7/7, polisi menerima pengaduan 68 kasus. Mesjid The Mazhirul Ulum, yang berdiri megah di Mile End, London Timur, kawasan yang banyak dihuni komunitas muslim Bangladesh dan Pakistan, dilempari hingga 19 jendelanya pecah. Juga mesjid di daerah-daerah dengan jumlah komunitas muslim besar, seperti Leeds dan Bradford. Di Norwich sendiri, jendela mesjid milik komunitas Bangladesh pecah karena dilempar oleh dua perempuan mabuk. Mesjid ini memang rawan pengurusakan, sebab terselip di kawasan &lt;i&gt;dugem&lt;/i&gt; Norwich, diantara gedung-gedung hiburan, pub dan amusement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya kaum muslim. Dua orang Asia non-muslim, diserang secara fisik di Edinburg, Skotlandia. Penyerang mengaku menuntut balas atas serangan bom London. Ini menyiratkan peningkatan kejahatan rasisme ini tidak melulu soal agama, tapi juga menyangkut irihati terhadap imigran. Satu dari dua anggota DPR partai Buruh yang beragama Islam, Sadiq Khan menyatakan, penyerangan akan terus meningkat. Sebab warga Inggris mengunakan kasus bom London hanya sebagai pembenaran utnuk menuntaskan rasa tidak senangnya kepada imigran dan warga Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus terorisme ini memang membuat trauma warga dan pemerintah Inggris. Apalagi, saat investigasi kasus pertama 7/7 sedang hangat-hangatnya, Inggris nyaris dihajar kejadian serupa dua pekan kemudian. Saat ini, London khususnya, bersiaga penuh. Polisi bersenjata lengkap mudah ditemukan dimana-mana, terutama stasiun &lt;i&gt;tube&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga trauma terhadap tas dan ransel. Pengumuman agar tidak meninggalkan tas sembarangan ditempel di banyak tempat. Sekali waktu di terminal bis Victoria London, aku mendengar pengumuman rencana pemindahan dan pengrusakan koper yang diletakkan di ruang tunggu. Rupanya sebelum pengumuman itu, sudah beberapa kali ada panggilan agar pemilik tas segera mengakui dan menjaga tas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan setelah ledakan 7/7, puluhan penumpang bus tingkat jalur 205 yang sedang melintas di Gray’s Inn Road, dekat King’s Cross –salah satu stasiun tempat kereta meledak—berhamburan. Karena tiba-tiba asap memenuhi ruang penumpang. Polisi pun sigap menutup jalan dan mengevakuasi penumpang. Pasukan anti bom pun berdatangan. Ternyata, asap itu berasal dari kerusakan mesin. Trauma itu menyebabkan tas berserak dimana-mana, karena ditinggal demi menyelamatkan jiwa, juga seorang perempuan patah pergelangan kaki karena berebutan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasmin Alibhai-Brown, kolumnis perempuan muslim asal Uganda, menuliskan pengalamannnya di majalah Time, pernah melihat lima penumpang tube segera turun lagi, hanya karena seorang mahasiswa asal Sudan masuk ke gerbong yang sama. Yasmin, doktor dari Oxford yang banyak menulis buku tentang rasisme ini, juga menceritakan kisah sahabatnya yang ditolak naik ke bus hanya karena supir tidak suka melihat ia membawa tas besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan macam ini memang memicu kebencian mendalam bagi warga muslim. Sehingga tulis Yasmin, ia meminta anaknya seorang pengacara yang menikah dengan perempuan Inggris, agar bersabar. Anaknya itu potensil diperiksa oleh polisi, sebab ia berwajah arab. Yasmin meminta anaknya tidak emosi, berdebat, apalagi lari menghindar. Mungkin Yasmin belajar dari pengalaman Jean Charles de Menezes, pemuda Brazil yang ditembak mati karena menghindar dari polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepanikan juga melanda pemerintah Inggris. Inggris yang selama ini dituding Amerika dan Uni Eropa sebagai negara yang membiarkan teroris berbiak, mulai berbalik. Omar Bakri Muhammad, warga Yordania yang di negaranya hendak ditangkap, justru menjadi warga Inggris. Ia adalah pentolan Hizbut Thahrir, dan pendiri organisasi Al Muhajirun. Kini, Omar yang sedang berada di Yordania terancam tidak bisa kembali karena aturan baru tentang anti-terorisme. Padahal bulan depan, ia sudah dijadwalkan untuk operasi jantung di rumah sakit Inggris. Koran The SUN segera sigap mengompori, dengan menyebut Omar sebagai “parasit” yang memperoleh &lt;i&gt;benefit&lt;/i&gt; dari pemerintah Inggris, tapi sekaligus merusak sendi kehidupan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Omar, Inggris juga membiarkan Abu Uzair, Abu Izzadin, dan Abu Qatada hidup dengan damai. Mereka bebas mendirikan organisasi berbasis Islam, tapi kini semuanya terancam diusir. Izzadin, juru bicara Al-Ghuraba, memperoleh stempel kebencian karena menganggap bom bunuh diri adalah sesuatu yang patutu diacungi jempol. Abu Uzair, pendiri &lt;i&gt;Saviour Sect&lt;/i&gt; yang merupakan sempalan Al Muhajirun menyatakan, “pelarangan hanya akan meningkatkan semangat jihad”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara mereka masih terancam pengusiran, Abu Qatada sudah ditangkap. Namun pemerintah berkilah, Qatada, yang dikenal sebagai Dutabesar Al Qaida di Eropa, ditangkap karena pelanggaran aturan keimigrasian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dan media memang berlaku hati-hati dalam urusan terorisme ini. Selain karena aturan hak-hak sipil yang ketat, juga kekhawatiran peningkatan serangan balasan terhadap kaum muslim yang akan bermuara pada pembalasan dendam lebih dahsyat. Hanya beberapa hari setelah koran-koran menulis secara miring penangkapan Mukhtar Said Ibrahim dan Ramzi Muhammad, organisasi hak sipil &lt;em&gt;Liberty &lt;/em&gt;langsung melayangkan protes kepada Dewan Pers Inggris. Menurut direkturnya, Shami Chakrabarty, pers telah menghakimi tersangka diluar pengadilan resmi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya Inggris sadar, sikap permusuhan berlebihan terhadap kaum muslim hanya akan mengundang tindakan balasan yang tak terduga. Sebab sejauh ini, alur pemeriksaan tersangka bom justru membuat polisi frustrasi. Sebab, mereka tak kunjung menemukan benang merah antara kasus 7/7 dengan kasus 21/7. Alih-alih dengan Al Qaida. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-112540126853261424?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/112540126853261424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=112540126853261424' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/112540126853261424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/112540126853261424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2005/09/gara-gara-nila-4-titik.html' title='Gara-gara Nila 4 Titik'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-112540084166057825</id><published>2005-08-05T03:55:00.001-07:00</published><updated>2005-08-30T04:20:41.666-07:00</updated><title type='text'>London Under Attacks</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;img style="WIDTH: 364px; HEIGHT: 142px" height="230" src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/bom.jpg" width="300" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="PADDING-RIGHT: 5px"&gt;P&lt;/span&gt;agi yang cerah di pinggiran kota Leeds, bagian utara Inggris. Polisi mengetuk rumah warga satu persatu, memintanya keluar dan berkumpul ke suatu tempat. Sementara polisi yang lain mulai memasang garis pembatas, menutup beberapa jalan di kompleks pemukiman kota Dewsbury itu. Warga yang akan memulai aktivitas dipersilakan pergi, sedangkan yang tinggal di rumah dibawa ke tempat lain. Enam ratus orang dievakuasi tanpa menimbulkan kepanikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Empat hari setelah peristiwa Bom London, polisi akhirnya memulai fase penggerebekan untuk mengungkap pelaku. Mereka tiba di Leeds, kawasan yang banyak dihuni kaum muslim Pakistan, bukan karena klaim Al Qaidah, kelompok pimpinan Usamah bin Ladin yang bermula dari Afghanistan dan Pakistan. Tapi hasil sebuah kerja yang tidak grasa grusu. Sebelum melakukan penggerebekan besar-besaran ini, polisi sudah menuai beberapa fakta yang menggiring mereka ke Leeds. Yakni, laporan kehilangan salah satu keluarga pelaku, Shahzad Tanwir, yang khawatir karena Shahzad pamit pergi ke London bersama teman-temannya. Lalu, polisi menemukan barang milik Shahzad di bus yang meledak, dan barang dua warga kabupaten Yorkshire Barat, di dua tube yang meledak. Malam sebelum ke Leeds, polisi memperoleh rekaman gambar empat orang beransel besar, tiba di stasiun King’s Cross. Lengkap. Tapi temuan yang berkelindan ini, disimpan rapi, tak ditimpali oleh pernyataan bombastis polisi. Tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketenangan itu pula yang aku saksikan saat kejadian 7 Juli lalu. Saat itu, aku sedang berada di London untuk mengurus visa di Kedutaan Belanda. Dalam perjalanan ke Kedutaan, tiba-tiba bus yang aku tumpangi dihambat kemacetan panjang. Sesuatu yang jarang terjadi di Inggris. Setelah 20 menit tertahan, aku pun memutuskan bergabung dengan pejalan kaki. Berniat melewati titik macet, lalu berganti bus, atau pindah naik tube.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedikit gembira setelah melihat plang stasiun Edgware Road di kejauhan. Tapi alih-alih bisa masuk ke terowongan, seluruh stasiun sudah ditutup garis pembatas polisi. Puluhan mobil polisi dengan sirene meraung berjejer di depannya. Pun ambulan dan brigade pemadam kebakaran. Tak ada yang bisa ditanyai perihal apa yang terjadi. Polisi yang ditanyai pun tak mau menjelaskan. Ia hanya sigap menghalangi massa yang tetap mencoba menyuruk tali pembatas. Atau memberi penjelasan jalan mana yang bisa dilewati agar segera menjauh dari lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat mencuri dengar perbincangan seorang ibu yang baru saja menelpon. Katanya, ada ledakan di dalam stasiun, banyak yang terluka. Akhirnya kepastian, aku peroleh setelah menelpon kawan di Norwich, yang langsung melongok situs BBC yang gencar memberitakan serangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img height="160" hspace="3" src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/polisiuk.jpg" width="200" align="left" vspace="3" /&gt;Karena serangan yang massive di berbagai lokasi, kepanikan pun segera merebak ke antero London. Untunglah, kerapian, kecepatan, dan ketenangan polisi mengatur keadaan membuatku sedikit lebih tenang. Awalnya, bus yang jalurnya tidak terganggu tetap jalan, meski jarang, tidak sesuai jadwal, dan penuh sesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="MARGIN-TOP: 5px; FLOAT: right; MARGIN-BOTTOM: 5px; MARGIN-LEFT: 5px; WIDTH: 150px"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:silver;"&gt;...polisi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;menghindari menuduh kelompok tertentu &lt;b&gt;untuk menghapus malu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;akibat kebobolan&lt;span style="font-size:130%;"&gt; ledakan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Namun setelah keadaan darurat diumumkan PM Tony Blair, seluruh bus berhanti beroperasi. London pun berubah bak taman besar yang dipenuhi pejalan kaki. Pada kesempatan ini pula, Blair menuding pelaku adalah kelompok teroris Islam. Pernyataan yang kemudian diralat secara perlahan dan gently oleh anak buahnya, dengan mengganti sebutan teroris dengan ekstrimis. Menteri Dalam Negeri, Charles Clarke, selaku penanggungjawab keamanan dalam negeri, Walikota London, juga kepala polisi, menghindar dari menuduh kelompok tertentu dalam setiap pernyataannya. Mungkin mereka tak merasa perlu menghapus rasa malu akibat kebobolan, dengan pernyataan bombastis dan sensasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pakistanshire&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam setelah ledakan, pengakuan sebagai pelaku muncul dari Al Qaidah divisi operasi Eropa. Aku masih di London saat itu. Aku mulai mengkhawatirkan polisi akan melakukan sweeping, atau massa marah dan melakukan tindakan didorong sentimen etnis. Itu semua mencair, demi melihat perempuan berjilbab tetap berjalan seperti sediakala. Salat Jumat di Norwich, sehari setelah ledakan, khatib membahas tentang ledakan, dan kekhawatiran pressure kepada kelompok Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan Al Qaidah ini tidak mendapat porsi besar di media. Bahkan media besar berpengaruh, macam BBC sudah menyiapkan counter berita, agar umat Islam tetap merasa nyaman. Mereka mem-blow up duka keluarga Shaheera Islam, yang meninggal dalam aksi teror ini. Keluarga Shaheera ditampilkan dalam busana Islam, berdoa di mesjid, lalu datang ke lokasi kejadian. BBC juga mengirim reporter keturunan Arab Muslim, ke Edgware Road, jalan yang acap disebut Timur Tengah-nya London. Disini komunitas muslim ramai berkumpul, karena banyak toko dan restoran Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran &lt;strong&gt;&lt;em&gt;The Sun&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, koran kuning yang sensasional, ikut mendinginkan suasana. Edisi sehari setelah ledakan, sampul depannya memuat foto Shaheera Islam dan Monica Suchocha, dua korban tewas. Judulnya amat menggugah: “Dua gadis cantik, satu Islam, satu Kristen, satu duka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berarti media menyembunyikan semua kebencian yang ditujukan kepada kaum Muslim. Coretan grafitti “Paki Scum” di pagar sekolah Islam di Leeds tetap muncul di situs BBC. Paki adalah bahasa slank menyebut Pakistan, tapi dalam konotasi kurang baik. Berita pelemparan konsulat Pakistan di Bradford, dan pengrusakan mesjid di Leeds juga muncul. Namun porsi yang diberikan, dibanding dampak kemanusiaan yang timbul, amat kecil. Leeds, Bradford, Manchester, Sheffield, Blackburn adalah kota-kota di Kabupaten Yorkshire Barat yang banyak dihuni kaum Muslim asal Pakistan. Kawasan ini sering diplesetkan sebagai Pakistanshire &lt;em&gt;(lihat: &lt;a href="http://azizsutan.blogspot.com/2005/07/mengunjungi-pakistanshire.html"&gt;Mengunjungi Pakistanshire&lt;/a&gt;, &lt;strong&gt;Insani&lt;/strong&gt; edisi Agustus)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah penggerebekan di Leeds, aku harap-harap cemas seperti apa media akan memberitakannya. Dugaanku meleset. Media lebih mengedepankan nuansa introspektif, ketimbang mengumbar syahwat amarah menjelekkan umat Islam. Maka judul: “English Born Suicide Bombers” pun dipilih sejumlah media. Mereka lebih menyalahkan sistem pendidikan dan pergaulan sosial, yang berujung pada tindakan nekat, yang dilakukan pemuda yang lahir, tumbuh, dan besar di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Inggris sangat berduka dengan tragedi dahsyat pertama setelah Perang Dunia II ini. Tapi pemerintah dan pers-nya menunjukkan sikap dewasa, yang mengentalkan negaranya sebagai ranah yang subur untuk multi-etnis dan multikultur tumbuh bersama. Setidaknya, bagi aku yang hanya tinggal setahun.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-112540084166057825?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/112540084166057825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=112540084166057825' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/112540084166057825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/112540084166057825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2005/08/london-under-attacks_05.html' title='London Under Attacks'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-112540084003606293</id><published>2005-08-05T03:55:00.000-07:00</published><updated>2005-08-30T04:20:40.050-07:00</updated><title type='text'>London Under Attacks</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;img style="WIDTH: 364px; HEIGHT: 142px" height="230" src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/bom.jpg" width="300" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="PADDING-RIGHT: 5px"&gt;P&lt;/span&gt;agi yang cerah di pinggiran kota Leeds, bagian utara Inggris. Polisi mengetuk rumah warga satu persatu, memintanya keluar dan berkumpul ke suatu tempat. Sementara polisi yang lain mulai memasang garis pembatas, menutup beberapa jalan di kompleks pemukiman kota Dewsbury itu. Warga yang akan memulai aktivitas dipersilakan pergi, sedangkan yang tinggal di rumah dibawa ke tempat lain. Enam ratus orang dievakuasi tanpa menimbulkan kepanikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Empat hari setelah peristiwa Bom London, polisi akhirnya memulai fase penggerebekan untuk mengungkap pelaku. Mereka tiba di Leeds, kawasan yang banyak dihuni kaum muslim Pakistan, bukan karena klaim Al Qaidah, kelompok pimpinan Usamah bin Ladin yang bermula dari Afghanistan dan Pakistan. Tapi hasil sebuah kerja yang tidak grasa grusu. Sebelum melakukan penggerebekan besar-besaran ini, polisi sudah menuai beberapa fakta yang menggiring mereka ke Leeds. Yakni, laporan kehilangan salah satu keluarga pelaku, Shahzad Tanwir, yang khawatir karena Shahzad pamit pergi ke London bersama teman-temannya. Lalu, polisi menemukan barang milik Shahzad di bus yang meledak, dan barang dua warga kabupaten Yorkshire Barat, di dua tube yang meledak. Malam sebelum ke Leeds, polisi memperoleh rekaman gambar empat orang beransel besar, tiba di stasiun King’s Cross. Lengkap. Tapi temuan yang berkelindan ini, disimpan rapi, tak ditimpali oleh pernyataan bombastis polisi. Tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketenangan itu pula yang aku saksikan saat kejadian 7 Juli lalu. Saat itu, aku sedang berada di London untuk mengurus visa di Kedutaan Belanda. Dalam perjalanan ke Kedutaan, tiba-tiba bus yang aku tumpangi dihambat kemacetan panjang. Sesuatu yang jarang terjadi di Inggris. Setelah 20 menit tertahan, aku pun memutuskan bergabung dengan pejalan kaki. Berniat melewati titik macet, lalu berganti bus, atau pindah naik tube.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedikit gembira setelah melihat plang stasiun Edgware Road di kejauhan. Tapi alih-alih bisa masuk ke terowongan, seluruh stasiun sudah ditutup garis pembatas polisi. Puluhan mobil polisi dengan sirene meraung berjejer di depannya. Pun ambulan dan brigade pemadam kebakaran. Tak ada yang bisa ditanyai perihal apa yang terjadi. Polisi yang ditanyai pun tak mau menjelaskan. Ia hanya sigap menghalangi massa yang tetap mencoba menyuruk tali pembatas. Atau memberi penjelasan jalan mana yang bisa dilewati agar segera menjauh dari lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat mencuri dengar perbincangan seorang ibu yang baru saja menelpon. Katanya, ada ledakan di dalam stasiun, banyak yang terluka. Akhirnya kepastian, aku peroleh setelah menelpon kawan di Norwich, yang langsung melongok situs BBC yang gencar memberitakan serangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img height="160" hspace="3" src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/polisiuk.jpg" width="200" align="left" vspace="3" /&gt;Karena serangan yang massive di berbagai lokasi, kepanikan pun segera merebak ke antero London. Untunglah, kerapian, kecepatan, dan ketenangan polisi mengatur keadaan membuatku sedikit lebih tenang. Awalnya, bus yang jalurnya tidak terganggu tetap jalan, meski jarang, tidak sesuai jadwal, dan penuh sesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="MARGIN-TOP: 5px; FLOAT: right; MARGIN-BOTTOM: 5px; MARGIN-LEFT: 5px; WIDTH: 150px"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:silver;"&gt;...polisi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;menghindari menuduh kelompok tertentu &lt;b&gt;untuk menghapus malu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;akibat kebobolan&lt;span style="font-size:130%;"&gt; ledakan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Namun setelah keadaan darurat diumumkan PM Tony Blair, seluruh bus berhanti beroperasi. London pun berubah bak taman besar yang dipenuhi pejalan kaki. Pada kesempatan ini pula, Blair menuding pelaku adalah kelompok teroris Islam. Pernyataan yang kemudian diralat secara perlahan dan gently oleh anak buahnya, dengan mengganti sebutan teroris dengan ekstrimis. Menteri Dalam Negeri, Charles Clarke, selaku penanggungjawab keamanan dalam negeri, Walikota London, juga kepala polisi, menghindar dari menuduh kelompok tertentu dalam setiap pernyataannya. Mungkin mereka tak merasa perlu menghapus rasa malu akibat kebobolan, dengan pernyataan bombastis dan sensasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pakistanshire&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam setelah ledakan, pengakuan sebagai pelaku muncul dari Al Qaidah divisi operasi Eropa. Aku masih di London saat itu. Aku mulai mengkhawatirkan polisi akan melakukan sweeping, atau massa marah dan melakukan tindakan didorong sentimen etnis. Itu semua mencair, demi melihat perempuan berjilbab tetap berjalan seperti sediakala. Salat Jumat di Norwich, sehari setelah ledakan, khatib membahas tentang ledakan, dan kekhawatiran pressure kepada kelompok Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan Al Qaidah ini tidak mendapat porsi besar di media. Bahkan media besar berpengaruh, macam BBC sudah menyiapkan counter berita, agar umat Islam tetap merasa nyaman. Mereka mem-blow up duka keluarga Shaheera Islam, yang meninggal dalam aksi teror ini. Keluarga Shaheera ditampilkan dalam busana Islam, berdoa di mesjid, lalu datang ke lokasi kejadian. BBC juga mengirim reporter keturunan Arab Muslim, ke Edgware Road, jalan yang acap disebut Timur Tengah-nya London. Disini komunitas muslim ramai berkumpul, karena banyak toko dan restoran Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran &lt;strong&gt;&lt;em&gt;The Sun&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, koran kuning yang sensasional, ikut mendinginkan suasana. Edisi sehari setelah ledakan, sampul depannya memuat foto Shaheera Islam dan Monica Suchocha, dua korban tewas. Judulnya amat menggugah: “Dua gadis cantik, satu Islam, satu Kristen, satu duka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berarti media menyembunyikan semua kebencian yang ditujukan kepada kaum Muslim. Coretan grafitti “Paki Scum” di pagar sekolah Islam di Leeds tetap muncul di situs BBC. Paki adalah bahasa slank menyebut Pakistan, tapi dalam konotasi kurang baik. Berita pelemparan konsulat Pakistan di Bradford, dan pengrusakan mesjid di Leeds juga muncul. Namun porsi yang diberikan, dibanding dampak kemanusiaan yang timbul, amat kecil. Leeds, Bradford, Manchester, Sheffield, Blackburn adalah kota-kota di Kabupaten Yorkshire Barat yang banyak dihuni kaum Muslim asal Pakistan. Kawasan ini sering diplesetkan sebagai Pakistanshire &lt;em&gt;(lihat: &lt;a href="http://azizsutan.blogspot.com/2005/07/mengunjungi-pakistanshire.html"&gt;Mengunjungi Pakistanshire&lt;/a&gt;, &lt;strong&gt;Insani&lt;/strong&gt; edisi Agustus)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah penggerebekan di Leeds, aku harap-harap cemas seperti apa media akan memberitakannya. Dugaanku meleset. Media lebih mengedepankan nuansa introspektif, ketimbang mengumbar syahwat amarah menjelekkan umat Islam. Maka judul: “English Born Suicide Bombers” pun dipilih sejumlah media. Mereka lebih menyalahkan sistem pendidikan dan pergaulan sosial, yang berujung pada tindakan nekat, yang dilakukan pemuda yang lahir, tumbuh, dan besar di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Inggris sangat berduka dengan tragedi dahsyat pertama setelah Perang Dunia II ini. Tapi pemerintah dan pers-nya menunjukkan sikap dewasa, yang mengentalkan negaranya sebagai ranah yang subur untuk multi-etnis dan multikultur tumbuh bersama. Setidaknya, bagi aku yang hanya tinggal setahun.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-112540084003606293?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/112540084003606293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=112540084003606293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/112540084003606293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/112540084003606293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2005/08/london-under-attacks.html' title='London Under Attacks'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-112084779205724204</id><published>2005-07-04T10:10:00.000-07:00</published><updated>2005-07-08T11:36:32.096-07:00</updated><title type='text'>Mengunjungi Pakistanshire</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img height="160" hspace="3" src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/B4Alhammalam.jpg" width="200" align="left" /&gt;Suara azan ashar mempercepat makan siang kami yang terlambat. Padahal makan siang ini ternikmat yang pernah aku rasakan selama tinggal di Inggris. Sop buntut, tahu, dan sambel terasi. Tapi, inilah kali pertama aku mendengar suara azan di rumah. Di Bradford. Maka, piring pun segera dibenahi, dan bergegas ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Nurul Iman, berada di tengah perkampungan warga Pakistan. Jalan di kota Bradford berkontur naik turun. Karena posisi mesjid agak di bagian atas, maka arus jemaah menuju mesjid dari beberapa penjuru terlihat indah sekali. Mereka datang berpakaian Pakistan, semacam baju koko sepanjang lutut. Ada pula sedikit yang bergamis. Menatapnya, ditingkahi suara azan, serasa tak seperti di Inggris. Tapi di sebuah kota santri, entah dimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid Nurul Iman, hanyalah satu dari 33 mesjid di antero Bradford. Berlantai empat, dengan luas tiap lantai sekitar 200 meter persegi. Di bagian bawah untuk belajar Al Quran dan wudu’, dan salah satu lantai untuk ruang pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 210px; HEIGHT: 162px" height="120" hspace="3" src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/DSCI0177.jpg" width="180" align="left" /&gt;Besar dan banyaknya mesjid di Bradford, menunjukkan besarnya komunitas muslim disini. Penanda lain, adalah sebaran toko dan restoran halal. Maka sehabis shalat, Yudi, teman kami yang bersekolah di Universitas Bradford mengajak berjalan keliling kota. Tak jauh dari mesjid, sebuah supermarket besar menjual makanan halal, diberi nama “Al Halal”. Kata Yudi, kalau kita iseng bertanya tentang kehalalan sebuah produk yang dijual disana, penjaga akan bilang, “namanya saja sudah toko Halal, ya pasti halal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tadi ketika tiba di stasiun Bradford, kedai Fish and Chips, makanan khas Inggris, menyambut kami di peron stasiun. Pemandangan biasa. Yang tak biasa adalah logo “halal” yang terpasang di gerobak merah itu. Penjaganya, lelaki berwajah Pakistan sibuk melayani pembeli. Rupanya selain menjual ikan dan kentang goreng, ia menjaja kebab dan ayam masala khas Pakistan. Kelak kami tahu, saking besarnya komunitas Pakistan di Bradford, mereka berjualan segala jenis makanan yang diolah halal. Termasuk fried chicken dan chinese food. Disinilah, Nando’s, gerai ayam bakar dari Portugal, harus memasang logo halal. Nama-nama toko pun islami, macam Al Haq, Bismillah, Al Hajj, Saif, dan Abdul’s. Tak salah, Yudi selalu mempromosikan Bradford sebagai daerah jajahan Pakistan di Inggris, dengan sebutan Pakistanshire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri, ketika tiba tadi sempat gamang. Apakah ini masih di Inggris, tau di Islamabad. Menuruni tangga stasiun, wajah-wajah Asia Tengah semakin banyak. Gadis berjilbab, atau yang mengenakan sari yang dimodifikasi menjadi busana muslimah modern, serta lelaki bergamis lengkap dengan janggut menjuntai berseliweran. Sopir taksi, sebagian besar adalah warga Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontur kota Bradford, berkesesuaian dengan muasal namanya. Bradford terdiri dari dua kata, broad dan ford, artinya bagian sungai yang dangkal untuk tempat perlintasan. Tak syak, mudah membayangkan Bradford adalah sebuah hutan perawan nan indah, dengan sebuah sungai melintas, tempat para cowboy melintas menghela banteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri membuat semuanya berubah. Bradford dikenal sebagai tempat industri pengolahan kulit. Lalu dimasa 90-an, ketika booming industri tekstil melanda Eropa, suara mesin dari kilang tekstil pun meramaikan Bradford. Ketika tenaga kerja murah dibutuhkan, berduyun-duyunlah warga Pakistan ke Bradford. Utamanya, tahun 50 dan 60-an. Sebagian besar mereka berasal dari Distrik Mirpur, sebelah selatan Kashmir yang beragama Islam. Desa ini terkenal punya tradisi merantau macam minangkabau. Maka ketika ada yang berjaya di perantauan, ia akan membawa serta lebih banyak lagi sanak dan kerabat. Termasuk untuk dijadikan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini efektif menambah besar komunitas Pakistan di bumi Inggris. Ketika industri tekstil redup tahun 79-an, mereka tidak kembali. Tapi tumbuh di sektor perdagangan, dengan membuka toko dan restoran. Tak hanya kelas toko satu pintu. Restoran Mumtaz, yang mengklaim sebagai penyaji makanan Asia Tengah terbesar di Inggris Raya, meluaskan kerajaan bisnis ke sektor makanan kemasan siap saji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Pakistan ini juga terdapat di kota-kota lain di sekitar Bradford. Seperti Leeds, Manchester, Leichester, Sheffield, dan Blackburn. Bahkan dibanding Bradford, komunitas terbesar Pakistan ada di Blackburn, kota yang digelari “kota tenun”. Pada pemilu Inggris lalu, Menteri Luar Negeri, Jack Straw, yang menjadi calon DPR dari sini, nyaris tak terpilih lagi, karena gangguan kelompok Muslim yang mengibarkan isu anti perang Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan usaha makanan warga Pakistan, mendapat pengakuan nyata. Di Manchester, ada satu ruas jalan dekat kawasan kampus Universitas Manchester, digelari curry mile. Maksudnya, sepanjang beberapa mil, anda akan mencium bau kari. Istilah ini masuk dalam majalah kuliner yang terbit di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kiprah warga Pakistan di bagian utara Inggris ini, bukan melulu di bidang tekstil dan makanan saja. Mereka juga merambah dunia politik. Banyak dari warga Pakistan menjadi Dewan Kota, dan Member of Parliament (DPR). Bahkan, Mei lalu, putra kelahiran Pakistan 46 tahun lalu, menjadi walikota muslim pertama di Manchester. Upacara pelantikannya, diramaikan nasyid Tala’al badru alaina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Keberhasilan Khan membuktikan kuatnya kemauan warga Pakistan menata hidup yang lebih baik dengan usaha keras. Khan dibawa ayahnya ke Inggris pada usia 12 tahun, dengan hanya bisa berbahasa Urdu. Ia bekerja apa saja, mulai dari tukang tenun, sopir, hingga polisi, agar bisa menyelesaikan kuliah Hukum-nya di Universitas Manchester. Setelah menjadi, pengacara sukses, ia menjadi anggota Dewan Kota, lalu terpilih sebagai walikota.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada satu hal yang mengganjal dari kehidupan warga Pakistan di Inggris. Salah satu ciri kota-kota di Inggris adalah bersih dan tertata rapi. Tidak demikian halnya dengan Bradford, Leeds, dan Manchester. Sampah yang tidak masuk tong secara sempurna, jemuran yang malang melintang, serta lalulintas yang semrawut. Aku menyebutnya jejak “kebesaran” ala negara berkembang. Entah analisa apa yang pas untuk menggambar keadaan ini. Mungkin saja, warga Inggris kelewat menuntut pelayanan, sehingga pemerintah merasa harus selalu memberi yang terbaik. Tapi warga pendatang ini tidak. Atau bisa saja, fasilitas yang diperoleh saat ini, sudah merupakan hal terbaik yang tak terbayangkan sebelumnya. Lalu buat apa menuntut lebih?&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-112084779205724204?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/112084779205724204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=112084779205724204' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/112084779205724204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/112084779205724204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2005/07/mengunjungi-pakistanshire.html' title='Mengunjungi Pakistanshire'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-111628062854518763</id><published>2005-06-04T14:54:00.001-07:00</published><updated>2005-06-03T08:28:23.883-07:00</updated><title type='text'>Tuan Hormat dari Kampung Hijau</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img src="http://news.bbc.co.uk/olmedia/255000/images/_255179_blair_polling150.jpg" align="left" /&gt;Perempuan paruh baya itu sedang jalan-jalan di sore yang dingin. Ia melihat Anne Sacks, kandidat anggota parlemen dari Partai Buruh di halaman rumah tetangganya. Perempuan berambut pirang itu segera masuk rumah. Anne, yang memasang mawar merah, warna Buruh, sebagai hiasan jasnya, sedang mengadakan kampanye door to door. &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tak sabar menunggu Anne tiba di pintunya, perempuan itu segera keluar. “Aku kira Blair itu pembohong berengsek. Jadi nggak ada pentingnya menjual programnya disini,” katanya. Sebagai orang Inggris yang beretika tinggi, perkataan “menghina” itu tetap diiringi senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye model inilah yang mewarnai jagat media Inggris. Tadinya aku berharap akan ada arak-arakan, kumpul-kumpul di lapangan, atau spanduk dimana-mana. Sayang, pemilu bersuasana pesta yang aku impikan itu jauh dari kenyataan. Partai memanfaatkan habis-habisan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ada iklan di koran, berwarna merah dan bergambar Tony Blair. Sekilas, ini seolah iklannya Partai Buruh. Tapi, begitu dibaca isinya: Jika dia (Blair) berbohong untuk membawa kita ke perang (Irak), maka dia pasti bohong bisa memajukan negara ini. Pilih Conservative!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img hspace="3" src="http://www.sudantribune.com/IMG/jpg/Blair_meets_troops_in_Basra_.jpg" width="200" align="left" /&gt;Perang Irak memang menjadi duri dalam daging bagi karir politik Tony Blair. Seminggu sebelum Pemilu, masalah Irak ini tiba-tiba muncul, yakni Jaksa Agung Inggris ternyata tidak pernah memberikan izin penyerangan ke Irak tahun 2003. Sungguh sebuah kebocoran yang sempurna, dan di waktu yang sangat tepat, menjelang pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak syak, Blair dan petinggi Buruh pun kalang kabut. Lewat sebuah rapat tingkat tinggi, maka strategi kampanye pun putar haluan. Yang tadinya konsentrasi menyerang kubu Konservatif, dialihkan kepada menohok kebijakan Liberal Demokrat. Lib Dem adalah partai yang kerap mengusung anti perang, dengan kasus Irak sebagai jualan utamanya. Sebetulnya, seperti bunyi iklan yang diatas tadi, Konservatif pun segendang sepenarian. Tapi mereka pernah punya sejarah pro perang, ketika Margareth Tatcher menyerang Malvinas di masa kekuasaannya. Sehari sebelum pemilu, Mark Penn, pakar survey Buruh yang disewa dari Amerika, mencoret papan pengumuman di kantor pusat Buruh “37 32 22”. Maksudnya, Buruh 37 persen, Konservatif 32, dan Lib Dem 22 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, seperti kampanye yang tak meriah, Pemilu pun berlangsung seolah tak ada pesta demokrasi. Uniknya, hingga pencoblosan berlangsung kampanye tetap boleh. Tak ada upacara pencabutan tanda gambar sebelum hari H. Kami sempat melihat, seorang pemuda berkeliling sambil membawa poster bertulis “Anti War”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, soal perang ini tidak menyedot perhatian sebesar masahah pelayanan kesehatan dan sekolah. Namun, menurut survei Buruh ada 18 persen pemilih potensial beralih jika tidak diseriusi. Seperti sudah diketahui, Buruh dan Tony Blair meraih kursi untuk yang ketiga kalinya, setelah 1997 dan 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kemenangan Partai Buruh yang ketiga kali ini adalah kemenangan bagi Tony Blair sebagai Perdana Menteri? Pertanyaan yang akan mendapat jawaban yang agak beragam. Kalau ekonomi baik dan yang lainnya stabil, mengapa dukungan bisa turun drastis ? Analisa seragam yang muncul adalah bahwa penurunan jumlah ini adalah pesan kepada Tony Blair bahwa kepemimpinannya dalam empat tahun terakhir, terutama berkenaan dengan Perang Irak, tidaklah populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img height="200" hspace="3" src="http://www.midnightplumbers.com/news/newspics/Galloway.jpg" width="150" align="left" /&gt;Pada pemilu sebelumnya, Buruh memenangi pemilih mengambang, dimana pemilih muslim yang utamanya pendatang, masuk dalam kategori ini. Sayangnya, kali ini perang Irak menjadi isu yang banyak digunakan oleh partai oposisi, Konservatif dan Liberal Demokrat maupun mereka yang membangkang dari Partai Buruh sendiri untuk menyerang Blair. Salah satu yang meraih untung adalah George Galloway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galloway menggenapi simbol kekalahan Buruh dalam soal Irak ini, dengan memenangkan pemilihan di daerah pemilihan Bethnal Green dan Bow di London Timur. Daerah ini memiliki mayoritas 45 persen pemilih Muslim, yang kebanyakan berasal dari Bangladesh. Galloway adalah mantan anggota dewan dari Partai Buruh untuk daerah pemilihan Glasgow, yang di-recall karena menentang kebijakan Blair soal Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dipecat, ia mendirikan Respect Party (Partai Kehormatan) dan memilih Bethnal Green sebagai distrik pemilihan. Lawan utamanya disini adalah Oona King, yang mewakili Partai Buruh. Pemilu 2001, Oona meraih 50 persen suara, dengan raihan suara lebih dari 10 ribu. Saingannya saat itu, Sahagir Bath Faruq, seorang warga lokal, yang masuk lewat Partai Konservatif. Faruq, pengusaha yang banyak dikenal warga, meraih 24 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruh berketapan mempertahankan Oona King, seorang warga berkulit hitam yang merepresentasikan kelompok minoritas, sebab Bethnal Green dan Bow juga kawasan minoritas. Dalam situasi normal, dimana para pemilih Muslim secara tradisional adalah pendukung Partai Buruh, kursi ini dengan mudah akan bisa dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu dulu, sebelum Galloway mulai intensif mengolah sentimen anti perang. Hasilnya, Galloway meraih 35,9 persen, meninggalkan Oona di angka 34 persen, serta Faruq yang hanya kebagian 14 persen saja. Kunci kemenangan Galloway adalah pada konsistensinya melawan perang Irak. Dia pernah dua kali bertemu secara pribadi dengan mantan pemimpin Irak tersebut. Ia tidak neko-neko mengangkat isu lain, hanya isu tunggal perang Irak dan konsentrasi pada satu daerah pemilihan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia dipastikan menang pada jumat dinihari (pemilu kamis, 5 Mei 2005), ia langsung berpidato: “Mr Blair, Perang Irak sudah kembali untuk menghantuimu. Yang terbaik yang bisa dilakukan Partai Buruh adalah memecatmu hari Jumat pagi ini," kata Galloway dalam pidato kemenangannya. Galloway bisa menjadi duri dalam daging bagi perjalanan ketiga Blair. Entah kebetulan entah tidak, begitu Galloway terpilih, Komite Senat Amerika Serikat mengeluarkan laporan, bahwa Galloway menerima hak khusus pembelian minyak Irak di bawah skema PBB "minyak untuk pangan". Tapi Galloway menuduh tudingan ini sebagai sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemilih Muslim yang berjumlah 1,2 juta orang di Inggris dengan jelas menunjukkan suara mereka sebagai penentang perang Irak. Di daerah Blackburn, yang juga mayoritas Muslim, perolehan suara menteri luar negeri Jack Straw juga menurun hampir 5.000 suara walaupun dia masih bisa mempertahankan kursinya. Kampanye anti Straw disini, dimotori oleh &lt;em&gt;Muslim Public Affair Committe&lt;/em&gt; (MPAC) Inggris, sebuah lembaga pemberdayaan politik tanpa kekerasan kaum Muslim, dengan mengangkat isu perang. Straw adalah Menteri Luar Negeri, yng dituduh MPAC berada dibalik kebijakan perang, termasuk Irak, Palestina, Afghanistan, dan Kashmir. Kegiatan MPAC ini diputar televisi &lt;em&gt;Channel 4&lt;/em&gt;, dalam film semi dokumenter, setelah pemilu berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Blair telah kembali ke Downing Street 10. Meskipun dibayangi menguatnya oposisi, dan tendensi dukungan publik yang semakin menurun. Akankah Blair menuntaskan empat tahun perjalanan ketiganya dengan hasil akhir yang mungkin saja buruk. Atau menyerahkan tongkat estafet, dan bergeser menjadi negarawan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-111628062854518763?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/111628062854518763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=111628062854518763' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/111628062854518763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/111628062854518763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2005/06/tuan-hormat-dari-kampung-hijau.html' title='Tuan Hormat dari Kampung Hijau'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-111584444417662560</id><published>2005-05-04T12:48:00.000-07:00</published><updated>2005-05-11T13:47:24.220-07:00</updated><title type='text'>Menyigi Kode Da Vinci</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;img style="WIDTH: 368px; HEIGHT: 240px" height="240" alt="aziz sutan, wesminster abbey, london" src="http://img.photobucket.com/albums/v663/arisutanti/wesminster.bmp" width="350" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wesminster Abbey&lt;/em&gt;&lt;/center&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;KAMI berjalan meninggalkan Trafalgar Square. Dibawah tatapan patung Lord Nelson, yang berdiri garang di puncak monumen, kami susuri jalan Downing Street. Sejenak berhenti di Horse Guard, menyaksikan upacara pergantian penjaga istana. Tak lupa berpose dengan penjaga yang setia duduk di atas kuda, yang selalu serius, tanpa senyum apalagi menguap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hanya beberapa langkah dari sana, rumah nomor sepuluh. Disinilah Tuan Tony Blair berkantor. Tak ada kesan angker, megah, digjaya. Kami bebas melintas, berfoto di pagar dengan memanfaatkan penjaga tanpa senjata sebagai &lt;em&gt;background&lt;/em&gt;. Seraya tersenyum membayangkan, beranikah kami berfoto di depan istana negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun disana, jarum jam di puncak &lt;em&gt;big ben&lt;/em&gt; bergoyang seperti menghimbau segera tiba. Menara itu menjadi penanda, sebuah kawasan dimana ada parliament building dan westminster abbey, place of worship house of Kings. Kami memasuki halaman W&lt;em&gt;estminster Abbey.&lt;/em&gt; Disana ada barisan panjang, orang yang akan mengikuti tour.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westminster Abbey, Parliement Building, Trafalgar Square, Big Ben, Horse Guard, Istana Buckingham, Hyde Park merupakan tempat tujuan bila berkunjung ke London dalam waktu pendek. Itu adalah ikon kota London. Bagi anak-anak mahasiswa Indonesia, pemilihan lokasi-lokasi ini, ditopang oleh keinginan belanja makanan Indonesia, ke China Town, yang ada di belakang Trafalgar Square. Seluruh lokasi ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki, karena ada dalam petak yang berdekatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sejak novel Gordon Brown, The Da Vinci Code terjual 25 juta kopi dalam 44 bahasa, nama beberapa lokasi itu ikut melambung. Ada agen perjalanan, yang mengadakan The Da Vinci Code Tour, selama 7 jam dengan biaya 250 Pound (kl. 4 juta rupiah). Brown menulis di halaman pertama, bahwa setting lokasi yang disebutnya sahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img height="200" alt="london garden aziz sutan" src="http://img.photobucket.com/albums/v663/arisutanti/Nunggulunchtime.jpg" width="250" align="left" /&gt;Di Westminster Abbey, Langdon dan Neveu ke makam Newton untuk mencari arti dari kode dalam tulisan rahasia (crytex) yang mereka dapat dari kakek Neveu. Ternyata, beberapa saat kemudian mereka mendapat pesan, bahwa Teabing ada disana. Kalau mereka berdua berniat menyelamatkan Teabing, harus datang ke taman College Garden, yang ada di dalam kompleks Westminster Abbey. Di taman yang dipakai para rahib untuk menanam berbagai tumbuhan obat-obatan ini, Langdon dan Neveu baru sadar, bahwa Teabing adalah otak dari semua kekacauan yang terjadi. Ketika sampai di Chapter House, Teabing mengancam mereka dengan pistol, meminta mereka bekerja sama. Neveu menolak. Tapi Langdon khawatir Neveu dibunuh Teabing, jika ia juga menolak. Ia setuju kerjasama, tapi ia juga melemparkan keystone yang ia bawa sampai pecah. Mereka kemudian berusaha mencari tahu, apa petunjuk kunci selanjutnya, yang mengarahkan ke dimana makam Maria Magdalena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Newton yang wafat Maret 1727, memang dimakamkan disana. Untuk menandai kehadiran Newton disana, dibuatlah sebuah monumen Newton yang berdiri tegak di pintu utara. Selain Newton, di Westminster Abbey juga dimakamkan kurang lebih 3000 orang bangsawan Inggris, ksatria, ilmuwan, pemusik, sastrawan, dan juga Ratu Elizabeth I. Westminster Abbey juga tempat pelantikan raja-raja Inggris, antara lain, William sang Penakluk, dan juga tempat upacara pemakaman Putri Diana dan Raja Henry V. Di tempat ini pula, Pangeran Andrew dan Sarah Ferguson melakukan upacara pemberkatan pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbey hanyalah gedung tua berwarna kelabu, tapi luas dan megah. Berdiri di pusat kota London, berseberangan dengan parliament building, dan dekat dengan Big Ben maupun sungai Thames. Di depan Abbey, ada taman kecil yang selalu dipakai orang untuk menggelar poster demonstrasi. Baik perorangan maupun dalam kelompok besar. College Garden yang disebut sebagai apotik hidup, sudah ada sejak 900 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit menjauh ke arah Istana Ratu, Buckingham Palace, ada taman sangat luas. Sejauh mata memandang, warna kehijauan yang asri terhampar sampai jauh. Yakni St James Park, Green Park, Hyde Park, dan Kensington Garden. St James dan Green Park menyambung jadi satu, demikian pula Hyde Park dengan Kensington Garden. Keduanya hanya dipisah oleh jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brown menggambarkan taman St James sebagai lokasi pembunuhan. Padahal taman ini sangat ramai, terutama bila matahari bersinar terik. Mulai dari yang duduk di bangku, juga tiduran di atas rumput. Disini ada sungai kecil dan kolam, yang dipenuhi bebek berkecipak. Biasanya, bila berjalan dari Trafalgar, Westminster, terus Buckingham, di taman ini ideal untuk berselonjor sesaat sambil membuka bekal. Tapi hati-hati bila membuka makanan disini. “Musuh” anda adalah anjing yang segera mengendus, dan burung merpati, yang jinak-jinak merpati hinggap di kepala dan bahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas membuka bekal, kami berdebat. Apakah akan Temple Church, di Fleet Street sementara hari semakin petang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Temple Church ini, Sir Teabing, Langdon dan Neveu mencari titik terang dimana keberadaan Holy Grail dan dimana makam Maria Magdalena –yang di buku ini diceritakan sebagai istri Yesus—dimakamkan. Teabing dan Langdon yakin, petunjuk yang mereka punya mengindikasikan bahwa di gereja ini ada tomb (makam tua) yang mereka cari tersebut. Namun pemuda penjaga altar bilang, yang mereka kira tomb, sebetulnya adalah Effigies, yaitu batu yang ditaruh sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang. Tapi bukan makam. Mungkin seperti monumen. Di Temple Church ini Remy dan Silas –yang ternyata sudah saling bekerjasama sebelumnya—datang untuk merebut Keystone (semacam kunci rahasia yang unik dan rumit –yang diwariskan sang kurator museum kepada Neveu). Silas dan Remy kemudian menculik Sir Teabing, setelah mengancam akan membunuh Teabing dengan pistol.&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah pertimbangan waktu, sebab kami harus belanja ke China Town, kami putuskan mengunjunginya lain waktu saja. Sebab dari St James Park, kami harus naik tube, agar lebih cepat tiba. Sementara, kalau balik kanan ke China Town, kami bisa melewati Trafalgar Square, dan melihat The National Gallery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam novelnya, Brown menyebutkan di museum ini, ada lukisan Leonardo Da Vinci, Virgin of The Rocks. Kami masuk kesini tanpa sengaja. Karena hujan turun, pengunjung di Trafalgar Square berlarian kesana. Sekalian mencari kehangatan, kami masuk ke dalam. Lukisan Virgin of The Rocks-nya Da Vinci bersisian di ruang yang sama, ruang 2, dengan The Entombment milik Michael Angelo. Untuk melihat koleksi lukisan sejak era 1250 ini, tidak perlu merogoh kocek. Meskipun di pojok, ada kotak untuk donasi, pengunjung hanya menyumbang sukarela. Tidak bayar, juga tidak apa-apa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti taman atau area terbuka di London, di Traflagar Square juga banyak burung merpati. Banyaknya merpati di Trafalgar Square ini mungkin yang mengilhami Weka Gunawan menulis novel dengan judul “merpati di Trafalgar Square”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-111584444417662560?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/111584444417662560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=111584444417662560' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/111584444417662560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/111584444417662560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2005/05/menyigi-kode-da-vinci.html' title='Menyigi Kode Da Vinci'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-111312431483475241</id><published>2005-04-06T02:07:00.000-07:00</published><updated>2005-04-10T03:47:41.376-07:00</updated><title type='text'>Hidup Bermutu Diatur Ratu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/cacat.bmp" align="left" /&gt;Pintu belakang mobil Mercy jenis MVP itu terbuka perlahan. Lalu, plang besi yang menjadi penghalang rebah ke tanah, membentuk lintasan landai. Tak lama, seorang perempuan setengah baya di atas &lt;em&gt;scooter&lt;/em&gt; menuruni lintasan tadi. Semuanya elektrik. Selepas mengucap salam kepada pengantarnya, mungkin suaminya, ia menjalankan scooter beroda tiga memasuki pelataran rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang aneh dari semua gerak geriknya. Padahal perempuan itu, cacat kaki. Jangankan orang lain, bahkan suaminya pun tak diizinkan mengibanya. Semua ia lakukan sendiri, seolah ia tiada kekurangan. Tapi memang, infrastruktur pembangunan, membuat orang cacat tak merasa memiliki kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti karoseri mobil tadi. Sudah beberapa kali aku melihat model mobil akrab orang cacat macam itu tadi. Sebelumnya, ada mobil baru Renault Kango, dibuat seperti itu. Aku yakin mudah mencari bengkel karoseri untuk merombak konstruksi mobil. Sebab ambulans, bis sekolah, juga bis umum didisain akrab untuk orang cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 197px; HEIGHT: 210px" height="300" hspace="3" src="http://ncat.oregonstate.edu/pictures/BRT/LTD16JUN04-047.jpg" width="197" align="left" /&gt;Pemandangan di jalan raya ini menjadi bukti fisikal paling menonjol, contoh pemuliaan manusia. Masih banyak contoh kehidupan lain yang membuat kehidupan menjadi lebih bermutu. Jalanan yang tidak macet, lapangan sebagai daerah resapan dan tempat bermain mudah ditemui dimana-mana. Nah ini satu lagi, air yang bisa langsung diminum dari kran. Luar biasa, karena ini aku dapati justru di negara barat, negara yang jauh dari ajaran Islam, dan cenderung melegalkan pola kehidupan bebas. Padahal, bukankah Allah pertama kali menurunkan air yang bisa diminum tanpa dimasak itu adalah di tanah Islam, yakni air zamzam. Padahal bukankah, negara-negara Islam itu yang mengenal semboyan “Bersih itu sebagian dari iman”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Orang yang pernah ke Eropa dan pernah pula naik haji, akan merasakan perbedaan yang sangat nyata, dalam sistem kehidupan. Penegakan aturan di Eropa mencerminkan pola kehidupan Islami: memuliakan martabat manusia. Tak heran, seorang teman berkata: "Orang Arab Islam, tapi pelayanan publiknya tidak islami. Sedang orang Eropa, sangat islami". Ulama cum pakar komunikasi dari Bandung, Jalaluddin Rakhmat menyebutnya sebagai &lt;strong&gt;kesalehan sosial.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Selain angkutan, infrastruktur kota-kota di Inggris, semuanya memudahkan bagi orang cacat. Jalan dilengkapi dengan trotoar luas, gedung dilengkapi toilet khusus, lift khusus, jalur khusus. Pada jam-jam tertentu, di bus acap dijumpai beberapa pasangan kakek nenek, yang baru pulang belanja, atau mencuci pakaian ke tempat laundry. Karena mahalnya harga tenaga manusia, jarang sekali orang disini, yang memiliki pembantu atau sopir pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para manula ini tidak pernah turun naik bus terburu-buru. Sopir selalu menunggu mereka yang sudah berjalan tertatih, dengan membawa tongkat dan mendorong tas berisi belanjaan. Bus menyediakan bangku khusus untuk orang tua, yang ditempeli bacaan: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Berikan kursi ini kepada orang tua”.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Jadi kalau mau nekat duduk disana, tidak ada yang melarang. Tapi begitu ada orang tua atau orang cacat naik, harus segera hengkang. Ini konsekuensi moral dari tulisan itu. Orang-orang tua ini, juga mendapat penghargaan khusus dari pemerintah, dengan reduksi ongkos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tentang pelayanan terhadap orang cacat. Klub sepakbola &lt;strong&gt;Norwich City&lt;/strong&gt;, menyediakan tribun khusus untuk orang cacat. Tiketnya memang lebih mahal, karena ada fasilitas tambahan. Bagi yang tidak mau membawa mobil, disediakan angkutan khusus dari titik tertentu diluar stadion. Sedang bagi yang membawa mobil, disediakan parkir khusus paling dekat ke stadion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, hampir semua perkantoran menyediakan tempat parkir yang berjarak dari gedung. Baik pejabat, atau tamu penting harus memarkir kenderaan dan berjalan kaki ke gedung. Padahal di sekitar gedung ada area parkir. Untuk siapakah ini? Hanya untuk orang cacat yang dibuktikan dengan kartu khusus yang ditempel di kaca mobil. Tak heran, banyak orang cacat bepergian sendirian, karena ia tidak akan mendapat kesusahan. Bekas Menteri Dalam Negeri Inggris, David Blunkett, seorang tunanetra, kemana-mana selalu ditemani anjing sebagai penuntun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak contoh-contoh kehidupan teratur lainnya. Seperti kebersihan dan keramahtamahan. Meskipun tidak ada tulisan mencolok “dilarang buang sampah sembarangan”, hampir tidak ada orang yang membuang sampah di jalan, trotoar, halte, ataupun angkutan umum. Pemerintah kota berperanan besar mendukung gerakan ini. Dimana-mana bertebaran tempat sampah yang selalu tanpak bersih. Ada sampah khusus barang kering, khusus kertas dan barang-barang recycle, dan barang kotor dan basah. Alih-alih memberi peringatan “dilarang membuang sampah sembarangan”, tapi tak menyediakan tempat sampah, tentulah perbuatan yang tidak bertanggungjawab juga. Mungkin pemerintah kita sering lupa, berbuat kebajikan bagi sesama itu jauh lebih penting. Melayani publik, adalah amalan yang mendatangkan pahala. Agama semestinya menjadi pegangan untuk membahagiakan manusia, agar sama-sama khusu' menyembah Sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pula soal keramahan. Kurang ramah apa orang Islam, yang salah satu sapaannya adalah sekaligus doa, &lt;em&gt;Assalamu Alaikum&lt;/em&gt; (salam sejahtera bagi kamu sekalian). Orang Inggris suka mengucap terima kasih, serta mendahulukan orang lain. Aku pernah “kesal” ketika mau pergi les. Aku berangkat sudah mepet. Sewaktu ada penumpang mau turun, ia berlama-lama, hanya karena anaknya yang di kursi dorong belum mengucap salam terima kasih kepada sopir. Padahal si anak sudah setengah terkantuk. Sampai si anak mengucap &lt;em&gt;thank you&lt;/em&gt; kepada sopir, baru mereka turun.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bisakah ini dipraktekkan di Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia? Tentu saja ya. Aku pernah ke Istana Bogor jaman Presiden Wahid berkuasa. Layaknya gedung bekas Belanda, banyak undakan disana. Nah, disebelah tangga, ada jalur khusus selebar satu meter. "Ini khusus dibuat untuk ibu Sinta Nuriyah &lt;em&gt;(First Lady&lt;/em&gt; kala itu yang menggunakan kursi roda)". Gus Dur tak egois, hanya mementingkan keluarga. Pada jamannya pula, stasiun kereta api Gambir diproklamirkan familiar terhadap orang cacat. Yah, seperti kata pepatah tua, alah bisa karena dimula. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-111312431483475241?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/111312431483475241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=111312431483475241' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/111312431483475241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/111312431483475241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2005/04/hidup-bermutu-diatur-ratu.html' title='Hidup Bermutu Diatur Ratu'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-111001993754940108</id><published>2005-03-05T02:44:00.000-08:00</published><updated>2005-03-05T03:03:55.346-08:00</updated><title type='text'>Rumah Kebajikan di Ladang Gereja</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;img style="WIDTH: 384px; HEIGHT: 274px" height="297" alt="Mesjid Ihsan Norwich" src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/Insani/ihsanmosque.jpg" width="376" border="4" bordercolor="black" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Aku melangkah menjauhi pusat kota Norwich. Di kiri aku melampaui gereja tua St Stephen, yang terbangun dari bebatuan bernuansa abad pertengahan. Sedikit di depannya, ada bangunan modern dan besar, The Forum. Disinilah BBC Norwich berkantor. Dibaliknya menyembul menara balaikota Norwich, dengan jam di puncaknya. Lalu aku pun melewati gedung Royal Theater, dengan berbagai poster tertempel. Nampak sudah taman Chafelfield, dan puncak gereja Kathedral di kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berbelok ke kiri. Disanalah Mesjid Al Ihsan. Tak jauh darisana, sedang berlangsung pembangunan besar sebuah mal Chafelfield, yang akan menjadi pusat belanja termegah di Norwich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Ihsan, rumah kebajikan. Inilah salah satu mesjid kebanggaan warga muslim di Norwich. Apalagi letaknya di kawasan mahal, dan yang terpenting sebelumnya bangunan ini adalah gereja. Masjid yang terletak di jalan Chapelfield East ini sebentuk bangunan ala Victoria dengan ciri khas dinding batu bata merah dengan ornamen hiasan yang indah. Berada di dalamnya terasa nyaman dan tenteram.&lt;br /&gt;Sudah hampir 30 tahun, bangunan ini berfungsi sebagai mesjid. Tadinya, ini adalag bagian dari gereja Chapel-in-the-Fields, yang dibongkar pada awal 1970, karena jemaah yang semakin berkurang. Adalah Adel Azzam, seorang warga Mesir yang menyulapnya menjadi Rumah Allah. Tahun 1977, Azzam datang ke Norwich. Ia terkesan dengan kehidupan di kota Norwich, yang tenteram dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu berencana tinggal, dan mendirikan sebuah mesjid. Kebetulan ia mengemban wasiat ibunya, yang meminta seluruh uang tabungannya disumbangkan untuk membangun mesjid. Yang pasti, di tahun 1977, Adel Azzam, seorang warga Mesir, yang sangat terkesan dengan komunitas masyarakat Norwich, membeli bangunan itu dan membangunnya menjadi Mesjid. Mesjid itu pun dinamai Al Ihsan, sesuai nama keluarga ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, ada ada kurang lebih 50 keluarga yang merupakan jemaah tetap mesjid ini. Sedangkan setiap salat Jum’at selalu dipenuhi paling tidak 300 jemaah. Karena lokasinya yang didekat pusat kota, banyak jemaah yang mampir,l setelah menghabiskan waktu di kota. "Kalau Anda datang waktu salat Jumat, Anda akan bertemu Muslim dari Scotlandia, Irlandia, Libya dan sebagainya, " kata Sean White, seorang jemaah masjid Ihsan, yang juga pimpinan proyek Community Media. Organisasi ini bekerja untuk memberi akses informasi yang lebih luas kepada publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sean bekerja sama dengan sekelompok relawan faham teknologi informasi, sedang berusaha mengumpulkan cerita tentang sejarah gedung ini. Mereka juga akan merekonstruksi bangunan aslinya dalam bentuk keping CD-Rom yang akan dipublikasikan. Mereka ingin tahu sejarah perjalanan mesjid, dari gereja menjadi mesjid, dan sejauh apa perubahan tata bangunannya. Arsip-arsip di kantor pemerintah lokal Norwich maupun di perpustakaan dibongkar, juga cerita mulut ke mulut dari senior citizen. "Yang kami tahu, bangunan ini dulu merupakan bagian dari gereja dan dipakai sebagai sekolah gereja. Tapi kami terus menambah cerita, dengan menanyai orang yang dulu pernah bekerja disini ataupun sering mengnjungi tempat ini,” lanjut White. Rencananya, hasil rekonstruksi gambar ini, akan dipublikasikan musim panas, Mei nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Amal Douglas, direktur pusat pengetahuan Islamic Norwich, mengatakan, bangunan tersebut memang dahulu merupakan bagian dari gereja. Dia mengutip buku sejarawan lokal Geogre Plunkett yang berjudul &lt;em&gt;Rambles in Old Norwich&lt;/em&gt;, bahwa bangunan tersebut pertama didirikan tahun 1858 dan kemudian ditutup pada akhir tahun 1960 "karena jemaah gereja makin lama makin berkurang dan arus lalu lintas di sekitarnya makin padat, sehingga orang beralih pergi ke gereja lain ". Sebelum dibeli Azzam, bekas gereja ini tadinya akan diperuntukkan buat arena musik atau olahraga. Tapi karena untuk sarana olahraga tidak terlalu besar, sedangkan untuk sarana kesenian, terlalu dekat dengan Theater Royal, maka akhirnya disepakati dibongkar. Hingga akhirnya dibeli Azzam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditilik dari luar, bangunan ini tak kentara seperti mesjid. Tapi menurut Amal, ini justru bagus. Supaya orang punya asumsi, bahwa bangunan mesjid bisa bersinergi dengan bangunan di sekitarnya. Dan ini berarti imej baik buat Islam, yang harus lebur dengan orang sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Amal, jemaah mesjid ini sebagian besar datang dari campuran warga kulit hitam, dan kulit putih. Sehingga, mereka yakin mesjid ini bisa menjadi pionir dalam mengembangkan Islam di kalangan warga kulit putih. Selain sarana ibadah, di mesjid ini juga diadakan diskusi tentang Islam, utamanya perkembangan Islam di Eropa. Bahkan mereka juga menggagas, Pekan Pasar Islam di pusat kota. Sebelum ini yang telah sukses menggelar pasar semacam itu adalah Perancis, dengan French Market. “Kenapa tidak, dengan Andalusian Market,” kata Amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Muslim Norwich berkeinginan kuat untuk menjadi bagian integral kota Norwich. Bukan sekedar imigran yang menumpang hidup bak pengungsi. Seperti kata Sean White. “Opini warga, muslim adalah Arab, dan Arab itu adalah teroris”. White dan Amal Douglas adalah warga Inggris asli, yang besar di London, dan kini menetap di Norwich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 196px; HEIGHT: 145px" height="127" alt="Mesjid Bangladesh Norwich" hspace="4" src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/Insani/banglamosque.jpg" width="170" align="left" heignt="130" /&gt;Selain mesjid Al Ihsan, Norwich juga memiliki mesjid yang digerakkan oleh komunitas Bangladesh, yang sebagian besar pedagang. Mesjid ini terletak di dekat stasiun kereta api Norwich. Masih dekat pusat kota, tapi di sisi yang berlawanan dengan Al Ihsan. Bangunan ini terselip di antara gedung lain, sehingga tidak kentara sebagai mesjid. Satu-satunya penanda adalah bingkai kaca jendelanya yang dibuat melengkung menyerupai kubah, serta Plang kecil tertempel di dinding nyaris tak terlihat. Mesjid Bangladesh, demikian orang menyebutnya, terletak bersebelahan dengan amusement, tempat main bilyar, jackpot, dan kasino. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga muslim Bangladesh di Norwich, sebagian besar menjadi penjaja rempah-rempah, dan membuka restoran. Setiap Jumat mereka kesulitan untuk melaksanakan salat Jumat, sehingga berdirilah mesjid ini 4 tahun lalu. Jemaah mesjid ini sekitar seratus orang setiap jumatnya. Mesjid ini juga berfungsi sebagai pusat pendidikan bagi perempuan dan anak-anak pada akhir pekan. Sehingga dinamai juga East Anglian Islamic Center, sekaligus Pusat Kesejahteraan warga Bangladesh di Norwich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img style="WIDTH: 201px; HEIGHT: 152px" height="130" alt="Mesjid UEA" hspace="4" src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/Insani/ueamosque.jpg" width="170" /&gt;&lt;img style="WIDTH: 204px; HEIGHT: 153px" height="130" alt="Halal Butcher" hspace="4" src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/Insani/halal.jpg" width="170" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;p&gt;Satu lagi mesjid di Norwich adalah mesjid kampus Universitas East Anglia. Mesjid ini terletak di kampus, dan jemaahnya sebagian besar mahasiswa dan pekerja dari negara-negara Arab, Afrika, Malaysia, dan Indonesia. Juga tak besar. Terletak di areal parkir, menyerupai kontainer yang disusun. Layaknya bagian dari kegiatan kampus, di mesjid ini banyak kegiatan diskusi ilmiah dan pengajian untuk anak-anak. Pada hari jumat, mesjid juga berfungsi sebagai pasar makanan halal. Setidaknya ada 2 mobil yang datang untuk menjual ayam, daging, sosis berlabel halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun hanya ada tiga mesjid di seantero kota Norwich, keberadaannya cukup menjadi penawar ditengah hingar bingarnya kehidupan duniawi. Karena letaknya saling berjauhan, tak pernah ada suara azan sahut menyahut, seperti di tanah air. Allahu Akbar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-111001993754940108?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/111001993754940108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=111001993754940108' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/111001993754940108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/111001993754940108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2005/03/rumah-kebajikan-di-ladang-gereja.html' title='Rumah Kebajikan di Ladang Gereja'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110717127116482487</id><published>2005-02-01T02:56:00.000-08:00</published><updated>2005-02-08T12:40:30.656-08:00</updated><title type='text'>Dari Calang sampai Maroko</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/AcehMayat.jpg" align=left width=170 height=120 hspace=2&gt;Pagi itu, aku sedang kerja di Rumah Sakit Norfolk Norwich University Hospital, ketika diberitahu soal gempa di Aceh. Sudah ada puluhan korban tewas. Aku balas sms itu dengan sedikit bercanda: “pasti sebentar lagi TNI akan menuduh GAM dibalik gempa ini”.  Bukan tak punya rasa sensitif, sehingga aku “menyandai” kematian anak manusia ini. Tapi, bukankah bagi warga Aceh, kematian adalah kelaziman sehari, setelah kawasan ini dilanda perang saudara berbilang tahun. Lagipula, di tanah air dalam beberapa bulan terakhir, banyak kematian massal, seperti gempa Nabire, kecelakaan pesawat Lion Air, dan kecelakaan jalan tol yang “menyinggung” Presiden. Kelak aku menyesal seumur-umur dengan sms itu, begitu tau keadaan sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya, sepulang kerja, aku membaca lebih teliti berita-berita dari tanah air. Ternyata gempa diikuti gelombang dahsyat tsunami melantak kawasan pantai. Samalanga, Bireuen, dan pinggiran kota Lhok Seumawe menyumbang korban terbesar.  Banda Aceh belum ada kabar. Tapi, aku pikir pastilah pantai Lhok Nga dan Ulhe Lheu tersapu habis.  Aku segera teringat, seorang rekan kami disini, Vera dan suaminya Hugh Crawford, sedang pulang kampung ke Lhok Nga. Ada pula Rizal Usman, alumni UEA yang sempat bertemu beberapa pekan, sebelum akhirnya pulang ke Banda Aceh. Sementara, dua rekan lainnya, Yuli dan Wardah bingung bukan kepalang, karena komunikasi ke Aceh putus total. Sehingga kondisi keluarga mereka disana masih gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena BBC tiada henti memberitakan tsunami, maka kami tak ketinggalan berita apapun. Aku yang pernah ke Aceh, bisa memberikan sedikit banyak gambaran betapa kerusakan yang dialami Aceh dari berita yang kami baca. Misalnya ketika diberitakan, mall Pante Pirak rubuh, dan orang-orang yang sedang berolahraga pagi di lapangan Blangpadang tersapu ombak, aku menyatakan seluruh kota Banda Aceh hancur lebur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/AcehMesjid.jpg" align=left width=170 height=120 hspace=2&gt;Karena mesjid raya Baiturrahman berada diantara Pante Pirak dan Blangpadang, aku terkesiap. Dalam hati aku berkata, kalau mesjid rusak, maka habislah sudah negeri bernama Aceh. Tapi kalau mesjid selamat, artinya rakyat Aceh tetap survive dan akan tegak kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, kami beramai-ramai menemui Wardah. Agaknya dia diterpa kelelahan dan kepedihan yang sangat. Bersama kami melihat berita terkini dari Aceh. Berbagai gambar masuk. Wardah menangis sesenggukan, yang membuat  kami semua larut dalam kepiluan. Dan ketika gambar mesjid Baiturrahman muncul, tanpa rusak suatu apapun kami berseru Allahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memang harus saling menguatkan. Simpati pun berdatangan dari rekan dan tetangga. Banda Aceh, Indonesia mendadak terkenal, jauh melebihi Bali, yang selama ini primadona bagi orang bule. “Are your relatives oke”. Tak peduli bahwa kita tinggal di Jakarta, bahkan di Flores sekalipun, yang penting orang Indonesia, pastilah bagian dari yang terkena musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/Aceh/acehhelikue.jpg" align=left width=170 height=120 hspace=2&gt;Simpati pun berujung dalam bentuk sumbangan. Negeri ini memang terkenal razin dalam berderma.  12 lembaga derma pun segera membentuk Komite Penanggulangan Bencana (Disaster Emergency Committe). Memang, disini organisasi charity bertebaran di banyak tempat. Tak cuma menadahkan tangan, tapi mendirikan toko derma (charity shop) yang besar dan di tempat-tempat strategis. Sebut saja Oxfam, Save the Children, Care, International Federation of Red Cross, dan Salvation Army. Sehari-hari mereka mendulang dana dengan berjualan pakaian bekas, alat rumah tangga bekas, dan buku-buku bekas. Tapi khusus untuk tsunami ini, mereka membuat kampanye, banner, serta kotak khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran pun melakukan pengumpulan dana massal. Publik Inggris pun berhasil mengumpulkan dana masyarakat paling besar di seluruh dunia. Jumlah yang dikumpulkan dari dana publik ini, jauh melebihi besaran yang bisa diberikan pemerintah untuk korban tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun tak ketinggalan. Kami kontak Presiden Komunitas Islam kampus UEA. Pokoknya untuk melakukan sesuatu. Jualan kami adalah, Aceh adalah kota berjuluk Serambi Mekkah, dan satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide ini mendapat sambutan baik. Tapi, salah satu dari jamaah mesjid yang hadir saat kami audiensi, --belakangan aku tau namanya Musa--, njlimet sekali soal pemilihan lembaga dan cara penyaluran dana. Kami sempat bersitegang dengan beliau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian, pas shalat Jumat pertama pasca tsunami, pak Musa datang ke mesjid membawa meja, alat makan, dan bermacam-macam kue. Ia memintaku membantunya menurunkan semua peralatan itu dari mobil. Ia membawa semua itu supaya acara pengumpulan dana meriah. Dan itu dia sumbangkan gratis, dan tidak untuk dijual. Malu sekali rasanya. Sementara kami si ahlul baith, hanya membawa leaflet belaka. Masya Allah, aku salah sangka. Rupanya ia rewel soal pemilihan lembaga itu, karena publik Inggris yang sudah akrab dengan sistem derma ini, juga rewel terhadap akuntabilitas publik. Belakangan di BBC aku baca, perdebatan soal ini panjang. Artinya tidak semua lembaga berhak menjadi pengumpul dana. Sejenak aku teringat ke tanah air, membayangkan sedang berada di bis kota, mendengarkan “pengkhutbah” jalanan menghimbau menyumbang sambil menyodorkan kotak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, meski mesjid sedang sepi karena kampus sedang libur, terkumpul juga 800 Pound (sekitar Rp. 13 juta). Mesjid juga mengkoordinir pengumpulan pakaian bekas layak pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari “kesuksesan” di mesjid, kami pun menggagas pengumpulan dana di dalam kampus. Caranya dengan mendirikan stand makanan Indonesia, dan membagikan secara gratis dengan menghimbau mengisi kotak amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di luar kampus, mertua Yuli, warga Aceh yang kawin dengan orang Norwich, juga bergerak mengumpulkan dana dan pakaian bekas. Hasilnya, berkontainer-kontainer pakaian bekas dan alat rumah tangga terkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara dan tempat yang tidak terduga juga mengumpulkan dana untuk korban tsunami. Diah, anak Bali yang kawin dengan warga Norwich, diundang tetangganya untuk menerima sumbangan yang sudah terkumpul, dari pengunjung sebuah pub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/Aceh/threeminute.jpg" align=left width=170 height=120 hspace=2&gt;Selain menyumbang, warga Inggris juga memberi simpati kepada korban tsunami dengan acara “three minute silence for tsunami victims”. Jutaan rakyat Inggris, bersama warga negara-negara Uni Eropa tepat pukul 12 siang, Rabu, 5 Januari 2005 mengheningkan cipta selama 3 menit. Penjaga toko dekat rumah pun menolak meladeni selama acara yang disiarkan langsung BBC itu berlangsung. Ratu Elizabeth, Perdana Menteri Tony Blair pun dilaporkan ikut serta. Di Paris, orang saling berangkulan, di Frankfurt, Jerman, perdagangan di bursa dihentikan sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening cipta ini merupakan tradisi lama di daratan Eropa. Diawali pertama kali setahun setelah Perang Dunia I, dan sebelum ini untuk mengenang korban tragedi WTC, September 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris, mengheningkan cipta ini adalah kali ketiga sejak bencana tsunami. Sebelumnya, semua pertandingan sepakbola yang berlangsung setelah bencana, diawali dengan tafakur bersama. Pun, acara tahun baru, sebelum pesta kembang api dimulai, pergeseran detik ke tahun 2005, diawali dengan doa bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Demikianlah. Bencana besar itu telah menyatukan umat di seluruh jagat raya. Calang, kota kecil di dekat Meulaboh sana pun, mendadak terkenal. Sayang, keterkenalan yang datang bersama keterpurukan dan kepiluan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110717127116482487?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110717127116482487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110717127116482487' title='28 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110717127116482487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110717127116482487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2005/02/dari-calang-sampai-maroko.html' title='Dari Calang sampai Maroko'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110304207389937845</id><published>2004-09-14T08:25:00.000-07:00</published><updated>2004-12-14T08:34:33.900-08:00</updated><title type='text'>Pembalasan Janda Hitam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Perempuan Chechnya membuka realitas baru perlawanan. Tapi Rusia menuduhnya sebagai teroris. Balas dendam ala Palestina?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Drama itu nyaris berakhir. Puluhan anggota pasukan khusus Rusia, yang mengepung berhari-hari, berhasil memasuki gedung sekolah di Beslan. Disini ratusan siswa, orangtua murid, dan guru tersandera. Tetapi, begitu pasukan masuk,  tiga perempuan menarik picu dan meledakkan bahan peledak yang terlilit di tubuhnya. Ledakan dan saling tembak mewarnai aksi pembebasan sandera Rusia, yang belakangan diketahui menewaskan 400 orang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan. Ya, tiga perempuan itu meledakkan diri dalam aksi bom bunuh diri. Ini adalah lembaran baru, keterlibatan perempuan dalam aksi terorisme di Rusia. Tak hanya tiga perempuan nekat itu. Aksi penyanderaan di sekolah Beslan, yang melibatkan ribuan anak-anak dan perempuan itu, juga dipimpin perempuan. Dialah Khaula Nazirov, janda berumur 45 tahun dari Grozny, kota besar di Chechnya. Ia mengajak serta anak lelakinya yang berumur 18 tahun, dan anak remaja perempuan berumur 16 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaula menyerang sekolah, sebagai pembalasan terhadap kematian suami dan keponakannya oleh aksi kejam Rusia. Suaminya, tewas disiksa dalam kurungan Rusia, lima tahun silam. Sedangkan, anak dari sepupunya, meninggal bersama puluhan anak-anak lain, ketika pasukan Rusia membom sekolah di Chechnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kelompok mengakui, aksi penyanderaan ini, dan pembajakan pesawat beberapa hari sebelumnya, dilakukan oleh kelompok &lt;a href="http://news.scotsman.com/topics.cfm?tid=610&amp;id=1090202004"&gt;“Janda Hitam&lt;/a&gt;”, divisi perempuan pemberontak Chechnya. Anehnya, Shamil Basayev, pentolan pemberontak Chechnya, yang biasanya rajin mengeluarkan pernyataan bertanggung jawab, bungkam. Padahal dua kejadian terakhir, bisa disebut kemenangan besar bagi pemberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas darimana keyakinan bahwa pelaku adalah separatis Chechnya. Sejumlah wartawan di Moskow menerima telepon dari orang tidak dikenal, dua hari setelah drama penyanderaan. Penelpon menyampaikan tuntutan penarikan pasukan Rusia dari Chechnya, dan pembebasan 8000 tahanan Chechnya dari penjara Rusia. Si penelpon juga mengklaim pelaku penyanderaan adalah kelompok &lt;em&gt;Black Widows&lt;/em&gt;, yang anggotanya perempuan yang kehilangan suami dan sanak saudara, dalam sepuluh tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepekan sebelum penyanderaan, dua perempuan Chechnya diduga meledakkan diri dalam dua pesawat berbeda, dalam waktu yang nyaris bersamaan. Meskipun pemerintah membantah ada unsur terorisme, tetapi koran di Moskow mempublikasi dua nama yang diduga sebagai pelaku, adalah perempuan Chechnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amnat Nagayeva, 30 tahun, menjadi penumpang terakhir yang membeli tiket dalam penerbangan  1303 &lt;em&gt;Volga Aviaexpress&lt;/em&gt;, dari Moskow ke Volgograd. Sedangkan Satsita Dzhebirkhanova, ditemukan dalam rongsokan pesawat Siberia Airlines, nomor penerbangan 1047 dari Moskow menuju Black Sea Resort di Sochi. Penyidikan menunjukkan, keluarga dua perempuan ini, banyak yang tewas akibat kekejaman tentara Rusia. (Lihat: &lt;a href="http://azizsutan.blogspot.com/2004/09/berbiak-di-ranah-keras.html"&gt;&lt;em&gt;Berbiak di Ranah Keras&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Inong Balee&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan baru kali ini, nama kelompok Janda Hitam terdengar. Juli tahun 2003, seorang perempuan Chechnya, Zarema Muzhakhoyeva, ditangkap di Moskow dengan membawa bom di tas tangannya. Bom itu meledak, saat pakar bom akan membawanya untuk diledakkan. Zarema dihukum 20 tahun dengan tuduhan terlibat terorisme. Disidang inilah, Zarema mengakui sebagai bagian dari kelompok Janda Hitam, yang akan membalas dendam kematian suami dan anak mereka yang tewas akibat kekejaman tentara Rusia. Sebuah langkah wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model serupa juga pernah kita dengar di Aceh. Para perempuan Aceh yang dendam kepada TNI membentuk barisan Inong Balee (janda). Merekalah yang acap bertemu dengan pasukan TNI yang masuk kampung, sebab lelaki dewasa sudah lari masuk hutan. Mereka pula yang merasakan kepahitan ekonomi, sosial, akibat kehilangan suami dan anak-anak. Meskipun belakangan “kemurnian” ideologi tercemar, karena GAM memaksa perempuan ikut berperang, demi alasan bahwa seluruh lapisan masyarakat mendukung separatisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa awal pergolakan Chechnya, para perempuan  adalah kelompok terlupakan. Ratusan ribu perempuan dan anak-anak menjadi pengungsi ke negeri tetangga. Sama seperti di Aceh dan kawasan bergolak lainnya, perempuan menjadi kelompok paling trauma dan stres akibat perang. Inilah faktor pendorong, akhirnya mereka memilih jalan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut analis Rusia, anggota kelompok Janda Hitam kebanyakan tidak berpendidikan baik, sehingga memiliki pengetahuan keislaman rendah. Ideologi mereka sangat sederhana: balas dendam. Intelijen Rusia menyatakan, mereka dilatih Shamil Basayev di pinggiran Pakistan, bekerjasama dengan jaringan Al Qaidah. Memang, beberapa saat setelah ledakan dua pesawat Rusia, kelompok Islambouli Brigade, yang mengaku terkait Al Qaidah, menyatakan bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ala Palestina&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang mengejutkan dari aksi bom bunuh diri Chechnya, adalah semua  pelaku kaum perempuan. Presiden Vladimir Putin menuduh Chechnya mengadopsi taktik Timur Tengah, dengan mengidolakan martir. Bagi pejabat Rusia, “Palestinianisasi” masalah Chechnya, hanya mempertegas kaitan terorisme internasional dengan pejuang Chechnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kenyataan di lapangan tak sesederhana itu. Kebangkitan perempuan bunuh diri ini diluar pemantauan strategi militer Rusia. Lagipula, ini menunjukkan kegagalan Rusia mengatasi pemberontakan tanpa implikasi. Sebab keterlibatan perempuan dalam aksi bom bunuh diri, menunjukkan penderitaan yang kelewat pahit dan tak berujung. Bagi Rusia, ini bukti bahwa masalah Chechnya masih akan melalui jalan sangat panjang dan berliku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Analisa intelijen Rusia menyatakan, pelibatan perempuan dan aksi bom bunuh diri menujukkan pemberontak Chechnya mulai frustrasi dan kehilangan arah. Tapi tidak bagi Shamil Basayev. Apakah alasannya putus asa, atau didasari spirit perjuangan, aksi bom bunuh diri ini menjadi senjata nadalan baru pejuang Chechnya, untuk selalu menakuti Rusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;INSANI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, September 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110304207389937845?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110304207389937845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110304207389937845' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110304207389937845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110304207389937845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/09/pembalasan-janda-hitam.html' title='Pembalasan Janda Hitam'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110304229641572897</id><published>2004-09-05T08:34:00.000-07:00</published><updated>2004-12-14T08:38:16.416-08:00</updated><title type='text'>Berbiak di Ranah Keras </title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Petang baru akan meninggalkan desa Kirop Yurt, yang banyak dihuni suku Chechen. Sejumlah pasukan Rusia mendekati Uvais Nagayev dan rekannya Zaur Dagayev yang sedang bersantai di depan rumahnya.  Tentara menanyai identitas mereka, memukuli, dan membawanya ke pemakaman desa.  Dagayev ditembak setelah direbahkan ke nisan, sedangkan Nagayev terluka. Enam hari dirawat di rumah, ia dijemput tentara Rusia. Beberapa hari kemuka, pejabat militer Rusia memberitahu, Nagayev mati akibat ledakan. Sebuah taktik kuno menghilangkan bekas penyiksaan.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kisah memilukan Nagayev dan Dagayev ini hanya akan menjadi arsip bisu, bila tidak ada ledakan dua pesawat Rusia akhir Agustus silam. Dalam manifes penumpang, terdapat nama Amnat Nagayeva, perempuan asal Kirpop Yurt. Nagayeva, adik perempuan Uvais Nagayev, diduga sebagai pelaku bom bunuh diri.  Kerabat Nagayeva menyatakan, Amnat bersama tiga rekannya yang menyewa flat di Grozni, pergi diam-diam pagi sebelum ledakan. Salah satu dari mereka, adalah Satsita Dzherbikhanova, yang diduga pelaku bom bunuh diri di pesawat lain dari yang ditumpangi Amnat. Salah satu kerabat Satsita, Said Hamzah, hakim pengadilan syariah Chechnya, tewas ditembak kelompok tidak dikenal enam tahun lalu. Teman sekamar Amnat lainnya adalah adiknya Rosa, dan Maryam Taburova. Keduanya terlibat peledakan bom mobil di sebuah pasar di Moskow. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi cerita kakak beradik Fatima dan Khadzhad Ganiyev, yang tewas pada aksi penyanderaan di teater Moskow. Sulumbek Ganiyev, ayah mereka bercerita, suatu hari tentara Rusia mendatangi rumah keluarga Ganiyev. Tentara menembak lima sapi dan membawanya pergi. Beberapa bulan kemudian, tentara Rusia kembali datang. Kali ini mereka merampas video cassette, kambing, ayam, dan meledakkan gudang penyimpanan makanan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tak lama, dua anak lelaki Ganiyev, Rustam dan Husein bergabung dengan pemberontak, untuk melawan tentara Rusia. Malang bagi Ganiyev. Tentara Rusia kembali datang dengan penuh amarah. Tiga anak perempuan dibawa. Ganiyev dipaksa membayar 1000 dollar untuk pemembasan putrinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Sekembalinya dari tahanan itu, ketiganya berubah. Mereka menceritakan penyiksaan tanpa air mata. Fatima adalah mahasiswa Fakultas Hukum, sedangkan Kadzhad kuliah di Fakultas Kedokteran. Tak lama, keduanya pamit, dengan alas an melihat sepupunya di kota lain. Lama tak ada kabar berita, hingga akhirnya, Ganiyev melihat foto putrinya yang sudah mati di televisi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;INSANI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, September 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110304229641572897?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110304229641572897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110304229641572897' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110304229641572897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110304229641572897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/09/berbiak-di-ranah-keras.html' title='Berbiak di Ranah Keras '/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110304063584604051</id><published>2004-08-14T07:54:00.000-07:00</published><updated>2004-12-14T08:10:35.846-08:00</updated><title type='text'>Azab di Najaf</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Najaf dan Al Sadr menjadi simbol perlawanan jihad rakyat Irak. Mengapa Al Sadr harus berterimakasih kepada Amerika?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Puluhan tank berjejer rapi dalam formasi melingkar. Kenderaan berlapis baja milik Amerika itu, melingkari mesjid dan kompleks pemakaman suci Imam Ali, dalam radius 300 meter. Di dalam mesjid, puluhan tentara Al Mahdi pimpinan Muqtada Al Sadr bersiaga dengan senjata lengkap. Tak ada tembakan. Sebab dua kelompok bertikai ini sedang dalam situasi gencatan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medio Agustus menjadi perang terbesar antara tentara pendudukan dan tentara pemerintah, melawan gerilyawan bersenjata. Tampaknya kemarahan Amerika sudah memuncak ke ubun. Setelah berulangkali patrolinya disambar bom ranjau atau dicegat, kantor polisi Irak, bahkan barak tentara Amerika dibom, Amerika pun mengosentrasikan kekuatan ke Najaf. Pengikut Al Sadr tak tinggal diam. Tak hanya mesjid, tentara Al Mahdi juga memanfaatkan kompleks kuburan terbesar di kota suci Najaf, Wadi al Salam, sebagai benteng pertahanan. Amerika menggambarkan pertarungan jarak dekat, seperti di Vietnam, tempat Amerika menanggung kekalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa hari, kota suci kaum Syiah ini pun banjir darah dan bau mesiu. Amerika tak sungkan menyerang mesjid Imam Ali, yang menjadi kebanggaan kaum Syiah, kelompok mayoritas di Irak.  Listrik, air, dan air pun mati. Kota Najaf menjadi kota hantu. Amerika mengklaim menewaskan 300 tentara Al Mahdi. Tetapi pihak Sadr mengaku hanya kehilangan tentara 36 orang. Sisanya adalah warga sipil tak bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najaf, kini tak hanya tempat berkumpul kaum Syiah belaka. Kini kota yang dipercaya menjadi tempat Imam Ali, salah satu sahabat Nabi dimakamkan, menjadi basis perlawanan terhadap tentara pendudukan. Sekaligus menjadi batu ujian bagi pemerintahan sementara, pimpinan PM Iyad Allawi. Tak syak, Allawi, yang juga seorang Syiah, datang ke Najaf, untuk meredakan amarah disana. Ia juga membawa ulama syiah, Hussein al Sadr, yang masih saudara jauh Muqtada Al Sadr. Hussein bersama sejumlah tokoh Irak mengadakan kongres membahas masa depan Irak, yang mendapat gangguan warganya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sadr adalah penanda dari kevakuman keamanan di Irak. Ini juga menunjukkan Amerika tidak memiliki kontrol keamanan penuh hingga ke akar rumput. Rakyat lebih mempercayai gerilyawan,” kata Toby Dodge, pakar Timur Tengah dari &lt;em&gt;Internasional Institute of Strategic Studies&lt;/em&gt; (IISS). Lembaga yang bermarkas di London ini, banyak meneliti secara ilmiah kawasan Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika dan pemerintahan sementara bentukannya, tak hanya gagal di Najaf. Di utara, milisi Kurdi masih berkuasa penuh atas ladang minyak di Kirkuk. Sementara gerilyawan Sunni menguasai kawasan tengah --biasa disebut segitiga Sunni, Fallujah, Ramadi, dan Samarra--, termasuk jalur keluar masuk ke Jordania. Sedangkan gerilyawan Syiah berjaya di ibukota Baghdad, dan di bagian selatan, seperti Basra. Kota kedua terbesar di Irak ini, merupakan penghasil terbesar minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milisi Syiah pimpinan Muqtada al Sadr, sudah menjadi faktor penentu perjalanan Irak. Transisi kekuasan dipercepat dua hari dari jadwal, hanya karena peningkatan intenstias serangan dari tentara Al Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gunung Api&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Sadr adalah gunung api perlawanan rakyat Irak. &lt;em&gt;“Like father, like son”,&lt;/em&gt; begitu gambaran yang diberikan kepada Muqtada. Ayahnya, Muhammad Sadiq Al-Sadr, adalah ulama bergelar Ayatollah, yang anti Amerika. Sadiq tewas tahun 1999, diduga dibunuh oleh Saddam. Sadiq dibunuh karena pengaruhnya semakin besar di masyarakat. Padahal Sadiq membesarkan &lt;em&gt;Al Hawza&lt;/em&gt; (pusat pelatihan Syiah) dengan bantuan penuh Saddam. Sadiq memanfaatkan &lt;em&gt;backing&lt;/em&gt;-an Saddam untuk mengonsolidasi harapannya akan sebuah negara Irak yang makmur secara politik dan sosial, sesuai ajaran Islam yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Sadr muda memanfaatkan kebesaran nama ayahnya, untuk mengumpulkan pengikut. “Al Sadr adalah pemimpin rakyat yang memiliki dukungan luas rakyat Irak,” kata Abdul Karim al Enzi, anggota Partai al Dawa. Bahkan, polisi Irak tampaknya bekerja sama dengan milisi Al Mahdi. Tak jarang, ada pemandangan, polisi Irak santai saja ketika milisi bersenjata lewat di depan mobil patroli atau markas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Sadr yang baru berusia 30 tahun dan memiliki ilmu keislaman sedikit, telah mengisi kekosongan pemimpin rakyat. Rakyat sedang membutuhkan seseorang, yang membawa aspirasi mereka. Bukan hanya persoalan pengembalian kedaulatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Sadr tumbuh disaat rakyat Irak semakin kecewa kepada Amerika, yang tidak memberikan kehidupan yang lebih baik, setelah Saddam Husein terguling. Apalagi kaum Syiah sedang euforia, setelah Saddam, seorang Sunni, lama mengekang kehidupan kaum Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Syiah Irak memiliki 4 pemimpin besar, yang menjadi pemimpin spritual. Mereka adalah Ayatullah Ali al-Sistani, Muhammad Sayid al-Hakim, Muhammad Ishak Fayadh, dan Bashir Husein al-Najafi. Fayadh, dari Afghanistan, dan Najafi, seorang Pakistan, dikenal jauh dari politik. Keduanya, fokus pada pendidikan agama. Sayid al Hakim, bersama Ayatullah Muhammad Bakir al-Sadr (paman Muqtada) adalah pendiri gerakan politik Islam tahun 50-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Irak yang merindukan pegangan untuk mewakili hasrat perlawanan, tidak memperolehnya dari empat ulama besar ini. Al Sadr awalnya melawan lewat koran &lt;em&gt;Al Hawza. Al Hawza&lt;/em&gt; bukan sekedar bahan bacaan belaka. Tulisan dan kebijakan editorial &lt;em&gt;Al Hawza&lt;/em&gt; seolah menjadi corong yang mewakili suara kekecewaan rakyat Irak. Ketika koran ini ditutup tentara Amerika, pidato Sadr menentang penutupan ini, memercikkan amarah yang berujung pada neraka tak terbatas bagi tentara pendudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidatonya diamini ribuan pengikutnya. Termasuk ketika ia menyerukan gencatan senjata, setelah pertempuran berdarah di Najaf. Tak cuma di Najaf, dengung pidatonya menggapai Kufa, Karbala, Basra, dan Baghdad. Semua tunduk untuk meletakkan senjata. Padahal mereka tidak ingin kehilangan momentum, semangat perlawanan yang sedang membahana dimana-mana. “Tapi kalau Imam menyatakan letakkan senjata, kami ikut saja,” kata Sayyed Hashim Mussawi, pemuda 23 tahun yang tinggal di Sadr City, Baghdad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini, gerakan Al Sadr memiliki elemen popularitas, dengan absennya Sistani sebagai salah satu faktor. Selain itu, secara politis, PM Allawi kehilangan popularitas yang disebabkan kebijakan keamanan yang tidak berbeda dengan Amerika, seperti jam malam. Allawi juga dianggap gagal mengkomunikasikan program pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan terhadap kota suci Najaf, Kufa, dan Karbala, apalagi merusak mesjid dan makam Imam Ali, adalah penodaan bagi kaum Syiah. Langkah ini, hanya aksi provokatif yang membakar semangat kaum Syiah, yang bersatu dibawah kalan Sadr, sehingga rela mengorbankan nyawa dalam jihad.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Apakah kehadiran dan kharisma Al Sadr semu. Seorang analis politik Amerika menyatakan, kehadiran Al Sadr bukan persoalan kevakuman pemimpin Syiah. Ini bukan hanya masalah antara Al Sadr dengan Sistani. Tetapi antara rakyat Irak yang ingin merdeka, dengan tentara Amerika yang dicap sebagai penjajah.  Itulah sebabnya, Al Sadr mau menerima tawaran gencatan senjata, karena pengamanan diserahkan kepada polisi Irak, yang notabene adalah saudara sebangsa dengan Muqtada Al Sadr.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;INSANI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Agustus 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110304063584604051?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110304063584604051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110304063584604051' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110304063584604051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110304063584604051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/08/azab-di-najaf.html' title='Azab di Najaf'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110304110674629582</id><published>2004-08-12T08:10:00.000-07:00</published><updated>2004-12-14T08:18:26.746-08:00</updated><title type='text'>Al Mahdi Sang Penghancur Dajjal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tengoklah jalanan kota Najaf. Anak muda dengan bandana hitam, menenteng roket berpeluncur granat, &lt;em&gt;RPG&lt;/em&gt;, dengan gagah. Yang lain, menyampirkan surban dibahu, dengan moncong senapan Kalashnikov &lt;em&gt;AK-47&lt;/em&gt; menyembul dibaliknya. Mereka berpatroli di jalanan kota. Bila bersisian dengan patroli Amerika atau polisi Irak, mereka sebat menyingkir ke rumah penduduk atau mesjid, lalu mengancang untuk menyerang. Selain di jalanan, banyak pula yang menjadi penembak runduk, atawa &lt;em&gt;sniper&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah milisi &lt;a href="http://www.paultaggart.com/mahdi1.html"&gt;Al Mahdi&lt;/a&gt;, gerilyawan bersenjata pendukung ulama Syiah Muqtada al Sadr. Tak jelas, seperti apa organisasinya, wong namanya juga gerilyawan. “Ini adalah organisasi pertama Syiah dari akar rumput. Mereka memiliki disiplin militer tinggi, hasil didikan alamiah perang berkepanjangan di Irak,” kata Toby Dodge, pakar Irak dari Universitas Warwich, Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak semua kelompok bersenjata adalah milisi Al Mahdi. Ada juga yang hanya berkepntingan menjaga tempat tinggalnya saja. Dodge memperkirakan, anggota milisi Al Mahdi sekitar 10 ribu orang. Mereka adalah anak-anak muda yang kecewa dengan jargon pembebasan yang didengungkan Amerika. “Jumlah ini bisa membesar, sebab kekecewaan merata pada semua warga Irak,” sambung Dodge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pengikut Al Sadr disatukan oleh rasa kecewa. Sehingga mereka tidak peduli dengan posisi dan status. “Saya tidak tahu posisi saya apa di milisi, tapi saya akan ikut apa kata Sadr,” kata Kathem Rissan, pemuda Baghdad yang ditanyai jabatan dan pangkatnya di Organisasi Al Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mahdi, mengacu kepada nama Imam Mahdi al-Muntazar, seorang pemimpin Syiah yang dipercaya akan datang menjelang hari kiamat. Al Muntazar, berarti  “seseorang yang ditunggu”. Dalam terminologi injil, Al Mahdi berarti figur mesias. Dalam kepercayaan aliran Syiah, Imam Mahdi adalah imam ke-12, yang  menghilang, untuk datang kembali bersamaan dengan turunnya Nabi Isa al Masih, guna memerangi kejahatan yang dimotori Dajjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milisi Al Mahdi berdiri pertengahan 2003, sejalan dengan semakin menghangatnya semangat anti Amerika yang disuarakan Muqtada al Sadr dalam khutbah Jumatnya.  Milisi ini tak pernah menenteng senjata secara demonstratif. Senjata Kalashnikov milik mereka tersimpan rapi di rumah. Aktivitas milisi ini adalah penyadaran, bahwa Amerika suatu saat harus hengkang. Kelompok bersenjata, yang mengawali pertempuran di Najaf, adalah milisi &lt;em&gt;Al-Ghadab&lt;/em&gt; (kemarahan), pimpinan Hadi Al-Yamani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Al Sadr dan Al Mahdi moncer akhir Maret lalu, saat lusinan tentara Amerika menutup paksa kantor koran &lt;em&gt;Al Hawza&lt;/em&gt;. Koran yang dikelola ulama Muqtada Al Sadr ini dituduh menyebarkan informasi yang salah tentang kegiatan Amerika di Irak. Koran bertiras minimal 10 ribu eksemplar ini, juga dituduh memprovokasi massa agar melawan Amerika. Tak heran, penutupan ini memantik kemarahan kaum Syiah, yang kini sudah mendapat tempat kembali di ranah politik Irak. Penutupan ini juga mengangkat nama Muqtada Al Sadr. Nama Sadr dan fotonya pun menjadi aikon dalam unjuk rasa anti Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salat Jumat pertama setelah penutupan, dimanfaatkan Al Sadr untuk memanggil umat melawan pendudukan Amerika. Inilah kali pertama Sadr menunjukkan perlawanan terbuka. Kekerasan demi kekerasan yang dipertontonkan Amerika dalam memburu Al Sadr justru membuat keanggotan Al Mahdi membengkak. Al Sadr mengklaim didukung 15 persen kaum Syiah, yang berarti sekitar 2,5 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, faksi Al Sadr ditubuh pergerakan Syiah hanya sedikit. Apalagi, ulama Syiah memiliki pengikut fanatik sendiri-sendiri. Pergilah ke Selatan. Disana banyak milisi yang menjadi pengikut ulama tertentu atau partai politik tertentu, yang tidak menyatu satu sama lain dengan milisi ulama lainnya. Atau pergilah ke Utara, disana berkuasa partai beraliran kesukuan, Kurdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Syiah terkemuka, Ayatollah al Sistani pun tidak sepenuhnya mendukung Al Sadr. Sistani menyerukan semua pasukan bersenjata, agar menjaga kesucian tempat suci kaum Syiah, seperti mesjid Imam Ali, yang kini digunakan pasukan Al Mahdi sebagai benteng pertahanan terakhir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pandangan berbeda juga ditunjukkan Dewan Tertinggi Revolusi Islam Irak. Satu pihak menuduh Al Mahdi disusupi tokoh aktivis Baath, parati pendukung Saddam Husein. Satu lainnya, menganggap ini fenomena biasa, karena Amerika kehilangan kendali di Najaf, Kufa, dan Basra.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perbedaan pendapat ditubuh Syiah adalah hal yang biasa. Namun dalam menghadapi pendudukan Amerika dipastikan mereka akan bersatu. “Walaupun saya pengikut Al Sistani, saya tidak akan rela ada pemimpin Syiah yang dihinakan. Saya akan menolak penangkapan Al Sadr,” kata Fadhil Ali, guru bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dukungan juga diberikan kaum Syiah di luar negeri. Pemimpin spritual Syiah Iran, Ayatollah Khamenei, memperingatkan Amerika agar jangan merusak tempat suci. Seruan serupa juga datang dari Sekjen Hizbullah Lebanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun teguran juga diarahkan kepada milisi Al Mahdi. Warga Karbala menyalahkan keberadaan milisi, sebab gara-gara kehadiran mereka di Karbala, tentara Amerika berkonsentrasi dalam jumlah besar disana. “Jika milisi tidak berada di tempat suci, Amerika tidak akan menyerang tempat itu,” kata seorang warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di Najaf, sejumlah orang membentuk milisi &lt;em&gt;Thulfiqar Army&lt;/em&gt;, untuk menjaga kesucian tempat-tempat suci kaum Syiah. Sejumlah leaflet terpasang dibeberapa lokasi yang memerintahkan Al Mahdi segera meninggalkan mesjid dan kompleks pemakaman Imam Ali. Ada pula warga yang menuduh Al Sadr sebagai Saddam kedua, karena tingkah milisi Al Mahdi yang menghabisi warga yang menegur mereka soal menjaga tempat suci. Abbas, seorang tukang kayu lain lagi. Ia mengaku punya tetangga yang ikut Al Mahdi karena ingin berpose dengan pakaian kebesaran Al Mahdi, seragam hitam lengkap dengan ikat kepala hitam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apapun, perlawanan Al Sadr dengan tentara Al Mahdi di Najaf, Kufa, dan Karbala, menunjukkan hal penting bagi Amerika: ada sekelompok orang yang tidak terima dengan perlakuan mereka. Dan dia adalah Muqtada Al Sadr. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;INSANI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Agustus 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110304110674629582?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110304110674629582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110304110674629582' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110304110674629582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110304110674629582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/08/al-mahdi-sang-penghancur-dajjal.html' title='Al Mahdi Sang Penghancur Dajjal'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110304149622167009</id><published>2004-08-08T08:18:00.000-07:00</published><updated>2004-12-14T08:24:56.220-08:00</updated><title type='text'>Berjalan Hingga ke Batas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ditengah serunya pertempuran di Najaf, sejumlah wartawan nekat masuk ke makam Imam Ali yang menjadi pusat pertempuran. Salah satunya, adalah &lt;strong&gt;Scott Baldauf&lt;/strong&gt;, dari &lt;em&gt;&lt;a href="http://csmonitor.com"&gt;The Christian Science Monitor&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;Scott&lt;/strong&gt; bercerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sudah merancang perjalanan ke makam, sebelum gencatan senjata diumumkan. Tujuan kami dua, mendapat komentar Al Sadr soal pertempuran, dan kedua, ingin bertemu dua jurnalis yang sudah terperangkap disana selama tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu harapan terbuka. Al Sadr menyetujui syarat yang diajukan pemerintah  untuk mengakhiri pertempuran. Ia menerima syarat meletakkan senjata, meningalkan kompleks pemakaman suci Imam Ali, dan ikut pergerakan politik. Namun hanya beberapa saat pertempuran pecah kembali. Pemerintah Irak menyatakan, pembicaraan buntu, sehingga serangan besar-besaran akan dilakukan. Wartawan harus segera menyingkir.  Menteri Pertahanan mengumumkan, serangan akan dimulai beberapa jam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara logika, kami harus membatalkan niat masuk ke makam, sebab tempat itu akan dibombardir. Tetapi hati kecil kami berkata lain. Suara rekan kami yang meminta tolong lewat telepon satelit, terngiang-ngiang. Bergantian dengan peringatan tentara Amerika, yang menyebut langkah kami sebagai penuh resiko. Kamipun mengabaikan peringatan tentara Amerika, dan kembali ke hotel untuk bersiap konvoi. Sebagian besar wartawan adalah warga Arab, dan sedikit lainnya dari Inggris dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara hotel dan makam Imam Ali ada 2 pos pemeriksaan, masing-masing satu  tentara Amerika dan Al Mahdi. Kami juga harus mewaspadai penembak gelap yang tersebar di kota Najaf. Ada pula ratusan tentara Al Mahdi, yang siap membuktikan, bahwa kematian adalah sesuatu yang diinginkan, sesuai asas Jihad yang mereka anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berkonvoi dengan 18 kenderaan yang dilengkapi bendera putih. Kami memasuki &lt;em&gt;check point&lt;/em&gt; tentara Amerika, dengan kecepatan 5 km/jam. Sangat lambat. Jalanan yang sepi dipenuhi pecahan kaca dan selongsong peluru. Kami menyatakan telah ditunggu oleh tentara Al Mahdi, dan dijanjikan tidak akan ditembak. Lewat.  Kini kami sudah melihat menara mesjid yang berkilauan diterpa sinar mentari sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertimbangan lebih aman dalam kelompok kecil, mobil kami kurangi menjadi 8. Jalanan semakin sepi. Kami melewati kompleks kuburan yang dijadikan sebagai basis pertahanan Al Mahdi. Kami memasuki titik pemeriksan dengan hati berdebar, dan doa yang didaras di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerilyawan yang berjaga sudah diberitahu komandannya, bahwa sejumlah wartawan akan melintas. Pemeriksaan berhenti sejenak, ketika sebuah mortir meledak, hanya beberapa meter dari mobil kami. Kami menduga, ini ucapan selamat datang dari tentara Al Mahdi. Tapi mereka menuduh tentara Amerika yang ingin mencelakakan wartawan. Aku melihat jamku menunjukkan angka 3 sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semakin dekat dengan kompleks pemakaman suci Imam Ali. Pemuda dengan senjata Ak-47 dan Granat berpelontar roket (&lt;em&gt;RPG&lt;/em&gt;) hilir mudik di jalanan. Sesekali mereka meneriakkan yel yel dengan menyebut nama Al Sadr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu memasuki kompleks makam, kami melihat ratusan orang di dalam. Tak ada senjata. Kami melihat diantara banyak orang, ada yang masih anak-anak, dan ada pula yang sudah uzur. Kami dibimbing masuk ke arah utara, memasuki salah satu ruang berpendingin, yang menjadi kantor juru bicara Al Sadr, Syeikh Ali Smeisim. Ali memberikan penjelasan pers, bahwa Al Sadr menerima persyaratan yang diajukan delegasi konperensi nasional Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik dinding gedung, “kesepakatan” yang berbeda sedang berlangsung. Suara mortir dan granat terdengar saling bersahutan. Bagi kami ini ironi, meskipun kedua pihak tahu bahwa ada wartawan yang telah melapor, perang tak berhenti sesaat pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar kantor Ali, kami dikerubungi pengikut Sadr. Mereka merayu, dan sedikit memaksa supaya kami menulis banyak hal, seperti Amerika yang menggunakan senjata kimia. Kami terus berjalan memasuki klinik, tempat beberapa gerilyawan dirawat. Mereka meminta kami membawa seseorang yang sedang sekarat dengan luka dikepala. Kami menolak, sebab itu menunjukkan kami tidak netral sebagai jurnalis. Kami hanya menjanjikan mencari ambulan diluar sana. Sang perawat kecewa, sementara pedamping kami yang merupakan bangsa Irak, menitikkan air mata dalam diam, menyaksikan kawan sebangsanya sekarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami masih bersemangat ditengah ratusan orang yang tiada henti meneriakkan yel-yel. Kami mengambil gambar, wawancara, sambil berharap jam akhir pertemuan pukul 4.30 ditambah. Apakah tentara Amerika bersabar? Bagaimana pula dengan tentara Al Mahdi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki tinggi mengenakan jubah khas Irak memegang pundakku. Katanya, “Mengapa kami membenci Saddam? Karena ia merampas kemerdekaan kami. Sekarang (PM) Allawi bersama Amerika bertingkah seperti Saddam. Mereka menganggap kami bodoh. Saya insinyur, dia doktor, dia pengusaha (Lelaki yang mengaku bernama Muhammad itu menunjuk beberapa rekannya). Kami ingin perdamaian, bukan perang. Tapi jika mereka mengancam keselamatan pemimpin kami, Sayid Muqtada al Sadr, kami siap mati untuknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandangi Muhammad, dan pengikut Al Sadr lainnya, sambil berkata dalam hati. Akankah ia masih hidup besok. Apakah gadis belia itu masih bisa bergandengan tangan dengan ayahnya besok. Apakah nenek tua itu masih bisa melintasi lantai marmer makam ini besok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam akhir pertemuan semakin pendek. Saat angka 4.30 terlewati, rekan dari &lt;em&gt;CNN&lt;/em&gt; sedang laporan langsung ke Atlanta. Rekannya yang sedang sibuk mengutak atik satelit agar laporan langsung tetap berjalan, meminta kami jalan duluan. Kami meninggalkan kompleks pemakaman dengan diantar salam hangat pengikut Al Sadr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria bersenjata mendekatiku. “Koranmu jelek. Kemarin kami meledakkan delapan Humvee Amerika, dan menewaskan 11 orang. Kenapa tidak dimuat” cecarnya. Lewat penerjemah, aku sampaikan, kami hanya menulis apa yang kami saksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima menit kemudian, kami sudah diatas mobil, bersama dua rekan kami yang sebelumnya terperangkap di kompleks makam. Dikejauhan kami melihat asap tebal bergulung-gulung dari sebuah tempat yang kami perkirakan adalah pasar. Di angkasa, kilatan roket berseliweran. Kami tersadar, pintu perdamaian telah tertutup rapat. Di jalan, aku melihat sekumpulan anjing kelaparan, membaui reruntuhan puing, untuk mencari seonggok makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di hotel, kami mendengar berita gembira. PM Iyaad Allawi mengumumkan, Muqtada Asl Sadr setuju gencatan senjata. Ia juga setuju ikut proses politik untuk mengembalikan kedamaian di tanah leluhurnya. Ditemani temaram senja, perjuangan untuk kedamaian telah dimulai dengan sungguh-sungguh. Bagi kami, wartawan dan tentara dua kelompok bertikai,  kami menyaksikan sebuah perubahan. Sebuah titik balik. Tetapi, apa selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;INSANI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Agustus 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110304149622167009?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110304149622167009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110304149622167009' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110304149622167009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110304149622167009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/08/berjalan-hingga-ke-batas.html' title='Berjalan Hingga ke Batas'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110253955521478988</id><published>2004-07-08T13:41:00.000-07:00</published><updated>2004-12-14T07:53:35.656-08:00</updated><title type='text'>Pinokio Berhidung Lembek</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pemerintah Inggris dipersalahkan dalam penyerangan Irak. Kebohongan klaim 45 menit dan Kue Kuning semakin terungkap. Sayangnya, Tony Blair bukan Golda Meir.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;William Hague berdiri dibawah tatapan ratusan anggota parlemen yang sedang mengikuti hearing dengan PM Tony Blair. Lalu dengan tajam ia menatap Blair, dan menyebut Blair konyol. “Anda telah menentukan jatah makan siang, tanpa melihat daftar menu”, kata Hague, anggota parlemen dari kubu oposisi. Tak sampai disitu, ia juga menuduh Blair mengambil langkah salah yang sama dengan Baroness Margareth Thatcher, dalam mengambil sikap soal Malvinas tahun 1982.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah “menu” yang disebutnya, adalah kesalahan Tony Blair mengambil sikap dalam menyerang Irak, berdasarkan laporan intelijen. Adalah Lord Robin Butler, mantan Kepala Pelayanan Umum yang membongkar kesalahan intelijen ini. Butler bersama tim &lt;em&gt;Joint Intelligence Committe&lt;/em&gt; (JIC), membuat laporan setebal 196 halaman, memuat laporan bahwa Irak tak terbukti memiliki senjata pemusnah masal seperti yang dituduhkan, dan dijadikan dasar menyingkirkan Saddam Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun salah, Blair tetap bersikap jantan. Ia menerima laporan itu. Ia pulalah yang menugaskan Butler dan JIC menyelidiki kasus tidak terbuktinya laporan intelijen. Padahal dulu, ia menelan mentah-mentah data yang disodorkan intelijen. Ia percaya begitu saja, Irak memiliki senjata pemusnah massal, dan bisa menghancurkan dunia dalam 45 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Butler ini tidak hanya menampar  M-16 atau &lt;em&gt;The Secret Intelligence Services&lt;/em&gt; (SIS), tetapi juga mempermalukan Blair. Seperti tuduhan Hague, pers pun menjulukinya &lt;em&gt;Teflon Tony&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Pinokio Boy&lt;/em&gt;. Teflon mengacu pada bahan kimia yang bersifat lembek, untuk menunjukkan Blair yang tak berpendirian, sedangkan Pinokio adalah tokoh boneka kayu rekaan, yang bila berbohong hidungnya memanjang. Tak heran, saat Butler mempresentasikan temuannya, diluar gedung beberapa orang berdemo dengan mengenakan topeng berwajah Blair dengan hidung memanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Butler Report&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Blair bersalah, laporan Butler tidak merekomendasikan kesalahan ke pundak Blair. Hal ini mengundang tanya, karena Butler menyebut semua pihak telah benar, tetapi tidak punya cukup waktu untuk mendiskusikan lebih detail. Rupanya, laporan intelijen itu dibahas sambil lalu. Mungkin, Blair sudah ngebet bin kebelet ikut perang bersama sekutunya, Amerika. Itu pulalah sebabnya publik Inggris, di awal perang Irak mencap Blair dengan sebutan American poodle, karena mengekor maunya George Bush.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Butler hanya menuduh Downing Street, kantor PM, bertindak diluar batas dengan menggunakan data intelijen. Seperti klaim bahwa Irak, bisa mengaktifkan senjata bilogi dan kimianya, dan dalam 45 menit saja menghancurkan dunia, hanya pencantuman agar laporan itu menarik dan terlihat seram.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Laporan Butler tidak menyangkal bahwa Irak pernah ingin memiliki senjata pemusnah massal. Saddam tercatat pernah membangun instalasi nuklir, dan mengembangkan roket melampaui batas yang diizinkan PBB. Tapi Butler menyayangkan, mengapa Inggris tidak pernah meributkan soal senjata ini, hingga Tragedi 11 September terjadi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Butler juga memuji Blair, bahwa Inggris tidak terbukti ikut perang demi suplai minyak dari Timur Tengah. Selain masalah klaim 45 menit, Inggris juga menggunakan isu kue kuning menjelang serangan ke Irak. Kue kuning ini adalah istilah, untuk pembelian uranium, bahan baku nuklir dari Niger. Butler berpendapat, laporan ini dapat diterima, namun kesan bahwa senjata pemusnah massal sebagai hal yang kuat, terlalu dilebih-lebihkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebetulnya, sebelum Butler dan JIC mengeluarkan laporan yang melemahkan Blair, sudah ada laporan yang menghantam kebenaran klaim Blair. Nama &lt;a href="http://http://azizsutan.blogspot.com/2003/06/45-menit-yang-mematikan.html"&gt;David Kelly&lt;/a&gt;, pakar mikrobiologi, penasehat ahli senjata nuklir Inggris, dan anggota tim penyidik senjata Irak, mencuat dalam kasus kebohongan publik Inggris tentang senjata pemusnah massal Irak. Kelly yang akhirnya mati bunuh diri, setelah identitasnya yang disamarkan kepada BBC terbongkar. Blair pun dikaitkan dengan kematian Kelly. Dalam sebuah program beritanya, Radio 4’s Today, BBC London menyiarkan bahwa data kepemilikan senjata Irak yang dilansir Inggris, adalah fiktif. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak hanya kasus “45 menit” yang membuka borok Inggris dan Amerika dibalik penyerangan Irak. Dokumen pembelian uranium, bahan baku nuklir, dari Irak kepada negara Niger, ternyata palsu. Awalnya, digadang-gadang, bahwa dokumen ini, diterima Amerika dari Inggris. Inggris membelinya dari dinas intelijen Italia. Italia mendapatkannya dari diplomat Afrika. Nyatanya, ceritanya sangat sederhana. Wartawan mingguan Panorama di Italia, Elisabetta Burba memperoleh dokumen tersebut. Tapi karena curiga, Burba tak terburu-buru, sebab berita itu pasti akan menggemparkan dunia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu, Burba mengkonfirmasikannya ke Kedutaan Besar Amerika di Roma, serta melakukan cross check ke pemerintah Niger. Panorama , entah kenapa kemudian gagal memuat berita berdasar dokumen tadi. Nyatanya, dokumen tak layak pakai itu, digunakan Amerika dan Inggris sebagai dalil menyerang Irak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang wartawan investigatif Amerika, Seymour Hersh, juga telah meneliti dokumen tersebut. Hasilnya, mungkin sama dengan pencarian Panorama yang gagal memuatnya. Dokumen itu dipalsukan secara kasar. Seymour yakin, sang pemalsu pasti terheran-heran, ada orang yang mempercayai hasil pemalsuannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Yom Kippur&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tony Blair tak perlu malu dengan kegagalan intelijennya. Tengoklah ke belakang. Kasus macam ini sudah terjadi sejak jaman perang Troya. Ada banyak hal yang menyebabkannya, seperti over-estimasi, under-estimated, percaya diri berlebih, dan kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Perang Dunia kedua, Stalin menolak mentah-mentah informasi bahwa Jerman akan menginvasi Uni Soviet. Padahal aktivitas militer jelas terlihat, Amerika dan Inggris pun sudah memberi peringatan. Bahkan intelijen Soviet sudah memberi tahu tanggal penyerangan. Hingga kini, tak ada yang tahu, kenapa Stalin tak percaya akan serangan Hitler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris sendiri, pernah terjadi, bahwa Inggris kelewat percaya bahwa Argentina tidak akan menginvasi kepulauan Malvinas. Tidak ada langkah pencegahan yang dilakukan. Akhirnya, meski perang tak seimbang, tapi Inggris cukup berdarah-darah disini. Kegagalan intelijen pula yang menyebabkan pangkalan Pearl Harbour jatuh, dan dua menara kembar WTC rubuh ditabrak pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia intelijen hal ini masuk kategori over-estimasi, informasi berlebihan yang mendorong kepada kesimpulan yang salah. Pada masa perang dingin, ada sebuah operasi yang digelar Soviet, dengan sandi Operation RYAN. RYAN adalah akronim dari &lt;em&gt;Raketnoyadernoye Napadeni&lt;/em&gt;, bahasa Rusia yang berarti serangan roket berhulu ledak nuklir. Operasi ini digelar karena ketakutan, bahwa Ronald Reagan akan menyerang Soviet. Dasarnya sepele, intelijen Soviet di berbagai belahan dunia melihat aktivitas militer Amerika meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus klasik dari intelijen yang kelewat PD (percaya diri) adalah perang Yom Kippur, Oktober 1973. Israel yakin betul, Mesir tidak akan menang melawan mereka. Diluar dugan, Mesir melakukan serangan dadakan, menyeberangi Terusan Suez dan memenangkan perang di kancah diplomasi. Komisi penyelidikan pun bekerja, mencari tahu dasar kepercayaan diri pemerintah, sehingga tidak yakin Mesir mampu menang. Berbeda dengan Blair, PM Israel saat itu, Golda Meir mengundurkan diri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Blair beruntung, komisi yang dipimpin Butler masih memegang kesantunan ala Royal Inggris. Alih-alih menekan Tony Blair, laporan Butler malah meminta penambahan anggaran intelijen, dan rekrutmen ribuan tenaga telik sandi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;INSANI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Juli 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110253955521478988?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110253955521478988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110253955521478988' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110253955521478988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110253955521478988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/07/pinokio-berhidung-lembek.html' title='Pinokio Berhidung Lembek'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110253780840552548</id><published>2004-06-08T13:15:00.000-07:00</published><updated>2004-12-08T12:30:08.406-08:00</updated><title type='text'>Sopir Irak, Kondektur Amerika</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Irak bersiap dengan pemerintahan baru. Presidennya kritis terhadap Amerika, tetapi PM teman lama CIA dan M-16. Mengapa mereka terpilih?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Penampilannya khas. Berada diantara orang-orang berjas dan berdasi rapi, Ghazi Ajil al-Yawir terlihat menonjol. Bukan hanya karena lelaki berumur 46 tahun itu, Presiden Irak, negara berdaulat yang dicaplok Amerika, dan diserahkan kembali kepada warga Irak 30 Juni ini. Tapi lebih karena ia mengenakan pakaian khas Arab, lengkap dengan jubah, sorban, dan egal yang melilit kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://english.aljazeera.net/NR/exeres/"&gt;Ghazi al-Yawir &lt;/a&gt;terlahir dari keluarga pemimpin suku Shammar, salah satu suku terbesar di Irak. Suku ini sebagian besar adalah Islam Sunni. Tetapi karena suku ini tersebar mulai dari perbatasan Irak dengan Jordan, Suriah, dan semenanjung Arab lainnya, maka sebagian suku ini juga Muslim Syiah. Karena berasal dari Mosul, Irak Utara, Ghazi juga mengaku dekat dengan suku Kurdi. Kedekatan dan hubungan baiknya dengan senua faksi di Irak, menjadi salah satu dasar penunjukannya sebagai Presiden Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Didikan Amerika&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ghazi kecil menyelesaikan sekolah dasar, SMP dan SMA di kota kelahirannya, Mosul. Keluarganya &lt;em&gt;well-educated&lt;/em&gt; sejak dulu. Kakeknya, Ahmad Ajil al-Yawar sudah menjadi anggota parlemen, dan ikut mendongkel kepemimpinan militer, Jenderal Abdul Karim Qassim. Ghazi melanjutkan sekolah ke Arab Saudi. Ia mengambil jurusan teknik perminyakan dan pertambangan. Sebelum akhirnya mengambil Master di bidang Teknik Sipil di George Washington University Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Ghazi meninggalkan Irak tak lama setelah Saddam Husein menyerang Kuwait, di awal 90-an. Mereka pindah ke Arab Saudi. Ghazi masih kerabat jauh kerajaan, sebab salah satu istri Pangeran Abdullah, berasal dari trah Shammar. Meski seorang “pelarian” ia tak pernah terdengar sebagai oposisi Saddam. Ia lebih berkonsentrasi membesarkan usahanya, di bidang telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghazi kembali ke tanah kelahirannya, Juni tahun lalu,  dua bulan setelah Saddam jatuh. Bapak 3 anak ini pun didapuk menjadi salah satu anggota Dewan Pemerintahan Irak, organisasi bentukan Amerika. Banyak yang menuduh, penunjukannya hanya karena faktor sektarian dan primordialisme belaka. Tetapi, Ghazi akan berdebat panjang lebar, bahwa ia dipilih karena ia mampu membawa Irak ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, Ghazi memiliki banyak kemampuan diluar posisinya sebagai pemimpin suku terbesar. Pendidikan, kemampuan bisnis, dan kedekatan dengan semua faksi, membuatnya berani bersuara kepada Amerika. Ia memprotes draft resolusi yang hanya memberi sedikit kekuasaan mengontrol, selama pemerintahan sementara pasca pengalihan kekuasaan. Menurutnya, tanpa kedaulatan penuh, pemerintahan sementara itu hanya boneka. Ia juga menolak keras rencana Amerika, menyulap bekas istana Saddam sebagai kantor kedutaan Amerika di Baghdad. Kilahnya, “itu sama saja dengan membiarkan orang lain berbicara denganmu sambil mencolok matamu”. Ghazi juga memprotes tentara Amerika yang banyak membunuh rakyat sipil. Ia meminta Amerika mengedepankan dialog untuk mengakhiri konflik bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil penunjukannya tidak mulus. Amerika lebih menginginkan Adnan Pachachi, mantan Menlu Irak yang melarikan diri dari rezim Saddam, dan melakukan perlawanan dari luar negeri. Dalam wawancara dengan koran Saudi, Al-Riyadh, Ghazi tidak menganggap Pachachi sebagai pesaing berat. Sebab lelaki 80 tahun itu, tidak mengakar di Irak. Ghazi juga menceritakan, bagaimana utusan Khusus PBB di Irak, Lakhdar Brahimi dan Gubernur Amerika di Irak, Paul Bremer, menekan dan membujuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghazi mengutip Brahimi, Pachachi harus jadi Presiden, sebagai penghargan terhadap usia dan usahanya selama ini. Jawab Ghazi, “Irak masa depan, adalah milik kaum muda. Jangan pertaruhkan masa depan Irak, dengan penghargaan demi usia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Bremer, membujuknya dengan menawarkan posisi Dubes di Washington. “Saya jawab: cari siapa saja yang mau ke Washington. Bukan saya. Sebab saya adalah putra negeri ini, yang harus membangun negeri ini. Jika anda percaya demokrasi, jangan halangi kemauan rakyat Irak yang menginginkan saya sebagai pemimpin mereka”, kata Ghazi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, nama Ghazi kurang bergaung hingga menjelang pemilihan. Ia naik jadi Presiden DPI, setelah pemimpin sebelumnya, Izzadin Salim tewas ditembak. Ia lalu menjadi bintang televisi. Kritiknya terhadap Amerika, dan undangannya agar negara-negara Arab ikut serta menjadi tentara perdamaian di Irak, memicu dukungan jazirah Arab. Keberaniannya melawan kebijakan Amerika, juga menumbuhkan sentimen kebangsaan di hati rakyat Irak. Dan, tentu saja, jubah khas Arab dan kebesaran nama keluarga Shammar, menjadi faktor pengikat yang sangat penting, bagi rakyat Irak, yang lama dihinakan Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Iyad Allawi: Orang Baath, Orang CIA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pemimpin agama, ia terlalu sekuler. Bagi kelompok anti Saddam, ia adalah aktivis Partai Baath, partainya Saddam. Bagi rakyat Irak, ia adalah orang CIA dan M-16. Bagi Amerika, ia kelewat kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pandangan ini, justru menjadi keuntungan bagi &lt;a href="http://http://www.peaceredding.org/Iyad%20Allawi.htm"&gt;Iyad Allawi&lt;/a&gt;, Perdana Menteri Irak. Sebab, ini artinya membagi kecurigaan yang sama bagi semua kelompok. Tetapi, proses Allawi menjadi PM melalui jalan cukup berliku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allawi terlahir dari keluarga Muslim Syiah yang terkenal. Kakeknya, terlibat dalam negosiasi kemerdekaan Irak dari Inggris tahun 1930. Ia belajar neurologi, sambil bergabung dengan Partai Baath. Tetapi, setelah partai ini memperoleh kekuasaan tahun 70-an, Allawi muda justru pergi ke Lebanon, lalu ke Inggris. Ia berbeda pendapat dengan Saddam. Tahun 1978, ia diserang sekelompok orang di London, yang dipercaya sebagai secret service suruhan Saddam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perseteruannya dengan Saddam semakin tajam. Tahun 1991, ia mendirikan &lt;em&gt;Iraqi National Accord&lt;/em&gt;, INA, organisasi yang melawan Saddam dari luar negeri. Kelompok ini didukung penuh oleh intelijen Amerika CIA, dan intelijen Inggris, M-16. Ia juga dekat dengan Saudi Arabia dan Kuwait, dua negara yang selama ini selalu terancam oleh Saddam Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan Amerika ini, membuatnya dengan mudah masuk sebagai anggota DPI. Padahal sudah puluhan tahun ia meninggalkan Irak. Tak heran, hingga menjelang pemilihan, polling menunjukkan namanya tidak favorit bagi warga Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, ia dipilih oleh mayoritas anggota DPI, dan didukung Brahimi serta Bremer. Menurut orang dekat Brahimi, Allawi sebetulnya bukan pilihan utama Brahimi. Utusan khusus PBB ini lebih menyukai pakar nuklir Husein Shahristani. Husein bukan anggota DPI, dan bukan pula politisi. Menurut Brahimi, pemilihan orang yang tidak terkait dengan partai, akan mempermudah untuk menghasilkan pemilu yang demokratis awal 2005 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun niat Brahimi mendapat halangan mayoritas anggota DPI. Mereka menginginkan orang Syiah yang duduk sebagai PM. Ghazi al-Yawar, tokoh Sunni yang terpilih sebagai presiden pun, memilih Allawi. Brahimi tak kalah akal. Ia memasukkan dua nama lain diluar Allawi, yakni Adel Abdel Mehdi, dari Dewan Tertinggi Revolusi Islam Irak, SCIRI, serta Ibrahim Jafari, pemimpin Partai Dawa yang berbasis Syiah. (Jafari akhirnya menjadi Wakil Presiden, dan Abdel Mehdi Menteri Keuangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkonsultasi dengan banyak pihak di Irak, akhirnya nama Allawi masuk kantong Brahimi dan Bremer. 3 dari 23 anggota DPI absen dalam pemilihan. Termasuk Ahmad Challabi, pemimpin &lt;em&gt;Iraqi National Congress&lt;/em&gt;, INC. Lembaga ini juga bentukan Amerika yang melakukan perlawanan terhadap Saddam dari luar negeri. Kalau Allawi didukung CIA, Challabi akrab dengan Pentagon. Hubungan Challabi dengan Amerika memburuk, beberapa bulan sebelum pemilihan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika duduk di DPI, Allawi nyaris tidak pernah membuat pernyataan publik Ia sibuk sebagai ketua Komite Keamanan Negara, yang menyiapkan tentara dan polisi Irak. Seorang anggota DPI dari faksi Syiah, Ahmed Shyaa Barak menyatakan, posisi Allawi itu, membuatnya tepat untuk memimpin Irak dalam periode genting ini. Lagi pula kata Barak, “kedekatannya dengan Amerika dan Inggris, masih sangat perlu buat Irak”. Nah lho. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Juni 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110253780840552548?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110253780840552548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110253780840552548' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110253780840552548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110253780840552548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/06/sopir-irak-kondektur-amerika.html' title='Sopir Irak, Kondektur Amerika'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110253837070112000</id><published>2004-06-05T13:30:00.000-07:00</published><updated>2004-12-08T12:39:30.703-08:00</updated><title type='text'>Kedaulatan Separoh Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Menjelang penyerahan kekuasaan, situasi keamanan semakin kacau. Amerika tak mau pergi dari Irak, dan tak sudi diatur pemerintah baru. Seberapa bahaya Dokumen Zarqawi?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kamal al-Jarrah melangkahi langkan pintu rumahnya. Istrinya siap mengantar pejabat Kementrian Pendidikan Irak itu, berangkat ke kantor. Belum sempat naik ke mobil, tembakan gencar muncrat dari beberapa lelaki yang melintasi rumahnya di daerah Ghazalia, Baghdad. Kamal tewas di depan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang lain, giliran Wakil Menteri Dalam Negeri, Jenderal Abdel Jabbari Yussef yang diserang. Saat keluarga Yussef bersiap berangkat kerja, mobil yang diparkir di depan rumahnya meledak. Enam orang tewas seketika, dan Yussef terluka parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan berondongan senapan, bom mobil menimbulkan korban lebih massif. Ratusan pemuda Irak, yang sedang antri mendaftar menjadi tentara Irak lintang pukang di hajar bom mobil. Hampir lima puluh orang tewas. Kekerasan memang tidak mengenal tempat dan target. Tak cuma tentara pendudukan, pejabat Irak, tetapi juga rakyat sipil. Tempatnya pun bukan tempat yang “longgar”. Rumah Jenderal Yussef misalnya, hanya 500 meter dari markas tentara Amerika, &lt;em&gt;Kamp Iron Horse&lt;/em&gt;. Begitu pula kasus bom mobil yang menewaskan Presiden Dewan Pemerintah Irak, Izzadin Salim, tepat di gerbang masuk kantor DPI, yang merupakan zona hijau, kawasan paling terjaga di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pesan Suram&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan demi serangan tak surut meskipun akhir Juni ini, akan ada upacara penting bagi rakyat Irak: penyerahan kekuasaan. Bahkan, pembunuhan yang mengarah kepada pejabat pemerintah ini, seolah memberikan pesan suram, pejabat pemerintah akan menjadi target setelah tentara pendudukan berlalu. Sehingga, Amerika pun dengan sebat menuduh kelompok Saddam dibalik aksi ini. Sebab, pengikut Saddam paling mungkin dituduh, sebagai pihak yang tidak ingin rakyat Irak menjadi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi serangan ini, bisa juga sebagai bentuk penolakan kepada Amerika. Ini bisa dilakukan kelompok yang menginginkan tentara perdamaian dari negara-negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat Irak dan tentara pendudukan sepakat bahwa hujan serangan ini, mempunyai dua sisi, yakni, pelumpuhan pemerintahan, dengan menakut-nakuti rakyat supaya tidak mendukung pemerintah baru, serta menekan Amerika agar memproteksi terus menerus pemerintah Irak. Ujungnya, legitimasi pemerintah baru Irak terpenggal, dan mengekalkan catatan bahwa pertempuran ini adalah antara muslim dan barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kebudayaan Bakhtiar Amin menyatakan, “serangan ini bagian dari upaya menyetop proses demokrasi. Pesan politiknya jelas, &lt;em&gt;Irak is not under control&lt;/em&gt;”. “Ini adalah masa sulit, bagi pemerintah baru,” kata Menlu Amerika Colin Powell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedaulatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain masalah keamanan, hal terpenting dalam transfer kekuasaan adalah masalah kedaulatan. Secara formal, 30 Juni itu menjadi akhir dari pencaplokan. Wakil pemerintah Amerika di Irak, Paul Bremer resmi pulang ke Amerika. Tetapi, akankah pemerintah baru Irak berdaulat penuh? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Draft yang disusun Amerika dan Inggris menyatakan, pemerintah Irak dapat membuat dan mengubah undang-undang. Tetapi masalah tentara, pemerintah hanya memiliki “hak terbatas” untuk  meminta atau mengusir tentara asing, serta tidak punya kontrol penuh di bidang keamanan. Draft ini bahkan tidak membahas pengertian “hak terbatas” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandidat PM, Mahdi al-Hafiz, yang kini menjabat Menteri Perencanan menyoal masalah hak terbatas ini. “Oke, kita punya hak bernegosiasi dengan tentara pendudukan. Tapi, aturan-aturan mendasar pastilah ditentukan leh komunitas internasional,” ujar Mahdi. Kekhawatiran ini didasari pada kekuasan penuh yang dimiliki Amerika di kancah internasional, termasuk PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawad al-Maliki, anggota Dewan Pemerintah Irak, menyebut masalah kontrol tentara asing ini sebagai masalah sangat penting. “Padahal, rakyat Irak mengira, mereka punya hak kekuasaan, keamanan, minyak, sumber keuangan, dan kebijakan luar negeri, layaknya negara berdaulat”, kata Maliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Draft ini sungguh tidak mengenakkan warga Irak. Siapapun tahu, tentara asing yang ada di Irak saat ini adalah tentara Amerika, Inggris, dan beberapa negara koalisinya. “Ini aspek yang buruk, sebab bisa membuat warga Irak ragu, bahwa pemerintahnya tidak akan efektif menjalankan roda pemerintahan,” kilah Ammar Abdul Aziz al-Hakim, seorang pejabat di Dewan Revolusi Islam Irak, SCIRI. Seorang analis menduga, langkah surut ini disengaja Bush, sebab ia ingin menggunakan isu Irak sebagai bahan kampanye menjelang Pemilu pilpres di negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan tentara Amerika di Irak, sudah barang tentu menjadi faktor yang membuat Amerika bisa mengatur pelbagai hal. Menurut Menlu Colin Powell, keberadaan tentaranya adalah untuk mengatasi masalah keamanan. “Bagaimana mungkin mereka bisa menjaga kami, menjaga dirinya sendiri saja tak mampu,” sanggah Akbar al-Saadi, jurubicara SCIRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irak tidak hanya menginginkan kontrol penuh pada simbol-simbol kedaulatan, seperti penjagaan istana, pelabuhan, dan bandara. Menteri Pertahanan Irak, Ali Alawi menaksir, tentara Amerika akan segera pergi dalam hitungan bulan. Padahal Bush dan Blair menegaskan, mereka akan tetap tinggal selama masih diperlukan. Nah, siapa yang menentukan “masih diperlukan” itu. Bila Amerika tidak segera menyikapi kehendak rakyat Irak ini, maka transfer kekuasaan ini hanya akan menjadi cerita perdaya belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dokumen Zarqawi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah kritik keberadaannya di Irak, tentara Amerika melansir dokumen setebal 17 halaman, berisi memorandum merusak proses penyerahan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koalisi menengarai, jaringan teroris Al-Qaeda dibalik dokumen ini. Menurut jubir koalisi, Don Senor, dokumen itu berisi strategi untuk menciptakan perang sipil dan pertumpahan darah, yang antara lain dimulai dengan menyerang kaum syiah dan tempat-tempat suci mereka, dengan harapan akan membangkitkan kemarahan pihak Syiah terhadap Sunni. Dokumen ini juga menyebutkan, Kurdi akan menjadi target serangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis dokumen ini diidentifikasi sebagai Abu Musab al-Zarqawi, seorang warga Yordania yang dekat dengan Al Qaedah. Zarqawi adalah tokoh dibalik pembegalan warga Amerika yang menghebohkan bulan lalu. Herannya, saat kejadian pembegalan Nicholas Berg itu, dokumen ini tidak diributkan. Padahal dokumen ini ditemukan akhir Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa keanehan pada dokumen ini. Bila betul dokumen ini ditulis Zarqawi, yang ditujukan kepada musuhnya orang luar Arab, mestinya dokumen ini berisi perintah operasi langsung. Nyatanya, dokumen ini bak diskusi antara kelompok teroris belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika kelihatannya melakukan kajian yang terburu-buru terhadap apa yang mereka temukan. Kesimpulannya adalah ancaman terbesar terhadap stabilitas Irak datang dari para pejuang non Irak yang menciptakan amok di seantero negeri. Satu hal yang benar dari hasil kajian ini adalah, memang pasti ada orang non-Irak yang tidak suka terhadap pendudukan Amerika. Lalu mengambil kesempatan untuk menebarkan sentimen anti Amerika dan membuat keonaran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tapi sebetulnya Irak tidak butuh Al-Qaeda ataupun pejuang berani mati dari negara lain untuk mengacau balau Irak. Perlawanan di dalam negeri, seperti yang ditunjukkan Muqtada al-Sadr, cukup sebagai bukti Amerika kewalahan. Terbukti, pasukan Amerika dan sekutunya, acap diganggu dengan berbagai serangan, seperti berondongan dan bom bunuh diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;INSANI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Juni 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110253837070112000?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110253837070112000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110253837070112000' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110253837070112000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110253837070112000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/06/kedaulatan-separoh-hati.html' title='Kedaulatan Separoh Hati'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110253689549950327</id><published>2004-05-08T11:54:00.000-07:00</published><updated>2004-12-08T12:14:55.500-08:00</updated><title type='text'>Nista Berbalas Dusta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Penyembelihan warga Amerika di Irak, mengebiri Islam. Berbagai kejanggalan menyembul dibalik kekejaman ini. Antara kekejaman teroris atau kebohongan penuh konspirasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Lelaki itu duduk di lantai. Ia mengenakan pakaian terusan warna oranye, bentuk dan warnanya sama dengan yang dipakai tawanan di penjara militer Amerika, di Guantanamo. Dibelakangnya, lima lelaki mengenakan topeng berdiri tegap. Wajah lelaki yang duduk di lantai, mengenalkan namanya sebagai &lt;a href="http://www.nickberg.org"&gt;Nicholash Berg&lt;/a&gt;, beroman tenang. Padahal, salah satu dari lima lelaki itu, sedang membacakan ancaman akan membunuhnya, sebagai balasan terhadap pelecehan tawanan Irak oleh tentara Amerika dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai membacakan pernyataan, lelaki itu lalu menghunus pisau panjang. Berg pun rebah ke lantai, dengan leher menjulur dipegangi kelima lelaki bertopeng. Sayatan di lehernya, membuat Berg menjerit setinggi langit. Jeritannya bertindihan dengan teriakan &lt;em&gt;Allahu Akbar&lt;/em&gt;. Dan, &lt;em&gt;Masya Allah&lt;/em&gt;, lelaki yang belakangan disangka Amerika bernama Abu Musab al-Zarqawi itu menenteng leher yang sudah putus digorok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Berg, yang tinggal di West Chester, Philadelpia, kaget bukan kepalang. Meskipun sehari sebelum gambar itu dirilis oleh situs Muntada Al Ansar, mereka sudah dikabari FBI bahwa anaknya mati dalam keadaan terpotong. Tapi, tak pernah terbayangkan, anaknya mati dalam keadaan disembelih. Saudara, guru dan teman-temannya berduka atas kematian yang sadistis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nicholas Berg, 26 tahun, datang ke Irak, sebagai pengusaha antena telekomunikasi. Ia pertama kali tinggal di Baghdad akhir Desember hingga awal Februari. Awal Maret ia pamit lagi pergi ke Irak, karena masih ada pekerjaan yang tersisa. Ia berkomunikasi setiap hari dengan keluarganya, lewat telepon atau email. Tanggal 24 Maret, ia menyatakan akan kembali tanggal 30 Maret, supaya bisa menghadiri pernikahan temannya. Ternyata, itulah komunikasi terakhir. Berg ditangkap di Mosul, Irak Utara, oleh polisi Irak bentukan Amerika Serikat.  Tanggal 31 Maret, agen FBI mendatangi orangtua Nick, menanyakan identitas anaknya. Besoknya, keluarga ini menerima email dari konsul Amerika di Irak, yang menyatakan Nick ditahan tentara Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah orang tuanya, Michael Berg mengadukan pemerintah Amerika tidak bisa melindungi warganya, Berg dilepas 6 April. Ia menceritakan penahanannya yang berlangsung selama 13 hari. Berg mengaku tiga kali didatangi FBI, ditanyai apakah pernah membuat bom pipa, serta apakah ia pernah bepergian ke Iran. Nick Berg memang seorang petualang. Sebelum pergi ke Irak, ia pernah tinggal di Ghana, Afrika, mengajari warga membuat batubata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi baru tanggal 9 April, ia menelpon ibunya mengabarkan rencana kepulangan. Saat itu kata Nick, karena tiketnya sudah kedaluarsa, dan kekacauan semakin meningkat di Irak, ia berencana pulang tanggal 10 lewat Yordania, Turki, atau Kuwait. Memang, seorang pengusaha Amerika, Andrew Robert Duke menyatakan, ia bertemu dengan Berg, tanggal 10 April jam 7 pagi, di Hotel Baghdad’s Fanar. Saat itu Berg sedang check out. Kepada resepsionis berkebangsaan Irak, Berg menyatakan, Insya Allah, saya akan kembali beberapa hari lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nick yang dinanti tak kunjung tiba. Hingga Sabtu 8 Mei, Michael diberitahu, Nick ditemukan mati dengan tubuh terpisah di dekat jalan tol pinggiran kota Baghdad. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Situs internet berbahasa Arab, tempat detai pembunuhan dirilis, tak syak membuat orang percaya bahwa Nicholas Berg, warga sipil Amerika telah dibunuh oleh warga Irak atau umat Islam. Apalagi beberapa saat kemudian, pejabat intelijen Amerika yang tak disebut namanya, membenarkan pelaku  pembunuhan adalah Abu Musab Al-Zarqawi, seperti tertulis di situs. Zarqawi adalah salah satu Letnan di tanzim Al Qaidah pimpinan Usamah bin Ladin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pernyataan orangtua Nick memicu kepanikan informasi. Pengakuan bahwa polisi Irak, tentara Amerika, dan FBI yang menangkap Nick, menimbulkan tanya kenapa belakangan Nick ada ditangan Zarqawi. Pejabat Amerika bersikukuh, Nick ditangkap oleh polisi Irak karena kegiatan mencurigakan. Nick ditangkap karena ia bertingkahlaku tidak seperti warga Barat lainnya. Ia santai saja bepergian dengan taksi tanpa pengawal ditengak kota yang bergejolak dan tidak aman bagi warga sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kepala polisi di Mosul, Mayjen Muhammad Khair al-Barhawi, menyangkal menangkap Nick. Jurubicara Deplu Amerika, Kelly Shannon juga membantah email yang dikirim konsul Amerika di Irak, tentang penangkapan Nick oleh tentara Amerika. Menurut Shannon, pejabat itu keliru menangkap penjelasan. Pertemuan FBI dengan Nick juga bukan pemeriksaan, tapi untuk memberitahu bahwa Irak sangat tidak aman bagi warga sipil Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan Michael Berg memberi kabar lain lagi soal “hubungan” Nick dengan FBI sebelum ia ke Irak. Tahun 2002, Nick diperiksa FBI karena emailnya dipakai oleh Zacarias Moussaoui, salah satu tersangka tragedi 11/9, yang kini ditahan. Dari pemeriksaan Zacarias, terungkap bahwa email Nick, selaku mahasiswa Universitas Oklahoma dipakai Zacarias pada  tahun 19-99. Saat itu Zacarias sedang sekolah pilot di  kota Oklahoma. Namun pemeriksaan itu berakhir, karena terbukti Nick tak berhubungan sedikitpun dengan Zacarias. Email dan passwordnya dicuri tanpa sepengetahuan Nick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konspirasi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Nicholas Berg mati saat sentimen anti Amerika bergema keras di dunia Islam. Amerika dan Inggris sedang disorot karena pelecehan terhadap tawanan Irak, di penjara Abu Ghraib. Belum lagi perlawanan kaum Syiah yang dimotori Ulama Syiah Muqtada al-Sadr sedang berkibar. Secara kasat mata, keterlibatan Al Qaidah dalam pembunuhan ini sangat nyata. Apalagi, pelakunya adalah Abu Musab al-Zarqawi, musuh Amerika yang kepalanya dihargai 10 juta dollar. Zarqawi, pemilik nama asli Ahmad Fadhil Al-Khalayleh, adalah warga Yordania kelahiran Palestina. Ahli racun ini diburu karena membunuh diplomat Amerika di Yordania tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa, &lt;a href="http://www.aztlan.net/berg_abu_ghraib_video.htm"&gt;&lt;em&gt;Al-jazeera&lt;/em&gt; &lt;/a&gt;membongkar sejumlah kejanggalan yang didasarkan pada analisa teknikal terhadap video pemenggalan Berg. Pertama soal darah. Seseorang yang dipenggal paksa pada bagian leher, maka jantung akan memompa seluruh darah mengucur lewat luka. Tetapi tidak ada lumuran darah dalam jumlah besar pada tangan algojo dan lantai. Lalu, Berg tidak kelihatan meronta, bahkan terlihat seperti rela menjulurkan lehernya sesaat sesudah dibaringkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kenapa pelaku, yang disangka &lt;a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/3483089.stm"&gt;Islam Online&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; menunjukkan kebencian yang sangat kepada pelaku yang dituduhnya keji dan tidak berperikemanusiaan. “Kalau saya bertemu pelakunya, saya akan bertanya: siapa yang memberimu otoritas melakukan kekejian itu atas nama Islam” tulis Elnaggar. Kekejian yang dipertontonkan Amerika di Abu Ghraib tidak berarti bangsa Arab sah melakukan ini, sambung Elnaggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Elnaggar juga skeptis: Seburuk inikah Islam? Tidakkah terhadap ayam yang akan disembelihpun umat Islam punya tata krama. Ia mencurigai, timing pengeluaran video, yang bersamaan dengan hangatnya kasus Abu Ghraib, sebagai upaya untu memburukkan Islam, dalam streotip si jahat tak bermoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elnaggar mencontohkan. Beberapa pekan sebelum ini, seorang aktivis perempuan Inggris, Jo Wilding, ditangkap gerilyawan Irak di Fallujah. Dalam diarinya yang ditulis di internet, Jo berkisah bahwa salah satu temannya, Billie sedang sakit saat ditangkap. Ia berbaring berbantalkan lengan. Seorang gerilyawan datang dengan bantal dan selimut. Kisah ini tak diangkat satu media Barat pun. Mungkin karena tidak berdarah, ataukah karena Islam digambarkan sebagai &lt;em&gt;good guy&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian Nick Berg ini mengingatkan pada kematian serupa &lt;a href="http://www.danielpearl.org"&gt;Daniel Pearl&lt;/a&gt;, wartawan &lt;em&gt;Wall Street Journal&lt;/em&gt; di Karachi, Pakistan tahun 2002.  Pada &lt;a href="http://aztlan.net/pearlvideo.htm"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, seberapa kejam pun pembunuhan terhadap Berg, Pearl, dan warga Amerika lainnya yang dituduhkan dilakukan bangsa Arab, tidak akan mengaburkan fakta, bahwa Amerika pun telah lama menzalimi bangsa Arab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Mei 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110253689549950327?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110253689549950327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110253689549950327' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110253689549950327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110253689549950327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/05/nista-berbalas-dusta.html' title='Nista Berbalas Dusta'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110246173059866847</id><published>2004-04-10T15:09:00.000-07:00</published><updated>2004-12-07T15:22:10.596-08:00</updated><title type='text'>Dibawah Kalam Sadr</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Setahun kejatuhan Saddam Husein, perang kota yang sesungguhnya digelar melawan Amerika. Warga bergerak menuruti fatwa ulama Syiah yang baru berusia 30 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Deru helikopter terdengar diantero kota Najaf. Sesekali kenderaan udara milik Amerika itu menembakkan roket atau menjatuhkan bom. Api berkobar di rumah-rumah milik warga yang tersasar. Jeritan kesakitan pun bersipongang membelah jalanan kota suci kaum Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika boleh berbangga menguasai kota dari udara. Tapi di jalanan, anak-anak muda dengan belitan surban, menenteng senjata otomatis yang digandoli bendera Irak. Mereka bersiap menunggu patroli Amerika dan sekutunya yang akan memasuki perkampungan. Perang kota pun pecah dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak muda gagah perkasa ini, adalah pengikut ulama muda Syiah berusia 30 tahun, &lt;a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/3131330.stm"&gt;Muqtada Al Sadr&lt;/a&gt;. Konfrontasi antara pengikut Al Sadr dengan tentara Amerika, pecah dimana-mana, menandai setahun kejatuhan Saddam Husein. Inilah perang kota sesungguhnya, yang dulu pernah sesumbar disampaikan Saddam Husein untuk menyambut masuknya tentara Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja di Al Sadr City, bagian kota Baghdad yang dulu bernama Saddam City. Seribu tentara Amerika menyerang ratusan gerilyawan di perkampungan kumuh ini. Di Falujah, empat tentara bayaran Amerika yang dikontrak, sehingga disebut &lt;em&gt;security contractors&lt;/em&gt;, tewas secara tragis di jalanan. Falujah, adalah kota yang dikuasai kaum Sunni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian di Falujah ini memperluas spektrum perlawanan terhadap tentara pendudukan semakin meluas. Kaum Syiah dan Sunni selama kepemimpinan Saddam selalu berseberangan. Sebab, Saddam Husein adalah seorang Sunni, sehingga kaum Syiah selalu terpinggirkan. Khawatir terhadap perkembangan baru ini, memaksa Amerika meningkatkan kewaspadaan, dengan menggelar operasi bersandi &lt;em&gt;“Operation Vigilant Resolve”.&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Muqtada Al Sadr&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akhir Maret, lusinan tentara Amerika menutup paksa kantor koran &lt;em&gt;Al Hawza&lt;/em&gt;. Koran yang dikelola ulama Muqtada Al Sadr ini dituduh menyebarkan informasi yang salah tentang kegiatan Amerika di Irak. Koran bertiras minimal 10 ribu eksemplar ini, juga dituduh memprovokasi massa agar melawan Amerika. Salah satu berita yang membuat berang Amerika terbit di edisi Februari. Yakni berita tentang roket Amerika yang salah sasaran hingga menewaskan 50 polisi Irak. Padahal saat itu, Amerika langsung menuduh serangan itu dilancarkan gerilyawan Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Al Hawza&lt;/em&gt;, mengacu kepada nama perguruan Syiah, yang menjadi kawah candradimuka pelatihan ulama Syiah. Tak heran, penutupan ini memantik kemarahan kaum Syiah, yang kini sudah mendapat tempat kembali di ranah politik Irak. Penutupan ini juga mengangkat nama Muqtada Al Sadr. Nama Sadr dan fotonya pun menjadi aikon dalam unjuk rasa anti Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salat Jumat pertama setelah penutupan, dimanfaatkan Al Sadr untuk memanggil umat melawan pendudukan Amerika. Inilah kali pertama Sadr menunjukkan perlawanan terbuka. Sebelumnya, ia selalu menyerukan anti kekerasan. Tetapi sesungguhnya ia sudah bersiap, terbukti dengan pendirian milisi Al Mahdi. Milisi ini tak pernah menenteng senjata secara demonstratif. Senjata Kalashnikov milik mereka tersimpan rapi di rumah. Aktivitas milisi ini adalah penyadaran, bahwa Amerika suatu saat harus hengkang. Kelompok bersenjata, yang mengawali pertempuran di Najaf, adalah milisi Al-Ghadab (kemarahan), pimpinan Hadi Al-Yamani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kharisma Al Sadr sudah terlihat, sehari setelah kejatuhan Saddam. Ialah yang mengomando kaum miskin kota Baghdad, untuk menjarah kekayaan pejabat Saddam Husein, dengan alasan harta itu milik rakyat yang dihisap Saddam dan pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://http://weekly.ahram.org.eg/2003/660/_rek1.jpg"&gt;Al Sadr &lt;/a&gt;adalah putra ulama ternama Syiah, Muhammad Sadiq Al-Sadr. Sadiq tewas tahun 1999, diduga dibunuh oleh Saddam. Sadiq dibunuh karena pengaruhnya semakin besar di masyarakat. Padahal Sadiq membesarkan Al Hawza (pusat pelatihan Syiah) dengan bantuan penuh Saddam. Sadiq memanfaatkan backing-an Saddam untuk mengonsolidasi harapannya akan sebuah negara Irak yang makmur secara politik dan sosial, sesuai ajaran Islam yang sesungguhnya. Pengaruhnya yang luas, membuat Saddam mengkhawatirkannya akan mempengaruhi jalannya pemerintahan. Sebuah operasi intelijen yang rapi pun, mengakhiri hidup Muhammad Sadiq Al-Sadr. Kelak, setelah Saddam terguling, namanya diabadikan di sebuah sudut kota Baghdad, yang semula bernama Saddam City, menjadi Al-Sadr City.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Sadr muda memanfaatkan kebesaran nama ayahnya, untuk mengumpulkan pengikut. Usia yang muda dengan pengikut yang besar, membuat Al Sadr menjadi buruan Amerika. Posisi Al Sadr akan semakin membahayakan bila pemimpin besar Syiah mengeluarkan fatwa membela langkah Al Sadr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Syiah Irak memiliki 4 pemimpin besar, yang menjadi pemimpin spritual. Mereka adalah Ayatullah Ali al-Sistani, Muhammad Sayid al-Hakim, Muhammad Ishak Fayadh, dan Bashir Husein al-Najafi. Fayadh, dari Afghanistan, dan Najafi, seorang Pakistan, dikenal jauh dari politik. Keduanya, fokus pada pendidikan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, Sayid al-Hakim, adalah paman dari Ayatullah Muhammad Bakir al-Hakim, pemimpin Dewan Revolusi Irak yang tewas akibat bom mobil sehabis salat Jumat, Agustus lalu. Sayid al Hakim dan Ayatullah Muhammad Bakir al-Sadr (paman Muqtada) adalah pendiri gerakan politik Islam tahun 50-an. Bakir al-Sadr dibunuh Saddam awal tahun 80, menyusul kemudian Sadiq al-Sadr tahun 1999. Akibatnya, Muqtada tidak menyelesaikan sekolahnya di Al-Hawza, sehingga tidak memiliki pendidikan Islam formal. Ia justru mendapat pelatihan spritual dari Ayatullah Kazim al-Khaeri, ulama pelarian Irak yang bertahan di Iran. Kazim adalah murid Bakir al-Sadr, paman Muqtada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ulama yang satu lagi, al-Sistani, adalah murid Ayatullah Abu Gharib al Qassim al-Khoei. Anak Abu Gharib, Abdul Madjid al-Khoei tewas dalam kerusuhan diluar mesjid Imam Ali, yang diduga dilakukan pengikut Muqtada al-Sadr. Diatas kertas, ulama besar yang mungkin mendukung Al Sadr hanyalah Ayatullah Sayid al Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al Hawza&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi warga Irak, &lt;em&gt;Al Hawza&lt;/em&gt; bukan sekedar bahan bacaan belaka. Tulisan dan kebijakan editorial &lt;em&gt;Al Hawza&lt;/em&gt; seolah menjadi corong yang mewakili suara kekecewaan rakyat Irak, yang tak terwujud setahun setelah pendudukan. Kehidupan tak jauh berbeda dibanding sebelum Saddam jatuh. Bahkan di beberapa aspek kehidupan, jauh lebih merana. Tak heran, pidato Sadr menentang penutupan ini, memercikkan amarah yang berujung pada neraka tak terbatas bagi tentara pendudukan. Daftar tentara Amerika dan sekutunya yang tewas setiap hari semakin memanjang. Pengikut Sadr bahkan menculik warga sipil yang membantu pembangunan Irak, juga wartawan, meskipun belakangan dilepaskan kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika melawan unjuk rasa anti penutupan koran ini dengan licik. Sebagai negara yang mengusung kebebasan berekspresi, tentu saja isu penutupan media akan mencoreng performa mereka. Apalagi pemerintahan sementara Amerika di Irak, sudah mendirikan &lt;em&gt;Al Sabah&lt;/em&gt;, koran yang mengusung “kesamaan hak di depan hukum”, “kebebasan berekspresi”, dan “hak warga Irak” yang semuanya mengacu kepada hukum dan administrasi pemerintahan transisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika pun menggunakan isu pembunuhan ulama Syiah, Ayatollah Abdul Madjid al-Khoei. Khoei, ulama Syiah yang kembali dari pengasingan setelah Saddam jatuh, terbunuh April tahun lalu. Sebelum menangkap Sadr, Amerika menahan ajudannya, Mustafa Al-Yaqubi. Tindakan ini tak menyurutkan perlawanan Sadr. Bahkan kini ada dua alasannya untuk menentang Amerika, penutupan koran dan tuduhan semena-mena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Pemerintahan sementara, keberadaan Sadr amat mengganggu kredibilitas mereka memulihkan keadaan. Sadr juga menjadi duri dalam daging, pada persiapan transisi kekuasaan yang akan berlangsung akhir Juni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penangkapan Sadr tidak akan mudah. Ia memiliki pasukan &lt;a href="http://weekly.ahram.org.eg/2004/692/re14.htm"&gt;&lt;br /&gt;Amerika memang menghadapi dilema buah simalakama. Kalau Al Sadr tidak segera diatasi, perlawanan akan semakin kencang, mengingat kini Syiah dan Sunni bersatu, seperti yang tampak di Falujah. Banyak orang yang tidak percaya, koalisi ini akan abadi. Sebab Al Sadr ingin negara Islam, sedangkan Sunni yang diwakili faksi Kelompok Muslim Sekuler tidak. Namun, tekanan Amerika akan membentuk kekompakan yang didorong kondisi nasionalisme Arab, dan politik Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;INSANI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, April 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110246173059866847?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110246173059866847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110246173059866847' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110246173059866847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110246173059866847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/04/dibawah-kalam-sadr.html' title='Dibawah Kalam Sadr'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110246082579011567</id><published>2004-04-08T14:41:00.000-07:00</published><updated>2004-12-07T15:07:05.790-08:00</updated><title type='text'>Kesaksian Makhluk Terluka</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Tragedi 11 September terkesan dibiarkan pemerintah Bush. Supaya bisa dijadikan dalih menyerang Irak. Dua buah buku diluncurkan, untuk menguak tabir kejahatan Bush.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Richard A Clarke berdiri mantap. Di depannya beberapa orang menatap tajam. Mereka adalah panel komisi investigasi serangan 11 September. Selaku penulis buku yang menguak tabir, bahwa Presiden Bush mengabaikan ancaman, ia dipanggil bersaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clarke tak langsung duduk. Ia meminta izin mengheningkan cipta sejenak. Seraya meminta maaf kepada 3000 korban tewas pada serangan di WTC dan Pentagon. “Pemerintahmu telah gagal, aku pun telah gagal untuk mencegah kejadian mematikan itu. Kami telah berupaya keras, tetapi ada masalah yang membuat itu semua gagal. Untuk itulah aku hadir disini. Biar semuanya jelas, sehingga kalian mengerti dan memaafkanku”, kata mantan pejabat kontra terorisme pemerintah Bush itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian Clarke dalam bukunya “&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.reviewsofbooks.com/against_all_enemies"&gt;Against All Enemies&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;” membuat kuping Bush merah. Ia menuduh Bush mengabaikan peringatan bahwa Amerika akan mendapat serangan teroris. Ia juga mengaku, diintimidasi Bush, agar membuat pernyataan bahwa serangan 11/9 terkait dengan Irak, agar Amerika bisa segera menyerang negaranya Saddam Husein itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publik Amerika pun bereaksi. Panel beranggotakan 10 orang, untuk menginvestigasi kasus pengabaian peringatan dini itu, dibentuk. Beberapa pejabat, mantan pejabat era Clinton dan Bush pun bergantian datang ke depan panel. Selain Clark, ada mantan Direktur FBI, Louis J Freeh, Jaksa Agung John Ashcroft, Deputi Menlu Richard Armitage, dan penasehat keamanan nasional Condoleezza Rice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Clark, pemerintah Bush menganggap terorisme isu penting tapi tidak hal yang mendesak &lt;em&gt;(an important but not an urgent issue&lt;/em&gt;). Bersama Direktur FBI, George Tenet, pakar anti terorisme yang sudah dipakai sejak era Reagan, Bush Senior, dan Clinton ini, berupaya keras mengingatkan Presiden Bush bahwa terorisme itu sudah di depan mata. Tapi Bush bersikap masa bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frustrasi dengan sikap atasannya, Clarke pun menulis memo kepada Condoleezza Rice. Memo bertanggal sepekan sebelum serangan mematikan ke WTC, diimbuhi peringatan: ”bayangkanlah jika suatu hari, ratusan warga Amerika tewas di rumahnya oleh serangan teroris”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diwawancarai dalam acara &lt;em&gt;60 Minutes&lt;/em&gt; di siaran Televisi &lt;em&gt;CBS&lt;/em&gt;, Clarke mencoba melucu. “Saya selalu terngiang bisikan Marlon Brando dalam film &lt;em&gt;Apocalypse Now&lt;/em&gt;, ketika ia mengenang perang Vietnam: ‘The Horror’, ‘The Horror’. Sebab kita semua tahu, Usamah Bin Laden telah berhasil membawa ketakutan ke ruang keluarga Amerika”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clarke seolah menyesal sekaligus heran. Menyesal karena upaya kerasnya mengingatkan pemerintah Bush tidak diindahkan. Heran, karena begitu menara WTC runtuh, runtuh pula “kesombongan” Bush. Mereka semua mendadak sangat peduli dengan terorisme. Bush lalu menyerukan dunia, melawan segala bentuk teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada acara &lt;em&gt;60 Minutes&lt;/em&gt; itu, Clarke menggambarkan Bush mengintimidasinya, supaya menyebut serangan ini terkait dengan Irak. Ia juga sempat mengira Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld bercanda, karena menyebut akan menyerang Irak. “No..no.. Al Qaidah ada di Afghanistan”, kata Clarke. Tapi Rumsfeld ngotot, dengan menyebut target bagus ada di Irak, bukan di Afghanistan. Amerika memang menyerang Afghanistan. Tapi 16 bulan kemudian, Amerika mengabulkan janji kepada dirinya sendiri, menyerang Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ranch Texas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan yang disampaikan bekas pembantunya, kontan dibantah oleh Presiden Bush. Ia menyangkal mengecilkan peringatan yang disampaikan FBI dan CIA atas ancaman yang disampaikan Bin Laden. Sebab dalam memo yang berjudul “&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.cnn.com/2004/ALLPOLITICS/04/08/rice.transcript"&gt;Bin Laden Determined to Attack Insides US&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;” tidak menyebut secara rinci siapa, kapan, dan dimana Amerika akan diserang. Padahal dalam memo itu, dicantumkan 70 investigasi FBI mengenai ancaman terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memo itu dibahas dalam Briefing Harian Presiden, 6 Agustus 2001 (33 hari sebelum tragedi 11/9) di ranch-nya di Crawford Texas. Dalam memo yang dideklasifikasi 11 April, setelah penasehat keamanan AS, Condoleezza Rice bersaksi di depan komisi 11/9 disebutkan, Bin Laden akan membajak pesawat Amerika Serikat, dalam rangka pembebasan ulama Mesir Umar Abdul Rahman, yang ditangkap karena terkait pengeboman WTC tahun 1993. Memo itu juga menyebutkan tentang peringatan bahwa ada kegiatan dengan pola mencurigakan berupa persiapan pembajakan. Juga tentang investigasi FBI dan CIA mengenai telepon ke Kedutaan Besar AS di Uni Emirat Arab yang memperingatkan ancaman pendukung Bin Laden yang merencanakan serangan ke Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Bush justru menyebut FBI lamban dalam penanganan terorisme. Tudingan ini dibantah Mantan Direktur FBI, Louis J Freeh. Menurut Freeh, biro sudah memfokuskan dirinya dalam pemberantasan terorisme jauh sebelum tragedi 11/9. Sebelumnya Rice juga menuduh FBI dan CIA tidak berkejasama dengan baik, sehingga serangan terhadap WTC pada 11/9 tidak terdeteksi sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freeh menegaskan, Amerika sudah lama berperang dengan Al Qaidah. Agustus 1998 kelompok ini menyerang Kedubes AS di Kenya dan Tanzania. Lalu Oktober 2000 mereka menyerang kapal USS Cole di Yaman.  Bahkan sejak 1999, FBI membentuk divisi kontraterorisme untuk melawan teror yang semakin ganas. Khusus menangani Usamah Bin Laden, dibawah divisi ini diciptakan unit khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain peringatan FBI dan CIA, Bush juga banyak menerima peringatan dari komunitas intelijen lainnya. Laporan itu diberi judul utama “&lt;em&gt;Bin Laden palanning multiple operation”, “Bin Laden’s networks palns advancing”, &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; “Bin Laden Threat are real”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak menyebutkan rincian serangan, tapi CIA menggarisbawahi, bahwa serangan ke Amerika akan mahahebat yang akan mengguncang dunia. Direktur CIA, George Tenet di depan komisi 11/9 menyatakan, pemerintah sudah melakukan langkah operasi pengacauan. CIA mengontak intelijen di 20 negara agar mewaspadai serangan terhadap kepentingan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel 11/9 pun menjadi ajang pembelaan dan penyerangan. Jaksa Agung John Ashcroft yang dituduh mantan Direktur (sementara) FBI, Thomas Pickard tidak peduli dengan isu terorisme, justru menyalahkan pemerintahan Clinton (sebelum Bush) gagal membentuk kebijakan menangkal terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komisi 11/9 merilis informasi bahwa FBI dan CIA gagal menelusuri jejak dua pembajak, Khalid Almidhar dan Nawaf Alhazmi. Padahal keberhasilan menangkap 2 orang ini, bisa jadi merupakan kesempatan emas menghambat tragedi 11/9.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Baratayudha&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jelas, apakah serangan ke WTC pada 11/9 itu, merupakan kegagalan Amerika melawan Bin Laden, atau justru sebab keberhasilan. Sebab begitu serangan itu terjadi, mesin perang Amerika segera meluncur ke Afghanistan. Amerika juga menuding Irak, Iran, Libya, dan Korea Utara sebagai negara poros setan, yang siap-siap diserbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clarke bersaksi, Bush setengah memaksa bahwa Irak harus dinyatakan terlibat dalam serangan 11/9. Condi Rice membantah, bosnya sebagai orang yang suka mengintimidasi. Memang kemungkinan Irak dituduh terlibat sempat dibicarakan Bush dengan Rice. Tetapi itu hanya sebatas dugaan yang wajar. Bush mencontohkan, Irak pernah dua kali bersoal dengan Amerika, dan juga nekat menembak pesawat Amerika di zona larangan terbang. Anehnya, Amerika juga sering menyebut Iran, Syiria, dan Libya, sebagai sarang teroris. Tapi mengapa hanya Irak yang ingin diserang pasca 11/9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob Woodward, wartawan cum politisi, yang pernah menjatuhkan Presiden Nixon lewat skandal Wategate, menuliskan rencana penyerangan Irak dalam bukunya, &lt;em&gt;&lt;a href="http://http://www.curledup.com/planofat.htm"&gt;Plan of Attack&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;. Woodward menulis, dua bulan setelah serangan ke Afghanistan, Bush kembali mengeluarkan cetak biru serangan ke Irak. Cetak biru ini, dibuat sebelum Bush menduduki jabatan Presiden, yang termaktub dalam Memo Neokonservatif. Isu lama, senjata pemusnah massal pun dikoarkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung Bush dikelilingi kelompok neokonservatif, yang mendukung rencana ini. Mereka, --yang biasa juga disebut kelompok &lt;em&gt;hawkish&lt;/em&gt; (penerkam)— adalah Wakil Presiden Dick Cheney, Menhan Donald Rumsfeld, dan deputi Menhan Paul Wolfowitz. Yang disebut belakangan pernah menjabat Duta Besar di Jakarta. Ia adalah keturunan Yahudi, yang sering dicap anti Islam dan pro Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wolfowitz, dalam edisi akhir tahun majalah &lt;em&gt;&lt;a href="http://http://www.time.com/time/personoftheyear/2003/poywolf.html"&gt;Time&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; disebut sebagai &lt;em&gt;The Godfather of Iraq War&lt;/em&gt;. Jika Rumsfeld digambarkan sebagai wajah, mulut, dan otot perang Irak, maka Wolfowitz ibarat hati dan jiwa perang itu. Ia bercita-cita mendemokratisasi Irak, agar menjadi contoh sukses yang akan ditularkan di seluruh Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush dan kawan-kawan neokonservatifnya, memang pernah bermimpi untuk mengubah kebijakan Amerika di Timur Tengah. Mereka adalah arsitek perang Baratayudha Amerika. Sayangnya, untuk akselerasinya, ia harus mengorbankan ribuan nyawa warganya yang terkubur di reruntuhan WTC, ratusan tentara Amerika yang bergelimpangan di jalan-jalan Irak, serta ribuan rakyat Irak dan Afghanistan tak berdosa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Akankah, isu terorisme, kejadian dibalik serangan 11/9 yang sedang diinvestigasi, serta isu senjata pemusnah massal menjadi nilai lebihnya untuk menjabat presiden kedua kali? Atau justru karirnya akan ikut terkubur, bersama arwah rakyat yang tak bisa ia lindungi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, April 2004&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110246082579011567?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110246082579011567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110246082579011567' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110246082579011567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110246082579011567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/04/kesaksian-makhluk-terluka.html' title='Kesaksian Makhluk Terluka'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110245927371792220</id><published>2004-03-10T14:36:00.000-08:00</published><updated>2004-12-07T14:41:13.716-08:00</updated><title type='text'>Neraka diTelapak Kaki Amerika</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Kelakuan Amerika terhadap tawanan di Guantanamo dan Bagram, merupakan pelanggaran HAM berat. Tawanan dihinakan dengan dipaksa bugil, dan ada pula yang dikirimi perempuan bugil.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jamal al-Harits menatap kosong, dari balik jendela rumahnya di Manchester Inggris. Ia baru tiga hari lalu tiba dari sebuah tempat yang disebutnya neraka penuh horror, penjara Guantanamo Kuba. Galibnya, ia bergembira, bisa lepas dari tempat yang dibangun Amerika untuk tahanan kelas tinggi itu. Tapi Jamal tak bisa lepas dari mimpi sangat buruk, yang dialaminya selama dua tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jamal tiba di area pangkatan Angkalan Laut Amerika, Guantanamo Bay Naval Base, di Kuba, setelah melalui penerbangan 20 jam dari Afghanistan. Di perjalanan, Jamal dan kawan-kawan dalam kondisi mata tertutup dan kaki dirantai ke kursi pesawat. Mereka tiba di penjara yang dikawal marinir Amerika, dibagi baju terusan, overall warna oranye cerah. Ditemani bunyi gemerincing rantai, mereka memasuki penjara dengan penjagaan superketat: &lt;em&gt;Camp X-Ray&lt;/em&gt;. Disini mereka tinggal 24 jam, 15 jam diantaranya dalam keadaan kaki dan tangan terborgol.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Amerika mengistilahkan kamp tahanan ini dengan sebutan “Camp X-Ray”. Disebut begitu, mungkin karena penampungan itu terdiri dari sel-sel yang terbuat dari kawat halus --semacam kawat untuk membuat kandang ayam—dan atap tembus pandang, sehingga si tawanan terlihat jelas dari luar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Reporter BBC yang berkunjung kesana menulis, dari jarak 100 meter, sel-sel kawat itu tampak seperti kandang-kandang hewan di kebun binatang. Tiap sel berukuran 2,5 kali 1,8 meter dan tingginya dua meter. Peralatan mandi tersedia lengkap. Juga ember untuk buang hajat, dan cukuran jenggot. Tawanan menghabiskan waktu dengan berselonjor di lantai, atau tiduran di atas matras tipis dari busa. Setiap petang, mereka boleh keluar, untuk mandi dan membuang kotoran dalam ember, lalu menghilangkan bau dan kuman dengan menggunakan bahan kimia. Mereka juga dapat jatah “rekreasi”, yakni bisa jalan tanpa pengikat. Bagi tahanan di Kamp X-Ray, jatahnya hanya 5 menit, sedangkan penghuni Kamp Delta 15 menit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jamal berkisah, mereka acap ditinju, ditendang, dan dipukul dengan tongkat oleh penjaga yang menyebut dirinya “&lt;em&gt;Extreme Reaction Force&lt;/em&gt;”. Bahkan perobatan pun bisa menjadi siksaan, karena perlakuan yang diterima jauh melebihi yang dibutuhkan. Seperti amputasi, padahal hanya sedikit luka. Makanan yang disajikan berbau, karena sudah kadaluwarsa, dan air minum jorok berwarna kecoklatan seperti coca cola.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma siksaan fisik yang diderita tahanan dari Afghanistan itu. Perlakuan psikis bisa menjadi hinaan yang membuat harga diri jatuh terpuruk. Kata Jamal, ia pernah dikirimi perempuan muda bugil, untuk menguji keimanannya. Perempuan itu lalu menyapukan darah menstruasinya ke wajah Jamal. Masya Allah, sebuah penghinaan yang melebihi sakit perlakuan fisik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jamal dilepas bersama 4 tawanan asal Inggris, lewat lobby antar negara. Disainer situs internet ini, ditangkap di Pakistan, dalam perjalanan ke Turki, tiga pekan setelah tragedi 9/11. Ia dituduh sebagai mata-mata, dijebloskan ke penjara tanpa pengadilan, di Kandahar, Afghanistan. Ratusan penghuni penjara Guantanamo, Kuba, memang ditahan tanpa pengadilan. Amerika berkilah, Al Qaida dan Taliban, bukan “tawanan perang”, tetapi "&lt;em&gt;unlawful combat-ants&lt;/em&gt;", atau prajurit-prajurit ilegal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Padahal, menurut Konvensi Jenewa, tawanan perang adalah tentara dari sebuah negara, atau milisi dengan kelompok yang diidentifikasi secara jelas. Sehingga, tentara Taliban, sebagai bagian dari pemerintahan Taliban, dan gerilyawan Al Qaida, sebuah kelompok yang teridentifikasi dengan jelas, dipimpin Usamah Bin Ladin, harus digolongkan tawanan perang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anggapan bukan sebagai tawan perang ini, membuat nasib tawanan tak jelas. Kalau menurut Konvensi Genewa, tawanan perang hanya boleh ditahan selama perang berlangsung. Tetapi, sebagai teroris, tanpa periode perang yang terukur, tawanan bisa ditahan sepanjang masa. Pembebasan Jamal dan kawan-kawan merupakan era baru, setelah keluarga tawanan berunjuk rasa dan menggunakan jalur hukum menuntut perlakuan adil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Bagram&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam di bulan Juli 2002, tentara Amerika mendatangi rumah Ahmed Khan, di distrik Zurmat, Provinsi Paktia. Saat itu adalah musim panen, dan para petani tidur di lumbung, bersama padi mereka. Saat itu Khan belum terlelap. Ia mendengar suara berisik, helikopter berputar di atas rumahnya. Sejurus kemudian, tembakan gencar dari senapan mesin mengarah ke rumahnya. Khan bersama keluarganya bersembunyi di kolong tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tembakan usai, sebuah tendangan menerpa pintu rumahnya. Beberapa tentara dengan senapan terkokang masuk dengan sebat. Dari jendela yang ternganga bekas tembakan, juga berloncatan tentara. Khan diperintahkan angkat tangan. Bersama dua putranya berusia remaja, Khan dibawa dengan mata tertutup. Kepada aktivis lembaga pengawas HAM berbasis di Amerika, Human Right Watch yang menemuinya setelah bebas, Khan menyatakan, tak tahu apa-apa lagi. Ia hanya tau dinaikkan ke helikopter, dan sudah berada di pangkalan militer Amerika, Bagram, tempat ia ditahan bersama putranya. Khan tak tau apa penyebab ia diserang dan ditahan, sebab tak ada persidangan hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Khan ini masuk dalam laporan Human Right Watch edisi Maret 2004. Laporan setebal 59 halaman itu, berdasarkan penelitian selama tahun 2003 di Afghanistan Timur dan Tenggara.  Saat menyampaikan laporan itu, Direktur Eksekutif HRW Divisi Asia, Brad Adams, berkata keras: “Amerika telah memberikan contoh sangat mengerikan dalam menangani tahanan di Afghanistan. Mereka menahan rakyat sipil, tanpa pengadilan, dan tanpa perlindungan hukum”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian lain laporannya, HRW menjelaskan, Amerika juga mengkasari anak-anak dan perempuan. Di sebuah desa di provinsi Uruzgon, tentara Amerika menggeledah rumah seorang tentara Afghanistan yang mendukung Amerika. Mereka mencari amunisi, yang dicurigai diselundupkan ke Taliban. Tentara Amerika menginjak kepala bocah berumur sekitar 11 hingga 13 tahun sambil berteriak: “Mana amunisinya” Sang bocah hanya bisa menangis dibawah todongan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun 2003, pasukan Amerika beroperasi di di desa Kosween, distrik Sayed Karam, Paktia. Amerika mencari Mullah Jalani, pemimpin lokal kelompok anti Amerika, Hezb-e Islami. Hasilnya, Ikhtari Gul, dan istrinya Khela, serta empat putrinya Khela, Daulat Zai, Anara and Kadran, dan dua putranya Asif dan Nematullah, tewas. Menurut HRW, Amerika mengabaikan sama sekali, perlindungan warga sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, Amerika menutupi perbuatannya dengan cara-cara tak beradab. Dalam kasus Ikhtari Gul misalnya, mereka menyebut korban laki-laki tewas karena terlibat dalam baku tembak antara tentaranya dengan pasukan Mullah Jalani.  Sementara korban perempuan, tewas karena tertimpa reruntuhan dinding rumah, akibat ledakan dari amunisi yang disimpan Jalani. Amerika juga kerap menangkap seseorang tanpa sebab, dan beberapa saat setelah penangkapan, senjata dan amunisi ditemukan di rumahnya yang digeledah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya proses penangkapan. Ketika di tahanan, para tawanan mendapat perlakuan tidak manusiawi. Tawanan di tahan di pangkalan militer Bagram, Kandahar, Jalalabad dan Asadabad. Dokumen HRW menulis, Amerika memperlakukan tawanan dengan brutal. Tawanan ditahan dalam sel sempit, berdesak-desakan bak sarden dalam kaleng. Mereka dilarang mengadu atau berbicara dengan tawana lain. Penjaga akan langsung menghukum dengan berjalan dalam keadaaan tangan terikat di atas kepala. Tawanan lalu digantung dan ditendangi, atau berdiri dengan tangan diatas selama berjam-jam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;br /&gt;Dengarlah kisah Muhammad Naim, yang ditawan di Bagram ini:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mereka membawaku dengan mata tertutup. Sampai di suatu tempat, penutup mata itu dilepas. Sambil menendang punggungku, lelaki itu menanyai namaku. Lalu pakaianku dilepas. Dalam keadaan bugil, aku difoto. Kemudian aku diberi baju baru berwarna biri gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki lain masuk ke ruanganku. Dengan sebat ia mencabut rambut dan janggutku. Memasukkannya dalam plastik, entah untuk apa. Pertanyaan yang diajukan penyidik, menunjukkan mereka asal tangkap. Belakangan aku tau, pertanyaan serupa disampaikan kepada tawanan yang ditangkap secara acak. “Apakah kamu kenal Jalaluddin dan Mullah Umar”. Mereka juga menyebut nama-nama lain yang merupakan pimpinan Taliban dan Al Qaidah.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebagian tawanan bernasib “baik”. Setelah beberapa hari dilepas dan diantar ke kampungnya. Tapi, banyak pula yang menjadi lebih malang. Seperti di  Kandahar ini. Mata tawanan ditutup, sambil ditendangi dan dipukuli. Mereka juga dilarang bicara dan tidur. Pelanggaran akan berakibat pemukulan atau disekap di kamar pendingin. Tentara Amerika menyebut pangkalan militer Kandahar dengan sebutan slank “&lt;em&gt;Camp Slappy&lt;/em&gt;” (Kamp penuh tamparan, bantingan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika berkilah, larangan berbicara ini untuk menghindari kerjasama atau suatu perencanaan tertentu. Meski ada alasan, HRW mencatat Amerika melakukan tindakan sewenang-wenang, brutal diluar ketentuan Konvensi Jenewa. Sehingga HRW meminta Amerika membuka diri terhadap tim peneliti independen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HRW sudah menyurati &lt;em&gt;Central Commando&lt;/em&gt; Amerika dan &lt;em&gt;U.S. Army Criminal Investigation Command&lt;/em&gt;, tetapi tidak mendapat balasan memuaskan. Intinya mereka tidak memberikan data lebih atas temuan HRW ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika yang menggalakkan pemberantasan teroris pasca tragedi 9/11, kini bak menepuk air didulang, terpercik muka sendiri. Negara yang mengaku sebagai pengusung HAM, bahkan tak segan-segan menyerang negara lain karena alasan pelanggaran HAM, kini menjadi pelanggar HAM. Tapi, siapa berani dengan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Maret 2004&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110245927371792220?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110245927371792220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110245927371792220' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110245927371792220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110245927371792220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/03/neraka-ditelapak-kaki-amerika_10.html' title='Neraka diTelapak Kaki Amerika'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110245210592680494</id><published>2004-03-07T13:02:00.000-08:00</published><updated>2004-12-07T13:40:29.093-08:00</updated><title type='text'>Memburu Banteng Little Pamir</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Anak jutawan Saudi meninggalkan kemewahan dan berjuang dibalik gunung yang dingin. Ia menyatukan ribuan orang seluruh dunia dibawah bendera jihad. Amerika menyebutnya teroris nomor satu paling diburu.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Suara tembakan gencar, saling berbalas di Waziristan Selatan, perbatasan Afghanistan dan Pakistan. Kawasan itu merupakan negara bagian semi otonom, yang sering digambarkan sebagai "tanah tak bertuan". Pasukan gabungan Pakistan dan Amerika, menembakkan ratusan mortir, dalam opersi penggeledehan mencari Usamah bin Ladin. Empat serdadu penyerang, dan tiga milisi bersenjata terbunuh dalam operasi bersandi “Operasi Badai Gunung” untuk memburu anggota Taliban dan al-Qaeda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Operasi Badai Gunung dilancarkan Amerika dengan bantuan Pakistan dan Afghanistan untuk memburu Usamah bin Ladin yang dicurigai bersembunyi di perbatasan. Amerika melibatkan ribuan serdadu, plus helikopter dan pesawat tempur. Sebagian serdadu ini, sukses menangkap Saddam Husein di Irak, dalam Operasi Badai Gurun, dari Bataliyon Marinir ke-dua, dan Resimen Marinir ke-delapan.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Operasi Badai Gurun merupakan lanjutan dari Operation Mountain Blizzard, seri operasi di kawasan Afghanistan untuk menghancurkan organisasi teroris, lengkap dengan seluruh infrastrukturnya. Sebelumnya, terbetik kabar, Amerika sudah menangkap Usamah bin Ladin, tapi pengumumannya ditunda hingga menjelang pemilu di Amerika, untuk mendongkrak popularitas Presiden George W. Bush, yang akin bertarung untuk pemilihan jabatan periode keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Sang Buron&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pagi di kota Ghazni, pinggiran ibukota Afghanistan, Kabul, berlangsung seperti biasa. Tentara Amerika yang berjaga disana, bangun pagi dan memulai kehidupan rutin. Salah satunya mengawasi jalur telekomunikasi pimpinan Taliban yang sudah mereka sadap. Ini adalah bagian dari tugas intelijen menghadapi perang gerilya yang kerap dilancarkan gerilyawan Taliban yang kerap menyerang secara hit and run.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak lampu merah di layar pantau berkedip. Sinyal masuk dari salah satu kawasan di sebelah tenggara negeri para mullah itu. Itu adalah telepon satelit milik Mullah Wazir , pemimpin Taliban dengan lusinan tentara di kawasan Ghazni. Ia adalah tersangka penghadangan petugas yang sedang mengerjakan jalan raya Kabul-Kandahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera sang penjaga melapor ke pusat komando di Bagram. Pesawat pembom jenis A-10 Warthog terbang dengan tergesa menuju koordinat lokasi tempat sinyal telepon tadi berasal. Di dekat rumah Wazir, sembilan anak sedang bermain kelereng di tanah yang kotor. Warthog melintas dan menghilang di balik pegunungan. Anak-anak yang sedang bermain bergeming, sebab pemandangan itu biasa. Mendadak burung besi itu datang kembali, dan dengan sebat memuntahkan puluhan bom. Bom yang berkekuatan sanggup meluluh lantakkan tank itu, mencabik sembilan tubuh-tubuh mungil yang asyik bermain tadi. Sobekan peci dan pakaian bergoyang diatas darah yang menggenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu menunjukkan bagaimana dahsyatnya intelijen Amerika bekerja dengan dukungan teknologi canggih. Lantas, bagaimana mungkin Osama bin Laden bisa berkomunikasi dengan tentaranya, untuk mengebom sasaran di seluruh dunia. Dari Bali hingga Turki, dan dari Bagdad sampai Mombasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bukit Terlarang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada salah satu tempat yang sulit dicapai di dunia, itu adalah salah satu bagian di gunung Pamir Afghanistan. Bagian yang berbentuk gagang panci ini, disebut Little Pamir. Selain medannya yang sulit, --sehingga hanya bisa dicapai oleh kambing gunung yang berbiak disini--, disini pulalah Osama bin Laden dipercaya membangun markas. Mengendalikan perlawanan terhadap Amerika dan sekutunya. Amerika tak yakin, tembakan dan pemboman, bisa memaksa sang master keluar sarang. Maka Amerika menempatkan tim kecil pasukan sangat khusus, gabungan unit Seals dari marinir, dan Delta dari Angkatan Darat, di Tajik (50 kilometer dari Pamir). Sesekali beberapa pasukan anggota tim ini, dikirim menyelidik keberadaan Osama. Tak jarang mereka hanya memperoleh serangan dari patroli Al Qaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan di gunung Pamir adalah kehidupan penuh survival. Dingin, bersalju, minus oksigen karena diketinggian, dan hanya ditumbuhi jenis tumbuhan gunung. Tetapi konturnya, aduhai indah untuk bergerilya. Dikelilingi lembah luas, sehingga mudah memantau musuh dari ketinggian yang terbuka. Kawasan Pasmir merupakan satu dari beberapa tempat favorit Osama, yang kesemuanya berkontur gunung dikelilingi lembah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Osamah yang terkurung di gunung, dan terpenjara dari penggunaan teknologi, bisa terus membahayakan. Ia bukan satu-satunya pemimpin dalam tanzim Al Qaidah. Al Qaidah sudah mendunia. Ibarat perusahaan, ia berhak digelari multi nasional. Anggotanya dari berbagai bangsa, dan tersebar di banyak negara. Tentara mereka beroperasi dalam komando yang otonom. Pemilihan metode ini, didasarkan pada kesadaran bahwa mereka suatu ketika akan terisolasi. Selain Osama yang memimpin komando Afghanistan-Pakistan-Tadjikistan, ada pula komando Asia Tengah pimpinan Jumma Mamangani. Semenanjung Balkan, dikomando Ayman al-Zawahiri, bergerak di Albania, Kosovo, Eropa, dan Inggris Raya. Imam Mughniyah memimpin pasukan di Teluk dan Timur Tengah. Sedangkan Afrika, Spanyol, dan Perancis, dibawah komando Fateh Kamel, seorang Algeria. Mereka bergerak secara modern, menggunakan email yang di-enkripsi (acak), CD Roms, dan komunikasi via satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sang Kontraktor&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1987, beberapa tahun setelah bergelut sebagai sukarelawan mengusir Uni Soviet dari Afghanistan, Osama bin Ladin mengeluarkan ide baru. Ia ingin membentuk jaringan besar, berupa jihad global. Musuh utamanya, pemerintahan Islam sekuler yang tidak menjalankan Islam sesuai Quran, dan kekuatan barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekannya sesama pejuang anti Soviet, Abdullah Anas dari Aljazair, mencoba mengingatkan Osama. “Bayangkan, setelah lima tahun seorang anak buahmu disini, kembali ke negara asalnya. Lalu mereka menikah, punya anak, dan bekerja. Bagaimana mereka akan mengenangmu sebagai pemimpin,” kata Anas. Osama bergeming. Ia percaya keberhasilan mengusir Soviet, merupakan dimensi baru kebangkitan perjuangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membuat strategi, sesuai pengalamannya sebagai kontraktor. Kelak jabatan ini dijadikannya sebagai salah nama rahasia dalam kode dan kontak. Ia menjadi pencari titik ledakan strategis, mengirim orang yang tepat ke medan operasi, dan memberi inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Al Qaidah berasal dari banyak negara. Mereka disatukan oleh musuh bersama imperialisme, dengan Amerika sebagai titik sentralnya. Usama mencoba membuat doktrin yang melintasi perbedaan bangsa, suku, dan lintas geografis. Mantan pejabat anti teror di FBI, Robert Blitzer menyatakan, Al Qaidah memiliki visi yang jauh ke depan, dan mendunia. Usama pun berevolusi dari peniaga ke pemimpin kelompok militan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dibawah Bendera&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan mengusir Soviet dari Afghanistan menjadi kemenangan yang memabukkan sukarelawan muslim dari berbagai negara. Mereka berkibar dalam satu bendera: Arab Afghan. Semangat jihad yang terlanjur tertanam di sanubari, terbawa ketika mereka pulang ke negaranya. Anak-anak asal Yordania mendirikan Kelompok Jaish Muhammad. Sedang pejuang dari Aljazair membentuk Kelompok Tentara Islam, G.I.A, kelompok paling radikal disana. Mereka terkenal ketika membangkang terhadap keputusan pemerintah militer membatalkan pemilu tahun 1991. Kelompok serupa pun bermunculan di Mesir, Sudan, Pakistan, dan di negara-negara yang mendapat perlakuan tidak sedap dari Amerika dan Israel. Tentara Amerika dan aset strategis milik Amerika pun menjadi sasaran serangan Al Qaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma di negara-negara muslim, jihad ini meluaskan simpati ke negara Eropa. Agustus 1994, tiga pemuda muslim Perancis, yang mengenakan surban, menembaki turis di lobby hotel Marrakesh, Maroko. Dalam penyelidikan, diketahui mereka belajar agama kepada veteran perang Afghanistan. Para mantan pejuang Afghanistan ini mengajar dengan sistem indoktrinasi. Seperti mempertontonkan video pembantaian warga muslim di Bosnia. Lalu kepada murid-muridnya, ditanamkan nafas balas dendam, dengan perang jihad. Jaringan ini juga membesar dengan bantuan teknologi pula. Sejumlah CD-ROM, VCD berisi dakwah jihad disebarkan secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popularitas Usama meroket dengan dukungan dana yang sangat besar. Ia membantu pendanaan kelompok ini. Usaha keluarganya, Bin Ladin Corporation yang berjaya di bidang transportasi dan konstruksi, membuat koceknya tak pernah kosong. Tak heran, semua kelompok ini pun dikaitkan sebagai jaringan Al Qaidah. Tapi kebesaran Al Qaidah bukan semata karena uang. Olivier Roy, pakar pergerakan Islam dari Perancis menyatakan, aset terbesar Al Qaidah adalah orang-orang di seluruh dunia, yang kecewa terhadap kebijakan politik dan tekanan militer. Meskipun demikia, kata Roy, aksi Usama bukan perpanjangan politik sebuah rezim. Sebab, Usama bin Ladin tak bisa diajak bernegosiasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dan kini, Usama bin Ladin, yang bersembunyi di pegunungan Afghanistan, mampu menebarkan ketakutan ke seluruh dunia. Ia menjadi musuh paling utama Amerika dan negara yang mengaku anti terorisme. Usamah bin Ladin menjadikan sebuah pergerakan begitu mendunia. Sebagaimana di Afghanistan, seperti itu pula di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Maret 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110245210592680494?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110245210592680494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110245210592680494' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110245210592680494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110245210592680494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/03/memburu-banteng-little-pamir.html' title='Memburu Banteng Little Pamir'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110245671695120228</id><published>2004-02-07T13:42:00.000-08:00</published><updated>2004-12-07T13:58:36.950-08:00</updated><title type='text'>Skandal Berbungkus Kantong Pelastik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Bapak Bom Pakistan dituduh terlibat penjualan gelap program nuklir antarnegara. Presiden Musharraf dituduh mengkambinghitamkan ilmuwan.. Dimana peran Muammar Khaddafy?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Antrian panjang tampak di sebuah toko dan penjahit ternama di Islamabad, Pakistan. Salesman berbaju rapi, ramah meladeni pembeli dari kalangan atas. Mereka adalah warga elit Pakistan dan para diplomat asing. Salahuddin Khan, sang pemilik membagi-bagikan kartu nama, yang dilengkapi motto usahanya: ”Terdepan dalam Fashion”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi medio Februari lalu, wajah Salahuddin Khan pias. Ia kaget ketika yang datang ke tokonya petugas intelijen Amerika dan Pakistan. Ia dituduh terlibat penjualan bahan dan disain program nuklir. Hal ini terkait dengan Bapak Bom  Pakistan, Doktor &lt;a href="http://http://en.wikipedia.org/wiki/Abdul_Qadeer_Khan"&gt;Abdul Kadir Khan&lt;/a&gt;. Bukan karena nama belakang Khan yang sama-sama mereka  sandang. Tapi, karena dalam satu dokumen milik Doktor Khan yang ditemukan di Libya, terdapat kantong pelastik dengan merk toko milik Salahuddin Khan, &lt;em&gt;Good Looks Fabrics and Tailors&lt;/em&gt;. Doktor Khan, yang dituduh menjual desain program nuklir ke Iran, Korea Utara, dan Libya, memang salah satu pelanggan toko ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khan pun mati-matian menjelaskan kepada penyidik, bahwa hubungannya dengan Doktor Khan hanya sebatas pelanggan dan penjual. Salah satu pegawai Khan menyatakan, bisa saja kantong itu dibawa oleh orang Syiria atau Libya yang pernah membeli barang dari toko Khan. Maklum, ia sudah seperempat abad melakoni usaha ini dengan pelanggan orang asing, termasuk diplomat Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada wartawan yang mendatangi tokonya, Khan menolak toko dan dirinya difoto. Khan tak hanya takut pelanggannya lari, karena kasus ini. Tapi lebih jauh dari itu, terlibat dalam aksi terorisme sama saja bersinggungan dengan Amerika. Dan itu berarti kesusahan besar akan menghadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dua minggu setelah ditemukan di pertengahan Januari, satu peti dokumen penting diangkut ke Amerika  dari Libya. Dokumen itu memuat secara detail bagaimana menciptakan bom nuklir. Blueprint itu ditemukan setelah orang kuat Libya, Muammar Khaddafy menyatakan penghentian program senjata pemusnah massal. Penghentian itu sekaligus membuka pintu lebar-lebar bagi penyelidik internasional memeriksa instalasi nuklir di Libya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan detektif pun bergegas bekerja. Mereka dari agen penyelidik ternama Amerika, CIA, agen Inggris M16, dan dari Badan Atom dan Energi Internasional, &lt;em&gt;IAEA&lt;/em&gt;. Mereka tak hanya menyidik lokasi dan kelengkapan pabrik, tapi pasar gelap jual beli bahan terkait nuklir. Puncaknya adalah penemuan nama Abdul Kadir Khan, dan keterkaitan Libya dengan Iran, Korea Utara, dan Pakistan. Khan, bapak nuklir Pakistan, malahan menjadi pemain penting dalam jaringan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakistan pun kebakaran jenggot. Di negaranya, Khan mendapat banyak predikat elok dan dipuja masyarakat. Ia digelari Bapak Nuklir Pakistan. Negara ini memang menjalankan program nuklir secara serius, mengingat persaingannya dengan tetangganya India. Pakistan dan India berkompetisi terus menerus untuk menguji coba berbagai macam roket dan nuklir lainnya. Pakistan membeli rancangan cetak biru dari Cina, untuk melawan ilmuwan India yang sudah lama menyeriusi program nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Khan mulai moncer, ketika Pakistan secara terbuka menguji coba roketnya Mei 1998. Pria berumur 69 tahun ini, balik ke Pakiatan tahun 1976, setelah menyelesaikan sekolah di Eropa, dengan spesialisasi program nuklir. Ia menjadi penasehat teknologi nuklir Presiden Musharraf. Namanya diabadikan sebagai nama lembaga riset, &lt;em&gt;Khan Research Laboratories&lt;/em&gt;. Ia mempunyai kemampuan dalam bidang teknologi pengayaan uranium, bahan utama teknologi nuklir. Sejak itu pula, Amerika mengawasi ketat Pakistan, karena khawatir negara ini bersekutu dengan Iran, Korea Utara, dan Libya, yang disebutnya “negara bajingan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurigaan itu makin mencuat, setelah ditemukan banyak kesamaan antara roket &lt;em&gt;Ghauri&lt;/em&gt; milik Pakistan dengan roket Nodong produksi Korea Utara. Pertanyaan pun segera muncul, apakah Islamabad dan Pyongyang memiliki hubungan khusus? Penyidikan di Iran dan data keluaran IAEA menyebutkan, ilmuwan Pakistan mendapat order pengembangan teknologi nuklir. Pemerintah Pakistan menolak mentah-mentah tudingan ini. Tapi, temuan di Libya tadi, membuka kemungkinan ada kerjasama personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang membocorkan rahasia, bahwa Khan tumbuh menjadi orang kaya baru di Pakistan. Seperti kepemilikan hotel di Mali yang dinamai sesuai nama istrinya yang berkewarganegaraan Belanda, dan villa di Pakistan. Padahal gajinya, hanya 15.000 poundsterling (setara Rp. 200 juta) per tahun.   Masih dari bocoran tadi, Doktor Khan juga pernah menggunakan pesawat militer secara gelap, untuk membawa barang-barang antik ke hotelnya di Timbuktu. Tapi, perjalanan itu disertai seorang pakar nuklir, dan transit di Libya. Pemakaian pesawat ini tanpa diketahui pejabat militer berwenang Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia pun berkonsentrasi memeriksa Doktor Khan dan lalulintas penjualan komponen untuk membangun mesin pemisah untuk pengayaan uranium yang akan digunakan untuk hululedak nuklir.  Bos IAEA, Muhammad Al Baradai, berjanji membuka ulang dokumen yang diperolehnya sewaktu memeriksa senjata pemusnah massal Saddam Husein. Sebab pada data itu. Juga ditemukan nama Khan. Tapi waktu itu, Al Baradai tidak memperdulikannya, sebab mereka hanya fokus kepada Saddam Husein. Temuan ini membuat Amerika mempunyai pembenaran bahwa nuklir memang dikembangkan oleh negara-negara yang dicapnya sebagai “setan” atau “bajingan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbongkarnya kasus ini, berawal dari kebijakan mengejutkan Khaddafy yang menghentikan program senjata pemusnah massal, pertengahan Desember tahun lalu. Jauh sebelum itu, oposisi Iran dipengasingan mengadu kepada Washington, bahwa ada pembiakan Uranium di Natanz, Iran. IAEA yang menyelidiki kasus ini, dibuat terperangah, bahwa program nuklir sudah sangat maju. Kata Baradai, nuklir ini susah diamati, karena mudah sekali disembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mendengar Khan memiliki jaringan yang begitu luas, Baradai pesimis bahwa program ini dihapuskan. Sebab ia sudah berkembang begitu jauh dan membesar. Penyelidikan terhadap jaringan Khan menunjukkan bahwa jaringan ini juga bekerja di Dubai, Jerman, Belanda, dan Malaysia. Perusahaan &lt;em&gt;Scomi Precision Engineering&lt;/em&gt; Sdn Bhd (Scope) di Malaysia, yang dimiliki putra Perdana Menteri Malaysia, memproduksi dan mengirim konponen mesih pemisah uranium ke Libya. Nama perusahaan ini, diketahui setelah sebuah kapal memuat peralatan canggih, ditangkap di Itali, dalam perjalanan ke Libya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Scope&lt;/em&gt; dikendalikan Kamaluddin bin Abdullah Badawi. Tapi pemerintah Malaysia menegaskan, pemerintah tidak terlibat dalam aksi ini. Juru bicara Scope meyakinkan, bahwa alat itu bukan untuk keperluan program nuklir. Tapi Thahir, pengusaha Srilanka yang mengatur pengiriman itu, kepada penyidik dari Inggris dan Amerika, mengaku barang itu akan disuplai untuk program nuklir Libya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat Pakistan menyatakan, modus Doktor Khan, mengirim barang-barang yang dicapnya apkir ke Malaysia. Disana, barang itu “dibungkus” ulang, baru dikirim ke Iran, Korea Utara, dan Libya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Doktor Khan pun muncul di televisi nasional, meminta maaf kepada negara dan bangsa bahwa ia telah melakukan kesalahan memalukan. Khan juga menegaskan, bahwa pemerintah tidak terlibat sama sekali. Tuduhan ini tentu saja tidak diterima rakyat Pakistan. Mereka menganggap Doktor Khan adalah pahlawan Pakistan, yang tak mungkin bersalah. Mereka menuduh pemerintah menempatkan ilmuwan sebagai kambinghitam untuk meredam kemarahan dunia. Pengawasan terhadap ilmuwan yang bekerja di instalasi nuklir sangat ketat, sehingga tak mungkin mereka berbuat begitu jauh tanpa pengetahuan militer dan pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Mantan kepala tentara Pakistan, Mirza Aslam Beg yang merupakan sekutu Presiden Pervez Musharraf menyatakan, Khan tidak akan diadili, sebab ia “kelewat tau banyak” dalam kasus ini. Dan ini membahayakan posisi Presiden baik di dalam maupun luar negeri. Di mata dunia, Musharraf seolah berteman dengan Barat dan berperilaku anti teror. Terbukti dengan bantuannya kepada Amerika dalam memupus Taliban dan Al Qaidah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Di dalam negeri, Musharraf sulit berbuat banyak, sebab masalah nuklir, penting bagi negaranya dalam pertikaian dengan India. Apatah lagi, Khan adalah pahlawan bangsa. Ditambah pula, ia sedang dihantam kaum oposisi untuk memisahkan jabatan rangkap Presiden dengan Panglima Tentara. Sementara Amerika dan Inggris berkeinginan menuntaskan kasus ini, untuk menimbulkan efek jera: jangan main-main dengan nuklir.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Februari 2004&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110245671695120228?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110245671695120228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110245671695120228' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110245671695120228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110245671695120228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2004/02/skandal-berbungkus-kantong-pelastik.html' title='Skandal Berbungkus Kantong Pelastik'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109978226108198036</id><published>2003-09-20T14:50:00.000-07:00</published><updated>2004-11-06T15:04:21.080-08:00</updated><title type='text'>Bunga Harum Taman Berduri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Nobel membuatnya bergairah memerjuangkan hak perempuan dan anak. Menolak jadi pejabat, meski kecewa kepada kinerja Presiden. Ia menyindir konflik Palestina, sebagai batu lawan tank.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;DIA bukan orang yang senang menonjolkan diri. Suaranya pun lemah lembut. Jauh dari meletup-letup. Tak tampak, bahwa dia adalah seseorang yang bergairah penuh kalau membicarakan soal perempuan, anak, dan hak asasi manusia. Demikian wartawan BBC menggambarkan kekagumannya kepada Shirin Ebadi, perempuan Iran berumur 56 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negerinya, Iran, negara para mullah dengan sistem politik yang meminggirkan hak kaum perempuan, Shirin Ebadi, berjuang meraih hak yang hilang itu. Penjara, tak kuasa mengintimidasinya. “Seseorang yang berjuang untuk HAM di Iran, akan hidup dalam ketakutan sepanjang hayatnya. Tapi saya sudah belajar mengatasinya,” Ebadi kukuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun menjadi figur ternama di Iran. Menjadi ikon reformasi. Kekaguman terhadapnya pun tak berbatas. Aktivis dan pemerhati HAM di seluruh dunia, takjub dengan sepak terjangnya: memperjuangkan HAM, perempuan dan anak, di negara yang menganggap peran perempuan tak diperlukan. Bagi Ebadi, “Hidup itu indah, kala berjuang di tengah situasi yang sulit,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya, 10 Desember lalu,  ibu dua anak yang menjadi hakim pertama di Iran itu, dianugerahi Nobel Perdamaian. Hadiah untuk keteguhan, keberanian, dan ketulusan. Dua tahun sebelumnya, ia sudah meraih Rafto Prize, penghargaan bagi penggiat HAM. Sebagai perempuan, Islam, dari negara konservatif, kemenangannya mengundang ratusan jurnalis yang haus komentarnya. Televisi berita CNN, bahkan mengadakan Breaking News, saat nama Ebadi diumumkan Komite Nobel Oktober lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut petikan wawancara Shirin Ebadi dengan &lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Integrated Regional Information Netwrok (IRIN),&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; media yang menjadi bagian kerja PBB untuk urusan kemanusiaan, yang berlangsung di Teheran:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Apa dampak dari Nobel terhadap anda dan kinerja anda?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nobel tak merubah apapun dari hidup dan apa yang saya sudah jalani selama ini. Tapi sejujurnya, kemenangan ini memberikan enerji dan antusiasme baru. Sebab ini menunjukkan bahwa saya ada di jalan yang benar, dan pilihan yang benar. Tapi, kemenangan ini bukan buat saya pribadi. Ini kemenangan semua penggiat HAM dimanapun berada. Dalam benak saya, Nobel ini tak akan berdampak pada rakyat Iran dalam waktu dekat, tapi saya yakin, akan membawa perubahan dalam jangka panjang. Sebab (Nobel) ini akan menggugah keberanian orang yang percaya perubahan harus terjadi, serta mengundang dukungan internasional. Ketika makin banyak orang yang menyuarakan perubahan, akan semakin mudah untuk mencapainya. Walaupun kita tak berani memberikan batas waktu kapan perubahan terjadi, Nobel ini pasti membawa makna besar bagi perubahan, termasuk di parlemen.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Bagaimana anda melihat hubungan antara Islam dan HAM?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Islam dan HAM itu harmonis dan sejalan. Saya sudah menghabiskan waktu 20 tahun berjuang untuk HAM, dan saya tetap bisa menjadi muslim yang baik. Persoalannya adalah pada negaranya, yang tidak meng-implementasikan HAM. Jadi bukan Islamnya, tapi negara dengan hukum Islam. Saya melihatnya, sebagai salah interpretasi saja. Disini (Iran) misalnya. Saya pernah jadi hakim sebelum tahun 1979. Tapi setelah revolusi Islam, mereka memecat saya, sebab katanya Islam melarang perempuan jadi hakim. Apa iya. Kita menghabiskan banyak waktu untuk membaca, riset berbagai bahan, lalu menuliskannya dalam artikel. Syukurlah, 15 tahun kemudian, kita kembali punya hakim perempuan. Jadi bisa anda lihat, masa lalu mereka menggunakan hukum Islam untuk melarang saya, tapi kini mereka menggunakan hukum Islam juga untuk mengangkat hakim perempuan. Apa makna semua ini, perbedaan interpretasi belaka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Sikap pemerintah (Iran) mengenai kemenangan anda menimbulkan teka-teki. Bagaimana anda melihatnya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Saya kira ini, hal yang lumrah, setiap orang punya pandangan sendiri-sendiri mengenai suatu isu. Ada faktor sosial dan politik, yang menbuat perbedaan cara pandang. Saya menerima cara pandang yang berbeda, dan menghargai semua opini. Tapi saya harus sampaikan, Wakil Presiden, Muhammad Ali Abtahi, datang ke bandara menyambut kepulangan saya, dan mengucapkan selamat. Saya sangat terkesan dengan sikap mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Bagaimana anda melihat peranan perempuan di Iran, dalam waktu mendatang?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Dibandingkan 20 tahun lalu, saat ini hak perempuan sudah sangat berubah baik. Kita sama-sama menjadi saksi, bagaimana perubahan itu terjadi secara gradual. Tapi bukan berarti kita aman-aman saja, tak lag menghadapi kesulitan. Sebab hukum itu adalah sesuatu yang berubah, sehingga dibutuhakn perbaikan terus menerus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Untuk mencapai adanya HAM di Iran, perubahan macam apa yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Ada tiga hal pokok yang jarus dilakukan. Pertama, pendidikan. Rakyat Iran harus diberdayakan soal pentingnya HAM. Pendidikan ini harus dimulai sejak dini, saat mereka masih duduk di taman kanak-kanak. Kedua, evaluasi terhadap hukum. Hukum di Iran harus berkesuaian dengan HAM internasional. Pemerintah Iran harus menerima Konvensi Internasional tentang HAM, baik secara politik, ekonomi, dan sosial. Ketiga, mekanisme dan perangkat untuk mengimplementasikan hukum. Sebagai contoh, hukum membolehkan istri mengajukan cerai bila mendapat perlakuan kasar suami. Tapi, kita tak menyediakan tempat penampungan, untuk istri yang meninggalkan rumah. Kita juga tak mengatur, siapa yang menanggung hidupnya setelah kehilangan pendapatan akibat meninggalkan suami. Ketiadaan mekanisme dan perangkat ini, membuat hukum tak berjalan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Apa isu terpenting yang membutuhkan perhatian besar saat ini?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Pertama dan utama, perempuan. Termasuk didalamnya, perubahan hukum keluarga. Pertanggungjawaban hukum oleh perempuan, sangat rendah. Seorang perempuan berumur 9 tahun, dianggap sudah dewasa dan bertanggungjawab secara pribadi. Padahal untuk laki-laki 15 tahun. Bayangkan, seorang anak berumur 9 tahun, diperlakukan sama didepan hukum dengan saya yang sudah berumur setengah abad.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Anda yakin akan dibantu pemerintah mewujudkan ini?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Perubahan peraturan dan hukum sangat tergantung kepada rakyat. Semakin banyak rakyat yang menginginkannya, akan semakin mudah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Ada spekulasi, setelah ini anda akan menjadi pejabat. Apakah anda sudah menimbangnya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Saya tidak pernah berpikir menjadi pejabat, ikut pemilihan presiden, menjadi anggota parlemen, atau berkarir di politik. Aktivis HAM harus bekerja dekat rakyat, berjuang bersama mereka yang ditelantarkan negara dan pemerintahnya. Apalagi disini (Iran) justru negara dan undang-undangnyalah yang menghantam HAM. Adalah hal yang impossible, menjadi pejabat pemerintah, sekaligus meng-kritik sistemnya. Hemat saya, aktivis HAM tak bisa jadi pejabat.&lt;br /&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Salah satu media yang berkesempatan memperoleh wawancara khusus dengan Shirin Ebadi, adalah&lt;/em&gt; &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Yedioth Ahronoth &lt;em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Israel&lt;/span&gt;&lt;em&gt;. Kalau IRIN, lebih banyak menyoroti masalah perubahan hukum dan hak perempuan, jaringan media yang meng-klaim sebagai media paling komprehensif dan berpengaruh di Israel ini, justru menyoal Shirin Ebadi tentang kebijakan negara Islam Iran. Termasuk soal nuklir, reformasi, kebencian Iran terhadap Israel, dan masalah Palestina. Wawancara berlangsung di markas besar Federasi Internasional HAM di Paris.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Anda menjadi perempuan muslim pertama yang meraih Nobel Perdamaian. Sebelumnya ada dua lelaki muslim yang meraihnya (Anwar Sadat dari Mesir dan Yasser Arafat dari Palestina). Bagaimana perasaan anda?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah membuktikan dalam jangka waktu yang lama, bahwa Islam tak bertentangan dengan HAM. Kalau ada pelanggaran HAM di negara Islam, bukan Qur’an-nya yang salah, tapi pemerintahan yang korup, yang semena-mena menafsirkan hukum Islam untuk kepentingan mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Anda menyingkirkan Johannes Paus Paulus, yang juga berpeluang meraih Nobel?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya menyambut gembira, Paus dan segala upayanya menghalangi perang di Irak. Tapi Komite Nobel saya pikir, ingin menyampaikan pesan, bawa dalam usaha mencapai perdamaian, haruslah menghargai HAM. Pengakuan dan penghargaan terhadap HAM adalah hal paling esensial dari perdamaian.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Berbagai reaksi yang timbul atas kemenangan ini di Iran. Banyak yang tidak senang atas keberhasilan anda meraih Nobel?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada wakil pemerintah yang menyambut saya. Memang, kubu konservatif menyamakan saya dengan Anwar Sadat (Presiden Mesir yang meraih Nobel tahun 1978, karena berdamai dengan Israel) .Tapi saya tidak kecewa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tahun 1999, 13 orang Jahudi ditangkap dan dihukum tanpa pengadilan yang benar di Iran. Apa yang anda lakukan saat itu?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama harus saya sampaikan, sebagai Muslim saya minta maaf itu telah terjadi. Terus terang saya malu. Tapi saya telah mengusahakan pengadilan yang fair dan terbuka. Kalau akhirnya mereka tak memperolehnya, saya mohon maaf. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Komunitas internasional meminta Iran membuka diri terhadap pemeriksaan senjata nuklirnya. Iran menyiapkan bom atom untuk menyerang Israel dan negara Barat. Apa kepedulian anda?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iran tak punya bom atom. Itu hanya proyek nuklir biasa. Secara prinsip, saya menentang senjata nuklir. Saya pikir Iran tak butuh senjata nuklir, entah Israel.   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kabarnya Iran menahan Ron Arad, seorang nakhoda kapal Israel. Anda siap menolongnya?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau benar Ron Arad ada di Iran, akan saya tolong. Saya akan bicara kepada otoritas, supaya mereka mengadilinya secara terbuka dan fair. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bagaimana anda melihat konflik Israel dan Palestina?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini pertikaian yang tidak fair. Batu dilawan dengan tentara. Kedua pihak harus menghormati HAM, sebab dengan begitu, mereka bisa memperoleh perdamaian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Menurut anda akankah Iran bergerak maju dalam urusan HAM?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kegelapan tak kan bisa menghalangi terang. Kubu relijius ekstrimis tidak akin bisa menghadang modernisasi. Saya kecewa dengan Presiden Khatami. Ia seorang reformis. Tapi punya banyak kesempatan, yang dilewatkan begitu saja. Saya yakin, reformasi bakal terus bergerak, walaupun tanpa Khatami.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Seberapa besar hadiah Nobel ini merubah hidup anda?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hadiah ini memberikan saya kepercayaan diri dan tanggung jawab. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Saya tau anda perempuan pemberani. Tapi negara anda melarang warganya bicara dengan Israel. Apakah anda tidak bermasalah dengan wawancara ini?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak masalah. Go ahead. Siarkan saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Desember 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109978226108198036?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109978226108198036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109978226108198036' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109978226108198036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109978226108198036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/09/bunga-harum-taman-berduri.html' title='Bunga Harum Taman Berduri'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109978137851767952</id><published>2003-09-15T14:45:00.000-07:00</published><updated>2004-11-06T14:49:38.516-08:00</updated><title type='text'>Ebadi, Sang Keberanian Abadi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Nobel Perdamaian jatuh ke tangan perempuan Muslim asal Iran.  Padahal di negaranya, ia dipenjara dan dicabut haknya sebagai hakim perempuan pertama. Pesan apa yang ingin disampaikan Panitia Nobel kepada dunia?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Hari HAM 10 Desember mendatang, akan menjadi peringatan tak terlupakan bagi Shirin Ebadi. Bukan karena perempuan Iran berumur 56 tahun itu, seorang penggiat HAM di negerinya. Tapi, hari itu, ia akan menerima hadiah Nobel Perdamaian, berupa plakat dan uang 10 juta kronor, sekitar 11 milyar rupiah. Panitia Nobel, yang terdiri dari dua lelaki dan tiga perempuan memilih Ebadi, karena dinilai konsisten membela perempuan dan anak-anak, yang menjadi korban rezim yang represif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ebadi boleh berbangga. Sebab hukum di Iran, membuat kiprah perempuan tak mudah. “Tapi itulah indahnya hidup di Iran. Bagaimana melawan kesulitan tersebut, sebagai perempuan dan ahli hukum. Seandainya saya tinggal di negara yang bebas, saya tak akan sebangga ini,” kata Ebadi kepada radio Norwegia, yang mengontaknya sesaat setelah pengumuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sejalan dengan putusan panitia Nobel. Sebagai pengacara, hakim, dosen, penulis, dan aktivis HAM, ia berbicara lantang di negerinya, yang gemanya jauh melewati batas negara. Ia profesional yang gigih dan tidak pernah menyerah terhadap ancaman keselamatan dirinya, demikian bunyi pernyataan panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang 102 tahun sejarah  Nobel, Ebadi menjadi perempuan muslim pertama yang meraih penghargaan bergengsi ini. Muslim ketiga setelah Yasser Arafat (Palestina 1994), dan Anwar Sadar (Mesir, 1978). Di barisan perempuan, ia menduduki tangga kesebelas peraih Nobel Perdamaian. Salah satu pendahulunya adalah Aung San Su Kyi dari Myanmar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stein Toennesson, Direktur lembaga independen Peace Research Institute, Oslo, sebelum pengumuman menjagokan Paus Paulus. Tapi, entah apa alasannya, ia yakin panitia Nobel akan memilih seorang Muslim sebagai pemenang. Tahun 2003 memang diwarnai pergolakan di dunia Islam, seperti perang Irak, Afghanistan, dan konflik Palestina-Israel yang tak berkesudahan. Nama Muhammad Al Baradai, Direktur Agensi Internasional Atom dan Energi, (IAEA), lembaga yang memeriksa persenjataan pemusnah massal Irak, disebut-sebut masuk nominasi. Demikian pula Hamid Karzai, Presiden Afghanistan. Tapi Espen Barth Eide, seorang periset senior di Norwegian Institute of International Affair menyatakan, perang bukan lahan yang pas tempat seseorang mendapat penghargaan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iran, negeri para mullah, yang tak sepi dari pergolakan politik, menyumbang sejumlah jagoan nominee. Selain Shirin Ebadi, ada pelarian politik, Hashem Aghajari, dan tokoh agama yang diasingkan, Hassan Yousefi-Eshkavari. Tapi tradisi panjang Nobel, yang merahasiakan kandidat penerima penghargaan, tak dinyana memilih Ebadi. Padahal hari-hari terakhir, nama favorit adalah Paus Yohannes Paulus II dan mantan Presiden Cheko, Vaclav Havel. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Namun, seperti yang sudah-sudah, pemenang dan alasannya, hanya Tuhan dan panitia Nobel yang tahu. Suatu masa, Ramos Horta dan Uskup Belo, dua nama yang dituduh pemerintah Indonesia terlibat separatisme di Timor Timur, justru dianugerahi Nobel Perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ebadi adalah representasi Islam reformis, yang memiliki argumen kuat untuk menginterpretasikan hukum Islam, seperti harmoni hukum Islam dengan HAM, demokrasi, kebebasan beragama, dan kebebasan berbicara,” demikian profil pemenang yang disampaikan panitia Nobel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Human Right Watch (HRW), lembaga yang juga pernah memberikan penghargaan kepada Ebadi tahun 1996, menyambut kemenangan ini sebagai pesan moral kepada pemerintah Iran dan dunia, bahwa pelanggaran HAM harus disudahi. Tak hanya di Iran, Irak, Palestina, Kosovo, tapi termasuk Aceh dan Papua tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Uang darah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ebadi memang menorehkan sejarah panjang pergulatan membela hak asasi manusia. Ebadi melewatkan setengah umurnya berjuang agar keadilan berlangsung di Iran. Ia menjadi hakim perempuan pertama di Iran, tahun 1974. Ia juga menjabat Presiden pengadilan kota Teheran. Lima tahun kemudian, gelar hakim itu dicabut karena adanya revolusi Islam di Iran. Revolusi itu  mengharuskan perempuan minggir dari semua panggung, karena lelakilah yang berhak menjadi imam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Sebagai perempuan, ia harus mengikuti kodrat, dan kembali ke dapur mengurusi keluarga. Tapi kini, sebagai muslim, ia tokh mendapat penghargaan sebagai punggawa perdamaian, justru di negara yang tak menganut Islam. “Saya seorang Muslim, dan itu artinya Islam adalah penyokong demokrasi. Bacalah Quran, tak akan ada satu ayat pun yang bertentangan dengan demokrasi,” katanya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari jabatan hakim, Ebadi melanjutkan pendidikannya di kampus. Rupanya kampus telah mengubah segalanya. Perempuan yang pernah turun ke jalanan, tak akan bisa menjadi perempuan tradisional kembali. Ia pun mengabdi sebagai aktivis pejuang demokrasi, pembela HAM pengungsi, perempuan, dan anak-anak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Sebagai pengacara, Ebadi membela keluarga Dariush dan Parvaneh Forouhar, penulis dan intelektual yang terbunuh. Ia juga berperan dalam membongkar konspirasi dibalik serangan terhadap mahasiswa Universitas Teheran 1999, yang menewaskan Ezzat Ebrahim Nejad. Advokasinya terhadap Ezzat, membuat ia di penjara. Ia juga membantu aktivis perempuan yang getol menyuarakan diskriminasi gender, Mehranguiz Kar dan Shahla Lahiji yang terpenjara karena melawan rezim. Kesertaannya pada konferensi masyarakat Iran di Berlin 2001, membuahinya hukuman penjara berpekan-pekan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tapi Ebadi tak berhenti. Ia terus berjuang, untuk membuktikan bahwa standar pelaksanaan HAM tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Seperti memperjuangkan reformasi hukum keluarga Iran, khususnya masalah perceraian dan warisan. Ia menolak sistem “uang darah”, bayaran bagi perempuan yang tewas atau celaka, yang jumlahnya setengah dari lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ebadi juga penulis. Tahun 1990-an, buku karanganya menjadi acuan penggiat HAM di seluruh dunia memahami hukum di Iran. Rezim yang represif, membuat Ebadi bersiasat keras. Ia lalu mendirikan lembaga Non HAM: The Society for the Protection of the Rights of the Child (SPRC). Lembaga ini sesungguhnya, membela kepentingan anak-anak dan perempuan. Tahun lalu, lembaga ini resmi menjadi pusat pembelaan bagi warga yang dirugikan pemerintah secara politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang pergerakan yang konsen terhadap perubahan, Shirin Ebadi termasuk orang yang membantu Muhammad Khatami naik ke kursi presiden tahun 1997. Khatami menjadi simbol pergerakan kaum muda dan perempuan, serta memberi aspirasi bagi perubahan dan reformasi di Iran. Khatami dalam kampanyenya menunjukkan pembelaan kepada perempuan dan anak-anak, serta kaum muda. Tema ini berhasil mengantar Khatami ke kursi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, ditengah pergulatan politik antara kaum reformis dan konservatif, Ebadi justru mengambil posisi diluar politik. Sebab ia percaya, perjuangan menegakan HAM tidak tergantung kepada garis politik penguasa. HAM harus tetap ada, tak peduli presiden dan parlemen berwarna konservatif atau bercorak reformatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski a-politis, pemilihan Ebadi sebagai peraih Nobel Perdamaian, memberi warna kepada situasi politik Iran saat ini. Bagaimana Iran memaknainya dalam perannya di percaturan dunia, strategi keamanan kawasan yang terus bergolak, dan situasi politik ditengah pergulatan kubu konservatif dan reformis. Beberapa bulan belakangan, Iran dilanda perseteruan kubu konservatif dan reformis, spekulasi pengunduran diri presiden dan anggota parlemen reformis, serta ancaman demo yang menguat dari mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iran memiliki sistem politik pemerintahan yang memaksa kubu konservatif dan reformis terus bertarung. Meskipun menjabat Presiden, Khatami yang reformis tak bisa berbuat banyak. Sebab diatasnya masih ada majelis enam, yang dapat memveto kebijakan, dan bahkan memegang kendali pada angkatan bersenjata. Tak heran, demonstrasi mahasiswa justru dihantam oleh tentara. Dan tak aneh pula, ketika Ebadi pulang setelah dinobatkan sebagai pemenang Nobel, Khatami tak bisa menjanjikan apa-apa, apakah Ebadi akan ditolak di negaranya, atau mengalami nasib seperti Aung San Suu Kyi, yang diasingkan oleh pemerintahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Begitulah, Ebadi menggambarkan ini semua sebagai indahnya hidup di Iran. Ebadi, yang dua tahun silam meraih penghargaan HAM Rafto Prize, menikah dan punya dua putra, membuktikan perempuan memiliki hak serupa lelaki. Perempuan tak hanya berada di dapur. Modernisasi telah lahir di jalanan. Sekali perempuan turun ke jalan, maka ia tak akan pernah lagi menjadi menjadi perempuan tradisionil. Seperti Shirin Ebadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Juni 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109978137851767952?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109978137851767952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109978137851767952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109978137851767952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109978137851767952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/09/ebadi-sang-keberanian-abadi.html' title='Ebadi, Sang Keberanian Abadi'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109959531501691767</id><published>2003-09-12T11:04:00.000-07:00</published><updated>2004-11-06T14:31:50.016-08:00</updated><title type='text'>Governator: Rise of The Maria</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Cantik, pintar, wartawan TV kawakan, dan Klan Kennedy. Maria Shriver menjadi istri, sekaligus juru kampanye yang tangguh buat Arnold Schwarzenegger. Ia tidak akan jadi Ibu gubernur penggunting pita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;PANGGUNG semarak dengan konfeti warna warni. Arnold Schwarzenegger berdiri di tengah kerumunan dengan senyum sumringah. Mereka berpesta, karena Arnie, sang &lt;em&gt;Conan the Barbarian&lt;/em&gt;, didapuk menjadi Gubernur California, negara bagian paling makmur di Amerika Serikat. Peran yang sesungguhnya, bukan peran sesaat dalam film khayali. Arnie yang diberi kesempatan berpidato bak aktor mendapat piala Oscar, berterimakasih kepada istrinya. “Sebagian besar suara saya, datang karena dia. Saya menang karenamu,” katanya menatap istrinya, &lt;a href="http://german.about.com/library/blaschwarz.htm"&gt;Maria Owings Shriver&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pujian basa basi, untuk menunjukkan kepada pemilihnya ia kepala rumah tangga yang baik. Tapi pujian tulus. Sebab, Maria memang berperanan besar menuntunnya ke kursi gubernur. “Betapa banyak pemilih yang saya peroleh karena istri saya,” sambung si Terminator. Arnie, Pohon Ek dari Austria ini, memang gamang diawal langkahnya. Terlalu banyak kisah masa silamnya, yang kelam untuk melangkahi jalur politik. Seperti tuduhan sebagai pengagum Hitler, kasus pelecehan seksual, kewarganegaraan, dan kiprah politiknya yang tidak cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arnie memang sangat kagum kepada ayahnya, Gustav Schwarzenegger, seorang polisi Nazi yang mengagumi Hitler. Ayahnya ingin Arnie menjadi pesepakbola ternama. Tapi Arnie lebih giat main besi, membentuk badan di gedung bawah tanah rumah mereka yang sederhana di Austria. Rupanya nasib berkata lain. Berkat badan robotnya inilah, Arnie melanglang dunia. Ia mengikuti lomba kebugaran dan keelokan tubuh. Karirnya disini begitu cemerlang. Mulai dari meraih &lt;em&gt;Mr. Europe Junior&lt;/em&gt; tahun 1965, Mr Universe, Mr. World, hingga Mr. Olympia tahun 1970.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Badan besarnya pula yang membawanya menjadi anak  &lt;a href="http://www.bodybuilders.com/arnold.htm"&gt;panggung&lt;/a&gt;. Sebut saja &lt;em&gt;Hercules in New York&lt;/em&gt; (1970), &lt;em&gt;Conan the Barbarian&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Terminator, Predator, &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; Kindergarten Cop&lt;/em&gt;. Bahkan tahun ini pun ia masih sempat meluncurkan sekuel &lt;em&gt;Terminator 3: Rise of the Machines&lt;/em&gt;, yang menghasilan upah 30 juta dollar. Binaraga pula yang membawanya ke dunia politik, sebagai Ketua Dewan Kesehatan Jasmani dan Olahraga Kepresidenan era Bush Senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia binaraga dan film menebar aroma tak sedap bagi karir politiknya. Ia mendapat publisitas buruk, sebagai pemain film biru, pemakai narkoba, pelecehan seksual, dan pesta seks gila-gilaan. Akibatnya ia tak hanya berhadapan dengan 135 pesaing, tapi juga perempuan yang menentangnya di setiap kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah Maria mengambil peran besar. Begitu Arnie resmi mengumumkan kesertaannya dalam pemilihan gubernur, Maria meninggalkan karir cemerlangnya sebagai jangkar acara &lt;em&gt;Dateline&lt;/em&gt; di stasiun &lt;em&gt;TV NBC&lt;/em&gt;, yang melambungkan namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Arnie dihadang pendemo perempuan di depan kantornya di Santa Monica. Caci maki kepada suaminya, ditanggapi Maria dengan tenang. “Saya melihat suami saya dengan mata yang lebar, dan menerima segala kelebihan dan kekurangannya,” bela Maria. Dan ketika tampil pada acara penghimpunan dana di sebuah pasar swalayan, Maria tampil dengan merangkul suaminya. Pokoknya, ia membalik penolakan, menjadi nilai lebih kampanye Arnie. Ia mengabaikan tudingan soal pengagum Hitler, dengan menyebut orang-orang berbohong tentang masa lalu suaminya. Bahkan soal seks, ia menyebutnya sebagai ulah kotor lawan politik Arnie dari Partai Demokrat. Padahal, ia berasal dari Klan Kennedy, punggawa Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ia menutup mata atas kebejatan suaminya, atau ia sedang mengulang pengalaman ibunya, Eunice Kennedy Shriver, yang sukses membantu saudara laki-lakinya Robert dan John F. Kennedy. Maria memang berasal dari keluarga terpandang Kennedy. Pamannya adalah John, bekas Presiden, dan Robert bekas Jaksa Agung Amerika. Ayahnya Sargent Shriver, Direktur Peace Corps di &lt;em&gt;Kennedy Foundation&lt;/em&gt;, yang pernah mengikuti pemilihan wakil presiden. Tak heran, ia sudah terbiasa dengan nuansa kampanye sejak kecil. Ia juga terbiasa menghadapi pers. Sehingga, begitu lulus kuliah, ia pengen menjadi reporter televisi, meskipun ia punya koneksi, untuk dapat kerja yang lebih bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maria mengawali karir jurnalistik di TV Baltimore, Philadelpia, dan CBS Los Angeles. Lalu pindah ke jaringan NBC News, sebagai pembawa acara beberapa program unggulan. Seperti Dateline dan First Person with Maria Shriver. Sejumlah tokoh penting pernah diwawancarainya, termasuk Raja Husein dan Fidel Castro. Karir ini dilengkapinya dengan menyabet penghargaan &lt;em&gt;Exceptional Merit Media Award, Christopher Award, Emmy Award &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; George Foster Peabody Award&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir jurnalistik membuatnya banyak punya kontak dimana-mana. Ia kenal baik dengan Oprah Winrey, the &lt;em&gt;most powerful women&lt;/em&gt; in American TV. Sehingga Arnie punya kesempatan muncul di talk-shownya yang terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawal perkawinannya, tabloid gosip menyentil gaya hidup mereka yang bertolak belakang. Maria acap tampil &lt;em&gt;chic&lt;/em&gt;, khas keluarga Kennedy, sedangkan Arnold bak Neanderthal yang macho. Tak heran, tabloid itu menyerang, dengan menyebut perkawinan mereka penuh kepura-puraan, demi karir politik belaka. Terlebih ketika, Arnie mengatur gaya berpakaian Maria. Misalnya, “saya tak akan mengizinkan wanita disebelah saya, termasuk ibu dan istri saya, memakai celana panjang. Ini adalah warisan ayah saya,” kata Arnie. Maria menjawab serangan ini, dengan bercelana panjang saat mendampingi Arnie kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak syak, secara satir, Lawrence Donegan, penulis di &lt;em&gt;The Observer&lt;/em&gt; menyatakan, publik Amerika telah salah memilih pemimpin. Seharusnya mereka tidak memilih Clinton, Bush, dan Schwarzenegger sebagai pemimpin. Tapi pilihlah Hillary Clinton, Laura Bush, dan Maria Shriver. Sebab merekalah dibalik sukses suaminya. Profesor Politik dari Stanford University, Douglas Rivers menyebutkan, Schwarzenegger akan mati, kalau Shriver tak ada disampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setelah jadi ibu gubernur, penulis buku ini menyatakan keinginan untuk balik kandang. Bosnya di NBC TV, membolehkan saja. Tapi dengan syarat, tugasnya tidak bersinggungan dengan tugas suaminya sebagai pejabat publik. Meskipun sebagai ibu pejabat, Maria tak hanya berperan dalam acara-acara amal, atau menggunting pita pada peresmian kantor-kantor. Ia akan berbuat lebih banyak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dan Arnie, sang Governor, tak akan menggunakan ungkapan khas Spanyol-nya dalam film Terminator, &lt;em&gt;hasta la vista baby&lt;/em&gt; (selamat tinggal, sayang). Sebab ia sangat membutuhkan Maria, sang &lt;em&gt;rising machine&lt;/em&gt;, untuk selalu disampingnya. &lt;em&gt;Okay baby...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, November 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109959531501691767?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109959531501691767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109959531501691767' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109959531501691767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109959531501691767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/09/governator-rise-of-maria.html' title='Governator: Rise of The Maria'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110021941988262326</id><published>2003-08-19T16:25:00.000-07:00</published><updated>2004-11-11T16:30:19.883-08:00</updated><title type='text'>Teror Monster Negeri Kangguru</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah warga muslim Indonesia, digeledah intel Australia. Dituduh terlibat Jemaah Islamiyah, …. PM John Howard menolak meminta maaf.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;MALAM mulai larut. Fadli Basri Jaya baru saja selesai salat. Tak mengenakan baju, ia membersihkan apartemennya yang mungil, menggunakan vacuum cleaner. Istrinya, Zahri, dan 2 anaknya sudah mulai berihat. Mendadak sebuah ketukan di pintu menghentikan kegiatannya. “Siapa?” Tanya Fadli. Sekejap dia terkesiap. “Kami Polisi” jawab sang tamu. Fadli mengulur waktu dengan minta izin memakai baju. Tapi jawaban dari luar semakin tak bersahabat. “Tidak perlu, Sir. Buka saja pintunya. Kami polisi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadli mulai terteror. Ia menurut, sebab sebelum membuka pintu, dia sempat mengintip lewat lubang kunci. Ada 3 senjata yang tertodong ke arah pintu, dan seorang pria dengan kapak besar di tangan. Siap mendobrak. Begitu pintu terbuka, 10 polisi segera menyelinap cepat. Membongkar setiap sudut rumah. Menginterogasi Fadli dan Zahri ditempat terpisah. Walhasil, pukul 2 dinihari, setelah 5 jam berada disana, polisi pulang dengan memboyong dua laptop, satu komputer, dua telepon seluler, CD, kaset, buku, dan paspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Palembang yang tinggal di Sidney itu tak sendirian. Teror minggu malam itu berlanjut melanda warga negara Indonesia muslim lain.  Penggeledehan juga berlangsung di Melbourne dan Perth. Rumah Isah dan Abdullah Sungkar, juga Surliya di Melbourne, disambangi pasukan berpakaian tempur. Gabungan Polisi Federal Australia (AFP) dan Organisasi Keamanan Intelijen (ASIO).  Di Perth, rumah Taufik Ali diserbu pukul 5 pagi dengan cara mendobrak pintu. Pasukan mengenakan penutup wajah, jaket anti peluru, dan google night, teropong khusus serangan gelap. Kembali ke Sydney, saat Fadli mengadakan jumpa pers di rumah orang tuanya,  rumah milik Basri Ali itu digeledah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun beralasan bahwa mereka mencari anggota Jemaah Islamiyah (JI) –organisasi yang dimasukkan dalam daftar teroris pasca peledakan Bali—pihak Kebudayaan dan Imigrasi (DIMA) menolak operasi ini sebagai aksi antiteroris. Aksi bergaya Rambo ini, kilahnya hanya operasi pendatang haram. Satu anak Basri Ali ditangkap, karena visanya kadaluarsa. Tetapi, pihak Kejaksaan Agung mengakui, operasi ini adalah untuk mencari simpatisan JI di Australia. Fadli pernah mengikuti ceramah Abu Bakar Baasyir –oleh Barat dituding sebagai pemimpin JI— tahun 1997 disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemaah Islamiyah, organisasi yang disebut sebagai mantel Al Qaidah di Asia Tenggara, banyak disebut pasca peledakan Bali, 12 Oktober silam. Ledakan itu merenggut hampir 200 nyawa, sebagian besar warga Australia. Beberapa hari setelah ledakan, PM John Howard mendatangi Bali untuk membesarkan hati rakyatnya. Bak mencontek Presiden George Bush, yang usai ledakan di WTC tahun lalu, langsung merebut hati warganya dengan menyatakan perang terhadap teroris, PM Howard pun melakukan langkah serupa. Korbannya, Jemaah Islamiyah, pimpinan Abu Bakar Baasyir, yang sehari-harinya cuma pimpinan Pondok Pesantren di Ngruki, Sukohardjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan bahwa JI dibalik ledakan Bali, disampaikan penulis buku Inside Al Qaeda: Global Network of Terror, Rohan Gunaratna, dengan sejumlah asumsi. Serangan ini, kata Gunaratna, menyimpan pesan berarti, bahwa JI lah pelakunya. Sebab JI satu-satunya kelompok di Asia Tenggara yang menyimpan maksud menghantam arogansi Barat. Modus operandi yang sama, menunjukkan hubungan erat antara JI dan Al Qaida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah indikator yang menjadi pertanda bahwa Australia dan warganya menjadi target teroris:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia berdiri di garis depan, untuk mendukung Amerika menghantam Taliban&lt;br /&gt;Pidato Osama bin Laden November 2001, bahwa Australia adalah dalang lepasnya Timor Timur dari Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.&lt;br /&gt;November 2001, sebuah granat meledak di halaman Sekolah Internasional Australia, di Jakarta&lt;br /&gt;Demo besar-besaran di Kedubes Australia, Jakarta, November 2001.&lt;br /&gt;Percobaan bom bunuh diri untuk merusak kantor Komisi Tinggi Australia, di Singapura, awal 2002&lt;br /&gt;Penahanan gerilyawan Taliban dan Al Qaida di Guantanamo, memancing amarah kaum muslim Australia yang pernah berlatih di Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Al Qaida menjadikan Australia sebagai target, bin Ladin sudah menjalin kontak dengan warga Muslim Australia, dengan bantuan tangan kanannya di Asia Tenggara, JI. Antara lain dengan kedatangan Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar ke Australia tahun 1997. Padahal waktu itu, Baasyir dan Sungkar hanya memberikan pidato yang menyerang rezim Soeharto. Kedua tokoh pendiri Psantren Ngruki itu, kala itu datang dari Malaysia, tempat pelarian mereka selama 15 tahun, akibat dikejar rezim Soeharto karena menolak asas tunggal Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato Baasyir dituduh memprovokasi warga muslim Australia, seolah muslim diperlakukan diskriminatif oleh pemerintah. Dalam interviewnya dengan majalah Nida’ul Islam (Panggilan Islam) edisi Februari-Maret 1997, Sungkar menyerukan jihad mendirikan Dawlah Islamiyah. Nida’ul Islam adalah majalah yang dikeluarkan di Sydney, dikelola oleh Gerakan Pemuda Islam. Majalah ini acap mewawancarai tokoh pergerakan islam, seperti Pemimpin Pejuang Kashmir. Gunaratna menulis, Australia merupakan tempat nyaman bagi perkembangan kelompok teroris, antara lain Hamas (Palestina), ETA (Spanyol), dan Macan Tamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nelayan Makassar.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Jauh sebelum Eropa tiba, nelayan dari Makassar sudah sampai ke Australia. Mereka mencari sejenis ikan teripang, makanan lezat yang dikenal juga dengan nama dugong.  Dalam catatan sejarah, kapal dari Makassar ini sudah ada sejak tahun 1820. Sehingga banyak kesamaan budaya antara Makassar dan Aborigin, suku asli Australia. Macam pewarnaan pada gua, dan artefak Aborogin, yang diwarnai nuansa Makassar. Nelayan Muslim ini, juga membawa masuk pengaruh Islam ke Australia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain pengaruh Makassar, warna Islam dibawa oleh peternak unta dari Afghanistan. Kedatangan pasukan unta ini, berdampak pada pembangunan rel kereta api dari Port Augusta ke Alice Springs, dan pembangunan kabel telepon antara Darwin dan Adelaide tahun 1870.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat membangun sarana transportasi dan komunikasi ini, pekerja Afghan ini membangun mesjid di jalan yang dilalui.  Kedatangan motor bermesin, membuat sebagian Afghan pulang. Tetapi sebagian lagi bertahan, dan beranak pinak membentuk komunitas muslim di negeri kanguru. Dan memberi warna pada diversitas budaya Australia.  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lambat laun, komunitas ini membesar, sehingga perlu dibentuk payung organisasi di level teritori, sampai negara bagian. Berdasarkan data Australian Bureau of Statistics, tahun 1996 penduduk Australia 18 311 000 orang, dan New South Wales  6 204 000 orang. Sedangkan penduduk muslim di Australia sebanyak 200 178 dan di NSW 102 288 orang. Di Australia dan NSW, populasi muslim Indonesia menempati urutan ketiga setelah Lebanon dan Turki, masing-masing 6923 dan 3200 orang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya warga muslim, diikuti perkembangan jumlah mesjid. Data 1996 menunjukkan hampir 100 mesjid tersebar di Australia, sebagian besar di New South Wales dan Victoria. Mesjid pertama disana, dibangun di Adelaide, Australia Selatan. Mesjid ini dibangun tahun 1888 oleh peternak unta Afghanistan. Di NSW, mesjid pertama dibangun tahun 1891 di Broken Hill. Bahkan mesjid itu kini menjadi museumyang dikelola Broken Hill Historical Society. Mesjid terbesar di NSW adalah mesjid Imam Ali di Lakemba. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, perkembangan muslim ini agaknya merisaukan otoritas negara yang dikangkangi Amerika Serikat itu. Ledakan di Bali, yang mengorbankan banyak warganya, dijadikan pijakan untuk menghantam kelompok muslim. Tapi, Tim Investigasi Australia yang ikut mengubek lokasi ledkan di Bali memberikan data yang “menyimpang”. Peneliti yang merekonstruksi lokasi kejadian dengan teknik 3 dimensi, berkeyakinan ini dilakukan kelompok expert. Bukan kelompok muslim, sekelas Baasyir, si tua yang sakit-sakitan tapi harus ditahan polisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah Rohan Gunaratna suatu saat akan menulis indikator baru lagi. Semoga dia tak lupa memasukkan fakta, bahwa salah satu korban ledakan, Kadek Alit Margarini, yang cuma luka bakar 25 persen dan patah tulang kaki patah, meninggal di pesawat saat dibawa berobat ke Australia. Kadek yang diambil dari rumah sakit Sanglah, masih bisa berbicara, pulang sudah jadi abu.  Apa gerangan yang dikatakan dan dilihat Kadek saat kejadian. Hanya Shang Hyang Widhi yang maha tahu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110021941988262326?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110021941988262326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110021941988262326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110021941988262326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110021941988262326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/08/teror-monster-negeri-kangguru.html' title='Teror Monster Negeri Kangguru'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109978107487471445</id><published>2003-08-18T14:41:00.000-07:00</published><updated>2004-11-06T14:44:34.876-08:00</updated><title type='text'>Kambing Hitam Sang Dewata</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Teror bom selalu menyeret tokoh Islam. Jaringan Ngruki Disebut Internasional Crisis Group  ingin mendirikan Negara Islam. Jemaah Islamiyah sudah ada sejak tahun 1980-an. Mereka, kelompok penentang Soeharto. Mengapa Sidney Jones dan Rohan Gunaratna berbeda pendapat soal Al Qaidah?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;API yang berjilam jilam menjilati gedung di Legian, Bali sudah lama padam. Pun, dentuman keras bom berkekuatan tinggi, tak lagi menyisakan bau tajam mesiu. Yang tersisa adalah tubuh-tubuh melepuh dimakan lidah api. Pohon yang meranggas, bangkai mobil, reruntuhan gedung, dan lobang yang dibiarkan menganga. Selain untuk kepentingan penyidikan, juga seolah menjadi tugu kebiadaban. Semuanya, di Legian, Kuta, nirwana tempat dewata berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahdan, nun jauh dari Kuta, api rupanya belum mereda. Di Washington, Amerika Serikat, PBB menetapkan Jemaah Islamiyah, sebagai kelompok teroris, karena diduga terkait dengan berbagai aksi teror, termasuk bom di Legian itu. Di Malaysia, Hambali alias Riduan Isamuddin alias Encep Nurjaman, imigran asal Sukamanah, Cianjur, Jawa Barat, terkena panas karena dituduh sebagai pelaku. Hambali dituduh sebagai jenderal lapangan Jemaah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga di Solo, Jawa Tengah, lelaki tua dengan tubuh keriput yang bernafas dibantu tabung oksigen, ksrimpet lidah api Legian. Ustaz Abu Bakar Baasyir, guru agama di Pesantren Al Mukmin, dukuh Ngruki, desa Cemani, Sukoharjo, dicap Amerika dan Barat, sebagai pimpinan Jemaah Islamiyah. Lelaki diumur senja itu, terbaring sakit di Rumah Sakit PKU Solo, sehari sebelum polisi memeriksanya. Baasyir pernah “hijrah” ke Malaysia tahun 1985, karena dizalimi rezim Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Baasyir bakal diperiksa sebagai tersangka, berdasarkan pengakuan Umar Al Faruq kepada CIA. Al Faruq mengaku dibantu Baasyir meledakkan bom di berbagai tempat di Indonesia. Juga, berencana membunuh Presiden Megawati Sukarnoputri. Al Faruq, warga Cisalada, Bogor, dituding sebagai bos Al Qaidah di Asia Tenggara, kini ditahan otoritas intelijen Amerika, entah di Amerika Serikat, Pangkalan Militer AS di Bagram, Afghanistan, atau di Kamp Guantanamo, Kuba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin oleh rasa frustasinya, Baasyir rela bersumpah secara syariat Islam, bahwa tak mengenal Al Faruq dan tak terlibat teror. Baasyir wajar frustasi. Sebelum ini, tuduhan bahwa dia adalah teroris, yang dilemparkan Menteri Senior Singapura Lee Kwan Yew, dibantahnya dengan ajakan bertarung di pengadilan. Singapura kalah abu, tapi citra media terlanjur melekat: Jemaah Islamiyah, Baasyir, Al Qaidah, Hambali, Al Faruq, adalah teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jemaah Islamiyah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Jemaah Islamiyah (JI) moncer kembali tahun 1997. Adalah pemerintah Singapura yang menyatakan ada kelompok bernama JI, yang terlibat aksi teror di Asia Tenggara. Menurut Singapura, faktanya sudah terlihat sejak 1993, ketika pimpinan JI, Ibrahim Maidin, berangkat ke Afghanistan untuk latihan militer. Singapura semakin yakin setelah menangkap 13 orang, awal 2002, yang kesemuanya pernah ikut latihan militer Al Qaidah di Afghanistan, dan latihan fisik di Negeri Sembilan, Malaysia. Mereka ditangkap karena pemalsuan dokumen, untuk berangkat ke Afghanistan, yang sedang diserang Amerika. Tak ayal, JI pun ditusuk sebagai sel Al Qaidah di Asia Tenggara. JI disebut beroperasi di Singapura, Malaysia, dan Indonesia, untuk menciptakan Pan Islam Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riduan Isamuddin alias Hambali juga dituduh sebagai anggota Dewan Syura Al Qaidah. Selain sebagai jenderal lapangan JI, organisasi bentukan Abdullah Sungkar dan Abubakar Baasyir. 13 orang yang ditangkap Singapura itu, merupakan anggota Fiah Ayub, sel pertama JI. Pimpinannya Ibrahim Maidin dan Faiz bib Abi Bakar Bafana. Mereka berencana meledakkan Dermaga Sembawang, dan Stasiun kereta Yishun di Singapura. Sedangkan sel kedua, Fiah Musa, akan meledakkan lapangan udara militer, Paya Lebar. Sel ini juga diyakini, menyiapkan 21 ton ammonium nitrat, dalam bentuk bom mobil. Sel ketiga, Fiah Ismail, dibentuk setelah tragedi 9/11, untuk menghantam target milik Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Malaysia, JI dianggap berkolaborasi dengan Kumpulan Mujahidin Malaysia, KMM, dan di Filipina bergandengan dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF) dan Abu Sayyaf. Salah satu anggota JI yang berlatih di Moro, Fathur Rahman Al Ghozi, anak Malang yang pernah nyantri di Ngruki. Kini al Ghozi ditahan di Filipina, karena kepemilikan ribuan ton bahan peledak.  Selain Al Ghozi, nama anggota Jaringan Ngruki yang memperkuat JI dan Baasyir sebagai pelaku teror, adalah Abu Jibril alias Fikiruddin Mukti, alias Muhammad Iqbal Abdurrahman dan Agus Dwikarna. Abu Jibril ditahan pemerintah Malaysia dengan tuduhan terlibat kerusuhan Ambon dan Al Qaidah, sedang Dwikarna ditahan di Filipina karena kepemilikan bahan peledak. Jibril dan Dwikarna adalah pengurus Majelis Mujahidin Indonesia pimpinan Baasyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segitu dahsyatnyakah JI, yang dinyatakan Singapura terbentuk era 1990-an. Singapura meyakini, kebesaran JI, karena mereka terkait dengan tanzim Al Qaidah, untuk pelatihan militer, juga pendanaan. Sebetulnya, nama JI sudah muncul era 1980-an. Sidney Jones, Direktur Proyek International Crisis Group (ICG) di Indonesia menyatakan, istilah JI sudah muncul pada dokumen persidangan Baasyir dan Abdullah Sungkar di Pengadilan Sukoharjo. Istilah JI dan Komando Jihad sering dipersilangkan, sehingga Jones menduga organisasi itu hanya bentukan intelijen Soeharto, Ali Moertopo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen ICG setebal 23 halaman (termasuk lampiran) dilansir 8 Agustus 2002, jauh sebelum bom Bali. Jones sudah 20 tahun menggeluti Indonesia. Sebelum di ICG, Jones jadi Direktur Eksekutif Human Right Watch Divisi Asia, peneliti di Amnesty Internasional khusus Indonesia dan Filipina, dan Pelaksana Program Ford Foundation di Jakarta. ICG adalah lembaga multinasional berpusat di Brussel, dengan pengurus figur terkenal di bidang politik, HAM, media. Chairman ICG adalah Martti Ahtisaari, mantan Presiden Finlandia, dan Chief Executive-nya Gareth Evans, mantan Menlu Australia. Dari Indonesia, di jajaran pengurus tercantum nama Todung Mulya Lubis, praktisi hukum dan HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen ICG membedah kenyataan, bahwa jaringan Ngruki, alumni Pondok Pesantren Ngruki jauh lebih luas dari sekedar terlibat Al Qaidah, tapi kumpulan musuh-musuh rezim Soeharto. Keterkaitan dengan Al Qaidah dan organisasi teroris yang terdaftar di PBB, lebih pada utak-atik gathuk, keterkaitan yang dicock-cocokkan. Misalnya, kaitan JI dengan dengan organisasi dengan nama sejenis, Al-Gama’a al-Islamiyya (GI), yang dalam term Barat berarti The Islamic Group. GI merupakan kelompok militan terbesar di Mesir, yang terbentuk tahun 1970-an.  Kalaupun ada, hubungan JI dengan GI dieratkan oleh Abdul Wahid Kadungga, menantu tokoh Darul Islam Kahar Muzakkar. Kadungga, dipercaya orang yang membantu Baasyir dan Sungkar, pertama kali tiba di Malaysia.  Kadungga pernah berteman baik dengan Usama Rushdi alias Rasyid, aktivis GI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan spritual GI adalah Syech Umar Abd al-Rahman, dan seorang pembantu dekatnya, Rifa’i Thaha Musa, memiliki hubungan dekat dengan Bin Ladin. GI dituduh bertanggungjawab terhadap rencana pembunuhan Presiden Husni Mubarak, di Addis Ababa, Ethiofia tahun 1995. GI juga dituduh membunuh 58 turis asing, di sebuah kuil di Luxor, November 1997. Mungkin inilah kesamaan JI dan GI, sama-sama dituduh membunuh turis asing. Satu di Luxor, satu lagi di Kuta. Selain kesamaan lain, sama-sama dituding ingin mendirikan negara Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jinten Item&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Man Most Wanted in Indonesia&lt;/em&gt;”. Itulah cap yang diberikan harian &lt;em&gt;The Christian Science Monitor&lt;/em&gt; kepada Hambali. Anak tertua dari 12 bersaudara, yang dilahirkan di Sukamanah, Jawa Barat tahun 1966 itu, dituding sebagai operator peledakan bom di malam natal tahun 2000 lalu, yang menewaskan 18 orang dan melukai 50 orang. Tak Cuma di Indonesia, di Filipina, Singapura, dan Malaysia, Hambali juga diburu. Filipina menuduhnya meledakkan bom di General Santos, Singapura menudingnya ingin meledakkan kapal Amerika di perairan Singapura. Sedangkan Malaysia mengaku, memiliki rekaman, Hambali bertemu Khalid al-Midhar dan Nawaf al-Hazmi di Kuala Lumpur. Dua nama itu terlibat pemboman Pentagon, 11 September lalu. Hambali juga sering ke Afghanistan, sehingga mendapat julukan “Osama bin Ladin dari Timur”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Baasyir dituduh sebagai pendiri JI, sekaligus sebagai tokoh spritual, maka Hambali adalah jenderal lapangan. Baasyir mengaku kenal dengan Hambali. Mereka bertetangga di Kampung Manggis, Banting Selangor, tenggara Kuala Lumpur, tahun 1990. Meskipun masyarakat sekitar memanggil Hambali sebagai Syehk, dia ikut berguru kepada Baasyir. Usia mereka terpaut 20 tahun. Baasyir yang dilahirkan di Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, kini berusia 64 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjadi buron Asia Tenggara, Hambali awalnya dituduh polisi Malaysia sebagai tokoh penting Kumpulan Mujahidin Malaysia (KMM). Padahal menurut Baasyir, mereka adalah pedagang jinten item atau haba saodah, madu, minyak wangi, dan sejenis bumbu yang disebut runcit. Berbeda dengan Baasyir, Hambali sukses sebagai pedagang. Hambali melebarkan niaga ke urusan pemberangkatan haji. Akibatnya, dia bolak balik Malaysia Timur Tengah. Ini makin menimbulkan kecurigaan. Hingga dia dituduh sebagai operator Al Qaidah Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Hambali murid Baasyir, maka sang ustaz juga dituduh sering dolan ke Afghanistan. Memang, Baasyir pernah sampai ke perbatasan, saat Afghanistan dikuasai Soviet. Baasyir beralasan, kunjungannya ke Pakistan, adalah untuk urusan sekolah santri dan anaknya. Salah seorang anaknya, saat ini kuliah di Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tudingan teroris pertama kali diterima Baasyir dari Kepala Polis Malaysia, Tan Sri Norian Mai, pada Agustus 2001. Baasyir dengan nama samaran Abdus Shamad bin Abud, terlibat kegiatan illegal KMM. Baasyir memang menggunakan nama Abdus Shamad Abud, ketika masuk Malaysia sebagai “pendatang haram”, Mei 1985. Baasyir dan Abdullah Sungkar, pendiri pesantren Ngruki, lari ke Malaysia, karena rezim Soeharto akan mengeksekusi putusan pengadilan 12 tahun penjara. Sebelum diadili, 4 tahun sudah Baasyir dan Sungkar mendekam ditahanan. Keduanya ditangkap karena terlibat Komando Jihad, organisasi yang diyakini bentukan intelijen, sebab dakwahnya menyerang pemerintah, dengan menolak asas tunggal Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Malaysia, Baasyir tetap berdakwah secara keras. Ketika UMNO, partainya Mahathir dikalahkan PAS, partai oposisi berbasis Islam, di Kelantan dan Penang, Mahathir mulai memburu Baasyir. Pengajiannya disebut sebagai Kumpulan Mujahidin Malaysia, yang kelak disebut sebagai bagian dari JI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baasyir pulang ke Indonesia, tahun 1999, setelah Soeharto jatuh. Tragedi peledakan WTC September 2001, membuat nama Baasyir menjadi “harum” ke seluruh dunia, dengan label teroris internasional. Harian The Straits Times Februari lalu, melansir temuan, bahwa Jemaah Islamiyah pimpinan Baasyir , mempunyai rencana “Operasi Jihad Asia Tenggara: Melawan Terorisme Amerika Serikat dan Kaum Yahudi”. Saat berita itu dilansir, Amerika sedang gencar-gencarnya menyerukan jargon “Melawan Teror”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura punya peranan besar menuding JI terlibat Al Qaidah. Adalah Rohan Gunaratna, penulis buku Inside Al Qaeda: Global Network of Terror, yang menuduh ada jaringan Al Qaidah di Indonesia. Gunaratna pula yang menuduh JI terlibat bom Bali. Ia kondang sebagai narasumber yang berkaitan dengan Al Qaidah, pasca peledakan WTC, sehingga ia diundang berbicara di  PBB, Kongres AS, dan Parlemen Australia. Selain mengarang buku Al Qaidah, Gunaratna sudah menulis enam buku tentang konflik bersenjata. Warga Srilanka ini, adalah peneliti di Pusat Studi Terorisme dan Politik Kekerasan, Universitas St. Andrew's, Skotlandia, dan peneliti kehormatan di Institut Kebijakan Internasional khusus Kontra Terorisme, di Israel. Dia juga pernah menjadi Kepala Penyelidik Cabang Badan Pencegahan Terorisme PBB. Dia juga konsultan masalah terorisme di banyak negara, termasuk Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup dengan tuduhan teror secara ilmiah dan utak atik gathuk, belakangan muncullah tokoh misteri bernama Umar Al Faruq. Kepada CIA, Faruq mengaku kenal dengan Baasyir dan saling membantu untuk berbuat onar di Asia Tenggara.  Bertambah lag rangkaian puzzle yang dipakai melengkapi lansekap teroris pada Ustaz Baasyir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi berbeda dengan jiran di Asia Tenggara, pemerintah Megawati dituduh Washington kurang cergas mengikuti maunya Bush, dalam mengkampanyekan “Melawan Teror”. Hingga akhirnya, Bali meledak. Lalu, apakah bom Bali makin menegaskan keterlibatan Baasyir sebagai teroris. Alih-alih menangkap teroris, Amerika telah mendedah kebusukannya sendiri. Sebab, begitu Bali terbakar, Amerika buru-buru memasukkan JI dalam daftar teroris Internasional. Artinya, bisa saja tim investigasi menuduh Amerika punya motif dibalik peledakan. Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109978107487471445?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109978107487471445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109978107487471445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109978107487471445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109978107487471445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/08/kambing-hitam-sang-dewata.html' title='Kambing Hitam Sang Dewata'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109978080061722654</id><published>2003-08-18T14:35:00.000-07:00</published><updated>2004-11-06T14:40:00.616-08:00</updated><title type='text'>Antara Bakunin, Bin Ladin, dan Cah Mbeling</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Terorisme sudah ada sejak tiga abad silam. Dukungan kemajuan teknologi, membuat teroris bekerja tak mengenal batas negara. Siapa saja bisa jadi teroris. Kalau Usamah Bin Ladin mati, jaringan terorisme tak akan ikut mati.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Imam Samudera melangkah mantap. Tangannya diborgol, dan disebelahnya berdiri petugas bersenjata terkokang. Tapi Samudera berdiri dengan kepala mendongak. Samudera dikeluarkan dari ruang tahanan di Polres Cilegon, Banten, untuk diambil gambarnya oleh wartawan. Terdengar teriakan takbir dari kerumunan wartawan. Sesaat mata Samudera mencari-cari. Lalu takbir itu dibalasnya: Allahu Akbar….! Petugas bertopeng yang mengawalnya, mendorong Samudera kembali masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah penangkapan Samudera pun dramatis. Bak jalinan cerita di film. Setelah diintai sekian waktu, Samudera diketahui sedang berada di terminal bis Merak, ujung pulau Jawa, siap menyeberang ke pulau Sumatera. Lalu, polisi berpakaian preman menyergapnya di atas bis. Samudera dikesankan sebagai tokoh lapangan yang trengginas, aktif, dan cerdas. Menggunakan banyak nama samaran, berpakaian lapangan, bertopi yang nyaris menutupi mata, menenteng laptop, dan rajin mengunjungi warung internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jelas berbeda dengan Amrozi, tersangka peledakan bom Bali yang ditangkap lebih dulu. Amrozi mengesankan bocah tak bersalah, padahal dituduh membunuh ratusan orang, dan terancam hukuman mati. Ia selalu saja mengumbar senyum. Bahkan ketika bertemu Kepala Polri di Bali, dia seolah bertemu teman lama. Bercerita lancar, tersenyum, terkekeh-kekeh, cengegesan, dan melambai-lambai ke arah wartawan yang memotretnya. Laksana kurang ingatan saja. Fotonya dengan Kapolri, yang menyebar cepat ke seantero dunia itu, dikecam pemerintah dan rakyat Australia. Sebab, tak sepantasnya seorang pembunuh ratusan orang masih bisa tertawa-tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam negeri, tingkah Amrozi lengkap dengan wajah innocent-nya, mendapat sorotan tajam. Amrozi hanya korban akal-akalan skenario polisi, yang tertekan karena kasus bom Bali mendapat perhatian dunia. Amrozi hanya kambing hitam, yang dikait-kaitkan. Bagaimana mungkin seorang bocah ndeso yang mbeling, gemar nembak burung, kebut-kebutan motor, masuk jaringan terorisme internasional.  Dan berbagai tudingan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan sejenak temuan polisi –mobil L-300, keahlian memperbaiki HP, bon pembelian belerang dan tawas--,  yang dijadikan polisi sebagai benang merah keterkaitan Amrozi dalam peledakan Bali. Itu semua hanya akan menjadi barang bukti di persidangan. Pengadilanlah sebagai mahkamah ter-adil, yang akan memutuskan siapa Amrozi, dan siapa Samudera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma, sebelum vonis itu jatuh, siapakah yang berhak menyandang predikat teroris. Yang berdiri pongah dan berteriak gagah, atau yang cengengesan tertawa sumringah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perjuangan Kita&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Serangan terhadap WTC dan Pentagon 11 September 2001 lalu, yang lebih dikenal sebagai tragedi 11/9, membawa perubahan terhadap terorisme. Dua gedung jangkung rubuh, mengubur ribuan manusia di dalamnya. Teroris kini memasuki babak baru, pembunuhan massal berskala luas. Tak ayal, Presiden Amerika Serikat lalu mengobarkan peperangan terhadap terorisme. Seluruh dunia wajib mengamini, kalau tidak bakal dicap sebagai teroris juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bali, tiga belas bulan kemudian. Ledakan keras menewaskan ratusan orang. Umumnya warga asing, kebanyakan dari Australia, sekutu Amerika yang vokal dalam pembasmian terorisme. Jakarta bereaksi cepat. Perpu Anti Terorisme pun diteken Presiden. Hasilnya, luar biasa. Tak seperti Amerika yang hanya menuduh tapi tak kunjung menangkap, polisi Indonesia pelan tapi pasti menggelandang beberapa orang ke ruang pemeriksaan. Mereka diperlakukan istimewa. Terbang dengan pesawat carteran, dimasukkan ke kendaraan taktis anti peluru, dan dikawal petugas bertopeng bersenjata. Terorisme sudah hadir di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara lain, kata ini sudah lama terdengar. Terorisme masuk perbendaharaan kata di Eropa, pada masa Revolusi Perancis, tahun 1789. Istilah ini mengacu kepada sikap pemerintah yang represif, yang menghukum dan membunuh rakyat yang menentang Revolusi Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorisme makin mengemuka pada abad ke-19 di Rusia. Ditandai hadirnya kelompok Narodnaya Volya pimpinan Mikhail Bakunin. Bahasa Rusia Narodnaya Volya, bermakna Perjuangan Kita. Kelompok terorisme modern ini, berusaha membunuh Tsar Alexander II pada 13 Mei 1881. Meski gagal, terorisme ala Bakunin, menjadi genre baru: membunuh pimpinan lawan.  33 tahun kemudian, model ini dipakai Gavril Pricip, di Sarajevo. Anak muda Bosnia Serbia ini membunuh Pangeran Austria, Ferdinan, hingga memicu Perang Dunia ke-2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 50-an, terorisme mulai merambah Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Diawali pembunuhan polisi dan pejabat lokal, lalu berkembang kepada penyanderaan, pembajakan pesawat, dan pengeboman. Persoalan agama, mulai mewarnai ranah terorisme. Tragedi Black September, tahun 1972, ketika 11 warga Israel yang sedang mengikuti Olimpiade di Jerman, tewas ditangan gerilyawan Palestina, menjadi contoh terorisme dipengaruhi unsur agama. Perampasan Israel terhadap tanah Palestina di Tepi Barat, memicu legitimasi kekerasan berbalas kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jaringan Perang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dulu, aksi teror dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang yang terorganisir dibawah satu kelompok. Kelompoknya pun berciri, seperti ideologi dan nasionalisme..  Organisasi teroris yang acap menebar maut, antara lain Tentara Merah Jepang dan Brigade Merah Italia yang berbasis radikal kiri; serta Tentara Republik Irlanida, Kelompok Abu Nidal, dan Separatis Basque ETA mewakili kelompok nasionalis etnik. Ini merupakan streotif teroris tradisional: berbuat lalu berkoar. Sebab tujuan kekerasan yang mereka ambil, adalah pertunjukan ideologi. Maka targetnya pun selektif, yakni simbol dari kelompok yang mereka lawan, seperti kedutaan, pesawat terbang, dan menculik tokoh yang berseberangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemunculan Usamah Bin Ladin merubah muka terorisme. Bin Ladin menjadi aikon teror era 90-an, dengan membentuk kelompok Al Qaidah. Anggotanya multibangsa, tak mengenal batas negara . Diawali pembebasan Afghanistan dari jajahan Soviet, hingga berkembang menjadi anti dominasi Barat. Ketika berhadapan dengan Soviet, Bin Ladin berteman dengan Amerika. Tetapi, setelah rezim Taliban berkuasa di Afghanistan, Bin Ladin menjadi musuh abadi Amerika. Ideologi yang diusung Bin Ladin dipengaruhi pemahaman agama yang ekstrim, kebencian terhadap rezim Arab, anti dominasi Barat. Bin Ladin memperkenalkan terorisme yang didasari pada jaringan, bukan basis negara. Hasilnya, Kedutaan Amerika di Afrika Timur luluh lantak. Dan puncaknya, tragedi WTC yang menewaskan ribuan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terorisme non-negara ini bisa dilakukan oleh perorangan. Tengoklah Timothy McVeigh, pengembom gedung Alfred Murrah Federal Building, di Oklahoma, tahun 1995. Juga Ramzi Ahmad Yusuf, yang meledakkan WTC di New York tahun 1993. Tujuannya sama, menimbulkan efek dramatis, dengan penciptaan korban yang banyak, pemilihan lokasi strategis, sehingga mendapat perhatian besar media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendirian dan bersenjata mini, akan menjadi trend ke depan. Teroris yang melanggang kangkung memasuki gedung tinggi, ternyata membawa tas jinjing berisi bom nuklir. Seperti peledakan pesawat Pan Am 103 tahun 1988, yang menewaskan 278 orang, dengan menggunakan bom hanya sebesar radio mini. Ternyata isinya, 300 gram Semtex berpemicu timer ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah era terbaru terorisme: jaringan perang. Kelompok teror antar negara, yang ditopang era informasi dan teknologi tinggi. Kelompok ini lebih hebat dibanding gangster model lama. Mereka dapat melakukan beberapa hal sekaligus, lebih luas dari sekedar perjuangan ideologis. Tapi juga kejahatan trans-nasional lainnya, seperti jual beli senjata di pasar gelap. Cirinya, mobilitas dan loyalitas tanpa batas negara dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perintah Tuhan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengapa terorisme tumbuh subur. Alasannya sudah ada sejak 3 abad lampau. Pertama, terorisme menjadi alat si lemah melawan dominasi adikuasa. Alasan ini dipakai gerakan rasisme, fundamentalis, etnik nasionalis, dan kelompok minoritas. Kedua, terorisme sebagai alat penegasan identitas dan mencari perhatian. Terakhir, sebagai seruan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya beraksi sendirian, perintahnya datang dari Tuhan,” kata Yigal Amir, anak muda Yahudi ekstrimis, usai membunuh Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin, November 1995. Perintah Tuhan, yang juga disebut Imam Samudera, telah dikapai pula oleh pelaku bom bunuh diri di bis dan pasar yang disesaki orang Israel. Pun, juga oleh sekte Aum Shinrikyo, dengan teror gas saraf 1995 di stasiun kereta bawah tanah Tokyo, serta peledakan gedung Oklahoma City, tahun yang sama, yang dilakukan Patriot Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama menjadi faktor penting membentuk karakteristik terorisme. Eskalasi kekerasan di Palestina adalah contoh penting. Amerika adalah konco Israel, biang kerok kerusuhan di Palestina. Akibatnya Amerika tercatat sebagai negara yang paling banyak diincar teroris. Sebetulnya, penyebabnya tak hanya masalah Palestina saja. Ada kebencian karena, peran Amerika sebagai polisi dunia, yang sok mengatur kendali keamanan dunia, penempatan pangkalan militer di seantero jagad, juga ekspolitasi ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tobatkah Amerika, setelah tragedi WTC yang menampar mukanya. Tahun depan, dana pertahanan Amerika naik menjadi 355 Miliar dolar, setara dengan 100 kali APBN Indonesia yang Cuma 35 Trilyun rupiah. Untuk apa dana sebesar ini, di era perang dingin. Amerika akin menciptakan musuh, supaya dana ini terpakai.  Bosan dengan laboratorium alam di Timur Tengah, tempat mereka menguji coba senjata, Amerika pasti berbuat yang tidak –tidak, terutama terhadap dunia Islam. Ujung-ujungnya, langkah tersebut, mendorong radikalisasi di pelbagai negara. Menciptakan teror, berikut tokoh teroris dari segala kalangan. Maka, bukan tak mungkin akan banyak lagi tokoh yang cengengesan bertampang lugu, mendadak jadi selebritis sebagai teroris. Siapa sangka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109978080061722654?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109978080061722654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109978080061722654' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109978080061722654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109978080061722654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/08/antara-bakunin-bin-ladin-dan-cah.html' title='Antara Bakunin, Bin Ladin, dan Cah Mbeling'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109964188925285850</id><published>2003-08-15T01:00:00.000-07:00</published><updated>2004-11-05T00:04:49.253-08:00</updated><title type='text'>Makelar Simbol Kuasa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Kerjasama berbulan-bulan Amerika dan Soviet, berhasil mengungkap jaringan penjual rudal panggul. Amerika akan meningkatkan pengamananan pesawat komersil.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;PENANGKAPAN Hemant Lakhani pastilah heboh. Bayangkan, penjual ganja sejumput saja,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;di tayangan kriminal televisi kita, digelandang puluhan polisi berpistol. Apalagi ini, Lakhani akan menjual 50 rudal panggul (shoulder fired missile) mematikan yang bisa menjatuhkan pesawat berbadan besar. Dan yang menangkapnya FBI, biro investigasi paling mumpuni sejagad raya. Mereka bekerja sama pula dengan KGB, intel Rusia. Pasti heboh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemant Lakhani, warga Inggris keturunan India, ditangkap FBI karena berniat menyelundupkan rudal jenis SA-18 Igla buatan Rusia. Sebelum penangkapan, di sebuah hotel dekat bandara Newark, negara bagian New Jersey, Lakhani sudah diintai selama 20 bulan, oleh agen FBI yang menyamar jadi teroris asal Somalia. Lakhani diminta menyediakan 50 rudal seharga kira-kira 50 Milyar rupiah. Lalu Lakhani yang lebih berperan sebagai broker, menghubungi penjual di Rusia, yang ternyata adalah agen KGB. Sehingga, meskipun rudal tersebut sudah masuk kapal menuju Amerika, tapi tetap aman dengan kawalan agen FBI dan KGB yang menyamar. Bersama Lakhani, ditangkap juga Moinuddin Ahmad Hamid, warga Malaysia, dengan tuduhan membantu transaksi, serta Yehuda Abraham, pedagang permata  di New York, yang telah mentransfer dana pembelian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diduga, Amerika dan Rusia membiarkan waktu berlarut sampai 20 bulan, demi mendapat jejaring yang lebih luas, dan tokoh yang lebih kakap. Koordinasi pun menyentuh lapisan teratas, yakni Presiden George W Bush dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Bagi kedua negara adidaya itu, kerjasama menangkap Lakhani ini, menjadi pembuka era baru kerjasama menangkal teroris, setelah berakhirnya perang dingin. Padahal tadinya, senjata justru menjadi simbol kuasa mereka dibanyak tanah bertikai. Sebutlah Afghanistan dan Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Afghanistan, Amerika mengirim ribuan rudal panggul jenis Stinger, untuk mengusir pendudukan Rusia. Sebaliknya di Irak, SCUD yang menjadi momok menakutkan bagi Amerika, adalah varian rudal bikinan Rusia yang dipermak di Baghdad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Amerika sendiri, penangkapan Lakhani membuka mata pengeritik kebijakan keselamatan pesawat komersial. Pemerintah Bush sudah menolak rencana undang-undang yang mewajibkan alat teknologi anti rudal, sebab biayanya yang mahal, mencapai 1000 trilyun rupiah. Karena untuk satu pesawat saja, menghabiskan dana 20 milyar rupiah.&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Rudal Panggul&lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebulan sebelum tragedi runtuhnya WTC 9 September 2001, sebuah helikopter milik Rusia rontok dihantam rudal SA-18 Igla, yang diluncurkan pejuang Chechnya. Inilah catatan satu-satunya, rudal berpenuntun panas ini digunakan oleh kelompok non pemerintah. Akhir tahun 2002 pesawat berbendera Israel, nyaris punah dihantam rudal darat ke udara SA-7, di Mombasa, Kenya. SA-7 juga pernah digunakan pemberontak Kongo menghantam pesawat komersil berpenumpang 40 orang, tahun 1998. FBI mencatat, ada 29 insiden penembakan rudal terhadap pesawat, menewaskan 550 orang. Sedangkan RAND, lembaga penelitian pertahanan, memberikan data berbeda, kurun 1975 sampai 1992 saja, ada 40 pesawat rontok dirudal, dan menewaskan 760 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SA-18 Igla merupakan generasi terbaik rudal panggul yang diluncurkan dari darat ke udara, yang pernah dibuat Soviet. Rudal ini dibuat akhir 1980-an, diujung berakhirnya Perang Dingin. Rudal ini menggunakan sensor panas sebagai penuntun, artinya rudal mencari sumber panas dari mesin pesawat yang dijadikan target. Begitu rudal ditembakkan, ia akan meluncur mengikuti gerakan dan posisi pesawat. Gerakan rudal ini bisa dikecoh dengan menyemburkan uap panas, sehingga rudal akan menghantam target semu tadi, padahal pesawat sudah meluncur menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SA-18 merupakan pengembangan dari generasi terdahulu, SA-7 dan SA-14. Kelebihannya adalah, dapat mengunci target panas, bila ditembakkan dari arah manapun. Berbeda dengan SA-7, yang hanya bisa mengunci target, bila ditembakkan dari arah bagian belakang, tempat pembuangan panas mesin pesawat berada. Sehingga tingkat keberhasilan dan akurasinya, semakin tinggi. Pakar senjata dari lembaga Jane’s Defence menyatakan, bila anda menggunakan Igla, maka anda sudah menjadi teroris di level tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak jenis rudal panggul dari darat ke udara yang beredar di antero bumi. Senjata yang penggunaannya mirip senapan ini, mempunyai banyak keuntungan atraktif, yang membuat teroris melirik. Ringan sehingga mobilitas pergerakan menjadi gampang. Dalam jargon militer, senjata ini disebut MANPADs (Man Portable Air Defense System).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kecil, rudal ini memiliki jarak serang hingga 5 kilometer. Sehingga bisa menjatuhkan pesawat sasaran, pada ketinggian 50 sampai 10.000 kaki. Senjata ini, sangat efektif saat pesawat terbang rendah, yakni pada posisi landing atau  take-off.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rusia sibuk dengan SA –ada Grail, Strela, Arrow--, Amerika juga membangun Stinger dan Redeye. Stinger, buatan Amerika banyak dipakai di Afghanistan, ketika Amerika membantu pejuang Afghanistan melawan pendudukan Rusia. Stinger juga banyak di negara bekas Yugoslavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakistan yang berseteru dalam pembuatan senjata dengan India, mencontek Stinger dan menamainya Anza MK. Jenis ini memiliki varian 1 sampai 3, tergantung daya jelajah, yakni 4, 6, dan 15 kilometer. Rudal ini bisa mencapai target yang tetap atau berputar. Sedangkan China membuat QW-1, kependekan dari Qianwei, atau Garda Terdepan. Ketika tampil pada pameran dirgantara Inggris tahun 1994, langsung mengundang decak kagum. Sebab melampaui jarak jelajah Stinger buatan Amerika, akurasi membaca target, dan kekuatan hulu ledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap negara pembuat rudal panggul, terus meningkatkan karakteristik kemampuannya. Selain daya jelajah, arah penguncian target, juga berat, kapasitas hulu ledak, dan harga. Semua ini, membuat rudal panggul menjadi pujaan teroris. Di pasar gelap, harga berkisar antara 50 juta rupiah sampai 300 juta rupiah. Apalagi, pasca tragedi 9/11 pengamanan di bandara semakin diperketat, membuat pembajakan makin susah. Sehingga teroris akan beralih ke rudal, untuk menaklukkan pesawat. Diduga, ada 27 kelompok milisi dan teroris yang menggunakan rudal panggul darat ke udara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Lakhani dan sebaran kepemilikan rudal, membuat Pemerintah Bush membuat kebijakan membentuk gugus kerja pengamanan pesawat komersial dan bandara dari serangan rudal. Setelah insiden terhadap pesawat Israel di Kenya, Amerika meningkatkan kewaspadaan, antara lain dengan patroli pengamanan bandara, pemasangan detektor memantau pergerakan pesawat, serta alat jamming secara elektronik. Sayangnya, rudal sekelas SA-18 Igla sudah tak mempan di-&lt;em&gt;jam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Sebagai sebuah negara yang mengaku mengusung demokrasi dan HAM, Amerika wajar sibuk dengan urusan keamanan terbang ini. Bagaimana mungkin, warga negara demokratis, tak bebas dari rasa takut bepergian. Atau, Amerika secara perlahan menahan diri, untuk tidak campur terlalu banyak, supaya kebencian tidak merebak dimana-mana. Yang ujungnya, warga dan fasilitas Amerika di pelbagai tempat, jadi sasaran teror.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Agustus 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109964188925285850?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109964188925285850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109964188925285850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109964188925285850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109964188925285850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/08/makelar-simbol-kuasa.html' title='Makelar Simbol Kuasa'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109931812474638700</id><published>2003-07-24T06:05:00.000-07:00</published><updated>2004-11-01T06:53:28.756-08:00</updated><title type='text'>Dari Pidie Sampai Tikriti</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Hasrat Aceh untuk merdeka punah sudah. Sekarang GAM fokus melepas diri dari kematian. Apakah GAM akan terus ada, tergantung sikap aparat merebut hati rakyat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;SUARA empuk pramugari Garuda, memecah lamunanku. Beberapa saat lagi, burung besi ini akan mendarat di bandara Sultan Iskandar Muda, Nanggroe Aceh Darussalam. Aku berharap-harap cemas, seperti apa gerangan Aceh dibawah status darurat militer. Aku memandang pinggiran kota Banda Aceh dari jendela pesawat. Tak banyak berubah. Tak ada asap mengepul dari gedung-gedung terbakar habis disasar rudal. Aku tersenyum sendiri, membayangkan khayalku yang liar, seolah ini di Irak, yang hangus dibombardir Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku keluar dari perut pesawat. Di pucuk tangga, aku melepas pandang ke antero bandara. Ini adalah kedatanganku yang kedua Aceh. Sebelumnya, dua tahun silam, untuk meliput akhir Masa Jeda Kemanusiaan –program perdamaian yang digagas HDC--, dan kini meliput pemberlakuan &lt;a href="http://www.indonesia.nl/articles.php?rank=1&amp;art_cat_id=51"&gt;Masa Darurat Militer&lt;/a&gt;. Sekitar bandara ramai oleh calon penumpang. Tak ada tampang sangar militer bersenjata lengkap, mengawal salah satu sarana strategis ini. Salah seorang penumpang berbadan tegap, bahkan “berani” memamerkan diri sebagai militer, dengan topi bertuliskan nama dan kesatuannya. Aceh sudah didominasi militer, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak keliru rupanya. Sepanjang jalan dari bandara di kawasan Blang Bintang menuju pusat kota Banda Aceh, tak ada penjagaan mencolok. Sesekali berselisih dengan truk membawa tentara dan polisi. Hebatnya, para aparat itu berdiri saja di bak truk. Tak lagi seperti dulu, berjongkok rapat menyimpan kepala di balik bak truk yang ditambahi lapisan plat baja dan potongan pohon kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki kota, suasana berbeda semakin mencolok. Polisi yang menjaga perempatan tak lagi bersenjata lengkap. Lalulintas ramai, layaknya ibukota sebuah propinsi. Yang mengherankan, kini banyak remaja putri tak lagi berjilbab, bahkan memakai pakaian ketat khas remaja metropolitan. Mungkinkah dulu, yang peduli kepada jilbab itu GAM? Dan kini, setelah mereka lari ke hutan, di kota jilbab tak lagi wajib. Entahlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Embedded&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemberlakuan darurat militer di Aceh, tak berjarak lama dengan invasi Amerika ke Irak. Liputan televisi yang gegap gempita terhadap Irak, agaknya mengilhami pejabat dan jagad pertelevisian Indonesia. Salah satunya adalah embedded, pelibatan wartawan langsung di front terdepan. Beberapa hari sebelum operasi terpadu yang memayungi Darurat Militer itu diumumkan, sejumlah wartawan diundang Mabes TNI untuk suatu pelatihan dasar militer. Mereka akan dijadikan wartawan embedded, secara literal bermakna ditanam atau dilekatkan. Ketika perang Irak berkecamuk, kita kagum menyaksikan Walter Rodgers (CNN), dengan wajah kusam berdebu, melaporkan gerak maju pasukan di Nasiriyah. Laporan ini, diimbuhi gambar yang bergoyang, karena diambil dari atas tank yang bergerak cepat. Ada pula David Bloom (NBC). Ia &lt;em&gt;embedded&lt;/em&gt; di Divisi Infantry ke-3. Cirinya, adalah rambut yang tak terurus dan terlihat kumal di balik rompi anti pelurunya. Malang, Bloom tewas di Baghdad, setelah pasukan koalisi masuk kota. Berseberangan dengan Rodgers dan Bloom, ada Maheer Abdullah (Aljazeera), yang bergerak bersama pasukan Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah ruang pikir yang terbentuk di awal perang Aceh. Sejumlah stasiun televisi mengangkut perangkat yang dipakai jurnalis di Irak, &lt;em&gt;videophone&lt;/em&gt;, perangkat kecil dan kompak, yang memungkinkan mengirim gambar dari manapun. Tapi, apa lacur. Rencana itu tak berjalan mulus. Perang Irak berbeda jauh dengan perang Aceh. Di Irak, publik menunggu kapan kota Tikrit, kampung halaman Saddam Husein jatuh. Sehingga gerak maju pasukan menjadi faktor penting. Tapi di Aceh, tak ada kawasan yang bakal direbut. Di Pidie, misalnya, kampung halaman Hasan Tiro, pasukan sesekali bergerak ke perkampungan mencari GAM. Mulus saja, kalau desa tersebut sudah ditinggal warga berkelamin lelaki. Nah, kontak tembak bisa terjadi kalau ada GAM yang terjebak lalu menyerang. Itupun biasanya tak lama, sebab GAM yang miskin amunisi, pasti menghilang ke gunung. Namanya juga perang gerilya, bukan perang masif laksana di Irak. Lagipula, bangsa Amerika bertujuan membasmi bangsa Irak. Sedangkan aparat Indonesia, hanya bermaksud membersihkan “anak nakal”, yang menggangu keamanan, di negaranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Meraih Hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah upaya yang pengucapannya sederhana, tapi sulit dilakukan: rebut hati rakyat Aceh. Rentang waktu yang cukup lama berbeda paham, membuat rakyat Aceh dan aparat curiga berlebihan. Lihatlah kejadian disuatu pagi ini. Pagi baru turun di pinggiran kota Banda Aceh, ketika puluhan polisi bersenjata lengkap memasuki kampung. &lt;a href="http://www.communalconflict.com/ACEH.HTM"&gt;Operasi fajar &lt;/a&gt;itu menyasar sejumlah rumah, yang sudah ditandai sebagai rumah anggota GAM. Pintu diketok sambil bersalam. Hanya sesaat ketokan sopan tadi mulai brutal. Popor senapan dipukulkan ke pintu, dinding, jendela. Salam pun berganti dengan teriakan agar empunya rumah segera membuka pintu. Keluarlah penghuni, dengan pakaian seadanya dan terkantuk-kantuk. Termasuk anak-anak kecil yang berjalan dengan mata tertutup. Pasukan pun bergerak cepat masuk. Kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggerebegan berlanjut ke tempat lain. Di jalan aku tanya komandannya, kenapa tak menunggu dengan sabar penghuni membuka pintu. Siapa tau mereka sedang merapikan pakaian. Sang komandan diam saja. Di rumah berikutnya, prosesi yang sama terjadi. Kali ini rentang waktu pengetokan dengan pembukaan pintu lebih lama. Begitu pintu terkuak, pasukan menyerobot cepat. Seluruh kamar termasuk kolong tempat tidur, ditelisik. Sang komandan berdebat dengan pemilik rumah, soal jumlah penghuni. Sang bapak ngotot, semua penghuni sudah keluar. Teriakan menggema dari dalam. Seseorang ditemukan meringkuk di kolong. Tak ayal, ia jadi bulan-bulanan, yang membuat adik-adiknya yang masih kecil, menangis menghiba-hiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan pulang, sang komandan membisikiku. Lama membuka pintu, artinya memberi kesempatan seseorang bersembunyi. Atau mengokang senjata. Penjelasan yang tak aku hiraukan benar, sebab yang teringat lekat adalah wajah duka anak-anak yang baru bangun tidur sudah tersuguhi kekerasan dan kepiluan mengoyak batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, sang komandan menangkap ketakpuasanku, atas kejadian tadi. Sorenya aku diundang lagi menangkap &lt;em&gt;inong balee&lt;/em&gt;, pasukan wanita GAM. Namanya Dahniar. Ia diinterogasi di depanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;+ Kamu inong balee?&lt;br /&gt;- Nggak pak&lt;br /&gt;+ Pernah dilatih militer sama GAM&lt;br /&gt;- Cuma latihan pramuka pak, baris berbaris.&lt;br /&gt;+ Ada keluargamu yang GAM&lt;br /&gt;- Nggak ada pak&lt;br /&gt;+ Si Muchlis, abangmu yang mati kena bom itu, kan GAM&lt;br /&gt;- Cuma dia pak.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Aparat TNI-Polri menyebut gaya Dahniar ini, sebagai “gaya” Aceh. Kalau aparat tak punya data cukup, maka semua warga Aceh dengan gampang mengelak. Seolah tanpa salah. Batinku, warga pun tentu punya alasan sendiri, tak mudah memberi informasi kepada aparat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling curiga yang bisa diterima akal. Namun, bila kecurigaan ini terus berbiak, maka hubungan antara rakyat Aceh dengan pemerintah, TNI dan Polri akan terus bergesekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pemerintah pun mengimbangi operasi militer dengan pendekatan agama dan budaya. 13 kecamatan yang berkategori hitam, alias sangat tidak aman, kini dipimpian camat dari TNI. Para perwira menengah ini direkrut dari seluruh Indonesia. Semuanya orang Aceh. Artinya, bisa lahir di Aceh, pernah tinggal di Aceh, atau minimal keturunan Aceh. Mereka diharapkan menggunakan pendekatan dengan pemahaman tipikal dan budaya Aceh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain TNI, pemerintah menggunakan peran ulama. Dalam sejarah kehidupan warga Aceh, termasuk zaman perang melawan kolonial, ulama menjadi figur pemersatu sekaligus penggerak. Pengedepanan peran ulama ini, terlihat dari pemberian Syariat Islam, sebagai bagian dari &lt;a href="http://www.crisisweb.org/home/index.cfm?id=1778&amp;amp;l=1"&gt;Otonomi Khusus&lt;/a&gt; untuk Aceh. Sayangnya, syariat Islam yang baru seumur jagung itu kini tak bisa jalan. Bagaimana mau jalan, kalau hukum positif yang sudah berumur puluhan tahun saja, kini banyak yang tak jalan. Maka tinggallah kini, plang kantor dan toko bertuliskan aksara Arab, yang menunjukkan syariat Islam pernah dicanangkan di Nanggroe Aceh Darussalam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Upaya pamungkas yang harus dilakukan pemerintah adalah itu tadi, merebut hati rakyat Aceh. Kalau hati masyarakat tak bisa dimenangkan, maka bisa jadi dominasi GAM, hilang saat ini saja. Tapi kebencian terhadap Jakarta, akan terus mengakar. Artinya DOM &lt;em&gt;part&lt;/em&gt; berikutnya akan tetap datang ke Aceh &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Juli 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109931812474638700?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109931812474638700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109931812474638700' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109931812474638700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109931812474638700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/07/dari-pidie-sampai-tikriti.html' title='Dari Pidie Sampai Tikriti'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109931793073342266</id><published>2003-07-20T05:51:00.000-07:00</published><updated>2004-11-01T06:05:30.733-08:00</updated><title type='text'>Bertandang ke Ka Ndang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Perjanjian damai diteken dalam posisi GAM yang terpojok. Tapi ada kelompok yang tak ingin Aceh damai. Mereka meraih keuntungan dari konflik. --Sebuah Pengalaman Meliput—&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;SENJA berlalu, pada sebuah malam di awal Januari 2000. Suasana kota Bieureun sudah sepi. Satu dua mobil dan motor melintas di jalan protokol, yang menghubungkan Banda Aceh - Lhokseumawe. Kota seperti mati. Toko sudah tutup sedari petang. Aku bersama juru kamera keluar dari hotel disupiri pengemudi yang kami bawa dari Banda Aceh. Hanya lampu kamar kami dan &lt;em&gt;front office&lt;/em&gt; yang menyala. Sebab cuma kami tamu malam ini, di hotel yang terletak di tengah kota induk Kabupaten Bieureun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontak kami, seorang wartawan daerah dan seorang anggota LSM setempat, sudah menunggu. Disini waktu diatur ketat, karena keamanan bergantung pada jam perjanjian. Misalnya, jam sekian akan lewat mobil berwarna anu, sehingga melintas setelah jam kesepakatan, bisa berakibat fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berputar-putar kota sebentar, untuk mengecoh penguntit, mobil berbelok ke jalan kecil. Hanya seratus meter dari jalan protokol, suasana perkampungan justru ramai. Mobil berhenti di dekat sebuah warung. Kontak kami segera turun, menemui seseorang yang duduk di balai-balai. Bercakap sejenak dalam bahasa Aceh, lalu saling berucap salam. Seorang pemuda tanggung, entah siapa, ikut naik ke mobil.  Ia memerintahkan yang didalam mobil membuka topi. Katanya, demi keamanan. Padahal kami sudah mengikuti prosedur baku, membuka kaca lebar-lebar dan menyalakan lampu dalam ruangan mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian berhenti lagi. Dari sebuah warung muncul lelaki berbaret dan bersenjata. Radio yang dicangking di pundaknya berderit berisik. Bahasa Aceh tentu. Ia melongok ke mobil, mengucap salam dan berlalu. Pemuda tanggung turun. Kami tak rewel. Diam sambil berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan yang sepi, sebuah motor dipacu kencang muncul dibelakang. Klaksonnya ditekan memekik-mekik. Sesaat setelah mendahului, tangannya melambai menyuruh berhenti. Begitu mobil dimatikan, sekonyong-konyol dari kegelapan muncul sejumlah pemuda bersenjata. Kali ini tak hanya melongok, semua penumpang diperintahkan turun. Barang-barang bawaan diperiksa. Sempat ketar-ketir, tapi aman saja. Sebelum jalan, kamera diminta tak dipangku, sebab moncongnya mirip pelontar granat GLM. Ada-ada saja, batinku. “Itu polisi GAM,” kata sang kontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal sudah berujung. Sekarang mobil melintasi jalanan tanah, dengan kiri kanannya hamparan kolam. Berhenti lagi, sebelum akhirnya mobil berbelok ke jalan yang lebih kecil, yang muat pas satu mobil saja. Rupanya itu pos jaga terakhir, sebab kami sudah tiba di sebuah rumah berhalaman kolam. Di depan rumah, banyak motor terparkir, dan orang-orang berseragam menyandang senjata. Sang kontak memberi salam hangat. Bungkusan berisi rokok dan kue kering berpindah tangan. Gantinya, teh hangat pun disorongkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki gagah, berjins, berkemeja putih dan mengenakan topi, khas anak muda kota mengajak kami ngobrol, agak di pojok. Aku terkesiap, orang ini tadi siang yang bertemu di sebuah warung, sewaktu kami istirahat sehabis mengambil gambar penebangan kayu yang ditumbangkan ke jalan di pinggir kota Biereun. Maka, pelajaran pertama: waspada!. Sebab anggota GAM berbaur dengan masyarakat. Ia meminta kami menunjukkan KTP, selain kartu pers. &lt;em&gt;Clear,&lt;/em&gt; baru sang tujuan utama muncul. Dialah Teungku Abu Rais, Gubernur Sipil GAM Wilayah Batee Iliek. Orangnya santun, bersahaja, berpendidikan SMA. Dia tak marah, ketika aku sodori pertanyaan, bahwa GAM tak memiliki kesiapan SDM kalaupun merdeka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hendak pulang, kami diminta melewati jalan berbeda. Eh, di sebuah tempat kami bertemu lagi dengan “pencegat” berbaret mencangking radio. “&lt;a href="http://www.genocideprevention.org/v1i1_2b.html"&gt;Kampung mereka kuasai&lt;/a&gt;,” bisikku pada sang juru kamera. Hujan lebat tengah malam, membuat kami tertarik untuk mampir di sebuah warung. Kopi Aceh beraroma tajam, dan mie rebus Aceh yang pedas, menjadi santapan lezat di tengah malam berguyur hujan. Ketika mau membayar, seorang bapak bersarung dan berbaju koko di pojok, melarang pemilik warung menerima bayaran kami. Dia tergopoh merogoh dompet di balik baju kokonya. Aku terhenyak, bapak paruh baya itu, membawa pistol!. Di mobil kontak bercerita, dia juga petinggi GAM, dan alumni Libya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hotel, meski lelah, kami nyaris tak tidur. Khawatir ada penggerebekan. Kaset hasil liputan disembunyikan rapat-rapat. Pagi, kami melanjutkan perjalanan menuju Lhokseumawe. Tujuannya bertemu Panglima GAM Wilayah Passe, Teungku Sofyan Dawood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, saat itu, akhir masa Jeda Kemanusiaan, &lt;a href="http://www.cdi.org/terrorism/aceh.cfm"&gt;GAM&lt;/a&gt; memblokade jalan raya dengan menumbangkan pohon, sebab khawatir TNI akin menyerang. Maka kami terpaksa lewat jalan kampung yang berliku. Mobil yang melintas di perkampungan, hanya mobil dengan logo besar di pintu. Ada pers, Tim Monitoring &lt;a href="http://www.eastwestcenter.org/" pub_id="'1522"&gt;HDC&lt;/a&gt;, aktivis Jeda Kemanusiaan, dan PMI. Selebihnya, parkir di pinggir jalan. Truk yang membawa telor dari Medan, mulai menebar bau busuk, sebab sudah sepekan diperjalanan.  Perjalanan Biereun Lhokseumawe yang biasanya hanya dua jam, sekarang ditempuh 7 jam. Akibatnya, kontak lain di Lhokseumawe, sudah gelisah.  Besoknya, pertemuan dengan Dawood, berproses serupa, melewati sel-sel pemeriksaan oleh orang yang berbaur dengan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Dulu, sewaktu artis berdarah Aceh, Cut Keke, bisa bertemu Panglima GAM, sedangkan TNI tidak, aku termasuk yang berprasangka buruk, bahwa TNI memang sengaja membiarkan GAM subur untuk “bahan permainan”. Tetapi, saat itu, syakwasangka itu lenyap. Sistem sel GAM yang rapi, membutuhkan kontak yang ps, untuk sampai ke markas GAM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cot Trieng, awal November 2002. Ribuan pasukan TNI yang dilengkapi panser, mengepung rawa-rawa yang diyakini sebagai markas GAM. TNI kini sudah bisa merangsek jauh masuk kampung.  Padahal, dua tahun lalu ketika menuju Cot Trieng, di Simpang Len saja –100 meter dari jalan protocol Medan-Banda Aceh—GAM sudah menghadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sudah berubah jauh kini. Milad GAM ke-26, yang berlangsung ditengah pengepungan, berjalan sepi. GAM terpaksa merayakan sehari sebelumnya, meski tetap mengundang wartawan. Maka, meskipun butir-butir perjanjian damai yang baru, tak jauh beda dengan Jeda Kemanusian 2 tahun silam,  atmosfir yang melingkupinya, sungguh jauh berbeda. Maka, izinkan aku bersangka baik, GAM mulai terlihat gagal membawa Aceh merdeka, lepas dari kedaulatan Indonesia. Tapi, mereka masih punya kesempatan membawa Aceh merdeka, yakni merdeka dari rasa takut, dari kemiskinan, dari kontak senjata, dan dari…….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, April 2003&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109931793073342266?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109931793073342266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109931793073342266' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109931793073342266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109931793073342266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/07/bertandang-ke-ka-ndang.html' title='Bertandang ke Ka Ndang'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109959503393279377</id><published>2003-06-26T11:00:00.000-07:00</published><updated>2004-11-04T11:03:53.933-08:00</updated><title type='text'>Arab Gila Penguasa Gurun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Amerika menempatkan jenderal penguasa bahasa Arab mengendalikan Irak. Ia tangguh di pertempuran, dan pintar di bangku sekolah. Bisakah ia memenangkan hati rakyat Irak yang sudah lelah bertikai&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;JUMPA pers hari itu hidup dan dinamis. Jenderal John Abizaid yang ditunjuk sebagai Panglima Pusat Komando Militer Amerika Serikat, menjawab tangkas semua pertanyaan. Ia memiliki semuanya, karir militer yang baik, dan latar akademik. Abizaid merupakan jenderal favorit Donald Rumsfeld, Menteri Pertahanan. Tapi hari itu, ia membalikkan pernyataan Rumsfeld, mengenai perang gerilya di Irak. Tak syak, wartawan pun mengejarnya soal perbedaan pendapat itu. Berulang kali, Abizaid berebutan mikrofon dengan juru bicara Rumsfeld. Akhirnya, soal istilah disepakati debatable, yang terpenting adalah bagaimana menyelesaikan masalah Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai panglima dari Pusat Komando militer AS (Cent-Com), yang bermarkas di Tapa, Florida, Abizaid bertanggungjawab terhadap Afrika sampai Asia Tengah. Termasuk di dalamnya adalah Afghanistan dan Timur Tengah yang selalu bergolak. Irak menjadi tumpuan perhatian utama Abizaid saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rumsfeld, serangan terhadap tentara Amerika di Irak hanya kebetulan, sporadis, dan tidak terorganisir. Tidak bagi Abizaid. Meski jumlahnya kecil, hanya 5000 personil, –dibanding jumlah rakyat Irak 25 juta orang--, gerilyawan itu berada dalam struktur seluler yang sulit dijangkau. Mereka tumbuh dalam iklim pengkaderan yang brutal, memiliki kemampuan bergerak tertutup, dan memiliki uang dan senjata dalam jumlah besar. “Dalam istilah militer yang saya peroleh dari sekolah di Amerika (West Point), ini adalah konflik intensitas rendah (&lt;em&gt;low intensity conflict&lt;/em&gt;)” kata Abizaid. Karena merasa tahu apa yang sedang dihadapinya, Abizaid menolak tuntutan memulangkan tentara Amerika, seperti yang pernah terjadi di Vietnam, Beirut, dan Somalia. “Mereka menggunakan taktik, teknik, dan prosedur gerilya. Kami akan hadapi juga dengan cara itu,” Abizaid menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abizaid memang terkenal mumpuni dalam perang konvensional ini. Letnan Kolonel purnawirawan Hank Keirsey, yang pernah menjadi instruktur latihan perang menyatakan, Abizaid mencapai hasil tak terduga dalam pelajaran perang gerilya tahun 1995, di Fort Folk, Lousiana. Kala itu, Abizaid memimpin brigade pasukan airborne, dan unitnya membunuh musuh jauh diatas perkiraan teori standard. Abizaid mengabaikan prosedur operasi standard yang diajarkan, dan ber-improvisasi menggunakan serangan pendadakan, mundur, dan kembali melakukan serangan balasan secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Abizaid, 52 tahun, adalah lulusan Akademi Militer West Point tahun 1973. Ia merupakan lulusan terbaik ke 42 dari 944 taruna.  Di buku alumni, dibawah fotonya tertulis: “Arab Gila yang datang dari gurun, karena ingin jadi bintang terkenal”. Abizaid masuk akademi, dengan alamat terakhir California. Sedangkan, kata Arab disini mengacu pada nenek moyangnya yang berdarah Lebanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai lulusan yang menduduki peringkat lima persen terbaik, Abizaid mendapat tempat di pasukan elit airborne dan ranger.  Tiga tahun menjadi komandan kompi, Abizaid memenangi Olmsted Scholarships, beasiswa yang diberikan kepada tiga sampai enam perwira muda, untuk belajar di institusi sipil. Perwira muda itu berebut mendapat beasiswa ini, sebab sangat berguna bagi karir militer selanjutnya. Umumnya, negara pilihan penerima beasiswa ini adalah Eropa Barat. Abizaid beda. Ia memutuskan mengambil Universitas Jordan di Amman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abizaid tiba di Amman akhir 1978, saat tetangganya Iran sedang bergolak dengan Revolusi Islam-nya yang anti Amerika. Sebagai negara kerajaan yang pro Amerika, Jordan ketiban bara pertikaian. Beberapa kali kerusuhan, memaksa kampus ditutup sementara. Tapi Abizaid tak kehilangan akal. Ia bergabung dengan tentara Jordania, merapat ke perbatasan Irak. Saat itu, Saddam Husein sedang mengkonsolidasikan kekuatan, dengan memukul suku-suku yang menolak tunduk. Kemampuannya berbahasa Arab membuat Abizaid dekat dengan kepala suku, bahkan sampai makan siang semeja dengan para seikh. Ia merampungkan Master-nya dengan spesialisasi Timur Tengah di Harvard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan perwira yang rajin sekolah, akan memilih karir sebagai staf di markas atau kedutaan. Tetapi Abizaid ditugasi kembali ke kesatuan Airborne and Ranger, yang akan diterjunkan ke Grenada tahun 1983. Tiga tahun kemudian, aksinya yang mengerahkan buldozer untuk mendekati musuh, menjadi insprasi film “Heartbreak Ridge”, yang dibintangi Clint Eastwood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman tempur berpadu bahasa Arab, akhirnya berguna. Sehabis perang satu dekade dengan Iran, Saddam Husein yang tiada lelah bertempur, menyerang suku Kurdi di Irak Utara. Kala itu, Saddam dikabarkan menggunakan senjata kimia, yang menewaskan ribuan orang. Abizaid memimpin pasukan Amerika dalam operasi bersandi “Operation Provide Comfort” terjun kesana. Ia menggunakan segala daya upaya, bernegosiasi supaya pasukan Irak mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karirnya di Irak, dan memimpin pasukan perdamaian di Bosnia, Kosovo, dan Somalia, membawanya ke Institut Stanford’s Hoover, lembaga tempat melatih pasukan perdamaian. Disini ia mengajar dan menulis artikel. Pengalamannya mengajarkan, bahwa pasukan perdamaian harus bergerak dalam unit kecil, dan diberi kebebasan ber-improvisasi diluar doktrin. Sebab pasukan ini tidak bertempur melawan musuh yang jelas, tetapi harus selalu siaga ditengah dua kubu yang bertempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari Bosnia tahun 1997, Abizaid “back to barrack” ke akademi West Point. Ia ditugasi menjadi gubernur akademi militer ini. 24 tahun berselang, sejak ia meninggalkan West, Ia melihat banyak perbedaan. West Point kini menyesuaikan diri dengan situasi global pasca perang dingin. Kadet dididik tanpa kejelasan menghadapi perang dan musuh yang mana. Abizaid menemukan tradisi perpeloncoan, yang tidak terkait dengan kemiliteran. Misalnya, tradisi “mandi”, yakni kadet baru ditutup dengan ponco plastik dibawah terik matahari, lalu disuruh bercerita hal-hal sepele berjam-jam. Mereka baru berhenti, setelah sang kadet pingsan karena dehidrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abizaid yang memiliki latar tempur kemiliteran dan otak yang cerdas, mengubah semuanya. Ia menghukum pelaku ploncoan. Ia fokus kepada pelatihan militer. Jarak latihan lari diperpanjang, jam menembak ditambah, simulasi tempur malam, berenang menyeberangi danau, dan mendorong jeep Humvee ratusan meter. Perwira-perwira muda era 90-an yang mendapat sentuhan Abizaid, memuji kurikulumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Abizaid tentu sadar. Irak bukan West Point atau arena permainan perang Fort Folk, tempat ia berhasil memukul pasukan gerilya. Ia tak bisa memimpin 130.000 tentara pendudukan di Irak, seperti memimpin kadet di West Point. Ia juga tak bisa dengan mudah menerapkan taktik serang mendadak, yang menghasilkan pujian instrukturnya, delapan tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret lalu, ketika okupasi tengah berlangsung, saat itu bapak 3 anak ini menjabat wakil Panglima Centcom, Abizaid sesumbar, bahwa orang Irak akan menganggap Amerika sebagai pembebas, bukan penjajah. Abizaid tak cuma ber-propanda. Ia mendasari ucapannya, karena ia pengguna bahasa Arab, ia mencintai Arab, sehingga tahu belaka bahwa Saddam Hussein adalah musuh bagi rakyat Irak dan bangsa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Abizaid, musuh Amerika di Irak adalah loyalis Saddam (Baathist), dan apa yang disebutnya sebagai gerilyawan asing, yakni Al Qaidah dan Ansar al-Islam. Dari dua kubu ini, Abizaid meyakini, faktor utama perlawanan adalah Baathist, sedangkan gerilyawan asing, meski tetap berkontibusi, hanyalah penggembira saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya, pasca tergulingnya Saddam, perlawanan terhadap Amerika di Irak tak kunjung berhenti. Bahkan, kalau dihitung dari jumlah korban, justru lebih banyak tentara pendudukan yang tewas setelah perang dinyatakan usai Mei lalu, dibanding sewaktu perang berkecamuk sejak Maret. Tak heran, Abizaid pun memindahkan markas besarnya ke Qatar. Abizaid berkilah, ada situasi strategis yang mendorong pemindahan ini. Sebelum perang berlangsung, Centcom juga bedol desa ke Kamp As-Sayliyah, Doha, Qatar, untuk memantau dari dekat proses penggulingan Saddam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abizaid mendapat pujian sebagai komandan militer masa kini. Pintar disekolah dan tangguh di lapangan. “Dia adalah seorang perencana,” kata Daniel Goure, koleganya di kantor Kepala Staf, semacam kantor Panglima TNI disini. “Ia adalah tentara besar,” puji Jenderal Purnawirawan Bill Nash, komandan Abizaid sewaktu melindungi suku Kurdi di Irak Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya kemampuannya tadi. Trahnya sebagai Arab imigran, dan kepiawiannya berbahasa Arab, menjadi faktor pendukung penunjukannya sebagai Panglima Perang di Irak. Amerika memanfaatkan sentimen etnis, untuk merebut hati rakyat Irak.  Peneliti kebijakan Timur Tengah di Institut Brookings Saban Center, menolak teori ini. Rakyat Irak tak peduli siapa yang datang, asal bisa memperbaiki keadaan, dan meningkatkan kesejahteraan, mereka terima. Sebab mereka sudah lelah berperang.   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya, tak mudah untuk Abizaid menyelesaikan masalah Irak. Bahkan, setelah Amerika dan sekutunya Got Saddam hidup-hidup. Kita lihat saja, apakah sesumbar Abizaid, bahwa Saddam dalang perlawanan, sehingga begitu ia tertangkap perlawanan akan mereda, benar atau tidak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Juli 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109959503393279377?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109959503393279377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109959503393279377' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109959503393279377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109959503393279377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/06/arab-gila-penguasa-gurun.html' title='Arab Gila Penguasa Gurun'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109931996476528846</id><published>2003-06-25T06:18:00.000-07:00</published><updated>2004-11-01T06:52:23.390-08:00</updated><title type='text'>45 Menit Yang Mematikan</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Pakar senjata Inggris tewas setelah rekayasa senjata pemusnah Irak terbongkar. PM Blair diduga terlibat, sebab temuan ini membuatnya dituduh melakukan kebohongan publik. Perang Irak juga dihantui pemalsuan pembelian kue kuning.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;a href="http://news.bbc.co.uk/1/hi/in_depth/"&gt;DAVID Kelly&lt;/a&gt; ditemukan mati di sebuah hutan kota. Tak jauh dari rumahnya di London. Di tangannya ada sayatan. Khas bunuh diri, dengan memotong nadi, Apalagi, di sakunya ada tablet &lt;em&gt;Coproxamol&lt;/em&gt;, pil penghilang sakit. Klop. Polisi Inggris, tanpa ragu menyebut Kelly: bunuh diri!. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, dalam lawatan nun jauh di benua Asia, tak nyaman akibat kematian Kelly. Wartawan dan mahasiswa yang memiliki kesempatan berdialog, tak melewatkan isu kematian Kelly. “Tangan anda berlumuran darah, &lt;em&gt;Prime Minister&lt;/em&gt;?”, demikian antara lain cecaran kepada Blair. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kematian Kelly pun menjadi sangat luar biasa. Nama David Kelly, pakar mikrobiologi, penasehat ahli senjata nuklir Inggris, dan anggota tim penyidik senjata Irak, mencuat dalam kasus kebohongan publik Inggris tentang senjata pemusnah massal Irak. Blair wajar dikaitkan dengan kematian Kelly, sebab Inggris adalah penyokong utama serangan ke Irak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dalam sebuah program beritanya, &lt;em&gt;&lt;a href="http://news.bbc.co.uk/1/hi/uk_politics/3082707.stm"&gt;Radio 4’s Today&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;, BBC London menyiarkan hal yang mengagetkan dunia. Bahwa data kepemilikan senjata Irak yang dilansir Inggris, adalah fiktif. Padahal, data inilah yang digunakan Inggris dan konconya Amerika, sebagai dasar menyerang Irak. Laporan itu bukan main-main, Saddam dipercaya, hanya butuh waktu 45 menit untuk menyiapkan semua senjata pemusnahnya – kimia, biologi, dan nuklir . Sebuah informasi dahsyat –yang kalau benar—pasti menegakkan bulu roma.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pembesar-besaran ini membuat Inggris dan Amerika merasa layak menyerang Irak. Sehingga begitu terbongkar, tentu saja mengancam reputasi Blair, yang sudah merosot akibat kesertaannya menyerang Irak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Awalnya, “perang” terjadi antara Departemen Pertahanan dan BBC saja. Menteri Pertahanan Geoff Hoon menyurati bos BBC, Gavyn Davies, meminta mereka membuka sumber Gilligan. Hoon mengajukan sejumlah nama, dan meminta Davies mengiyakan atau menyangkal. Ketika nama Kelly disebut, Davies meminta Hoon menghormati hak jurnalistik BBC untuk melindungi sumber. Agaknya, cara BBC menjawab ini, menguatkan Dephan, bahwa Kelly-lah yang menjadi sumber BBC. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kelly akhirnya mengakui pernah bersua Gilligan tiga kali. Tapi tetap menyangkal, sebagai sumber. Boleh jadi Kelly benar, ia merasa bukan sebagai sumber utama. Bisa saja, BBC sudah mendapat bocoran dari pihak lain, lalu meng-konfirmasi temuan ini kepada Kelly sebagai sumber yang dianggap paling kapabel mengetahui persenjataan. Sebab, Kelly adalah pakar senjata biologi, penasehat kementerian pertahanan, dan berpengalaman sebagai pemeriksa senjata di Irak selama 7 tahun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Yang menjadi pertanyaan, adalah siapa yang mengeluarkan nama Kelly ke publik. Sebelum tewas, Kelly mengirim email massal kepada wartawan dan rekan-rekannya. Ia merasa dikhianati oleh Departemen Pertahanan. Kelly nelongso, dan ketakutan akan kehilangan pekerjaan dan hak pensiun. Padahal usianya sudah sepuh, 59 tahun, dan memiliki 3 anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Hingga akhirnya, hari kematian itu tiba. Sikap nelongso Kelly membuka peluang baru sebagai pelaku pembunuhan, alias bunuh diri. Peluang lain adalah pemerintah, sebab &lt;a href="http://news.bbc.co.uk/1/hi/in_depth/"&gt;Blair&lt;/a&gt; punya motif, sebagai pihak yang dirugikan oleh pernyataan Kelly. Apakah BBC terlibat juga? &lt;em&gt;Editorial News of the World&lt;/em&gt; Inggris menyalahkan BBC, karena tak melakukan pembelaan apa-apa, sewaktu Kelly terpojokkan oleh Dephan dan Parlemen. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Kue Kuning &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tak hanya kasus “45 menit” yang membuka borok Inggris dan Amerika dibalik penyerangan Irak. Dokumen pembelian uranium, bahan baku nuklir, dari Irak kepada negara Niger, ternyata palsu. Awalnya, digadang-gadang, bahwa dokumen ini, diterima Amerika dari Inggris. Inggris membelinya dari dinas intelijen Italia. Italia mendapatkannya dari diplomat Afrika. Nyatanya, ceritanya sangat sederhana. Wartawan mingguan Panorama di Italia, Elisabetta Burba memperoleh dokumen tersebut. Tapi karena curiga, Burba tak terburu-buru, sebab berita itu pasti akan menggemparkan dunia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Lalu, Burba mengkonfirmasikannya ke Kedutaan Besar Amerika di Roma, serta melakukan &lt;em&gt;cross check&lt;/em&gt; ke pemerintah Niger. Panorama , entah kenapa kemudian gagal memuat berita berdasar dokumen tadi. Nyatanya, dokumen tak layak pakai itu, digunakan Amerika dan Inggris sebagai dalil menyerang Irak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Seorang wartawan investigatif Amerika, Seymour Hersh, juga telah meneliti dokumen tersebut. Hasilnya, mungkin sama dengan pencarian Panorama yang gagal memuatnya. Dokumen itu dipalsukan secara kasar. Seymour yakin, sang pemalsu pasti terheran-heran, ada orang yang mempercayai hasil pemalsuannya. Apatah lagi, orang tersebut adalah Presiden sebuah negara adidaya, yang mengaku paling hebat di seluruh jagad. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tapi Blair dan Bush tak mau kehilangan muka. Mereka mengaku masih punya data, bahwa Irak betul-betul telah membeli uranium, alias alias &lt;a href="http://azplace.net/index.php?itemid=161"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Dibalik Kontroversi&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Sebenarnya kecurigaan Gilligan dan Kelly, serta Burba bukan barang baru. Salah seorang anggota UNSCOM, Scott Ritter sudah menyatakan keraguannya jauh-jauh hari. Padahal, Ritter, mantan marinir AS yang dikenal punya sikap anti-Irak yang fanatik, dekat dengan intelijen AS dan Israel, pernah diusir Irak dari Baghdad karena tuduhan mata-mata. Menurutnya, Irak sudah dilucuti 95 persen, hingga Ritter tak yakin mereka bisa pulih hanya dalam waktu empat tahun. Menurut Scott Ritter, "Dari segi kualitatif, Irak telah dilucuti. Irak kini tak lagi memiliki senjata pemusnah massal yang berarti" (Buku “Iraq Under Siege”).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Data tentang senjata Irak juga dilansir IISS (&lt;em&gt;International Institute of Stategic Studies&lt;/em&gt;). Lembaga yang memiliki reputasi 40 tahun dibidang analisa militer ini, melansir temuannya secara serempak di Brussel, London, dan Washington September lalu. Kepala Perwakilan IISS di Washington, Terry Taylor, bekas anggota UNSCOM. Tapi IISS juga melibatkan banyak akademisi, sehingga merupakan data ilmiah. Menurut data IISS, Perang Teluk telah menghancurkan banyak fasilitas senjata Irak. Bahkan di akhir inspeksinya tahun 1998, IAEA, Badan Dunia untuk Atom dan Energi menyatakan, Irak sudah tak bisa memproduksi material untuk persenjataan nuklirnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Meskipun demikian, mereka sangat yakin, ilmuwan dan teknisi Irak akan &lt;em&gt;survive&lt;/em&gt;, dan terus berupaya membangun kembali fasilitas nuklir yang diimpikan itu. Buktinya, Irak diduga menyembunyikan 1000 mesin sentrifugal, pembuat bahan kimia dari proses pemisahan ekstrak tumbuhan. Tetapi IISS yakin, bom nuklir hanya bisa dibuat dengan ketersediaan plutonium dan uranium. Hanya saja, meskipun Irak hanya mempunyai pabrik uranium, negara itu dikhawatirkan membeli plutonium dari pasar gelap. Sehingga para pakar yakin, bila bahan-bahan itu sudah ada, Irak dalam hitungan bulan sudah memiliki senjata nuklir lagi. Tapi IISS menulis, Irak hanya bisa memproduksi uranium dengan bantuan pabrik raksasa, yang pasti dengan mudah dideteksi satelit mata-mata. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Namun, penjelasan itu tak membuat Amerika dan Inggris mengurungkan langkah. Hingga kini, setelah Irak jatuh, dan tak ada satupun senjata pemusnah massal itu ditemukan, Bush dan Blair tetap congkak, mengaku punya data. Tak syak, kematian David Kelly, yang berani membongkar kebohongan, pantas diduga sebagai upaya Bush dan anjing pudelnya, Blair, untuk menutupi kebohongannya. Bukankah kata orang bijak, sebuah kebohongan, akan melahirkan seribu kebohongan berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Juli 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://azplace.net/index.php?itemid=161"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109931996476528846?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109931996476528846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109931996476528846' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109931996476528846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109931996476528846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/06/45-menit-yang-mematikan.html' title='45 Menit Yang Mematikan'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-110021965098813874</id><published>2003-06-21T16:31:00.000-07:00</published><updated>2004-11-11T16:34:10.986-08:00</updated><title type='text'>Bermula dari Karbala</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Amerika sangat takut kepada kaum Syiah, karena diyakini Pro-Iran. Akibatnya Syiah akan dimarjinalkan dalam pemerintahan baru Irak. Padahal mereka memiliki komposisi terbesar dari rakyat Irak. Sebuah kontradiksi yang pahit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ratusan ribu orang memadati Celebration Square di Basra. Mereka mengangkat poster besar bergambar orang berjubah dan berjenggot tebal. Dan berteriak: “Ya untuk Hakim”, dan “Hakim pemimpin kami”.  Hakim terus berpidato, mensyukuri zaman yang berubah, seraya mengusir Amerika, supaya segera hengkang dari Irak. Hakim bernama lengkap Ayatollah Muhammad Baqir al-Hakim, adalah pemimpin tertinggi Dewan Tertinggi untuk Revolusi Islam Irak (SCIRI). Hakim baru saja kembali dari pengasingan 23 tahun di Iran. Esoknya, Hakim berpidato lagi di depan pendukungnya, di Nassiriyah. Juga disambut dengan gegap gempita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Syiah Irak memang sedang euforia kebebasan. Selama rezim Saddam Husein, mereka dibelenggu. Tak syak, perayaan 40 hari tanggal kematian Husein, cucu nabi yang wafat akibat perang Karbala, berlangsung meriah. Air mata dan drah bercucuran dimana-mana. Kaum Syiah berhak gembira, perayaan yang jatuh pada tanggal 10 Muharram itu, hanya beberapa saat setelah rezim Saddam berakhir. Selama ini, Saddam sangat kejam kepada pengikut Syiah. Itulah sebabnya, Hakim, kelahiran Najaf 63 tahun silam, rela menghabiskan sepertiga umurnya di pengasingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pengasingan, Hakim mendirikan SCIRI, dan berjuang secara klandestin, bawah tanah. Meskipun mendapat represi dari rezim, Syiah tak berhenti melawan. Hakim bukan satu-satunya. Kepemimpinan Syiah terbagi dalam tiga kategori. Yang pertama, kelompok yang berkambang di Iran, Suriah, dan Inggris. Mereka bergerak sebagai sebuah aktivitas politik, sekaligus dalam perspektif komunal Islam. Selain Hakim (SCIRI), dikenal juga Ayatollah Muhammad Taqi al-Mudarrassi (the Islamic Action Party), Ayatollah Kazim al-Hairi (faksi Da’wah), dan Muhammad al-Asifi (sempalan faksi Da’wah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori kedua, merupakan kelompok politik yang tumbuh di London. Mereka membentuk kelompok yang bergerak pada aksi kemanusiaan, seperti Khoe’i Foundation, al-Bayt Institute, dan Darul Islam. Kelompok ketiga, hidup di Irak. Karena ketatnya pengawasan rezim, mereka bergerak dalam struktur kesukuan. Para pimpinan keagamaan, sekaligus “menyaru” menjadi pimpinan suku. Kelompok ini tinggal di Irak Selatan, dengan dua kota suci Najaf dan Karbala. Tokoh spritual mereka adalah Ayatollah Ali al-Sestani, kelahiran Iran yang tinggal di Najaf. Sebagian lain, malahan membentuk komunitas di seputar kota Baghdad. Karena terus menerus dipantau intelijen rezim, mereka bermetamorfosis menjadi kelompok masyarakat biasa, dengan aktivitas sosila kelompok. Gerakan bawah tanah, dilakukan dengan sarana komunikasi berteknologi, sampai kepada sistem utusan menggunakan kode rahasia. Kelompok inilah yang diduga menyulut penjarahan pasca Saddam, dengan alasan mengembalikan milik rakyat yang dirampas negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun berbeda pandangan, mereka semua punya satu keingginan: mengembalikan kebesaran kaum Syiah, dan mengusir Amerika. Akibatnya, kepulangan Hakim, membuat Amerika ketar-ketir dalam penyusunan pemerintahan baru.  Amerika sudah melihat, kedatangannya dengan keberhasilan menggusur Saddam, hanya disambut sejenak. Tanpa kalungan bunga dan sorak sorai sanjungan. Hanya beberapa saat saja, seluruh Irak sudah diwarnai anti Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan buah dari dosa kolektif Amerika terhadap Syiah yang menyebabkan dendam berurat berakar. Pada benak kaum Syiah, Amerika adalah Setan Besar yang bersekutu dengan penguasa Iran, Syah Reza Pahlevi, yang sepanjang tahun 70-an menindas mereka. Kemudian, pasca perang Teluk I, sehabis Irak mundur dari invasi ke Kuwait, Amerika ternyata tak membantu kaum Syiah yang memberontak di Irak Selatan, yakni Najaf, Karbala, Nassiriyah, Basrah, Zubair, dan Kuth. Bagi Amerika, kaum Syiah juga mempunyai dosa. Revolusi Islam di Iran yang dipimpin Ayatollah Khomeini, tak hanya mengusir Syah Iran, tapi juga mengusir Amerika dari Iran. Berdasarkan memori kolektif ini, maka hubungan Amerika dan Syiah, seperti api dalam sekam. Sehingga, kemungkinan besar, kaum Syiah tak akan mendapat tempat dalam pemerintahn baru Irak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Jebakan Demokrasi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila saja, Syiah tak diberi kekuasaan, maka Amerika mengingkari realitas demografi-relijius di Irak. Kaum Syiah mencapai 63 persen dari 24 juta penduduk Irak. Selebihnya adalah Sunni (34 persen) dan hanya 3 persen penganut Kristen dan Yahudi. Lalu, secara etnis, 75 persen penduduk Irak adalah Arab, 15 persen Kurdi, dan sisanya bangsa Turkoman, Persia, Mandean, dan Yazid. Berdasarkan fakta ini, mayoritas penduduk Irak adalah Syiah Arab. Sebab bagi kaum Syiah, identitas utamanya adalah Arab, lalu Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, kaum Syiah waspada terhadap pemerintahan transisi Irak bentukan Amerika. Mengingat Amerika sebetulnya tak peduli dengan demokratisasi, melainkan hanya mendamba minyak. Dapat diduga, Amerika akan berpikir pragmatis, dengan tetap menggunakan struktur lama yang dibangun Saddam, tetapi mengganti pucuk pimpinan saja. Partai Baath berwajah Amerika. Ini artinya pengikut Saddam akan tetap mendominasi, dan kaum Syiah tetap terpinggirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika berkepentingan meminggirkan kaum Syiah. Dalam persepektif mereka, memberi sedikit tempat bagi Syiah, cepat atau lambat akan menggusur dominasi Amerika di Irak, bahkan di Teluk. Bahkan, mengingat trauma perlawanan Khomeini, bila kaum Syiah Irak bersatu dengan Syiah Iran, Amerika akan bertekuk lutut melawan kekuatan baru Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau Syiah tetap terpinggirkan, maka dapat dipastikan Syiah menjadi oposisi yang terus mengganggu masa depan Irak. Kaum Syiah sudah mencatat, mereka telah terpinggirkan sejak lama di tanah airnya. Pendudukan Inggris tahun 1917, merupakan titik awal kehancuran mereka sejalan dengan naiknya kaum Sunni. Pemerintahan silih berganti, kaum Syiah terus marjinal. Pengaruh Syiah secara politik, sosial, dan ekonomi dilucuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keruntuhan rezim Saddam menjadi momentum kebangkitan Syiah. Hakim menjadi salah satu calon peraih tahta. Masih ada Iyad Alawi (Kesepakatan Nasional Irak), Jalal Talabani (Unit Patriotik Kurdistan), Massaoud Barzani (Partai Demokratik Kurdistan), Ahmad Chalabi (Kongres Nasional Irak), dan Sharif Ali bin al-Hussein (Gerakan Monarki Konstitusional). Semuanya pembangkang Saddam, dan sebagian hidup di pengasingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, hanya ada satu kata: berbagi. Apakah Irak akan mencontoh Lebanon, membagi pos-pos tertinggi untuk komunitas terbesar. Disini akan ada tripartit, Sunni, Syiah, dan Kurdi. Lalu disusul dengan pembentukan parlemen dengan sistem kuota, berdasarkan jumlah pengikut. Bagi Kurdi, ini tak menjadi soal. Sebab tujuan utamanya adalah “merdeka” dari pengaruh Baghdad, dan bukan kelompok minoritas diantara warga Arab. Sistem pemerintahnya bisa semacam pemerintahan bi-nasional, dengan struktur yang mengacu pada sistem federal. Tapi, pemimpin Syiah harus banyak yang terlibat dalam pemerintahan, sebab mereka mempunyai pengaruh besar di kelompoknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila ini diabaikan, maka sejarah panjang Irak yang penuh konflik, hanya akan memanjang. Dan ini akan menguntungkan Amerika belaka. Sebab Irak tetap Irak yang terpecah, bukan Irak yang kuat dan bersatu. Dan yang merugi, adalah rakyat Irak sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Juni 2003&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-110021965098813874?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/110021965098813874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=110021965098813874' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110021965098813874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/110021965098813874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/06/bermula-dari-karbala.html' title='Bermula dari Karbala'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109949301205691755</id><published>2003-06-20T06:38:00.000-07:00</published><updated>2004-11-03T06:43:32.056-08:00</updated><title type='text'>Tak Putus Dirundung Malang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pimpinan Syiah di Irak terancam. Kaum mayoritas Syiah juga terpecah belah. Padahal Amerika akan memperbesar kekuasaan lewat PBB. Akankah Syiah kembali terpinggirkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Hari beranjak siang. Aquila Al-Hashimi, perempuan yang menjadi anggota Dewan Pemerintahan Irak, meninggalkan rumahnya di bagian barat kota Bagdad. Baru beberapa meter keluar pagar, mobil yang ditumpanginya disasar mortir. Luput. Tapi malang tak dapat ditolak, enam lelaki bersenjata lalu menembaki mobil Aquila. Perempuan Muslim Syiah itu, bersama tiga pengawalnya terluka. Pick-up yang membawa enam lelaki bersenjata Kalashnikovs, bersama dua sedan lainnya menghilang. Aquila yang terluka di perut, diangkut ke Rumah Sakit al-Yarmouk. Tak lama, dengan kawalan konvoi pasukan Amerika, ia dipindahkan ke Rumah Sakit Militer Amerika di Bandara Bagdad Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan yang menimpa Aquila, membuatnya gagal mengikuti Sidang Tahunan Majelis Umum PBB. Padahal pada sidang ini, Presiden George Walker Bush, akan memberi wewenang besar kepada PBB ikut mengelola masa depan Irak. Dan Aquila adalah calon kuat menjadi wakil representatif Irak di PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar, bila Ahmad Chalabi, Presiden Dewan Pemerintahan Irak –Dewan bentukan Amerika, beranggotakan 25 orang Irak--, menuding serangan ini kerjaan loyalis Saddam Husein. Menurut Chalabi, Saddam dan rejim Partai Baath, tak rela ada perdamaian di Irak. Masuk akal. Sebab perdamaian yang diawaki Dewan Pemerintah, disetir oleh Amerika. Apalagi, Aquila adalah penganut aliran Syiah, yang berseberangan dengan Baath yang beraliran Suni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan ini memperpanjang daftar kekacauan di Irak, setelah Amerika resmi mengumumkan perang penggulingan Saddam berakhir Mei lalu. Berselang dua pekan sebelum penembakan Aquila, Ketua Dewan Tertinggi Revolusi Islam Irak (SCIRI), Muhammad Baqir al-Hakim, meninggal dihantam bom. Ledakan itu terjadi sesaat setelah salat Jumat yang diimami Hakim, di Mesjid Imam Ali Ibnu Thalib, di kota suci kaum Syiah, Najaf, berakhir. Tak pelak, bom mobil berkekuatan besar itu juga menewaskan lebih dari seratus orang dan melukai 500 lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim adalah pemimpin besar Syiah, yang pulang dari pengasingan di Iran setelah Saddam jatuh. Hakim menjadi salah satu aikon kebangkitan kaum Syiah, yang selama puluhan tahun rejim Saddam, terkucilkan. Dari sini, mudah dikenali, pelaku adalah loyalis Saddam, yang tak rela Syiah bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sebelum penyerangan Hakim dan Aquila, bom juga meledak di Kantor perwakilan PBB di Bagdad dan Kedutaan Besar Yordania. Ledakan di kantor PBB, menewaskan Utusan Khusus PBB, Sergio Vieira de Mello, diplomat yang juga pernah bertugas sebagai utusan PBB di Timor Timur. Belum lagi serangan sporadis yang menimpa tentara Amerika dibanyak tempat. Bayangkan, ketika perang besar berkecamuk, hanya 138 tentara koalisi yang tewas, tapi sejak perang dihentikan Mei lalu, sdah 165 tentara Amerika yang meregang nyawa. Baik oleh tembakan, bom mobil, maupun ranjau darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, banyak pihak kemudian mempertanyakan siapa dibalik semua kerusuhan ini. Tudingan bisa diarahkan kepada kaum Suni yang tak rela kaum Syiah bangkit. Bisa juga oleh mereka yang membenci Amerika, yang dianggap sebagai biang kerok kerusuhan Irak. Bisa pula kaum Syiah sendiri, yang tak sudi pemimpinnya bekerja sama dengan Amerika, yang terus-terusan menghantam kaum Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah pandangan Jalal Talabani, Ketua Partai Patriot Kurdi Bersatu (PUK). Di era Saddam, Jalal adalah oposisi, dan kini ia menjadi anggota Dewan Pemerintahan Irak. Menurut Jalal, pelaku bisa warga Irak, bukan Irak, atau gabungan keduanya. Jalal lalu menuduh jaringan fundamentalis dari Arab Saudi sebagai pelaku. Sebab mereka punya jaringan yang solid dan dukungan dana yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengikut Hakim, tuduhan kepada loyalis Saddam menempati peringkat pertama. Wajar, mengingat serangan ini terjadi di saat kaum Syiah mulai menapaki tangga kekuasaan. Kaum Syiah Irak memang sedang euforia kebebasan. Selama rezim Saddam Husein, mereka dibelenggu. Lihatlah, bagaimana mereka merayakan upacara 40 hari tanggal kematian Husein, cucu nabi yang wafat akibat perang Karbala, yang jatuh beberapa hari setelah Saddam terguling. Meriah, penuh air mata dan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kepemimpinan Partai Baath, aliran Syiah dikucilkan secara sistematis. Seluruh posisi penting juga dikuasai Saddam dan keluarganya dari Mosul (Irak Utara). Padahal realitas demografi-relijius di Irak, kaum Syiah mencapai 63 persen dari 24 juta penduduk Irak. Sedangkan Sunni hanya 34 persen. Secara etnis, 75 persen penduduk Irak adalah Arab. Artinya, mayoritas penduduk Irak adalah Syiah Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ketika angin perubahan datang, kaum Suni dipastikan berupaya keras menghalangi Syiah berkuasa. Tapi, tuduhan terhadap Suni dibantah keras. Bahkan oleh Saddam sendiri. Rekaman suara Saddam, yang disiakan oleh Televisi Lebanon, TLE, menuduh tudingan itu hanya desisan ular penjajah, untuk memecah belah rakyat Irak. Masih menurut Saddam, kaum Suni tidak akan membunuh saudaranya sendiri, sebab Saddam bukan hanya pemimpin kaum Suni, tapi pimpinan seluruh rakyat Irak. Sehingga pengikut Saddam tak akan membunuh Hakim, sebab terikat tali persatuan, sesama bangsa Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang boleh menuduh, boleh pula membantah. Terlepas dari itu, pertentangan internal pada kaum Syiah, juga tak bisa dipungkiri sebagai salah satu sebab.  Semenjak kejatuhan Saddam, kaum Syiah terbagi dalam empat kategori besar. Kelompok tuan rumah, yakni yang besar di kota suci Najaf. Mereka mengacu kepada empat guru besar, Ayatollah Ali Sistani, Ayatollah Ishaq Fayadh, Ayatollah Basir al-Najafi, dan Ayatollah Muhammad Said al-Tabatab’i al Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kelompok London dan Paris. Mereka membentuk kelompok yang bergerak pada aksi kemanusiaan, seperti Khoe’i Charitable Foundation, al-Bayt Institute, dan Darul Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kelompok yang bergerak di Iran. Mereka bergerak sebagai sebuah aktivitas politik, sekaligus dalam perspektif komunal Islam. Selain Hakim (SCIRI), dikenal juga Ayatollah Muhammad Taqi al-Mudarrassi (the Islamic Action Party), Ayatollah Kazim al-Hairi (faksi Da’wah), dan Muhammad al-Asifi (sempalan faksi Da’wah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori terakhir, yang hidup di Irak. Karena ketatnya pengawasan rezim, mereka bergerak dalam struktur kesukuan. Para pimpinan keagamaan, sekaligus “menyaru” menjadi pimpinan suku. Kelompok ini tinggal di Irak Selatan, dengan dua kota suci Najaf dan Karbala. Tokoh spritual mereka adalah Ayatollah Ali al-Sestani, kelahiran Iran yang tinggal di Najaf. Tokoh mudanya, adalah Muqtada al-Sadr, yang meneruskan trah keluarga Ayatollah Muhammad Sadiq al-Sadr, dengan jaringan aksi kemanusiaan, sekolah, dan mesjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun berbeda pandangan, mereka semua punya satu keingginan: mengembalikan kebesaran kaum Syiah, dan mengusir Amerika. Tetapi kelompok pertama, tuan rumah, memiliki rasa memiliki terbesar sebagai pengusung aliran Syiah. Menurut mereka, Najaf adalah hawza ilmiyya, pusat pembelajaran, aliran Syiah. Sebab disinilah sekolah paling asli mengajarkan Syiah. Mereka ingin mengembangkan pengaruh hawza, dengan mendirikan univeritas hawza, rumah sakit hawza, hotel, bahkan televisi satelit hawza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan internal kaum Syiah adalah pilihan bekerja sama dengan Amerika. Ayatollah Baqir al-Hakim, meski sangat kritis terhadap Amerika, akhirnya realistis dan bersedia untuk ko-operatif. Adik al-Hakim, Abdul Aziz al-Hakim, dibiarkan menjadi anggota Dewan Pemerintah. Aziz pula yang menggantikan Hakim sebagai ketua SCIRI, setelah hakim berpulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, tokoh muda Muqtada al-Sadr, betul-betul anti Amerika. Ketika tentara Amerika tiba di Bagda, lalu diikuti gelombang penjarahan, para sadriyyun, pengikut ajaran al-Sadr disebut-sebut berada dibelakangnya. Tapi mereka melakukan itu, semata-mata untuk mengembalikan harta rakyat Irak yang dihisap leh rejim Saddam Husein. Al-Sadr berulang kali menolak tudingan berada di balik serangan kepada ulama Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebencian Syiah terhadap Amerika, merupakan buah dari dosa kolektif Amerika terhadap Syiah yang menyebabkan dendam berurat berakar. Pada benak kaum Syiah, Amerika adalah Setan Besar yang bersekutu dengan penguasa Iran, Syah Reza Pahlevi, yang sepanjang tahun 70-an menindas mereka. Kemudian, pasca perang Teluk I, sehabis Irak mundur dari invasi ke Kuwait, Amerika ternyata tak membantu kaum Syiah yang memberontak di Irak Selatan, yakni Najaf, Karbala, Nassiriyah, Basrah, Zubair, dan Kuth. Sedangkan dosa Syiah terhadap Amerika, karena Revolusi Islam di Iran yang dipimpin Ayatollah Khomeini, tak hanya mengusir Syah Iran, tapi juga mengusir Amerika dari Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan memori kolektif ini, maka hubungan Amerika dan Syiah, seperti api dalam sekam. Sehingga, pelibatan kaum Syiah, yang diwakili antara lain oleh adik al-Hakim dan Aquila al-Hashimi, hanya akal-akalan Amerika yang mulai bingung mengatasi konflik dan perlawanan rakyat Irak. Apalagi, sekarang, Bush yang sejak mula menolak pelibatan PBB, kini akan melibatkan lembaga bangsa-bangsa dunia itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, ketika peranan besar kembali ke tangan Amerika, kaum Syiah akan kembali terpinggirkan. Apatah lagi, Irak belum punya sejarah pemilihan pemimpin secara demokratis. Sehingga, populasi kaum Syiah yang secara demografi-relijius paling besar, tak akan bermakna apa-apa untuk membawa wakil mereka ke tampuk pimpinan. Sebuah kontradiksi yang pahit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah INSANI, Juni 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109949301205691755?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109949301205691755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109949301205691755' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109949301205691755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109949301205691755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/06/tak-putus-dirundung-malang.html' title='Tak Putus Dirundung Malang'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109949358477608542</id><published>2003-04-30T06:43:00.000-07:00</published><updated>2004-11-03T07:08:24.373-08:00</updated><title type='text'>Angin Puyuh Sungai Tigris</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Jumlah tentara Amerika yang tewas di Irak meningkat tajam. Amerika menolak mundur dan meningkatkan intensitas operasi. Percepatan transisi kekuasaan, bakal dihadang kepentingan faksi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dua helikopter Black Hawk terbang menembus kegelapan malam di udara Mosul, Irak. Puluhan tentara Amerika dari pangkalan militer Fort Campbell ada di mesin terbang itu. Mendadak satu heli disasar roket berpelontar, Rocket Propeller Grenade (RPG). Oleng dan tak terkendali hingga menabrak sekondannya. Baling-baling kedua heli naas itu pun bertautan, dan keduanya jatuh terbakar. 17 tentara Amerika menjadi mayat, lima luka-luka, dan seorang lagi lenyap tak ketauan rimbanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepekan sebelumnya, Black Hawk lainnya diroket di pinggir sungai Tigris, di dekat kampung Saddam Husein, Tikrit. Enam tentara dari kesatuan elit Divisi Airborne ke-101 tewas terbakar. Heli kedua yang terbang beriringan luput dari tembakan. Amerika memang sedang sial di Irak. Pada saat yang hampir bersamaan dengan kecelakaan ini, rekan-rekan mereka dari kesatuan Divisi Airborne ke-82, sedang mengadakan upacara penghormatan terhadap 16 kawan kesatuannya, yang tewas setelah helikopter Chinook yang mereka tumpangi jatuh dihantam roket RPG. Tragis. Hanya dua pekan, jumlah tentara Amerika yang tewas, nyaris sama dengan total kematian dua bulan berselang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian demi kematian itu, menggenapi korban tentara Amerika menjadi 178, periode sejak perang dihentikan 1 Mei, hingga 17 November. Jumlah ini lebih kecil dibanding hitungan lembaga khusus perhitungan korban koalisi, Iraq Coalition Casualty Count, ICCC. Menurut ICCC jumlah korban hingga hari ke 17 bulan November, mencapai 281 orang. Bila dihitung sejak perang dikobarkan 20 Maret lalu, ada 419 tentara Amerika yang tewas. Jumlah yang sangat besar dibandingkan perang Teluk 1991 yang menewaskan 117 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah ini semakin membesar bila ditambahkan dengan pasukan negara lain yang tergabung dalam koalisi pimpinan Amerika. Kematian 18 carabineiri, pasukan Italia dalam aksi bom mobil di markasnya yang dijaga ketat, serta mayat tentara Polandia, Spanyol, Ukraina, dan Denmark, memanjangkan daftar tentara yang pulang dalam kantung mayat menjadi 496 orang. Bila dibagi dengan lama Amerika menyerang Irak 243 hari, maka setiap hari rata-rata ada 2 tentara yang tewas. Sehingga, sesumbar loyalis Saddam, bahwa akan ada 1 tentara pendudukan yang pulang dalam kantung mayat setiap hari, sudah terlampaui.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Gilanya, serangan tak hanya meningkat pada frekuensi, yang mencapai 25 hingga 30 serangan per hari, tapi juga spektrum serangan yang melebar. Markas PBB dan markas Palang Merah Internasional, lembaga pendamping menuju terciptanya perdamaian, pun kena bom. Demikian pula kantor polisi Irak. Pesan yang ingin disampaikan adalah, Amerika dan siapa saja yang coba-coba membantunya, akan mendapat ganjaran setimpal dari gerilyawan Irak&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pesawat jatuh merupakan klimaks dari kematian yang melanda tentara Amerika. Sebelum ini, kematian itu kurang mendapat perhatian, sebab jumlah korbanya yang kecil. Padahal, seperti dilukiskan ICCC, mereka meregang nyawa, mulai dari tembakan roket RPG, ranjau darat, maupun serangan senjata mesin biasa. Amerika meyakini, serangan ini dikomando oleh Saddam Husein, atau teroris Islam yang bersimpati terhada penderitaan rakyat Irak. Siapa lagi yang dimaksud kalau bukan tanzim Al Qaidah, pimpinan Usamah Bin Ladin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Palu Besi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Serangan gencar dari pejuang Irak yang melakukan gerilya kota, meresahkan Washington. Mereka pun menggencarkan serangan balasan, dengan membentuk gugus tugas operasi dengan sandi bermacam-macam. Ada operasi palu besi (Operation Iron Hammer), operasi angin puyuh (Operation Ivy Cyclone), dan Task Force 121. Satuan tugas berkekuatan 121 orang ini, diamanati misi khusus memburu Saddam Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah heli Black Hawk jatuh di Tikrit, pesawat F-16 Amerika segera terbang dan menjatuhkan 500 pound bom, di area sekitar kejatuhan heli. Mereka juga unjuk kuasa dengan memajang tank, melakukan sweeping ketat, menembak sekenanya dan menangkap sejumlah warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika tak main-main dengan operasi ini. Kongres menyetujui bantuan dana 87,5 Milyar Dollar, dimana 64,7 Milyar Dollar akan digunakan untuk operasi militer. Mereka juga menggunakan roket berteknologi tinggi, jet tempur, dan helikopter serbu. Untuk pertama kali sejak perang selesai, Amerika meluncurkan roket berpandu satelit, ke sebuah tempat di Kirkuk, yang dicurigai sebagai markas gerilyawan. Tikrit dan Irak Utara memang menjadi fokus serangan Amerika. Sebab dari sinilah Saddam dan kroni Partai Baath-nya, termasuk pasukan khusus Fida’in Saddam, berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penggunaan peralatan canggih ini, Amerika seolah ingin menunjukkan, bahwa mereka sanggup menyerang sebuah kawasan secara besar-besaran dan simultan. Mereka ingin memberi pesan singkat kepada Irak: “Kami datang..”. Tapi, apakah pesan ini sampai dan diterima dengan baik oleh warga Irak, belum tentu. Justru perubahan taktik ini menunjukkan Amerika putus asa menghadapi gerilya Irak. Sebab gerilya kota, membuat tentara Amerika seakan bertempur melawan bayangan. Tak heran, banyak dari mereka yang pulang karena stres. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi Operasi Palu Besi dan Gugus Tugas yang memburunya, Saddam justru muncul di televisi. Dalam rekaman suara tanpa gambar, Saddam menyerukan perang jihad melawan tentara pendudukan. “Hantam mereka..., semua penjajah tanah Irak, tak pandang bulu termasuk petugas kemanusiaan harus meninggalkan Irak, sebagai pecundang terkutuk.” Tak syak, Black Hawk-Black Hawk lain, haruslah bersiaga menghadapi gempuran. Bayangkan, roket anti pesawat, Sam-7 Strela, buatan Rusia, gampang didapat di pasar gelar hanya dengan membayar 325 dollar. Begitu pula, roket berpelontar RPG, hanya dihargai 30 Poundsterling. Seorang ahli psikologi di Rumah Sakit Fallujah, Adnan Chechan mengingatkan,” Mereka (tentara AS) nggak paham psikologi. Jika kau kasar, maka engkau akan mendapat balasan yang lebih kasar”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Pisau Bermata Dua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengerahan operasi militer besar-besaran ini, berkait erat dengan kekhawatiran Amerika akan kegagalan mengatasi masalah Irak. CIA mengeluarkan kertas kerja, menggambarkan Irak seperti pisau bermata dua, dengan dua sisinya masing-masing chaos dan demokrasi. Salah-salah memaknai dua hal ini, bisa menggagalkan transformasi kekuasaan yang menguntungkan Amerika.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Serangan beruntun dan brutal di Irak, oleh media disamakan dengan yang terjadi di Vietnam tahun 1968. Sandy Berger, Penasehat Keamanan mantan Presiden Bill Clinton menggambarkan keadaan yang dihadapi Amerika di Irak sebagai perang gerilya klasik. Bekas Direktur CIA, Stansfield Turner menyatakan, Amerika (dan koalisinya) sedang di persimpangan jalan. Kalau dalam beberapa pekan kemuka, gagal mengatasi serangan, maka Amerika akan semakin kehilangan muka. Turner mengusulkan kerjasama yang erat dengan warga Irak, untuk mengintensifkan operasi intelijen memisahkan warga biasa dengan gerilyawan. Senada dengannya, bekas Asisten Direktur Keamanan Nasional, Gordon Adams menegaskan, hal terpenting melawan perang gerilya, adalah operasi intelijen. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, seperti disebut psikolog dari Fallujah tadi, perilaku tentara Amerika yang kasar, susah untuk merebut hati rakyat Irak. Meskipun terlambat, Amerika kini sedang mengembangkan program pelatihan cepat bagi polisi dan tentara Irak. Hal ini sesuai dengan analisa, penduduk lokal yang berbahasa sama dan berbudaya sama dengan musuh, lebih mudah memahami perilaku para gerilyawan. Kebijakan serupa pernah dilakukan di Vietnam, tetapi terbukti telah gagal. Lagipula, bagaimana mereka, pasukan yang dilatih terburu-buru, mampu mengatasi gerilyawan yang oleh tentara Amerika sendiri tak mampu ditaklukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, situasi yang makin memburuk membuat Amerika mempercepat proses transfer kekuasaan. Kesepakatan antara Dewan Pemerintahan Irak dan Otoritas Sementara Koalisi, CPA, penyusunan rancangan konstitusi akan diselesaikan sebelum Februari 2004, pembentukan pemerintahan transisi Juni 2004, dan Pemilu selambat-lambatnya akhir 2005. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun transfer ini bukan perkara mudah. Mengingat banyaknya faksi dengan beragam kepentingan di Irak. Sebut saja untuk membentuk pemerintahan sementara, yang harus merepresentasikan tiga faksi besar, Kurdi di Utara, Syiah dari Selatan, dan Suni di Pusat Baghdad. Belum lagi penyusunan konstitusi, yang akan dihadang kesulitan kepentingan faksi. Ada yang menginginkan distribusi kekuasaan pusat dan daerah, yang akan menghadapi masalah penentuan batas. Apakah Kurdi akan didefinisikan sebagai suku atau kawasan. Sama sensitifnya dengan menyoal apakah hukum Islam yang akan menjadi dasar negara. Islam yang mana, Syiah atau Sunni. Apatah lagi, Amerika justru memiliki kepentingan besar pada Irak baru, yakni ekonomi dan stabilitas kawasan teluk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Irak adalah gambar besar. Tampaknya Amerika memang salah membaca gambar ini sebelum menyerang Maret lalu. Apapun exit strategy yang digagas pemerintahan Bush, sukar dilepaskan dari eskalasi jumlah tentara tewas itu. Juga, masa depan politik Bush menjelang Pemilu 2004. Sebab, bukan tak mungkin, hantu Vietnam dan Somalia, dimana warga Amerika kecewa terhadap pemerintahnya yang mengorbankan nyawa begitu banyak, akan terulang. Bukankah popularitas Bush semakin hari semakin menurun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, November 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109949358477608542?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109949358477608542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109949358477608542' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109949358477608542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109949358477608542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/04/angin-puyuh-sungai-tigris.html' title='Angin Puyuh Sungai Tigris'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109949412093941389</id><published>2003-04-25T06:54:00.000-07:00</published><updated>2004-11-03T07:02:00.940-08:00</updated><title type='text'>Kambing Hitam Saddam bin Ladin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Al Qaidah dan Saddam Husein dituding dibalik kegentingan di Irak. FBI dan CIA menolak mereka berkaitan. Amerika tak cerdas mengelola Irak pasca Saddam.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Malam di Irak berlalu dengan pola serupa. Ledakan acap terdengar sebelum tengah malam. Kadang sekali, tetapi sering juga berkali-kali. Kadang terdengar jauh sekali dengan suara ledakan yang bantut, tapi pernah juga di area ramai dengan suara yang merusak indra pendengaran. Seperti di Hotel Al Rashid, yang nyaris menewaskan deputi menteri pertahanan Amerika,  Markas Tentara Itali, Carabineiri yang melumat 27 orang, dan Markas Kepolisian Irak. Semuanya merupakan zona hijau, yang mendapat kawalan ketat. Ekstra ketat, malah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Irak pasca pendudukan Amerika dan sekutunya. Warga Irak pun menyikapi malam berpola serupa itu, dengan kegiatan serupa pula: buru-buru menghidupkan radio dan televisi. Untuk mengetahui, dimana gerangan ledakan terjadi, dan siapa yang menjadi korban. Sering mereka kecewa, sebab hanya sebagian kecil, dari  rata-rata 25 serangan setiap hari, yang tercover oleh televisi dan radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, serangan tak hanya ditujukan kepada tentara Amerika dan sekutu pendudukannya. Bom pernah meledak di Markas PBB, Markas Komite Palang Merah Internasional, dan Markas Polisi Irak. Kematian pun tak cuma menimpa tentara, melainkan banyak pula warga Irak yang jadi korban. Jadi, ini bukan lagi semata perang melawan agresor, tapi sudah menjadi teror. Sehingga rakyat Irak pun menyebutnya sebagai “itu bukan kami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muthana Harith Al- Dhari, profesor hukum Islam di Universitas Baghdad menyatakan, ada militan asing, yang masuk ke Irak untuk memprovokasi tentara Amerika berlaku brutal terhadap rakyat Irak. “Pelaku serangan bukan warga lokal, dan bukan orang Islam. Menyerang warga sipil, jauh dari ideologi Islam,” kata Al-Dhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan di Markas tentara Italia, carabineiri, mengundang Menteri Pertahanan Italia, Antonio Martino ke Nasiriyah. Ia datang dengan pengawalan super ketat, terbang dengan helikopter militer. Maklum, 18 tentaranya masuk dalam daftar 27 jenazah yang tewas akibat bom mobil yang meladak di markas mereka. Ia mengklaim, ini adalah kematian terbesar tentara Italia, pasca perang dunia II. Dengan marah, ia menuduh pasukan elit Fida’in Saddam dan tanzim Al Qaidah dibalik serangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa Irak menolak tudingan ini. Perempuan pakar politik Irak, Nueimi Haedi, dengan skeptis menyebut, Amerika terus menerus menyebut Al Qaidah dan militan asing, tetapi mereka tak pernah menyebut nama dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain main tuding, Amerika juga salah memandang situasi genting di Irak ini. Amerika melihatnya dalam konteks teknis persenjataan belaka. Mereka percaya, semua senjata di Irak diperoleh dengan mudah. Sehingga ada pemeo, ada uang ada senjata. Rudal Stalingrad buatan Rusia gampang diperoleh di pasar gelap. Tak hanya dari Rusia, senjata buatan Perancis, bahkan Amerika pun banyak di pasar gelap. Pakar militer Amerika menyebutkan, untuk bergerilya melawan tentara Amerika, warga Irak tak perlu memiliki senjata mumpuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pekan pertama di bulan November saja, empat helikopter Amerika jatuh dihantam roket berpelontar, Rocket Propeller Grenade,  RPG. Salah satu andalan pada jenis senjata ini, adalah rudal panggul (shoulder fired missile). Senjata yang penggunaannya mirip senapan ini, mempunyai banyak keuntungan atraktif, yang membuat gerilyawan melirik. Salah satunya ringan, sehingga mobilitas pergerakan menjadi gampang. Dalam jargon militer, senjata ini disebut MANPADs (Man Portable Air Defense System).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kecil, rudal ini memiliki jarak serang hingga 5 kilometer. Sehingga bisa menjatuhkan pesawat sasaran, pada ketinggian 50 sampai 10.000 kaki. Senjata ini, sangat efektif saat pesawat terbang rendah, yakni pada posisi landing atau  take-off. Model paling oke dari rudal panggul ini, adalah Igla buatan Rusia. Pakar senjata dari lembaga Jane’s Defence Amerika menyatakan, bila anda menggunakan Igla, maka anda sudah menjadi teroris di level tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, senjata tak harus dilawan dengan senjata. Mestinya Amerika mendukung pemerintah Irak membuat undang-undang kepemilikan senjata. Irak membutuhkan konsensus politik untuk merespon situasi genting ini. Pemerintahan baru Irak harus diberi kekuasaan besar untuk mengelola negara, termasuk Angkatan bersenjata.  Bukankah Saddam, sudah sangat lama berada di tampuk kepemimpinan Irak. Sehingga masih ada puluhan ribu tentaranya yang setia dengan doktrinnya. Sebutlah Garda Republik, Spesial Garda Republik, dan Fida’in Saddam, yang kesemuanya merupakan pasukan elit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itulah Amerika dengan segala kecongkakannya. Beberapa jam setelah ledakan di markas tentara Italia, disusul jatuhnya helikopter Black Hawk, mereka melancarkan serangan intensif berskala besar. Untuk pertama kali, sejak perang dihentikan 1 Mei lalu,  Amerika menggunakan rudal berpenuntun satelit, menghantam lokasi gerilayawan Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Musuh Bersama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Amerika saat ini, adalah melawan musuh bernama Al Qaidah. Sukar dimengerti, mengapa Amerika begitu paranoid dengan kelompok ini. Padahal, kalau dipikir secara jernih, bagaimana mungkin sebuah kelompok bisa begitu menggegerkan negara sebesar Amerika, kalau pimpinannya saja, Usamah Bin Ladin harus merangkak-rangkak dibalik gua di pedalaman Afghanistan, untuk menghindari kejaran Amerika. Bagaimana, ia memantau tentaranya yang tersebar diseluruh jagad, kalau untuk berkomunikasi sedikit saja, posisinya pastilah sudah terdeteksi oleh peralatan teknologi pemantau komunikasi super canggih Amerika. Al-Qaidah bukan lagi sekedar kelompok. Al-Qaidah sudah mewakili sebuah ide dan fakta, bahwa kebebasan umat Islam diseluruh dunia, terpenjara oleh Amerika.  Maka Saddam Husein, Al-Qaidah, dan organisasi Islam militan lainnya, bersatu bak spiral. Tak segaris, tapi saling menyambung untuk menopang satu sama lain, melawan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Saddam dan Al-Qaidah didasarkan pada telusuran data intelijen dan pengakuan. Seperti, Saddam bertemu dengan jenderal seniornya, Izaat Ibrahim, serta perwakilan Ansar al Islam, organisasi yang terkait dengan Al-Qaidah. Amerika memang memiliki catatan panjang bahwa Al-Qaidah bersinggungan dengan Saddam Husein. Tengoklah catatan dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Abdul Rahman Yasin, pelaku peledakan World Trade Center tahun 1993, bersembunyi di Tikrit. Yasin mendapat rumah dan gaji bulanan dari Saddam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Usamah Bin Ladin pernah delapan kali bertemu dengan pejabat-pejabat Irak. Seperti dengan pejabat kepolisian rahasia pimpinan Qusay Husein, dan pejabat Mukhabarat, semacam Secret Service.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Farouk Hijazi, pejabat senior Mukhabarat, tahun 1999 pernah berkunjung ke Kandahar, untuk bertemu Bin Ladin di sebuah pegunungan bersalju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Tahun 2000, pejabat intelijen Irak, Saleh Sulaiman ditangkap di perbatasan Pakistan, saat ingin masuk ke Afghanistan untuk bertemu Ayman al Zawahiri, tangan kanan Bin Ladin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Abbas al Janabi, ajudan Uday Husein yang membelot, mengakui ada hubungan Al-Qaidah dan Irak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Abu Musaab al Zarqawi, instruktur Al-Qaidah yang terluka akibat pertempuran dengan Amerika, dirawat di Baghdad. Setelah sembuh, ia menjadi pelatih di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Abu Abdullah al-Iraqi, diutus Bin Ladin membeli gas beracun ke Irak antara tahun 1997 hingga 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Muhammad Mansour Shahab, penyelundup senjata dari Irak ke Afghanistan, ditangkap pejuang Kurdi tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Mullah Melan Krekar, pimpinan grup Ansar al-Islam, pernah bertemu dengan Bin Ladin tahun 1988. Organisasinya beroperasi di Irak Utara, untuk menghantam pemberontak Kurdi yang melawan Saddam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data-data intelijen ini, sebagian pernah disampaikan Menteri Luar Negeri Colin Powell dihadapan Sidang Umum PBB. Apakah fakta ini bisa disarikan sebagai bukti bahwa Saddam berkaitan dengan Bin Ladin. Ada yang skeptis, bagaimana mungkin Saddam yang diktator sekuler, bisa bersekutu dengan Bin Ladin yang fundamental. Tetapi, Stalin dan Roosevelt pun pernah bergandeng tangan menghadapi teroris. Sementara, Saddam dan Bin Ladin memiliki kesamaan sejarah, sama-sama benci Amerika&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Menghubungkan Saddam dengan Al-Qaidah bukan perkara mudah. Beberapa investigator FBI dan analis CIA, yang banyak bergelut dengan dunia intelijen, menuding tuduhan Saddam berkait dengan Al-Qaidah sebagai dibesar-besarkan dan membingungkan. Mereka menuduh pejabat-pejabat Amerika, menggunakan isu ini untuk melegitimasi perang di Irak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Muthana Harith Al- Dhari, professor hukum Islam di Universitas Baghdad menyatakan, Islamis, Nasionalis, dan loyalis susah untuk disatukan. Tetapi, mereka disatukan oleh adagium: “Musuh dari musuhku adalah temanku”. Dan mereka punya musuh bersama, yakni Amerika. Pakar politik Nueimi menyebut, kebijakan Amerika di Irak tak cerdas. Padahal itu tadi, tak semua warga Irak memiliki visi yang sama tentang Saddam dan Irak masa depan. Tapi Amerika harus berhadapan dengan warga Irak yang disatukan dalam satu bendera dan semboyan, yaitu Amerika harus segera angkat kaki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109949412093941389?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109949412093941389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109949412093941389' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109949412093941389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109949412093941389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/04/kambing-hitam-saddam-bin-ladin.html' title='Kambing Hitam Saddam bin Ladin'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109959578613634756</id><published>2003-04-20T11:09:00.000-07:00</published><updated>2004-11-04T11:16:26.136-08:00</updated><title type='text'>Bataliyon Mikrofon Si Penyambung Mata</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Perang Irak adalah perang informasi. Ratusan wartawan Barat disertakan dalam pasukan agresor yang bergerak. Kenapa kantor &lt;em&gt;Aljazeera&lt;/em&gt; dibom?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;KETEGANGAN memuncak di pusat kota Baghdad. Puluhan tentara dikawal tank, bergerak perlahan di balik pohon dan gedung. Tak ada letusan senjata seperti diduga sebagai perang kota. Perlahan tapi pasti, gerak maju pasukan semakin mengerucut ke pusat kota, Taman Firdaus. Disanalah patung Presiden Irak Saddam Husein, bertengger dengan gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang puluhan hari mencapai anti klimaks hari itu. Padahal dugaan akan ada perang kota yang memakan banyak nyawa, menjadi perhatian seluruh dunia. Di kota Baghdad, kondisi ini ditandai dengan konvoi kendaraan pengungsi, menjauhi kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lacur. Jangankan salak senjata dari Pengawal Republik atau milisi sipil yang berbaur dengan rakyat. Tentara Amerika justru dielu-elukan rakyat Irak. Mereka lalu bersama-sama, merubuhkan patung Saddam Husein. Sorak sorai membahana. Patung Saddam, orang yang “dipuja” rakyat Irak puluhan tahun, rubuh sudah. Masya Allah, ratusan orang itu menyeret, menginjak, menyobek, segala yang berbau Saddam. The game is over.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik per detik, kejatuhan patung, pergerakan pasukan, dan kemarahan tadi disaksikan rakyat seluruh muka bumi. Puluhan stasiun televisi, berebut mencari angle yang paling baik. Lalu, sang reporter berdiri di sudut terdekat dari objek, dan melaporkan secara langsung. Betul-betul hebat. Perang, tak lagi kengerian, kegelisahan, atau kegundahan, tapi berubah menjadi komoditas bisnis. Tak ubahnya seperti “hiburan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aljazeera Mania&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Teluk II, adalah perang modern. Mesin perang Amerika dan Inggris merupakan produk terkini. Modern, karena berani menyertakan wartawan, yang juga membawa perangkat siar terkini. Videophone portable, yang gedenya hanya sebesar koper biasa, dapat menyiarkan langsung keadaan dimana reporternya berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, kita dapat menyaksikan Walter Rodgers (CNN), dengan wajah kusam berdebu, melaporkan gerak maju pasukan di Nasiriyah. Laporan ini, diimbuhi gambar yang bergoyang, karena diambil dari atas tank yang bergerak cepat. Ya, Rodgers, memang ikut bersama pasukan marinir Amerika. Istilah kerennya: embedded, secara literatur bermakna ditanam atau dilekatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embedded merupakan program baru Amerika, yang baru berlaku dalam Perang Teluk kali ini. Padahal pada Perang Teluk 1991, wartawan hanya dipasok oleh keterangan pers rutin. Kering dan normatif. Maka, Pentagon pun melatih 600-an wartawan untuk dibawa perang. Mereka dilatih perang, tapi sekaligus “dilatih” untuk melaporkan hal yang berkenan bagi militer dan panglima tertingginya di Gedung Putih sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya sungguh memuaskan. Gambar perang kaya detail dan hidup. Emosi pemirsa terbawa ke suasana perang sebenarnya. Suasana gurun pasir yang panas, rentetan tembakan yang menggidikkan bulu roma, juga roman anak-anak dan wanita ketakutan yang menggidikkan jiwa, tergambar jelas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Penelitian yang dilakukan Project for Excellence in Journalism membenarkan hal ini. Proyek pimpinan Tom Rosenstiel (disini dikenal sebagai pengarang buku Element of Journalism) menyatakan, liputan perang kali ini kaya gambar, tapi miskin perspektif. Dua per tiga laporan dilakukan secara langsung dan tanpa di-edit. Lima puluh persen adalah cerita perang dan tanpa wawancara dengan tentara. Tapi itu tadi, miskin persepektif. Wajar saja, sebab mereka sudah dibekali hal yang boleh dan tidak boleh oleh Pentagon. Atau boleh jadi, para reporter ini tahu diri, terhadap tuan sang pemberi fasilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja laporan-laporan ini memuakkan bagi pemirsa yang bersimpati kepada Irak dan Saddam Husein. Hal ini terjadi terutama di negara-negara Arab, dan negara berpenduduk muslim seperti Malaysia dan Indonesia. Koran-koran dan televisi bersepakat melawan agenda setting media Amerika. Tengoklah banner “Invasi ke Irak” (TV7 dan Kompas), “Saddam News” (Rakyat Merdeka), dan “Agresi ke Irak” (SCTV). Semua berseberangan dengan banner media Barat. CNN memasang “Iraq Crisis”, BBC dengan “Battle for Control”, lalu menjelang akhir perang berubah menjadi  “Road to Baghdad”. Majalah Newsweek memasang “Target: Iraq”, dan Time dengan “Iraq the War”. Yang paling mencolok adalah MSNBC. TV ini memanteng “Operation Iraqi Freedom”, semboyan yang juga diusung pemerintah Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua mazhab yang berseberangan itu, menghasilkan persfektif yang jauh berbeda. Di media Barat, perang adalah pembebasan, laju tank bergemuruh, dan bantuan kemanusiaan. Tapi di stasiun Aljazeera milik Qatar, perang adalah neraka. Kematian warga sipil, rakyat yang kekurangan air dan obat, dan  upacara pemakaman yang memilukan. Pokoknya derita berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Aljazeera, juga Abu Dhabi TV dan Al Arabiya, menjadi oase di tengah gurun bagi “simpatisan” Saddam. Apalagi ketika TV ini menyiarkan gambar tentara Amerika yang tewas dan ditawan. TV ini juga menyiarkan helikopter canggih Apache jatuh karena ditembak petani. Semuanya propaganda Saddam belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aljazeera pun menuai kecaman di Amerika. Wartawannya yang meliput di bursa efek New York diusir dengan alasan tempat penuh. Padahal mereka sudah berbilang tahun ngepos disana. Situs internet Aljazeera juga diserang  hacker. Terakhir, studio mereka di Baghdad dibombardir, hingga menewaskan wartawannya, Thariq Ayyub. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika berteriak, penyiaran gambar tawanan adalah pelanggaran Konvensi Jenewa. Dia lupa, menyerang negara lain adalah juga pelanggaran nilai-nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TV Bombing&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan Amerika terhadap siaran pro Saddam, berujung pada pemboman stasiun Iraqi TV. Televisi milik pemerintah yang digawangi putra Saddam ini, sejak awal perang sudah menjadi target serangan. Protes dari organisasi wartawan di seluruh dunia, juga Human Rights Watch, diabaikan Amerika. Mereka bersikukuh, televisi ini bukan sarana sipil, tapi alat komunikasi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan Amerika justru mengiyakan pemerintahnya. Mereka seolah abai dengan penyerangan ini. Bahkan ada sebagian wartawan, seperti John Gibson (Fox News), David Shuster (MSNBC), Aaron Brown (CNN), ikut “mendorong” supaya stasiun TV pemerintah Irak ini dihentikan. Dalam liputan langsungnya, mereka  mempertanyakan, kenapa Amerika membiarkan sebuah alat propaganda lawan tetap berdiri. Tak ada yang berseru, supaya Amerika mengingat Konvensi Jenewa, tidak menyerang fasilitas sipil. Justru, reporter CNN Nic Robertson melaporkan, stasiun TV ini adalah alat penting pemerintah Saddam. TV ini digunakan  untuk terus berhubungan dengan rakyatnya, dan menunjukkan bahwa pemerintah tetap eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, media Barat dan media Arab berfungsi sama, memenuhi dahaga pemirsa akan informasi. Sehingga media harus akurat dan bersikap netral. Tetapi, apakah media Barat menyiarkan kebaikan budi pasukan Amerika, atau Aljazeera menyiarkan keburukan pemboman, namun satu hal yang pasti: perang tetaplah hal yang mengerikan, dengan orang-orang yang mati secara mengerikan pula. Sejarah akan menjawab, model mana yang paling benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;strong&gt;Selebriti Berbau Mesiu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#6666cc;"&gt;Inilah wajah-wajah yang mendadak akrab ke seluruh jagad. Lelaki kurus kering berkacamata, Maheer Abdullah, adalah reporter Aljazeera yang kerap on-cam (siaran langsung) dari kota Baghdad. Sewaktu kantor mereka dibombardir Amerika, Maheer sedang siaran. Di layar dia terlihat refleks menunduk dan menoleh ke belakang, bersamaan dengan suara dentuman yang dekat sekali dengan tempatnya berdiri. Rekannya, Thareeq Ayyub meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula Rageh Omaar. Wartawan BBC bertampang Arab ini digelari “Musang Gurun”. Mungkin karena ia terlihat selalu bersemangat di tengah kondisi gurun yang keras. Survey pembaca Time edisi 1-7 April menempatkan Omaar sebagai peraih rating tertingi diantara wartawan yang on-cam dari Perang Irak. Wartawan lain yang mendapat pujian pembaca Time adalah David Bloom (NBC). Ia embedded di Divisi Infantry ke-3. Cirinya, adalah rambut yang tak terurus dan terlihat kumal di balik rompi anti pelurunya. Malang, begitu majalah itu edar, Bloom tewas di Baghdad, 6 April.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Bloom, jumlah wartawan yang tewas pada perang kali ini ada sebelas orang. Kematian yang banyak menyita perhatian, adalah 3 wartawan yang tewas karena pemboman Amerika. Mereka adalah Thareeq Ayyub (Aljazeera), Taras Protsyuk (Reuters), dan Jose Couso (Telecinco, Spanyol). Ketiganya tewas di hari yang sama, 8 April. Thareeq tewas di kantornya, sedangkan Taras dan Jose meninggal, setelah Hotel Palestine, tempat sebagian besar wartawan menginap diserang Amerika. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#6666cc;"&gt;Apapun yang mereka sampaikan, memihak salah satu dari orang tak kita sukai, mereka adalah penyambung mata, sehingga umat manusia di seluruh bumi, tahu bagaimana perang hanya menyisakan kesengsaraan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah INSANI, Mei 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109959578613634756?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109959578613634756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109959578613634756' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109959578613634756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109959578613634756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/04/bataliyon-mikrofon-si-penyambung-mata.html' title='Bataliyon Mikrofon Si Penyambung Mata'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109932282879182300</id><published>2003-04-20T07:19:00.000-07:00</published><updated>2004-11-01T07:27:08.790-08:00</updated><title type='text'>Kematian Dibalik Kabut Gurun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Sebagian tentara Amerika dan Inggris di Irak, tewas ditembak rekannya. Jumlah friendly-fire meningkat sejalan dengan kecanggihan mesin perang. Sekedar human error atau karena kabut perang&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Serdadu yang mengemudikan tank Challenger itu, mengintai dengan tegang. Lalu, pelatuk ditarik. Buummmm. Sebuah tank dikejauhan meledak berkeping-keping. Api pun berjilam menjilati gajah besi yang sudah tak berbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, serdadu tadi harus terbahak. Setidaknya tersenyum. Sebab sudah menewaskan serdadu musuh dan menghancurkan peralatan perangnya. Tapi, apa lacur. Wajah sang serdadu berubah pias, begitu diberitahu, tank yang ditembaknya adalah seri Challenger milik negaranya sendiri, Inggris. Dan yang tewas adalah &lt;em&gt;comrades in battle&lt;/em&gt;, kawan seperjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian di Basrah yang menewaskan dua serdadu Inggris, adalah insiden saling tembak kedua pada invasi ke Irak. Kejadian pertama lebih gawat lagi. Rudal patriot yang mampu mencegat rudal kebanggaan Irak, SCUD, menghantam pesawat tornado Inggris. Dua pilotnya tewas. Berikutnya, seorang Inggris tewas, ketika konvoi pasukan ditembaki pesawat pembom canggih A-10 Thunderbolt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian demi kejadian sempat meruncingkan hubungan tentara Amerika dan Inggris di medan tempur. Dengan satir, prajurit Inggris mengaku, lebih takut kepada tentara Amerika, yang notabene kawan sejalannya, ketimbang tentara Irak, yang jelas-jelas musuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Friendly Fire&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil sebuah jam. Lalu amati gerak jarum detiknya dengan seksama. Begitulah perintah yang diberikan kepada para kru tank. Sebuah gambaran, bahwa kecanggihan teknologi, hanya butuh hitungan detik sebelum mengambil kesimpulan tembak atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tank atau kendaraan musuh hanya berupa titik di layar instrumen tank. Pemantauan tak perlu lagi dengan melongok atau mendongakkan kepala keluar dari balik jendela kaca. Tapi cukup dengan sistem pembacaan optik. Layar juga bisa mengetahui letak pasti “target” dan jenisnya. Cek lebih teliti, bila ada tanda khusus yang berkedip. Lalu kirimkan sinyal &lt;em&gt;friend&lt;/em&gt; (teman) &lt;em&gt;or foe&lt;/em&gt; (musuh). Hitungan detik tak ada jawaban, siapkan tombol pemicu, dan..... tembak. Sebab bila kasip, bisa-bisa anda yang tertembak. Inilah perang: membunuh atau terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Irak yang hanya berlangsung tiga pekan, menewaskan lima serdadu Inggris dan delapan serdadu Amerika dalam insiden salah tembak. Jumlah ini mengecil dibanding Perang Teluk 12 tahun lalu. Kala itu 35 dari 148 tentara Amerika (24 persen) tewas ditangan saudara sendiri. Jumlah ini bertambah banyak, dimana 9 tentara Inggris tewas setelah konvoi mereka dihajar pesawat Amerika. Jumlah ini termasuk besar, mengingat masa perang hanya 43 hari. Bandingkan dengan Perang Dunia II (16 persen), Perang Viet Nam (11-14 persen), dan Perang Panama (13 persen). Insiden di Afghanistan, April 2002, ketika empat tentara Kanada tewas diserang Amerika, menambah panjang daftar insiden salah tembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa pada perang yang didukung peralatan komunikasi canggih, salah tembak justru semakin kerap terjadi? Pertanyaan wajar, mengingat pasukan Amerika dan Inggris dilengkapi data satelit, penunjuk koordinat lokasi GPS, rudal pintar berpenuntun satelit, dan jaringan komunikasi terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak aneh, ketika Amerika meng-klaim memiliki bom yang mampu dituntun menembus bunker, serta alat yang bereaksi begitu sesuatu benda tak dikenal masuk ke areanya, ternyata menghantam rekan sendiri. Padahal sesama kendaraan sendiri, sudah dilengkapi transponder yang memancarkan sinyal rahasia yang hanya dibaca rekan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang disebut Kabut Perang (&lt;em&gt;The fog of war&lt;/em&gt;). Peralatan canggih justru menjadi bumerang, sebab rasa percaya diri yang kelewat gede. Padahal medan tempur yang ganas, rasa takut akan kematian, kurang tidur, dan kejenuhan, bisa menimbulkan human error. Bayangkan, pilot-pilot Amerika mencurahkan bom ke satu titik, hanya bermodal koordinat. Bukan mengandalkan penglihatan. Tak heran, Amerika pernah menjatuhkan bom pintar di Kedutaan RRC di Beograd, pesta pernikahan di Afghanistan, dan pasar padat Shaab di Baghdad. Sempat muncul dugaan, Irak dibantu Rusia yang meng-operasikan sistem pangacak sinyal, sehingga rudal Amerika salah sasaran. Ada pula yang mendarat di Suriah dan Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fratricide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman salah tembak pada Perang Teluk I, Amerika terus meminimalisir insiden salah tembak, yang juga disebut “Fratricide”. Secara literatur, kata ini bermakna “kematian saudara kita”. Departemen Pertahanan menghabiskan dana 175 juta dollar dalam sepuluh tahun terakhir, untuk membangun Sistem Identifikasi Medan Tempur (Battlefield Combat Identification System).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini adalah pengiriman sinyal dan penerimaan jawaban seragam, yang dipasang pada semua peralatan empur di darat dan di udara. Tank atau pesawat mengirim sinyal sebelum menembak target. Proses pengiriman dan menjawab sinyal ini, hanya butuh mili-detik. Sinyal ini hanya dikenal oleh sesama rekan. Bila target yang dikirimi sinyal menjawab, maka senjata yang terkokang dikunci kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, semua peralatan tempur Amerika –juga tentaranya-- sudah dipasangi plester kecil yang bersinar seperti infra red, sehingga dapat dilihat bahkan dengan google night (kaca mata yang mampu menembus kegelapan). Tapi sistem kirim-jawab sinyal tetap diperlukan, sebab siapa tahu peralatan tersebut ada dalam penguasaan musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika juga memgembangkan Blue Force Tracking, sistem komputer yang mengoleksi semua letak koordinat peralatan dan serdadunya. Koordinat teman sendiri diberi tanda biru, tetapi target tak dikenal akan muncul bertanda merah. Dari sini, dapat digerakkan pasukan terdekat ke arah target merah tadi. Sayangnya, belum semua peralatan dipasangi alat pembaca data, sehingga data tak bisa real-time. NATO sedang berunding untuk menjadikan alat ini sebagai standar komunikasi anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Invasi ke Irak yang melibatkan beberapa negara, membuat insiden salah tembak tetap terbuka lebar. Sebab peralatan yang diusung tak seragam. Pencampuran berbagai aset dari berbagai negara, padahal semua aset belum tentu bisa bekerja sama, membuat pasukan di garis depan kebingungan. Belum lagi, kecanggihan peralatan, ternyata belum mampu menghilangkan ketakutan yang sangat manusiawi. Dalam keadaan tertekan, maka insiden salah tembak tentu saja tak terelakkan. Atau bisa juga, ada campur tangan Yang Diatas. Sehingga badai gurun yang tak biasanya muncul di bulan Maret dan April pun, tiba-tiba muncul menghadang pasukan Amerika di luar Baghdad. Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Mei 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109932282879182300?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109932282879182300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109932282879182300' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109932282879182300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109932282879182300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/04/kematian-dibalik-kabut-gurun.html' title='Kematian Dibalik Kabut Gurun'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109949538488103570</id><published>2003-02-25T07:16:00.000-08:00</published><updated>2004-11-03T07:23:04.880-08:00</updated><title type='text'>Senjata Pembuka Kotak Pandora</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Markas Besar perencana tempur Amerika Serikat, Tampa, Florida, awal 2003. Para perwira berseliweran. Telepon dan radio komunikasi berdering-dering. Ransel besar tergeletak di pojok-pojok ruangan. Kesibukan di Komando Pusat ini, merupakan persiapan, sebelum mereka berangkat ke markas tentara AS di Kamp As-Sayliyah, Qatar. Perwira-perwira ini, akin menjadi pelaksana aksi militer AS ke Irak, begitu ada perintah penyerangan dari Gedung Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di pangkalan Angkatan Laut Virginia, tiga kapal induk yang masing-masing bisa mengangkut 3500 personil, sudah mendapat order mempersiapkan diri. Ini bukan sekedar cheking kesiapan. Sebab sebulan lalu, mereka sudah pernah datang ke Qatar, selama seminggu untuk latihan bersandi internal look.  Ini merupakan bagian dari kegiatan pembangunan kekuatan militer yang terus meningkat di Teluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, kapal perusak USS Milius, yang membawa senjata rudal terpandu Aegis, mulai melayari perairan internasional di Teluk, yang jaraknya hanya 32 kilometer dari daratan Irak dan Iran. Kapal perang ini, diawaki 266 prajurit Angkatan Laut , dipersenjatai 90 rudal termasuk Tomahawk, dan torpedo anti kapal selam. Dari kapal ini, rudal Tomahawk bisa mencapai daratan Irak. Sedangkan kekuatan udara, sudah bersiap pesawat-pesawat tempur F-15E, F-15C, dan bomber B-1B. Semua tinggal menunggu aba-aba dari Otoritas Komando Nasional. Situs &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.globalsecurity.org/"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;www.globalsecurity.org&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;, yang mengikuti perkembangan pengiriman pasukan menyatakan, tanggal 13 januari, sudah bisa dijadikan sebagai tonggak hari penyerangan. Sebab sudah 120 ribu pasukan berada di Teluk, dan ratusan pesawat berbagai tipe –penyergap, pengebom, tanker—siap tempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika juga mengerahkan kapal induk raksasa untuk medis, USNS Comfort. Kapal ini berisi 1000 tempat tidur, 12 kamar operasi paripurna, pelayanan radiology, laboratorium medis, apotek, laboratorium optometri, fasilitas scan, dan pusat industri oksigen. Sebuah rumah sakit terapung yang mumpuni. Kapal ini pernah digunakan saat tragedy September 2001, dengan melego jangkar di Pelabuhan New York. Pergerakan kapal ini, sekaligus menandai, pertama kalinya Amerika mengirim lagi kapal raksasa, pasca Perang Teluk 1991.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Amerika mengirim pasukan dalam jumlah gila-gilaan ke Teluk. Padahal Irak sudah mematuhi kehendak Amerika untuk mau diperiksa fasilitas persenjataannya. Awalnya, Amerika mengamcam akin menyerang Irak, bila negara yang dituduh memiliki senjata pemusnah massal itu tak mau menerima kembali tim inspeksi PBB, yang pernah diusirnya empat tahun silam. Irak bahkan sudah menyerahkan laporan persenjataannya dalam dokumen sebanyak 12 ribu lembar kepada Tim Inspeksi PBB, UNMOVIC, dan Badan Nuklir Dunia, IAEA. Irak merasa sudah tidak lagi menyembunyikan apa-apa, sebab istana kepresidenan pun sudah diobrak-abrik inspektur, yang hingga akhir Januari masih berada di Irak. Tidak ada kata lain, Presiden Saddam Husein, pada Hari Tentara Irak awal Januari lalu berteriak membakar semangat rakyatnya, untuk melawan Amerika dan sekutunya. Tak peduli persenjataan lawan jauh lebih cangih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pesan Perang AS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irak adalah salah satu dari tiga negara yang dijuluki Presiden George W Bush, sebagai Poros Setan. Dua lainnya, Korea Utara dan Iran. Selain itu, Irak juga dituding sebagai sponsor teror. Amerika menggencarkan perang melawan terorisme, sejak tragedi September, yang menewaskan ribuan orang. Amerika menyebut perang ini, dengan sandi “Operasi Perdamaian Abadi”. Korban pertama operasi ini, adalah Afghanistan. Sebab disinilah, pelaku teror September diyakini bermukim, yakni Usamah Bin Ladin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, mesin perang yang dikirim ke Irak ini jauh melebihi yang dikirim memburu Bin Ladin. Pasukan Amerika di Teluk akan diperkuat empat divisi Angkatan Darat, divisi Airborne, dan Pasukan Khusus Angkatan Laut, US Marine . Mereka sudah diperintahkan untuk berlatih bersama, yang disebut Victory Scrimmage, dengan bantuan simulasi penyerangan sebenarnya, yang dimainkan lewat bantuan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bataliyon Arteleri Pertahanan Udara, sudah ditempatkan di Israel, sekutu Amerika yang bertetangga dengan Irak. Mereka berlatih menghadapi serangan rudal. Irak memiliki rudal darat ke darat, yang bisa mencapai daratan Israel. Amerika juga menyiapkan bataliyon teknik, untuk mendukung serangan. Mereka membawa serta ratusan kenderaan yang dibawa dengan kereta api dan kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari unsur udara, Amerika sudah mengirim skadron pengebom dari Wing Bom ke-28. Mereka di-set di Thumrait, Oman, dan Diego Garcia, pangkalan pulau, sejauh 5345 kilometer dari Baghdad. Serangan dari laut, selain kapal induk dan medis, dikirim juga unit ekpedisi marinir, unit amphibi, dan pasukan khusus penjaga pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pasukan Amerika, serangan ke Irak juga diperkuat pasukan koalisi, terutama dari Inggris. Inggris mengirim pasukan dari Brigade Serang, Resimen Pemukul, Brigade Parasut, dan Brigade Lapis Baja. Turki, selain mengirim pasukan, juga menyediakan negaranya, sebagai pangkalan. Disana sudah ditempatkan personil tentara, pesawat penyergap, dan pesawat tanker pendukung. Kuwait, negara yang pernah diinvasi Irak, sudah ditumpangi tentara, kenderaan lapis baja, penyergap, tanker, dan rudal Patriot. Keadaan yang hampir sama, dialami Arab Saudi, tetapi tanpa tank. Juga di Bahrain, dan Uni Emirat Arab. Di Qatar, bahkan ditempatkan Pos Komando Bergerak. Sedangkan di Oman, dilengkapi pula pesawat pengebom berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pasukan tersebut masih berada di luar Irak. Tetapi, sebetulnya ratusan pasukan khusus dari Brigade Intelijen dan anggota CIA, sudah menyusup ke Irak. Infiltrasi ini berlangsung sejak empat bulan silam. Tim ini mencari rudal Scud, misil yang moncer saat Perang Teluk 1991, memonitor ladang minyak yang siap diledakkan, menandai ranjau, dan memasang alat pemandu sinar laser, untuk memudahkan pilot bekerja tanpa takut diserang. Amerika juga mengirim pesawat tanpa awak Predator, untuk misi mata-mata. Irak mengklaim sudah menembak tiga Predator. Pesawat ini sukses menembak mobil yang ditumpangi enam orang yang dituduh Al Qaeda, di Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fida’in Saddam&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Irak tak kalah gertak. 120 ribu tentara koalisi bakal diimbangi tentara Irak. Selain 300 ribu pasukan reguler, Irak memiliki 80 ribu pasukan Garda Republik, dan 15 ribu Pasukan Elit Fida’in Saddam Husein. Belum lagi ribuan sukarelawan, pria dan perempuan, Al Jaysh ash Shaabi, seperti yang ikut long march pada Hari Tentara awal januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh tentara Irak berada dibawah komando The General Headquarters.  Termasuk Angkatan Darat, Udara, Laut (reguler), dan Garda Republik. Tentara reguler bertanggungjawab kepada operasi territorial, sedangkan Garda Republik, dipergunakan insidentil, tergantung kebutuhan. Organisasi dan doktrin tentara Irak, meniru pasukan Inggris. Serta mendapat sentuhan model Soviet, saat perang melawan Iran tahun 1980. Ada divisi lapis baja, infanteri, kaveleri, dan berbagai variasi perang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model organisasi yang sama, diterapkan pada Garda Republik. Tetapi pasukan ini terdiri dari orang-orang pilihan, baik fisik maupun loyalitas. Mereka mendapat latihan yang lebih berat ketimbang tentara reguler. Mereka mendapat gaji dan fasilitas yang lebih baik. Pasukan ini dipuji Saddam Husein, sebagai ujung tombak pada perang melawan Iran dan Kuwait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan yang paling dipercaya Saddam adalah Spesial Garda Republik. Sebagian besar anggotanya, masih dari rumpun suku Saddam, al-Bu Nasir, yang direkrut dari kampung-kampung di dekat asal Saddam. Mereka bertugas di Baghdad, sebab tugas utamanya adalah melindungi Saddam, keluarganya, istana, dan fasilitas-fasilitas milik keluarga. Pasukan khusus ini pernah dipimpin anak kedua Saddam, Qusay Hussein, dan Kamal Mustafa, ipar Saddam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka biasa juga disebut Divisi Emas, sebab gaji dan fasilitasnya mewah. Pasukan ini bergerak dibawah Direktorat Pengawasan Nasional, bukan dibawah kendali Departemen Pertahanan. Markas pasukan ini di Jabal Mokhul, pernah menjadi objek inspeksi PBB empat tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika meyakini Irak akin menggunakan taktik perang kota. Sebab bila nekat beradu senjata, sama saja bunuh diri. Persenjataan udara Irak sangat lemah disbanding Amerika. Apalagi, Irak sudah berbilang tahun menjadi miskin papa didera embargo. Adalah beberapa pesawat yang dilengkapi misil udara ke udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan kekuatan laut. Peralatan yang dimiliki Irak, banyak yang sudah hancur ketika Perang Teluk. Beberapa yang mengalami kerusakan sudah masuk dok, dan tak mampu diperbaiki. Karena yakin akin pernag kota, seluruh pasukan yang akin diberangkatkan ke Irak sudah diberi vaksin. Sebab Irak dipercaya, akin menggunakan senjata kimia dan biologi untuk menghadang serangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hitung Mundur&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tim Inspeksi PBB yang mulai bertugas 27 November 2002, melaporkan hasil kerjanya kepada Dewan Keamanan PBB 27 Januari. Bila Amerika dan sekutunya tak puas dengan laporan itu, maka hitung mundur penyerangan ke Irak dimulai. Para analis barat beranggapan, 1 Februari tengah malam, pasukan Amerika akin bergerak memasuki Baghdad, memanfaatkan peralatan infra red untuk menyerang di kegelapan. Sebelumnya, Amerika dipastikan menggeser kapal induk medis USS Comfort dari Diego Garcia ke Teluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi suhu di Irak pada Januari sangat dingin sekali. Musim dingin akin berlangsung sejak November hingga Maret. Bulan Maret suhu akan normal, kira-kira 23 derajat. Sehingga kemungkinan, serangan Februari, akan tertunda hingga akhir Maret. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Hanya dan hanya jika, Amerika mendengar seruan seluruh dunia, termasuk warga negaranya, supaya tidak menyerang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Turki, meskipun mengirim pasukan dan menjadi pangkalan tempur Amerika, Perdana Menterinya rajin bersafari menghambat perang. PM Abdullah Gul sudah ke Suriah, Jordania, Mesir, dan Arab Saudi untuk mendiskusikan cara mencegah perang. Sekjen Liga Arab, Amir Musa, menyatakan, perang Irak akan membuka “kotak Pandora” masalah di Timur Tengah, yang sudah frustrasi karena krisis Palestina_Israel yang berlarut-larut. Entah apa maksudnya. Apakah bersatunya negara-negara Arab menghantam Amerika, atau justru negara-negara Arab dipecah belah Amerika untuk salin serang, dan Amerika diuntungkan karena dibutuhkan sebagai penengah. Entahlah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Maret 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109949538488103570?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109949538488103570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109949538488103570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/02/senjata-pembuka-kotak-pandora.html' title='Senjata Pembuka Kotak Pandora'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109932187703964567</id><published>2003-02-23T06:56:00.000-08:00</published><updated>2004-11-01T07:11:17.040-08:00</updated><title type='text'>Rumsfeld, the Pentagon Warlord</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Meskipun kerja inspeksi PBB belum selesai, Amerika terus mengirim pasukan ke Teluk Parsi. Amerika juga menekan PBB supaya menyetujui serangan ke Irak. Dan, Panglima Perangnya adalah: Donald Rumsfeld.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;DONALD Rumsfeld berjalan mondar mandir di ruang kerjanya yang lapang. Ruangan mewah dengan mebel klasik itu, berada di ring-E Pentagon, pusat pertahanan militer Amerika. Dimejanya terletak sebuah dokumen, &lt;em&gt;&lt;a href="http://english.mn.ru/english/issue.php?2003-2-10"&gt;Deployment Order No. 177&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;. Tipis tapi maha penting. Dokumen ini mengatur kapan, kenapa, dan mengapa sebuah pasukan dikirim ke Teluk Parsi. Keberangkatan tentara, marinir, penerbang, dan kapal induk untuk menyerang Irak, diatur oleh Rumsfeld. Tak syak, Rumsfeld adalah Menteri Pertahanan, yang menjadi pengatur strategi serangan ke Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, &lt;em&gt;Deployment Order&lt;/em&gt; macam ini, didiskusikan dengan staf Departemen Pertahanan. Tapi, karena Amerika terburu-buru dan kebelet mendongkel Saddam Husein, maka Rumsfeld menggunakan cara dan ketelitiannya sendiri. Dia terus menerus meminta data sampai menjelang keberangkatan, apa dan kenapa pasukan dikirim. Rumsfeld memimpin rapat dengan para jenderal dan laksamana berulang-ulang, untuk pematangan pendongkelan Saddam. Jadi, meskipun di lapangan, pelakunya adalah Jenderal Tommy Franks, Komandan Pusat Komando Florida, tapi Rumsfeld-lah arsitek peperangan melawan Irak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.defenselink.mil/bios/rumsfeld.html"&gt;Rumsfeld&lt;/a&gt; dan Presiden Bush memang setali tiga uang dalam pengejawantahan arogansi Amerika, dan ambisi Neo-Imperialisme AS. Satu tokoh lagi, adalah Dick Cheney, Wakil Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Warisan Besar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang melawan Irak, adalah perang konvensional. Peperangan menggunakan cara-cara lama. Rumsfeld menyadari hal itu. Makanya, Amerika mengirim pasukan 25 kali lebih banyak dibanding ketika mengubur Taliban di Afghanistan. Pasalnya, itu adalah perang tidak biasa. Sebelum mengirim pasukan ke Bagram, Amerika sudah mengirim ratusan agen CIA yang membawa koper berisi uang untuk membeli loyalitas anti Taliban. Akibatnya, tentara Amerika hanya “menolong” pasukan Aliansi Utara menyelesaikan pertikaiannya dengan Taliban pimpinan Mullah Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang keadaan betul-betul berbeda. Di Irak, kelompok penentang Saddam yang punya pasukan, hanya suku Kurdi. Tapi sangat kecil untuk bisa melawan pasukan Saddam yang nyaris mencapai sejuta personil. Sehingga mau tak mau, Amerika harus mengirim pasukan besar, dengan peralatan super canggih, untuk bisa menggusur Saddam, yang tak hanya didukung tentara, tapi juga bakal dilindungi rakyat sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang, kalau akhirnya tetap terjadi, akan menjadi catatan terbesar sepanjang karir Rumsfeld. Lelaki tua berumur 70 tahun itu sadar, ia harus menorehkan sejarah besar, supaya dikenang warga Amerika khususnya, dan dunia umumnya. Tak peduli, apakah itu hanya sebuah kenangan buruk sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumsfeld berubah jadi “bintang pujaan” dengan mengadakan briefing setiap hari. Tapi, hubungannya dengan militer kurang oke. Rumit dan &lt;em&gt;complicated&lt;/em&gt;. Diantara wajah murah senyumnya, tingkah lakunya yang terjaga, ia menjelma bak Franklin D Roosevelt, dengan rasa percaya diri yang berlebihan, sekaligus menyeramkan. Ia memukau pers dan masyarakat Amerika, hingga memberikan dukungan penuh kala menyerang Afghanistan. (Apalagi saat itu, Amerika baru saja dirundung duka mendalam, karena serangan 9 September, dan pelakunya diduga ada di Afghanistan). Nama &lt;a href="http://www.whitehouse.gov/government/rumsfeld-bio.html"&gt;Rumsfeld&lt;/a&gt; menjadi harum, mencatat angka tinggi dalam polling Amerika. Ia pun berubah, dari sekedar Menteri Pertahanan menjadi selebritis. Wajahnya masuk majalah fashion dan gaya hidup &lt;em&gt;Vanity Fair&lt;/em&gt;, dan tampil dalam acara televisi santai, &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.newsaic.com/ftvsnl29-20i.html"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Maret 2003&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109932187703964567?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109932187703964567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109932187703964567' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109932187703964567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109932187703964567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/02/rumsfeld-pentagon-warlord.html' title='Rumsfeld, the Pentagon Warlord'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109932233974171968</id><published>2003-02-21T07:11:00.000-08:00</published><updated>2004-11-01T07:18:59.740-08:00</updated><title type='text'>Beruang Penakluk Teluk</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kalau saja Amerika adalah Imperium Roma, maka Jenderal Tommy Franks akan langsung jadi Gubernur Jenderal di Irak, setelah Saddam Husein digulingkan. Soalnya, Franks adalah pemimpin pasukan pendongkel Saddam. Jenderal &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tommy_Franks"&gt;CentCom&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;) yang bermarkas di Tampa, Florida, menjadi motor serangan ke Irak. CentCom membawahi tentara Amerika di 25 negara, mulai dari Mesir, hingga Asia Tengah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tapi, ini zaman jauh berbeda. Dalam ranah politik, “kosmetik” merupakan barang penting. Sehingga, Amerika akan memilih seorang Muslim, sebagai pemimpin sementara di Irak, supaya kesan Amerika menyerang negara Islam sirna. Dan, Franks pun hilang kesempatan. Itu tak soal baginya. Franks dimata teman-temannya, adalah “tentaranya tentara”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi publik yang mengikuti Perang Teluk dulu, bersiaplah kecewa bila berharap Franks tampil seperti Jenderal &lt;a href="http://www.achievement.org/autodoc/page/sch0pro-1"&gt;Norman Schwarzkoft&lt;/a&gt;. Kala itu, Norman, yang bergelar “Badai Gurun”, tampil memukau di hadapan pers. Setiap hari ia menjumpai wartawan, melaporkan apa yang telah dilakukan tentara Amerika. Hasilnya, warga Amerika memujanya sebagai Pahlawan Perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Franks, membenci interview. Ketika perang Afghanistan, dia memberikan keterangan pers yang membosankan. Tak ada kutipan-kutipan kata memukau, seperti Schwarzkoft. Jawaban-jawabannya kering, seperti “ Kami bersiaga 24 jam, melakukan serangan dari darat dan udara”. Normatif dan kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Franks dan Schwarzkoft menambah panjang perbedaan Perang Teluk jilid I dan jilid II. Ketika 12 tahun lalu, Amerika menyerang Irak, dunia mendukung. Sebab, Irak baru saja menginvasi tetangganya, Kuwait. Dan waktu itu, Irak sedang kuat dan kaya, meskipun habis bertempur panjang dengan tetangganya Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini, serangan itu dilawan seluruh dunia, bahkan oleh warga Amerika sendiri. Motif serangan pun sangat lemah. Amerika menuduh Irak menyimpan senjata pemusnah massal. Ketika Irak membuka diri untuk diperiksa PBB, dan dilapori bahwa tuduhan itu meleset, Amerika dan sekutunya tetap teguh untuk menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya kesamaan adalah, panglima perangnya dipanggil “Si Beruang”. Schwarzkoft digelari “The Bear”, selain “Storming Norman”. Sedangkan Franks, dipanggil oleh sang cucu, Kakek “Beruang Pooh”. Nama Pooh diambil dari film kartun, &lt;em&gt;Winnie The Pooh&lt;/em&gt;. Tentu saja masih ada kesamaan yang tersisa: di tangan keduanya lonceng kematian rakyat tak berdosa bergemintang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Maret 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109932233974171968?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109932233974171968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109932233974171968' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109932233974171968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109932233974171968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/02/beruang-penakluk-teluk.html' title='Beruang Penakluk Teluk'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109960188898797041</id><published>2003-02-20T13:45:00.000-08:00</published><updated>2004-11-04T12:58:08.986-08:00</updated><title type='text'>Menang Tanpa Sorak Sorai</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Perang Teluk I berkobar untuk pembebasan Kuwait dari caplokan Irak. Sedang perang kali ini, tanpa motif yang jelas. Amerika membungkus isu minyak, dan dendam kepada Saddam dengan  isu senjata pemusnah massal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;LELAKI berjas rapi itu sungguh tak sopan. Ia adalah Izzat Ibrahim, Wakil Ketua Dewan Revolusi, orang terkuat kedua di Irak. Izzat menunjuk-nunjuk Muhammad Sabah Ahmad Al-Jabir Al-Sabah, Menteri Luar Negeri Kuwait, sambil mengumpat bak di sebuah pasar. “Diam kau monyet, terkutuk kau..”. Suara menggelegar itu mewarnai perdebatan pada pertemuan Liga Arab di Doha, Qatar, awal Maret lalu. Agaknya, emosi telah membuat petinggi negara Arab yang harusnya bersatu itu, lupa diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelumnya, kejadian memalukan macam itu juga terjadi di KTT Arab di Sharm el-Sheikh, Mesir. Ketika itu melibatkan pemimpin Libya, Muammar Khadafy, dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz. Khadafy dan Abdullah bertengkar dan saling tuduh sebagai boneka Amerika Serikat. Padahal pertemuan para petinggi itu, diadakan untuk menyatukan langkah menghadapi Amerika yang kebelet menyerbu Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KTT demi KTT memang berlangsung menjelang serangan ke Irak. Selain oleh negara-negara Arab, juga oleh Amerika. Medio Maret, Bush menggelar pertemuan maha penting dengan PM Inggris, Tony Blair, dan PM Spanyol, Jose Maria Aznar, di Kepulauan Azores, Portugal.  Ketiganya adalah seiya sekutu, yang getol membasmi Saddam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua menunjukkan, serangan ke Irak, bukan didasarkan pada pertimbangan perang, seperti penyelamatan kawasan, perebutan kedaulatan, atau untuk mengibarkan panji-panji kehormatan. Timetable peperangan, tak lagi ditentukan kondisi lapangan belaka, tapi lebih mereken perhitungan geo-politik internasional. Berbilang bulan sudah, pasukan Amerika bersiaga diseputar Irak, tapi tak satupun serangan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berbeda sekali dengan penyerangan tahun 1990. Kala itu, hanya lima hari setelah Irak menginvasi Kuwait 2 Agustus 1990, operasi penyelamatan sudah dimulai. Aliansi ini didukung oleh negara-negara Arab kaya di Teluk Persia, juga oleh Perancis dan Jerman (kini bersama Rusia berdiri dibarisan terdepan menolak serangan). Kala itu negara-negara Arab, rela mendukung Amerika, karena khawatir setelah Kuwait, Saddam akan menggilir negara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali oleh kedatangan squadron F-15 di Arab Saudi, gelombang pengerahan mesin perang pun terus berlangsung ke Teluk. Presiden Bush Senior menetapkan jangka 90 hari untuk pembebasan Kuwait. Tapi hingga jangka itu berlalu, serangan massal belum juga dimulai. Bulan November, Bush memperpanjang waktu, menjadi 180 hari. Ini semua demi pematangan. Amerika bahkan mendatangkan Tim dari Institut Riset Walter Reed, untuk memberikan masukan tentang psikologi dan stress prajurit. Tim kesehatan pun dikerahkan, untuk mempelajari dampak serangan senjata kimia dan biologi. Kala itu, meskipun Irak baru saja usai berperang dengan Iran, tapi kekuatan bersenjatanya tetap diperhitungkan. Dari sudut ekonomi, negara 1001 malam ini, sangat kaya karena booming minyak baru saja usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dirasa matang, Amerika dan sekutunya, melancarkan pukulan dadakan pukul 3 dinihari, 17 Januari 1991. Serangan udara massal ini, ditujukan ke target-target terarah, yakni senjata pemusnah. Mengejutkan. Hingga siang hari, pasukan infanteri tak bisa memasuki Kuwait. Selain dihadang tentara Irak, juga hambatan alam, berupa badai gurun pasir. Kelak perang ini, dikenal dengan Operasi Badai Gurun (Operation Desert Storm), dan komandannya, Jenderal Norman Swarzkoff, digelari The Storming Norman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irak tak kalah gertak. Senjata andalannya, rudal Scud meluncur. Anehnya, 7 rudal bukan didahulukan ke Dhahran, Saudi Arabia, tempat pasukan koalisi bermarkas. Tapi ke Israel, sekutu kental Amerika dalam memerangi umat Islam di Palestina. Serangan ke Israel, merupakan staretegi jitu Saddam. Ia memancing Israel supaya terlibat perang. Harapannya, keikut-sertaan Israel pada kancah tempur, akan menimbulkan sentimen di pasukan Arab yang ikut koalisi. Bush membujuk Israel untuk menahan diri, dengan memberikan garansi pengamanan udara. Dan ketika Scud diarahkan ke Dhahran hari itu juga, Amerika sudah bersiap. Rudal itu dicegat di udara, oleh Rudal Patriot. Dua nama ini, Scud dan Patriot, moncer pada perang saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudal Scud beberapa kali dicegat di dekat lokasi strategis pasukan koalisi. Seperti di Bandara Militer Raja Fahd. Selain Scud, Irak mulai memainkan senjata pemusnah massalnya. Amerika melaporkan, beberapa kali, detektor senjata kimia dan biologi mereka aktif. Sirene pun meraung-raung untuk mengingatkan prajurit segera menggunakan pakaian anti radiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan juga dilancarkan ke Irak. Bunker, tempat persembunyian bawah tanah, dibidik menggunakan bom pintar yang cerdik mencari lobang-lobang jendela bunker. Serangan ini menghancurkan infrastruktur di Irak, dan memukul moral pasukan yang berada di Kuwait. Ini juga dimaksudkan untuk memutus rantai logistik ke pasukan yang ada di Kuwait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut kekalahan mulai terasa. Pasukan Irak pun melakukan strategi bumi hangus. Asap tebal dari kilang minyak yang terbakar, tertangkap satelit mata-mata Amerika. Sampai akhir Februari, Irak menghancurkan 700 lokasi kilang dan ladang minyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, ketika pukul 4 pagi tanggal 24 Februari, bataliyon marinir ke-11 memasuki Kuwait untuk memulai perang darat, mereka hanya dihadapi pasukan yang kalah moral, kelelahan, dan kelaparan. Beberapa kasus dilaporkan, prajurit Saddam lebih memilih angkat tangan ketimbang bertempur mati-matian. Apalagi, peralatan perang sekutu ini, jauh lebih superior dari pada peralatan eks  Soviet yang dipunya Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tertekan, Irak rupanya belum habis. Rudal Scud berhasil memporak porandakan barak tentara Amerika di Dhahran. 28 tentara tewas. Ternyata ini adalah perlawanan pamungkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari berlalu, Kuwait sudah dibawah kontrol sekutu. Pukulan kepada Saddam bertambah, karena di Irak selatan, sejumlah warga mengangkat senjata menuntut penggulingan Saddam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tatkala tanggal 27 Februari, Bush Senior menawarkan gencatan senjata, Saddam sudah tak punya pilihan. Termasuk sewaktu Amerika menawarkan pasal-pasal yang memberatkan Irak. Awal Maret tengah malam, Irak meneken perjanjian gencatan senjata, dengan konsekuensi yang sangat menyakitkan. Irak harus menerima pemberlakuan zona larangan terbang, sanksi ekonomi dan perdagangan, dan menerima tim inspeksi senjata yang akan memusnahkan senjata Irak. Kelak sejarah mencatat, ratusan ribu anak-anak Irak meninggal karena ketiadaan obat, kekuarangan air bersih, dan buruknya sanitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perhitungan Amerika, perang terjadi selama 43 hari. Jangka waktu itu, Amerika melakukan serangan udara 109.876 kali sortie, atau rata-rata 2555 sortie per hari. (Sortie adalah perhitungan pemberangkatan pesawat melakukan serangan udara). Serangan udara itu, mencurahkan 60.624 ton bom. Hasilnya, Amerika meng-klaim merusak 27.000 target berupa rudal Scud, lapangan udara, senjata kimia dan biologi, markas tentara, aset intelijen, sarana komunikasi, dan ladang minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun singkat, Perang Teluk I menghabiskan biaya 61 Milyar Dollar (saat itu, satu dollar hanya Rp. 2100). Ini baru biaya yang dikeluarkan Amerika, sebab Inggris menanggung biaya sendiri. Biaya ini mencakup, pengerahan pasukan darat, laut, dan udara, penyerangan, dan pemulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang tak hanya makan biaya. Daftar resmi, 100 ribu tentara Irak tewas, termasuk ribuan rakyat sipil. Di pihak Sekutu 148 tewas dan 458 luka. Daftar ini diperpanjang dengan 121 tentara yang tewas diluar pertempuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Teluk II diperkirakan akan berlangsung lebih singkat. Sebab Irak adalah negara yang dihinakan selama 12 tahun terakhir, dengan segala sanksi dunia yang dimotori Amerika. Belum lagi, Irak sudah “ditipu” mentah-mentah oleh Amerika, yang diminta menghancurkan senjata, tapi ternyata tetap diserang. Puluhan rudal Al-Samoud dihancurkan Irak, demi menghindari perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Amerika Cuma menganggarkan dana 33 Milyar Dollar.  Biaya terbesar di-alokasikan untuk pemberangkatan dan pemulangan. Dana ini hanya sekitar 10 persen dari budget Departemen Pertahanan tahun ini yang jumlahnya 396 Milyar Dollar.  Analis stratejik pertahanan memprediksi, anggaran ini akan defisit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, biaya yang dibutuhkan untuk pemulihan pasca perang, juga tak kecil. Amerika harus menyediakan puluhan ribu tentara perdamaian. Belum lagi biaya membangun kembali, mencakup pangkalan militer, pembangunan gedung, jalan raya, telekomunikasi, dan public services lainnya. Amerika juga harus merekonstruksi nilai-nilai humaniter, memberi bantuan kepada sekutu dan negara-negara tetangga yang sudah membantu. Dan tentu saja, membangun kembali, industri perminyakan, yang amat didamba Amerika. Matan por Petroleo, membunuh demi minyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Melihat jumlah dana yang besar ini,  wajarlah kita bertanya, apa sih yang kau mau, Tuan Bush? Juga kita wajar merenung, maukah Amerika memulangkan pasukannya tanpa berperang, setelah  mengeluarkan dana sebesar tadi? Entahlah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI,  &lt;/strong&gt;Januari 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109960188898797041?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109960188898797041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109960188898797041' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109960188898797041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109960188898797041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/02/menang-tanpa-sorak-sorai.html' title='Menang Tanpa Sorak Sorai'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109949496640090982</id><published>2003-02-16T07:08:00.000-08:00</published><updated>2004-11-03T07:16:06.400-08:00</updated><title type='text'>Malin Kundang Negeri 1001 Malam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Puluhan Jenderal Irak di pengasingan merancang penggulingan Presiden Saddam Husein. Amerika akan melancarkan aksi militer darat, laut, dan udara yang melibatkan 250 000 tentara menyerang Irak. Mampukah senjata nuklir, kimia, dan biologi Irak menghadang Amerika&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pria berkumis tebal itu berteriak dengan suara berat. Lantang dan berapi-api. Sarat nuansa kesombongan. Khas penentang cengkeraman Amerika Serikat, macam Fidel Castro dari Kuba, dan –dulu sekali—Soekarno dari Indonesia. Belum tampak tua diusia 65, Saddam Husein masih kuat berpidato 40 menit, pada peringatan Revolusi Juli, peristiwa kudeta tahun 1968 yang menjadi awal Partai Baath berkuasa. Saddam sudah 23 tahun memimpin Baath menguasai Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian orang-orang zalim dan penindas dunia, tak akan pernah bisa mengalahkan saya. Meskipun kalian semua bersatu dengan membawa iblis untuk mendukung dan menghasut”, kata Saddam. Selanjutnya, “Mereka yang menggantungkan diri pada orang lain untuk menjadi penguasa rakyat, memiliki resiko untuk dijatuhkan dan dihina oleh orang yang sama, kapan saja mereka inginkan..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak, telunjuk Saddam, terarah kepada 70 orang perwira militer di pengasingan, yang baru saja bertemu di London untuk membentuk dewan militer oposisi untuk menggulingkan Saddam. Mereka adalah “malin kundang”,  pengikut Saddam,  yang sedang merancang penggulingan bekas bosnya. Sedangkan orang zalim penindas dunia yang dimaksud adalah Amerika. Negara yang sudah 12 tahun mengembargo Irak, karena menginvasi Kuwait tahun 1990, kini sedang mematangkan rencana penyerangan besar-besaran dari seluruh penjuru --laut, darat, dan udara—melibatkan 250 ribu tentara, untuk menggulingkan Saddam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika  mendekati Turki, untuk mendapat izin sebagai basis serangan darat, dan Jordania sebagai landasan pacu seratusan pesawat tempur mutakhir. Pangeran Hassan dari Jordania, merupakan salah satu peserta “Forum London”, meskipun pemerintah Amman menyatakan kehadirannya dalam kapsitas pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan London akhirnya menunjuk Mayjen Tawfik Al Yassiri, sebagai bos dewan militer untuk penggulingan Saddam. Yassiri bukan orang baru dalam melawan Saddam. Tahun 1991, ia adalah perwira AL yang cedera saat melawan Saddam. Yassiri seorang sekutu dari Achmad Challaby, bankir yang mendirikan Kongres Nasional Irak (INC) di London. INC merupakan kumpulan faksi-faksi penentang Saddam, dari kalangan militer, pengusaha, intelektual, dan tetua suku Kurdi dari Irak Utara. INC menjadi pemrakarsa pertemuan London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Yassiri, terdapat nama Mayjen Najib al Sahli, mantan jenderal di Angkatan Bersenjata, dan Mayjen Saad Obeidi, perwira yang melakukan perang urat syaraf saat berada di bawah Saddam. Ikut pula mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Nizar al-Khazraji, penguasa kawasan suku utara. Khazraji membelot tahun 1995, dan kini menetap di Denmark. Seorang mantan perwira intelijen Angkatan Bersenjata, Nayjen Wafiq al-Samarai, menyampaikan usulan keras, bahwa Saddam harus digulingkan lewat kudeta militer. Strategi ini ditolak, sebab dewan memilih cara “halus” dengan menggembosi Angkatan Bersenjata dengan mendorong sebanyak mungkin perwira membelot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam manifestonya, INC menyatakan, akan menyiapkan pemerintahan transisi untuk mengambil alih kekuasaan setelah Saddam jatuh, lalu mendirikan negara Irak yang federal dan demokratis di tangan sipil. Draft konstitusi federal nantinya akin diratifikasi lewat referendum. Sebuah terobosan hebat, ditengah negara sentralistik yang terhegemoni oleh nama besar Saddam Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara “halus” mantan jenderal Irak , meski bertujuan sama tapi tak segendang sepenarian dengan langkah Amerika. Satu laporan berklasifikasi sangat rahasia bocor ke pers, yakni rencana serangan besar-besaran Amerika ke Irak.  Serangan militer ke Irak saat ini sedang dirancang di pusat komando angkatan bersenjata di Florida. Dari sebelah utara, 50 ribu orang pasukan AS yang berbasis di Incirlik dan Dujarbakir, Turki siap untuk diluncurkan dari pangkalan udara Mosul, yang juga dipakai sebagai pusat kontrol utama. Dari Selatan, serangan akan diluncurkan dari Teluk Persia atau dari pangkalan Ali Muharrag (Bahrain) dan Al Udeid (Qatar), untuk menghadapi 100.000 orang tentara Irak di perbatasan wilayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, Amerika perlu menyiapkan mesin pemusnah dalam jumlah besar, sebab Irak ditengarai memiliki persenjataan yang tak kalah dahsyat, yakni senjata nuklir, kimia, biologi, dan misil pengembangan rudal Scud, yang mengejutkan Amerika pada Perang Teluk 1991.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Senjata pemusnah massal&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, Irak ikut menandatangani ratifikasi anti senjata nuklir pada tahun 1969. Tapi, nyatanya, Irak tak cuma punya senjata nuklir. Irak bahkan sudah menggunakan senjata kimia, pada perang Iran-Irak tahun 1980, dan pada peperangan membasmi separatis suku Kurdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan senjata pemusnah massal Irak, diperoleh lewat laporan kunjungan langsung utusan khusus PBB (United Nation Special Commision atau UNSCOM) yang melakukan inspeksi berdasarkan Resolusi DK PBB 687. Inspeksi dilakukan sejak Perang Teluk 1991 sampai ditolak oleh Irak 1998. Tetapi inspektor PBB hanya boleh berbicara dengan pejabat setingkat Kepala Seksi, yang besar kemungkinan berbohong. Lagipula, akses darat yang tidak bebas, memaksa inspektor membuat laporan lewat pantauan satelit dan video monitor yang dipasang di area yang dicurigai. Tak maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru, sumber terbaik adalah bocoran dari para pembelot. Utamanya para pakar yang pernah bekerja di laboratorium rahasia Irak. Salah satu pembocornya, Salman Yassin Zweir, insinyur disain yang bekerja 13 tahun di Komisi Energi dan Atom Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi besar pembuatan senjata pemusnah massal, dikendalikan di Pusat Penelitian di Al-Jadriya Street, Baghdad. Zweir yang kini tinggal di Jordan berkisah, bahwa Saddam tidak akan pernah berhenti sebelum mimpinya menjadikan Irak sebagai negara Arab pertama yang punya bom nuklir menjadi nyata. Program persenjataan mematikan ini, dinamai Project 3000, dipimpin oleh Hussein Kamel, menantu Saddam yang belakangan dieksekusi iparnya, Uday Husein, setelah membelot ke Jordania tahun 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Zweir, ada juga Jenderal Nawaf al-Malki, pejabat senior yang sebelum membelot pada tahun 1989, pernah berkerja dibawah Qusay Hussein, putra Saddam sang Presiden. Beberapa pembelot, didampingi Malki bersaksi kepada inspketor PBB. Menurutnya, Irak juga mendapat pasokan senjata dari Eropa Timur, yang diselundupkan lewat Syiria, sebagai antisipasi terhadap serangan Amerika. Paket pengiriman pertama yang tiba di pelabuhan Latakia, Syiria 23 Februari lalu itu terdiri dari misil anti pesawat, roket, dan sistem pengendali untuk berbagai senjata buatan Sovyet yang sudah lama dimiliki Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya merupakan senjata yang ilegal, dan masuk dalam daftar embargo PBB. Untuk pengiriman lewat kapal ini, Irak harus membayar 800.000 US$ sekali kirim. Salah seorang pembelot dari pasukan elit Irak, Kolonel Khaled Ayad al-Dilemi, mengatakan bahwa anak buahnya pernah ditugaskan untuk mengawal pengiriman senjata ini. Selain senjata, Irak juga sedang berupaya membuat suatu sistem radar yang bisa mendeteksi adanya pesawat pengintai AS di udara. Belum lagi, pengembangan berbagai macam misil, termasuk misil berbahan bakar padat Ababil-100. Ababil merujuk pada nama burung pembaw api, yang meluluh lantakkan pasukan yang hendak menghancurkan Ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kimia dan Biologi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Irak mulai membuat senjata pada tahun 1970-an, tetapi ketika itu masih terbatas pada gas air mata. Kemudian mereka juga mulai membuat gas bius (mustard gas). Pada perang melawan Iran tahun 1980, Irak sudah menggunakan senjata kimia. Pasca perang, Irak mulai menciptakan gas sarin yang mengandung  kadar racun tinggi. Jika gas ini disebarkan, kulit manusia akan menyerapnya dan mematikan dalam beberapa jam. Bila gas ini terhisap oleh hidung akan bisa mematikan dalam hanya hitungan menit. Irak pernah menyatakan kepada UNSCOM bahwa mereka punya 812 ton gas sarin dan juga memproduksi 250 ton gas tabun, jenis senjata kimia yang tak kalah mematikan. Belakangan, tahun 1995, Irak mengumumkan, jumlah gas Sarin dan Tabun yang dimilikinya, tak sebanyak yang pernah mereka laporkan kepada UNSCOM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, Irak juga sudah merintis pembuatan gas saraf VX— yang paling beracun dibandingkan senjata kimia lainnya. Efek gas ini ke tubuh hampir serupa dengan Sarin dan Tabun. Tapi, dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan Sarin dan Tabun, gas VX ini efeknya lebih mematikan. UNSCOM memperkirakan, di tahun 1998 saja Irak telah memproduksi 200 ton gas VX ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, berapa jumlah pasti persenjataan yang dimilikinya, hanya Irak yang tahu. Sebab inspektor PBB tak pernah sungguh bisa mencari data secara benar. Selain dihalang-halangi, penyembunyian informasi, dan pembatasan pejabat yang bleh berbicara kepasa inspektur. Klaim Irak, program pembuatan senjata kimianya total telah memproduksi 3.859 ton bahan yang bisa dipakai. Sebagian besar telah habis terpakai dalam perang melawan Iran. Berapa banyak pula yang terpakai, sewaktu Perang Teluk melawan Kuwait yang disokong Amerika. Tak pasti pula, apakah setelah diembargo, dana Irak masih cukup untuk meneruskan proyek-proyeknya. Awalnya, proyek ini dibiayai oleh hanya sebagian kecil dari pendapatan Irak jualan minyak yang booming era 70 dan 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kimia, Irak juga menakut-nakuti musuhnya dengan memproduksi senjata biologi seperti spora anthrax, aflatoxin, botulinium toksin, gas gangren, virus kolera dan cacar. Virus anthrak ini pernah mengguncang Amerika, karena sebarannya lewat surat. Keadaan ini memaksa Amerika memeriksa dengan ketat semua surat yang masuk ke Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi proyek senjata biologi ini diingkari Irak, sepeninggal bos program senjata pemusnah massal, Hussein Kamal, menantu Saddam, membelot ke Jordania tahun 1995. Tetapi pengakuan tingal pengakuan. Suatu masa, Irak mengumumkan bahwa pabrik di Al Hakam hanya memproduksi pestisida dan pakan ternak. Nyatanya, tujuh tahun kemuka, tahun 1995, pabrik itu diklaim memproduksi puluhan ribu liter racun botulinum, ribuan liter virus anthrak, dan ratusan liter gas gangren. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Apakah Irak yang piawai menyembunyikan data dari inspeksi PBB. Atau senjata ini hanya isapan jempol, sekedar legitimasi Amerika supaya tak kehilangan muka sudah menggelar mesin perang secara besar-besaran hanya untuk menghadapi Irak. Suka tak suka terhadap Saddam, kiranya cara yang dipilih adalah tanpa perang. Sebab, demi melihat persenjataan yang ada, kiamat tak hanya akan menimpa negeri 1001 malam ini. Melainkan sebagian dari jagad.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Januari 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109949496640090982?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109949496640090982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109949496640090982' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109949496640090982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109949496640090982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/02/malin-kundang-negeri-1001-malam.html' title='Malin Kundang Negeri 1001 Malam'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109942639416971010</id><published>2003-02-12T11:37:00.000-08:00</published><updated>2004-11-02T12:27:18.026-08:00</updated><title type='text'>Samoud Melawan Goliath </title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tim Inspeksi Senjata PBB yakin Irak telah bersih dari senjata pemusnah. Amerika tetap tak puas. Daya jangkau rudal Al Samoud jadi masalah baru. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pertemuan Dewan Keamanan PBB siang itu, berlangsung singkat. Ketua Tim Inspeksi Senjata PBB, &lt;a href="http://www.un.org/Depts/unmovic/ExecChair/ExeChBi.htm"&gt;IAEA&lt;/a&gt;, Muhammad Al Baradai. Blix dan Baradai melaporkan temuan terbaru, setelah laporan pertama akhir Januari ditanggapi Amerika yang diwakili Menlu Colin Powell. Intinya, duet Blix dan Baradai menyimpulkan, “tidak ditemukan senjata pemusnah massal di Irak!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Meskipun singkat, mata seluruh dunia tertuju ke Washington. Soalnya, laporan ini akan menjadi pijakan penting, apakah genderang perang akan dibunyikan Amerika. Sebelumnya, laporan pertama juga ditunggu seluruh dunia. Setelah itu, pidato kenegaraan Presiden Bush. Lalu tanggapan Amerika lewat Colin Powell di depan Sidang Dewan Keamanan PBB, yang memaksa Tim kembali melanjutkan kerja 60 harinya. Nyatanya, Blix memberi nilai positif kepada Irak, bahwa negeri 1001 malam itu tak menyimpan senjata pemusnah massal, dan kooperatif pula. Berbeda dengan laporan pertama, yang menyebutkan&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tim mengalami kesulitan akses.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Menlu Powell yang menanggapi Blix, bersikeras Irak belum memenuhi Resolusi 1441 DK PBB. Amerika meminta DK PBB menekan Irak, sebab apa yang dilakukan Irak belum mencukupi. Nyatanya, dari 15 anggota DK PBB, hanya Spanyol dan Inggris yang mengimami Amerika. Lainnya, setuju penambahan Tim Inspeksi, supaya perlucutan senjata berlangsung, tanpa darah dan letusan senjata. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Memang, laporan Blix menyatakan, masih ada senjata yang belum jelas rimbanya. Seperti 14 ribu ton bahan yang bisa digunakan senjata kimia, 1000 ton bahan baku senjata biologi, seperti &lt;em&gt;anthrax&lt;/em&gt; dan gas VX.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Sementara Amerika dan sekutunya, tetap berpatokan pada bahan yang dikumpulkan intelijennya. Sebelum Tim Inspeksi mulai bertugas, Inggris dan Amerika sudah mengeluarkan data senjata pemusnah massal versi mereka. Dasarnya, laporan &lt;a href="http://www.cia.gov/cia/public_affairs/"&gt;UNSCOM&lt;/a&gt; (Tim pemeriksa sebelum ini, yang diusir Irak tahun 1998), dan pantauan intelijen. Selain itu, laporan juga dikeluarkan IISS (International Institute of Stategic Studies). Lembaga ini memiliki reputasi 40 tahun dibidang analisa militer. Kepala Perwakilan  IISS di Washington, Terry Taylor, adalah bekas anggota UNSCOM. Tapi IISS juga melibatkan banyak akademisi, sehingga merupakan data ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Menurut IISS, bom nuklir hanya bisa dibuat dengan ketersediaan plutonium dan uranium. Hanya saja, meskipun Irak hanya mempunyai pabrik uranium, negara itu dikhawatirkan membeli plutonium dari pasar gelap. Sehingga para pakar yakin, bila bahan-bahan itu sudah ada, Irak dalam hitungan bulan sudah memiliki senjata nuklir lagi. Tapi IISS menulis, Irak hanya bisa memproduksi uranium dengan bantuan pabrik raksasa, yang pasti dengan mudah dideteksi satelit mata-mata. Dan IAEA sudah mengumumkan, tak ada pabrik yang berfungsi menciptakan bahan nuklir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dalam hal senjata biologi, Irak dipercaya masih menyimpan bahan utama, &lt;em&gt;botulinum toxin&lt;/em&gt; dan anthrax. Fasilitas ini luput dari pemeriksaan UNSCOM, sebab dibuat secara &lt;em&gt;underground&lt;/em&gt;, dan pabrik yang bergerak. Meskipun bahan bakunya sedikit, tapi bila Irak menempatkannya dalam hulu ledak, dan meluncurkan dengan rudal jelajah dengan jangkauan 600 kilometer, maka AS merasa wajar dihantui ketakutan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pasca perang Iran-Irak, Saddam mengembangkan bahan kimia biner, untuk pembuatan gas saraf VX. Tetapi pada Perang Teluk 2 tahun kemudian, fasilitas itu sebagian hancur. Saat UNSCOM menginspeksi Irak 1991-1998, fasilitas dan bahan baku itu telah terkuasai. Tetapi, lagi-lagi, Amerika dan sekutunya, menggunakan kata “diyakini” Irak masih menyembunyikan sebagian bahan, --yakni mostar, sarin, siklosarin, gas saraf-- dan siap menggunakannya lagi. Sebab, kerusakan komplek pabrik kimia &lt;em&gt;Al-Qa’ Qa&lt;/em&gt;, tidak terlalu parah. Lagipula, bahan-bahan kimia itu, banyak diberdayakan oleh masyarakat sipil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Rupanya, Irak juga sudah merintis pembuatan gas saraf VX— yang paling beracun dibandingkan senjata kimia lainnya. Efek gas ini ke tubuh hampir serupa dengan Sarin dan Tabun. Tapi, dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan Sarin dan Tabun, gas VX ini efeknya lebih mematikan. UNSCOM memperkirakan, di tahun 1998 saja Irak telah memproduksi 200 ton gas VX ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data IISS, Perang Teluk telah menghancurkan banyak fasilitas senjata Irak. Instalasi dan pusat riset nuklir &lt;em&gt;Al-Tuwaitha&lt;/em&gt; hancur; pabrik pemisahan uranium &lt;em&gt;Al-Qaim&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Al-Jesira&lt;/em&gt; lebur; pabrik produksi uranium &lt;em&gt;Al-Tarmiya&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Al-Sharqat&lt;/em&gt; dibombardir; dan markas besar disain senjata nuklir, &lt;em&gt;Al-Altheerm&lt;/em&gt; rusak meski tak parah. Bahkan di akhir inspeksinya tahun 1998, Badan Dunia untuk Atom dan Energi –IAEA-- menyatakan, Irak sudah tak bisa memproduksi material untuk persenjataan nuklirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, laporan terakhir Blix dan Baradai yang menyebut pelanggaran limit jangkauan rudal Al Samoud, seolah menjadi jendela bagi Amerika untuk mencap Irak masih melanggar Resolusi DK PBB. Sehingga, layak diserang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al Samoud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen milik PBB, tak menjelaskan apa makna kata “Al Samoud”. Mereka menduga, nama sebetulnya adalah "Al-Sumood", yang berarti ketabahan atau kekuatan. Setidaknya, kata ini ingin menggambarkan ketabahan bangsa Irak melawan cobaan. Makna kata ini, di Palestina mewarnai perlawanan Intifada yang dimulai tahun 1987. Sumood berakar dari kata “Samood”, artinya seseorang yang berani mendongak untuk melawan. Bisa juga, dari kata “Tsamud”, nama sebuah kaum yang melawan ajaran Nabi. Mungkin Saddam memaksudkan rudal ini untuk menghancurkan kaum-kaum pelawan Allah. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang jelas, rudal Al Samoud menjadi buah bibir karena tuduhan melanggar aturan PBB. Pelanggaran terjadi pada diameter dan mesin. Al Samoud dituduh menggunakan mesin turunan sistem rudal darat ke udara, sehingga diduga jangkauannya mencapai diatas 150 kilometer, seperti diatur PBB. Laporan CIA menyebutkan, Al Samoud potensial mencapai 180 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tak jelas macam apa operasional Irak mengembangkan rudal ini, Amerika dan sekutunya, menggunakan temuan ini, sebagai pertanda bahwa Irak tak pernah sungguh-sungguh berhenti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Al Samoud merupakan bentuk kecil rudal Scud, misil yang menakutkan pada Perang Teluk 12 tahun lalu. Sebetulnya, Irak masih boleh mengembangkan rudal jarak menengah. Tapi Amerika khawatir, begitu embargo ekonomi dan larangan terbang dicabut, Irak langsung tancap gas masuk sistem misil jarak jauh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ketika didera embargo ekonomi, UNSCOM mencatat, Irak melakukan negosiasi dengan 500 perusahaan, untuk mengembangkan rudal. Mereka juga percaya, bahwa insinyur Irak, tetap mampu mengembangkan rudal Al-Samoud berdaya jangkau hingga 200 kilometer, dengan hulu ledak senjata kimia dan biologi. Ditengah pemantauan UNSCOM, Irak memodifikasi rudal darat ke udara Volga/SA-2 menjadi rudal darat ke darat, dengan jangkauan yang diizinkan PBB. Tim Inspeksi memantaunya dengan memasang kamera pada pabrik. Untuk menjaga kemungkinan Irak memindahkan peralatan menjauh dari kamera, Tim memasangi tanda pening.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pengembangan rudal darat ke darat, dimulai Irak sebelum menginvasi Kuwait. Proyek rahasia itu diberi nama “J-1 Project”. Salah satu hasilnya adalah rudal Al Fahd yang memiliki jangkauan 300 kilometer. Ketika itu, Irak hanya melaporkan pembuatan rudal Ababil-100, berjarak 100 kilometer. Rudal berbahan bakar padat ini, merujuk pada nama burung pembawa api, yang meluluh lantakkan pasukan yang hendak menghancurkan Ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sistem pemantauan rudal diberlakukan tahun 1994, Irak mendeklarasikan daya jangkauan rudal Al Samoud, hanya 149 kilometer. Laporan uji kelayakan terus disampaikan tahun 1997, 1998, dan Juni 2000. Tapi, laporan pemantauan senjata Irak yang dikeluarkan Inggris September 2002 lalu menyebutkan, Al-Samoud diduga dipasangi hulu ledak senjata kimia dan biologi. Kecurigaan jangkauan diperluas hingga 200 kilometer, mulai muncul di laporan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran limit ini, langsung dibicarakan Blix dengan sejumlah pakar senjata di markas PBB. Soalnya, Irak juga diduga mengimpor 380 mesin roket, bahan bakar kimia, instrumen pemantau dan pengetes, semuanya pada masa sanksi PBB.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, rudal yang paling ditakuti Amerika dan sekutunya, adalah SCUD. Rudal ini telah digunakan Irak pada Perang Teluk. Negara yang pernah merasakan kedahsyatannya, adalah Israel, kawan kompak Amerika, dan fasilitas militer Amerika di Arab Saudi. Rudal yang dibeli dari Soviet era 1970-an, memiliki daya jangkau 300 kilometer, mampu menghantam pinggiran Israel. Irak lalu memodifikasi SCUD menjadi &lt;a href="http://www.fas.org"&gt;Al-Hussein&lt;/a&gt;, hingga memiliki jangkauan 650 kilometer. Dengan demikian, pusat kota Israel, Turki (sekutu AS di NATO), Kuwait dan Arab Saudi (negara pemasok minyak Amerika) dapat digapai. Bahkan kalau Irak menggunakan Rudal Al-Abas, dengan jangkauan 900 kilometer, seluruh Israel bisa luluh lantak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Operasi besar pembuatan senjata pemusnah massal, dikendalikan di Pusat Penelitian di &lt;em&gt;Al-Jadriya Street&lt;/em&gt;, Baghdad. Seorang peneliti nuklir Irak, Zweir yang minggat ke Jordan berkisah, bahwa Saddam tidak akan pernah berhenti sebelum mimpinya menjadikan Irak sebagai negara Arab pertama yang punya bom nuklir menjadi nyata. Program persenjataan mematikan ini, dinamai &lt;em&gt;Project 3000&lt;/em&gt;, dipimpin oleh Hussein Kamal, menantu Saddam yang belakangan dieksekusi iparnya, Uday Husein, setelah membelot ke Jordania tahun 1995.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tapi itu dulu. Ketika Irak masih berlimpah kekayaan dari boom minyak bumi. Tapi, setelah capek berperang dengan Iran di era 80-an, perang melawan Kuwait awal 90-an, didera embargo ekonomi 12 tahun, apakah Irak masih punya kans mewujudkan mimpinya. Atau Tuan Bush saja yang kelewat banyak mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Majalah &lt;strong&gt;INSANI&lt;/strong&gt;, Februari 2003&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109942639416971010?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109942639416971010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109942639416971010' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109942639416971010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109942639416971010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2003/02/samoud-melawan-goliath.html' title='Samoud Melawan Goliath '/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109882724857948218</id><published>2002-10-23T14:26:00.000-07:00</published><updated>2004-10-31T05:20:40.303-08:00</updated><title type='text'>IRAK: Minyak Berdarah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Minyak dan figure Saddam Husein, jadi alasan terbesar Amerika menyerang Irak. Senjata pemusnah massal hanya cita-cita lama Saddam.. Tokh, untuk makan pun mereka sulit. Apa arti kemenangan buat AS, negara adidaya melawan negara yang dihinakan belasan tahun&lt;span style="font-size:0;"&gt;? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;JEEP Land Cruiser berbadan besar itu, meluncur membelah kota Baghdad. Jalanan mulus membuat mobil jenis penjelajah di jalan rusak itu, melaju kencang. Di kiri kanan jalan, gedung-gedung tua berbadan kusam, mewakili keterpurukan ekonomi negara 1001 malam tersebut. Beruntung, semenjak embargo ekonomi yang dimotori Amerika Serikat dekade terakhir sudah berakhir, Irak mulai mampu memasukkan mobil mewah dan menambal lobang-lobang di jalanan. Irak berbenah, dalam rangka referendum 7 tahunan, pertengahan oktober, untuk memilih &lt;em&gt;la&lt;/em&gt; (ya) atau &lt;em&gt;na’am&lt;/em&gt; (tidak) terhadap &lt;a href="http://www.who2.com/saddamhussein.html"&gt;Saddam Husein&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Meskipun senyum Saddam, yang tertempel dimana-mana mewarnai seluruh negeri, tak ayal, ketegangan tetap meruak. Apalagi, sejak Kongres AS, menyetujui rencana Presiden George Walker Bush, untuk melancarkan serangan militer ke Irak. Satu dari tiga negara –Irak, Iran, dan Korea Utara—yang dicap Bush sebagai Poros Setan. Bisa jadi rencana itu akan diwujudkan dalam waktu yang relatif tidak lama lagi. Para analis militer berpendapat, Amerika masih akan menahan diri sampai Ramadan usai. Hal ini untuk menghindari simpati dunia Islam terhadap Irak, apabila Irak diserang saat menjalankan ibadah puasa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tapi, kapan mesin perang itu akan bergerak, &lt;em&gt;wallahu a’lam&lt;/em&gt;, mengingat strategi perang yang disusun Jenderal Tommy Franks, Panglima Perang AS di Wilayah Teluk, telah siap untuk dijalankan. Franks adalah tokoh militer yang disiapkan menjadi Panglima Komando Darurat Militer di Irak, bila rencana AS membentuk pemerintahan boneka sipil, dihadang oleh pertikaian sipil. Rencana Amerika ingin menyerang Irak, makin menggila, pasca peledakan menara kembar WTC, tahun silam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Amerika yang melancarkan perang terhadap Irak, karena Saddam Hussein diyakini menyimpan senjata pemusnah massal, mencakup senjata kimia, biologi, dan rudal balistik. Amerika bersandar kepada data &lt;a href="http://www.editors.sipri.se/pubs/Factsheet/unscom.html"&gt;UNSCOM&lt;/a&gt; (&lt;em&gt;United Nation Special Commision&lt;/em&gt;), pengawas PBB yang diberi mandat Resolusi DK PBB 687, menjejaki setiap jengkal tanah Irak untuk menghancurkan semua fasilitas pembuatan senjata. Meski mengantongi mandat PBB, UNSCOM yang bekerja periode 1991-1998, mendapat tantangan dan intimidasi dari Irak. Hingga akhirnya, Irak yang sedang didera embargo ekonomi dn zona larangan terbang, nekat mengusir personel PBB. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Namun, UNSCOM sempat mendatangi 1015 lokasi, dalam 272 kali inspeksi. Secara garis besar, UNSCOM berhasil: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Menghancurkan 40.000 amunisi senjata kimia, 2.610 ton bahan baku kimia, dan 411 ton wahana produksi bahan kimia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Membongkar pabrik utama senjata kimia di Al-Muthanna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Menghancurkan 48 rudal SCUD, 11 peluncur mobil, 30 hulu ledak senjata kimia, dan 20 hulu ledak konvensional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Menghancurkan pabrik senjata bilogis Al-Hakam, berikut cadangan bibit bahan baku senjata biologi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Menemukan 1991 sampel produk pembuatan uranium, yang akin digunakan sebagai komponen senjata nuklir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Menghancurkan fasilitas percobaan nuklir Al-Athir, sebagai infrastruktur program senjata nuklir Irak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Setelah UNCSOM hengkang, PBB kembali memaksakan tim inspeksi lanjutan, &lt;a href="http://www.un.org/Depts/unmovic/Bx27.htm"&gt;UNMOVIC&lt;/a&gt; (&lt;em&gt;United Nation Monitoring, Verification, and Inspection Commision).&lt;/em&gt; Tim ini tak pernah jadi bekerja, sebab Irak menuduh tim PBB sebelumnya, menjadi agen ganda, sebagai mata-mata. Tapi Irak mengizinkan rombongan &lt;a href="http://www.iaea.org/worldatom/Programmes/ActionTeam"&gt;IAEA&lt;/a&gt; (&lt;em&gt;International Atomic Energy Agency&lt;/em&gt;), yang hanya boleh menginspeksi fasilitas berbau nuklir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Senjata Pemusnah Massal&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Benarkah Irak memiliki senjata sedahsyat dugaan Bush, hingga akhirnya Kongres AS merestui Bush menggerakkan mesin perang ke Irak? Salah seorang anggota UNSCOM, Scott Ritter meragukan hal itu. Ritter, mantan marinir AS yang dikenal punya sikap anti-Irak yang fanatik, dekat dengan intelijen AS dan Israel, pernah diusir Irak dari Baghdad karena tuduhan mata-mata. Irak sudah dilucuti 95 persen, hingga Ritter tak yakin mereka bisa pulih hanya dalam waktu empat tahun. Menurut &lt;a href="http://www.time.com/time/nation/article/0,8599,351165,00.html"&gt;Scott Ritter&lt;/a&gt;, "Dari segi kualitatif, Irak telah dilucuti.Irak kini tak lagi memiliki senjata pemusnah massal yang berarti" (&lt;em&gt;Buku “Iraq Under Siege”&lt;/em&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Data tentang senjata Irak juga dilansir &lt;a href="http://www.iiss.org/conferencepage.php?confID=3"&gt;IISS&lt;/a&gt; &lt;em&gt;(International Institute of Stategic Studies).&lt;/em&gt; Lembaga yang memiliki reputasi 40 tahun dibidang analisa militer ini, melansir temuannya secara serempak di Brussel, London, dan Washington September lalu. Kepala Perwakilan IISS di Washington, Terry Taylor, bekas anggota UNSCOM. Tapi IISS juga melibatkan banyak akademisi, sehingga merupakan data ilmiah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Menurut data IISS, Perang Teluk telah menghancurkan banyak fasilitas senjata Irak. Instalasi dan pusat riset nuklir &lt;em&gt;Al-Tuwaitha&lt;/em&gt; hancur; pabrik pemisahan uranium &lt;em&gt;Al-Qaim&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Al-Jesira&lt;/em&gt; lebur; pabrik produksi uranium &lt;em&gt;Al-Tarmiya&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Al-Sharqat&lt;/em&gt; dibombardir; dan markas besar disain senjata nuklir, &lt;em&gt;Al-Altheerm&lt;/em&gt; rusak meski tak parah. Bahkan di akhir inspeksinya tahun 1998, IAEA, Badan Dunia untuk Atom dan Energi menyatakan, Irak sudah tak bisa memproduksi material untuk persenjataan nuklirnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Meskipun demikian, mereka sangat yakin, ilmuwan dan teknisi Irak akan &lt;em&gt;survive&lt;/em&gt;, dan terus berupaya membangun kembali fasilitas nuklir yang diimpikan itu. Buktinya, Irak diduga menyembunyikan 1000 mesin sentrifugal, pembuat bahan kimia dari proses pemisahan ekstrak tumbuhan. Tetapi IISS yakin, bom nuklir hanya bisa dibuat dengan ketersediaan plutonium dan uranium. Hanya saja, meskipun Irak hanya mempunyai pabrik uranium, negara itu dikhawatirkan membeli plutonium dari pasar gelap. Sehingga para pakar yakin, bila bahan-bahan itu sudah ada, Irak dalam hitungan bulan sudah memiliki senjata nuklir lagi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tapi IISS menulis, Irak hanya bisa memproduksi uranium dengan bantuan pabrik raksasa, yang pasti dengan mudah dideteksi satelit mata-mata. Dalam hal senjata biologi, Irak dipercaya masih menyimpan bahan utama, &lt;em&gt;botulinum toxin&lt;/em&gt; dan anthrax. Fasilitas ini luput dari pemeriksaan UNSCOM, sebab dibuat secara &lt;em&gt;underground&lt;/em&gt;, dan pabrik yang bergerak. Meskipun bahan bakunya sedikit, tapi bila Irak menempatkannya dalam hulu ledak, dan meluncurkan dengan rudal jelajah dengan jangkauan 600 kilometer, maka AS merasa wajar dihantui ketakutan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Data milik UNSCOM menyatakan, ada beberapa pabrik yang harus diwaspadai, yakni &lt;em&gt;Castor Oil Production Plant&lt;/em&gt; di Fallujah, sebab meskipun pabrik itu telah hancur, tapi residu dari minyak jarak yang ada disana, bisa dimanfaatkan sebagai senjata biologi. Pabrik lainnya, adalah laboratorium vaksin penyakit mulut dan kaki Al-Dawrah. Sebab, laboratorium ini juga berfungsi ganda, memproduksi bahan baku senjata biologi. Lainnya, laboratorium vaksin di Abu Ghraib, yang oleh UNSCOM dianggap mempunyai kapasitas penyimpanan besar. Sama dengan senjata biologi, keberadaan senjata kimia di Irak juga didasarkan pada data lama, yang menjadi dasar keyakinan bahwa Irak tetap “ingin” memaksimalkan bahan-bahan yang pernah ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Irak memang pernah menggunakan senjata kimia ketika memadamkan pemberontakan separatis suku Kurdi tahun 1988, dan saat berperang dengan tetangganya sesamanya muslim, Iran, di tahun 1982. Saat itu, Amerika yang kini berang sangat terhadap senjata tersebut, diam seribu basa. Pasalnya, Iran sangat dibenci Amerika. Prinsip &lt;em&gt;“the enemy from my enemy, is my friends&lt;/em&gt;” (musuh dari musuhku, adalah temanku), diberlakukan Amerika. Pasca perang Iran-Irak, Saddam mengembangkan bahan kimia biner, untuk pembuatan gas saraf VX. Tetapi pada Perang Teluk 2 tahun kemudian, fasilitas itu sebagian hancur. Saat UNSCOM menginspeksi Irak 1991-1998, fasilitas dan bahan baku itu telah terkuasai. Tetapi, lagi-lagi, Amerika dan sekutunya, menggunakan kata “diyakini” Irak masih menyembunyikan sebagian bahan, --yakni mostar, sarin, siklosarin, gas saraf-- dan siap menggunakannya lagi. Sebab, kerusakan komplek pabrik kimia &lt;em&gt;Al-Qa’ Qa&lt;/em&gt;, tidak terlalu parah. Lagipula, bahan-bahan kimia itu, banyak diberdayakan oleh masyarakat sipil. Senjata lain yang dikembangkan Irak adalah nuklir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Rudal yang paling ditakuti Amerika dan sekutunya, adalah SCUD. Rudal ini telah digunakan Irak pada Perang Teluk. Negara yang pernah merasakan kedahsyatannya, adalah Israel, kawan kompak Amerika, dan fasilitas militer Amerika di Arab Saudi. Rudal yang dibeli dari Soviet era 1970-an, memiliki daya jangkau 300 kilometer, mampu menghantam pinggiran Israel. Irak lalu memodifikasi SCUD menjadi Al-Hussein, hingga memiliki jangkauan 650 kilometer. Dengan demikian, pusat kota Israel, Turki (sekutu AS di NATO), Kuwait dan Arab Saudi (negara pemasok minyak Amerika) dapat digapai. Bahkan kalau Irak menggunakan Rudal Al-Abas, dengan jangkauan 900 kilometer, seluruh Israel bisa luluh lantak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ketika didera embargo ekonomi, UNSCOM mencatat, Irak melakukan negosiasi dengan 500 perusahaan, untuk mengembangkan rudal. Mereka juga percaya, bahwa insinyur Irak, tetap mampu mengembangkan rudal Al-Samoud berdaya jangkau 200 kilometer, dengan hulu ledak senjata kimia dan biologi. Tetapi, IISS menyatakan, Irak sudah tak punya fasilitas untuk memproduksi misil jarak jauh, sehingga tak mungkin membuat misil dalam waktu dekat. Kecuali ada bantuan teknis dan dana dari negara lain. Irak juga tak bisa menghantam Kuwait sekalipun, kecuali memasuki zona larangan terbang. Insinyur Irak juga belum tentu mampu mendisain hulu ledak senjata kimia dan biologi, sebab ini merupakan temuan yang rumit. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Meskipun, sebagian besar menafikan keyakinan bahwa Irak merupakan negara yang harus ditakuti karena memiliki senjata pemusnah massal, IISS menyebutkan, cepat atau lambat, setelah empat tahun tanpa pengawasan, bukan tak mungkin Saddam Husein kembali menggapai mimpi lamanya. Gudang senjata Saddam Husein, adalah &lt;em&gt;casus belli per se&lt;/em&gt;, keadaan yang benar-benar ada. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Minyak Berdarah&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Irak merupakan produsen minyak terbesar kedua, setel&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;ah Arab Saudi. Merujuk kepada &lt;em&gt;Platts Guide&lt;/em&gt; Irak memiliki cadangan 112 milyar barel, sebagian besar di bagian selatan, dekat Kuwait. Bahkan versi Thaha Hamud, pejabat senior Departemen Perminyakan Irak, cadangan pada Mei 2002 hampir 300 milyar barel. “Semua karena &lt;a href="http://www.worldwatch.org/press/news/2002/11/26"&gt;minyak&lt;/a&gt;!”, kata Wakil PM Thareq Aziz. Belakangan Aziz rajin menjual isu ini ke negara-negara Teluk lainnya. Memang, sikap keras Amerika terhadap Saddam Hussein, lebih didikte kebutuhan mengontrol minyak Irak. Ketika ayah Presiden Bush memimpin Amerika, Menteri Luar Negerinya, James Baker menyatakan: "Konflik sesungguhnya, adalah akses terhadap sumber energi”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ekonomi Amerika yang sakit, membuatnya peka terhadap fluktuasi harga minyak. Kontrol harga dimungkinkan, bila rezim negara-negara Teluk, disetir dari Washington. Amerika baru saja mempraktekkannya di Afghanistan, dengan menciptakan Hamid Karzai sebagai penguasa negara tetangga di timur Iran itu. Direktur IISS, Dr John Chipman menafikan isu minyak sebagai hal utama. Jika Irak menjual minyak, tetapi menggunakan labanya untuk perdamaian, siapa takut. Lalu, kalau bukan senjata dan minyak, apa pasal permusuhan Baghdad-Washington semakin abadi. Washington sangat peduli dengan siapa yang memerintah Irak. Ini tercermin dari pernyataan mantan Presiden Clinton, "sanksi akan dipertahankan sampai kiamat, atau sepanjang dia (Saddam) masih berkuasa." Belakangan Amerika dan Barat, mulai mengeluarkan daftar kejahatan Saddam. Mulai dari sikap brutalnya, yang tega membunuh anak dan menantu karena perbedaan pendapat, hingga pelanggaran HAM. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tapi bagi warga Irak, walau merupakan penguasa brutal, Saddam menggunakan kekayaan minyak untuk membangun negerinya. Pesatnya pembangunan infrastruktur negeri secara dramatis mentransformasikan Irak dalam segi standar hidup penduduk. Kebijakan pembangunan populis ini, meningkatkan popularitas Saddam di mata rakyatnya dan di kalangan kelas bawah masyarakat dunia Arab. Terbukti, referendum terakhir, Saddam dipilih 100 persen. Padahal, derita bangsa Irak 13 belas tahun terakhir, akibat embargo ekonomi, bukan buatan. Irak rugi 140 milyar dollar AS dari minyak, akibatnya satu sampai satu setengah juta penduduk sipil tak berdosa tewas. Negara yang dikenal memiliki peradaban tinggi itu, harus berurusan dengan kolera, diare, dan tipus. Irak agak terbantu, setelah diizinkan melakukan program &lt;em&gt;oil for food&lt;/em&gt; tahun 1996. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Mungkinkah Irak mampu mengembangkan senjata berbiaya besar, ditengah kesulitan memperoleh sesuap nasi. Lalu, apa arti kemenangan perang bagi Amerika, yang ditopang mesin-mesin perang mutakhir, melawan negara yang terpuruk belasan tahun. Tanya yang harus dijawab oleh George Walker Bush, dari nuraninya paling dalam, sebagai pemimpin negara anti teroris, dan pengusung HAM. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dimuat di Majalah &lt;/em&gt;&lt;a href="mailto:insanidigest@hotmail.com"&gt;INSANI&lt;/a&gt;&lt;em&gt;, Oktober 2002&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109882724857948218?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109882724857948218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109882724857948218' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109882724857948218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109882724857948218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2002/10/irak-minyak-berdarah.html' title='IRAK: Minyak Berdarah'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109883427821770019</id><published>2002-09-21T16:42:00.000-07:00</published><updated>2004-10-31T05:22:46.320-08:00</updated><title type='text'>Labirin Akhir Hayat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Kamp X-Ray diawasi 24 jam. Tahanan di rantai, padahal pulau dikelilingi hutan bakau dan ikan buas. Disini gerilyawan Al-Qaeda multibangsa dikurung, pulau Guantanamo, penjara kejam Amerika.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;DISEBUAH jumat yang panas dan kering. Awal tahun ini, 20 orang gerilyawan Al Qaida memasuki area pangkatan Angkalan Laut Amerika, &lt;em&gt;Guantanamo Bay Naval Base&lt;/em&gt;, di Kuba. Setelah melalui penerbangan 20 jam dari Afghanistan, dengan mata tertutup dan kaki dirantai ke kursi pesawat, mereka disambut tampang sangar marinir Amerika. Setelah dibagi baju terusan, overall warna oranye cerah, barisan itu dengan bunyi gemerincing rantai, memasuki penjara dengan penjagaan superketat: &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.postcardsfromprison.com/p7828.htm"&gt;Camp X-Ray&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan adegan pembuka dalam film &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0104257"&gt;A Few Good Men&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;, film terkenal tahun 1993 yang dibintangi Tom Cruise, Demi Moore, dan Jack Nicholson. Film yang bertutur tenting, pengacara muda yang mencari keadilan di pengadilan militer, dibuka dengan setting lansekap pulau Guantamo yang terhampar di bibir pantai. Pemandangan indah sekaligus penggambaran jarak yang dekat dengan bahaya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Guantanamo merupakan kawasan panas dan kering, dengan tanah kecoklatan terbakar, dengan rawa-rawa yang ditumbuhi bakau. Pantai dipenuhi kaktus berduri dan dihuni ikan hiu ganas. Kondisi yang memaksa tawanan berpikir panjang sebelum melarikan diri lewat laut.&lt;br /&gt;Dan dua puluh orang tadi, adalah bagian dari tiga-ratus gerilyawan &lt;a href="http://www.fas.org/irp/world/para/ladin.htm"&gt;Al Qaida &lt;/a&gt;dan Taliban, yang tertangkap oleh pasukan Amerika di Afghanistan. Sekarang, mereka ditahan di penjara didalam kawasan Guantanamo. Koran &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.guardian.co.uk"&gt;The Guardian&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;, Inggris menyatakan, tawanan tersebut antara lain, bekas Duta Besar &lt;a href="http://www.fas.org/irp/world/para/taleban.htm"&gt;Taliban&lt;/a&gt; untuk Pakistan, Abdul Salam Zaeef, dan Kepala Staf Angkatan Darat Taliban, Fazel Mazloom. Zaeef adalah “jurubicara” Taliban, yang menjadi sumber satu-satunya, saat Afghanistan diserang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika mengistilahkan kamp tahanan ini dengan sebutan “Camp X-Ray”. Disebut begitu, mungkin karena penampungan itu terdiri dari sel-sel yang terbuat dari kawat halus --semacam kawat untuk membuat kandang ayam—dan atap tembus pandang, sehingga si tawanan terlihat jelas dari luar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Reporter &lt;em&gt;&lt;a href="http://news.bbc.co.uk/hi/english/static/"&gt;BBC&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; yang berkunjung kesana menulis, dari jarak 100 meter, sel-sel kawat itu tampak seperti kandang-kandang hewan di kebun binatang. Tiap sel berukuran 2,5 kali 1,8 meter dan tingginya dua meter. Peralatan mandi tersedia lengkap. Juga ember untuk buang hajat, dan cukuran jenggot. Tawanan menghabiskan waktu dengan berselonjor di lantai, atau tiduran di atas matras tipis dari busa. Setiap petang, mereka boleh keluar, untuk mandi dan membuang kotoran dalam ember, lalu menghilangkan bau dan kuman dengan menggunakan bahan kimia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tawanan diperbolehkan membaca dan menulis surat. Amerika memberikan buku-buku cerita, seperti “Kisah dongeng 1001 malam”, dan Al Quran. Tawanan yang mengalami gangguan penglihatan, diberikan kaca mata. Kacamata dan pulpen dikumpulkan kembali, setelah jam baca tulis usai. Mereka juga diperbolehkan melakukan olahraga dan salat. Olahraga dan pemeriksaan kesehatan dilakukan di luar sel, sedangkan salat didalam. Penunjuk arah Qiblat, tampak menempel pada menara pengawas, yang dihuni marinir bersenjata dengan tatapan mata tajam menghunjam. Petang hari, saat waktu kembali tiba, para marinir penjaga, akan berteriak-teriak : “Cepat kembali ke kandangmu”. Lantang dan penuh penghinaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam hari, komplek penjara yang dilingkari pagar kawat berduri dan dirintangi kabel tipis setajam silet, terang benderang. Enam menara sekeliling Kamp X-Ray, setiap saat disesaki penembak jitu. Padahal dibawah, patroli dengan membawa anjing, juga dilakukan secara rutin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi Amerika mengklaim, perlakuan yang mereka berikan bermoral, dan jauh lebih baik dibanding, kalau serdadunya tertengkap oleh gerilyawan Al Qaida dan Taliban. Contohnya, karena seluruh tawanan Al Qaida adalah muslim, makanan pun diperhatikan kehalalannya. Makanannya standard, tapi bergizi. Yakni, nasi, kacang merah, kol, roti, dan susu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebaik-baik layanan di penjara, masih jauh lebih enak di alam bebas, begitu bunyi pepatah para tetua. Kehidupan di Kamp X-Ray, Guantanamo, adalah kehidupan suram, bak berada di labirin panjang berliku tak bertepi. Apalagi, status para tawanan tak jelas, apakah penjahat perang atau hanya menjadi korban kesewenang-wenangan Amerika. Apalagi Amerika memegang faham, membedakan perlakuan hukum, berdasarkan yurisdiksi territorial dan kedaulatan negara. Guantanamo hanya tanah sewaan, bukan wilayah kedaulatan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;PULAU Guantamo masuk teritori hukum Kuba. Penduduk lokal menyebut Guantanamo dengan sebutan popular “&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.globalsecurity.org/"&gt;Gitmo&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;”. Amerika mulai menyewa pulau seluas 116 kilometer persegi itu tahun 1898, dengan biaya sewa 4000 dolar per tahun. Setelah Fidel Castro berkuasa tahun 1959, biaya sewa ditolak karena dianggap telah menusuk hati bangsa Kuba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guantanamo dihuni 7000 orang, diantaranya 3000 personel militer. Amerika menyulap pulau menjadi pelabuhan yang hebat, dilengkapi 42 dermaga yang siap menampung kapal perang jenis apapun milik Angkatan Laut Amerika, termasuk kapal induk dan kapal selam. Keberadaan Amerika disini, terkait dengan perang dingin menghadapi komunisme.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, ketika Kuba dipimpin Castro, suplai air untuk Guantanamo distop. Padahal Amerika sudah membayar air jauh lebih besar ketimbang sewa pulau. Hal ini memaksa Amerika membangun instlasi penyulingan air laut menjadi air bersih. Kuba juga mempersulit warganya yang bekerja untuk Amerika di Gitmo. Awalnya, ada 3500 orang Kuba yang bekerja disini. Mereka disindir sebagai “&lt;em&gt;gusanos&lt;/em&gt;”, bahasa Spanyol yang berarti cacing, sebagai penghalusan makna sarkas pengkhianat. Awal tahun ini, tinggal 80 orang yang tetap bekerja di Gitmo, dengan upah 8 juta dolar per tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Status Amerika, sebagai penyewa dari Kuba, digunakan Amerika sebagai kilah menghadapi gugatan internasional. Amerika digugat, karena tidak mematuhi Konvensi Jenewa, tentang perlakuan terhadap tawanan Al Qaida dan Taliban. Selain tak menganggap mereka sebagai tawanan perang, Amerika juga menolak memperlakukan hokum Amerika, karena tawanan berada diluar teritorinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sewaktu tahun 1993, Kamp X-Ray dihuni pengungsi Kuba dan Haiti, serta ketika tentara Kosovo ditahan disini, Amerika memberlakukan mereka sesuai hukum dan konstitusi Amerika. Apakah diskriminasi ini semua, demi mewujudkan kebijakan besar Amerika, dalam kampanye perang terhadap terorisme.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menteri Pertahanan Amerika, Donald Rumsfeld menyatakan, Al Qaida dan Taliban, bukan “tawanan perang”, tetapi "unlawful combat-ants", atau prajurit-prajurit ilegal. Rumsfeld salah besar, nilai aktivis Human Rights Watch. Konvensi Jenewa mengatur, bahwa tawanan perang adalah tentara dari sebuah negara, atau milisi dengan kelompok yang diidentifikasi secara jelas. Sehingga, tentara Taliban, sebagai bagian dari pemerintahan Taliban, dan gerilyawan Al Qaida, sebuah kelompok yang teridentifikasi dengan jelas, dipimpin &lt;a href="http://www.adl.org/terrorism_america/bin_l.asp"&gt;Usamah Bin Ladin&lt;/a&gt;, harus digolongkan tawanan perang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anggapan bukan sebagai tawan perang ini, membuat nasib tawanan tak jelas. Kalau menurut &lt;a href="http://www.hrw.org/press/2002/01/us011102.htm"&gt;Konvensi Genewa&lt;/a&gt;, tawanan perang hanya boleh ditahan selama perang berlangsung. Tetapi, sebagai teroris, tanpa periode perang yang terukur, apakah tawanan akin ditahan sepanjang masa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagai tawanan perang, mereka tidak boleh diadili oleh pengadilan militer Amerika yang tertutup, seperti diinginkan oleh Presiden Bush. Organisasi Pengacara Hukum Amerika menyatakan, pengadilan militer Amerika, hanya boleh mengadili pelanggaran hukum perang. Artinya, hanya sebatas pada perkara ulah mereka terhadap penduduk Afganistan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun belum jelas, Amerika terus mengirim tawanan ke Guantanamo. Amerika sedang membangun sel-sel baru untuk menyambut kedatangan tawanan dari Afghanistan. Sedang dibangun 600 sel dari rencana dalam blueprint, 2040 sel. Sel baru ini, nanti akin disebut &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.guardian.co.uk/guantanamo/"&gt;Camp Delta&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;. Amerika sudah menghabiskan 30 juta dolar, untuk pembutan sel, dan asrama penjaga. Apakah ini pembangunan terakhir. Tentu saja tidak, kalau kampanye Amerika memerangi terorisme terus bergaung. Sudah banyak negara lain yang &lt;em&gt;eneg&lt;/em&gt; dengan sikap sok kuasa Amerika. Dan merekaa adalah calon penghuni Kamp X-Ray di Gitmo, pulau indah berpasir lembut, yang menyimpan marabahaya di ujung hempasan ombaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;em&gt;Dimuat di Majalah&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;a href="mailto:insanidigest@hotmail.com"&gt;INSANI&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;September 2002&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8887172-109883427821770019?l=azizsutan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://azizsutan.blogspot.com/feeds/109883427821770019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8887172&amp;postID=109883427821770019' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109883427821770019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8887172/posts/default/109883427821770019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://azizsutan.blogspot.com/2002/09/labirin-akhir-hayat_21.html' title='Labirin Akhir Hayat'/><author><name>azizsutan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8887172.post-109883167473390368</id><published>2002-07-26T15:16:00.000-07:00</published><updated>2004-10-31T05:33:11.093-08:00</updated><title type='text'>Sang Pemimpi dari Gangga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Dia muslim yang memimpin negara berpenduduk mayoritas Hindu. Dia juga seorang ahli nuklir, senjata yang disiapkan India menghantam Pakistan yang muslim. Dialah Abdul Kalam, Presiden India yang masih melajang dan vegetarian&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;“Dream float on an impatient wind, A wind that wants to create a new order. An&lt;br /&gt;order of strength and thundering of fire.”&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Mimpi. Mimpi tak hanya selarik bait puisi bagi Avul Pakir Jainul Abdeen &lt;a href="http://www.abdulkalam.com"&gt;Abdul Kalam&lt;/a&gt; . Mimpi merupakan hal penting buatnya. &lt;em&gt;“Dream, dream, dream! Conduct into thought, and then transform them into action,”&lt;/em&gt; adalah seruan besarnya. Tak hanya berkhayal, dia acap mengajak pemuda India berpikir dan bertindak layaknya warga sebuah negara dengan penduduk milyaran. India merupakan negara berpenduduk terbesar kedua di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Kalam tak pernah bermimpi menjadi &lt;a href="http://www.presidentofindia.nic.in"&gt;Presiden&lt;/a&gt;. Selepas kuliah di &lt;em&gt;Madras Institute of Technology&lt;/em&gt; (MIT), Kalam bergabung dengan &lt;em&gt;Hindustan Aeronautics Limited&lt;/em&gt;, sambil meneruskan sekolah di bidang Aeronetika. Tahun 1958, dia lulus sebagai Insinyur Aeronetika, dan melamar kerja di tempat lain di New Delhi, pada Direktorat Pengembangan Teknik dan Produksi (DTD&amp;P), Departemen Pertahanan India. Cuma rupanya, Kalam menyimpan mimpi besar menjadi penerbang. Jadilah dia melamar juga, di Angkatan Udara India (Indian Air Force, IAF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Kalam gagal di IAF, justru diterima di DTD&amp;amp;P. Mimpinya menjadi penerbang, terbang sudah. Kalam sedih bukan buatan,. Ia pergi ke sungai Gangga. Berendam dalam kepiluan hati mendalam. Disini, Kalam bertemu Swami Sivananda, seorang Budha, yang memberinya nasihat: Jadi apa kau kelak, bukan dari apa yang kau hadapi saat ini, tapi itu sudah kodrat Tuhanmu. Kalam bangkit. Ia percaya Tuhan. Tuhannya adalah Allah Subahana Wata’ala. Dia juga pembaca setia Qur’an, meskipun rajin menyimak kitab Hindu, Bhagawad Gita . &lt;em&gt;Bopo&lt;/em&gt; Sivananda benar. Kalam gagal jadi penerbang, tapi dia pembuat pesawat terbang. Dan 44 tahun kemuka, tanggal 25 Juli 2002, Abdul Kalam dilantik menjadi Presiden India. Dalam usia senja, 71 tahun. Masih lajang, khas penganut ajaran brahma charya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Anak Nelayan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putra Jainulabdeen Marakayar dan Ashiamma, dilahirkan 15 Oktober 1931, di kampung nelayan Rameswaram, distrik Tamil Nadu. Marakayar hanya seorang penyewa sampan buat nelayan, tak berpendidikan. Tapi darinya, Kalam mewarisi kebijakan, disiplin, kejujuran, dan kealiman. Dari si ibu, si bungsu belajar kebaikan perangai. Masa kecilnya dimanja. Kalam senang makan di lantai, sambil disuapin ibunya. Pilihannya untuk menjadi vegetarian, diawali keterpaksaan ekonomi. Kesenangannya membaca, terjawab karena kebaikan tetangganya. Penasarannya terhadap berita Perang Dunia II, dilampiaskan dengan membantu sepupunya menjadi loper koran. Sambil berjualan, sambil membaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari membaca sehabis PD II, Kalam terinspirasi oleh seruan Bapak India Mahatma Gandhi, bahwa India harus dibangun oleh orang India, yang memiliki optimisme. Kalam pamit untuk pergi belajar diluar kampung Rameswaram. Kakaknya merelakan perhiasannya digadai, demi biaya si adik. Si anak manja sering homesick. Tapi sang ayah memiliki impian anaknya, menjadi orang besar. Hal yang membuatnya bekerja keras, demi mimpi sang ayah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika berumur 15 tahun, Kalam bertemu Iyadurai Solomon, seorang guru yang mengajarkannya kepercayaan diri. Menjadi anak mama, hanya akan membuat Kalam kehilangan masa depan, kata Solomon. Kalam juga dipecut dengan semangat tinggi, untuk merubah nasib. Guru lain, Ramakrishna, pengajar matematika, yang selalu memujinya sebagai calon orang besar. Kalam pun tumbuh sebagai remaja percaya diri. Hingga akhirnya masuk MIT, menjadi Insinyur Aeronetika, dan bekerja di DTD&amp;P.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Missile Man&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setahun di DTD&amp;amp;P, Kalam ditugasi membuat rancangan pesawat supersonik. Ia juga diberi wewenang membangun prototipe &lt;em&gt;hovercraft&lt;/em&gt;. Tanpa alasan proyek tersebut di-drop. Kalam keluar, dan bergabung dengan &lt;em&gt;India’s Space Program&lt;/em&gt;, dibagian riset. Nasib berkata lain. Kalam pun ikut dalam tim proyek &lt;em&gt;Satellite Launch Vehicle&lt;/em&gt; (SLV). Tak lama ia menjadi Project Director, yang menghasilkan satelit &lt;a href="http://www.spacedaily.com/news/india-01h.html"&gt;Rohini&lt;/a&gt;. Kesuksesan ini, membawa berkah anugerah Padma Bushan tahun 1981.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian, Kalam dipercaya memegang &lt;em&gt;Integrated Guided Missile Development Programme&lt;/em&gt; (IGMDP), sebuah proyek riset militer tersukses. Proyek ini menghasilkan lima &lt;a href="http://www.aeronautics.ru/archive/wmd/ballistic/ballistic/links/dhanush.htm"&gt;mahakarya&lt;/a&gt; India di bidang pertahanan, yakni: &lt;em&gt;Nag&lt;/em&gt;, misil pintar anti tank, &lt;em&gt;Prithvi&lt;/em&gt;, misil darat ke darat, &lt;em&gt;Akash&lt;/em&gt;, misil darat ke udara jangkauan sedang, &lt;em&gt;Trishul&lt;/em&gt;, misil reaksi cepat darat ke udara, dan &lt;em&gt;Agni&lt;/em&gt;, misil balistik dengan jangkauan menengah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalam menjadi tokoh kunci uji coba nuklir India tahun 1998. Uji coba ini mengagetkan dunia, menempatkan India dalam kancah negara nuklir, serta mendorong Pakistan, seterunya memperebutkan kawasan Kashmir, melakukan hal serupa. Keberhasilan ini menuai berbagai kemudahan dan penghargaan buat Kalam. Sebuah Pusat Riset berdana besar dibangun sebagai balas jasa. Sebagai penghargaan ata
